Showing posts with label Entrepreneurship. Show all posts
Showing posts with label Entrepreneurship. Show all posts

Wednesday, 30 November 2016

Mengenal Lebih Dekat Anthony Tan Sang Founder Grab

Mengenal lebih dekat Anthony Tan sang founder Grab
Mengenal lebih dekat Anthony Tan
sang founder Grab
(sumber foto: www.google.com)
Di kota-kota besar di Indonesia, aplikasi atau layanan ride sharing maupun ojek atau taksi online sudah jamak dijumpai dimana-mana. Persaingan sengit yang ada di bisnis tersebut melibatkan antara perusahaan lokal maupun internasional. Salah satu perusahaan yang terlibat dalam persaingan tersebut adalah Grab asal Malaysia. Nah, kali ini, kita akan mencoba mengenal lebih dekat Anthony Tan sang founder Grab.
Anthony Tan merupakan seorang warga negara Malaysia yang dilahirkan di kalangan keluarga berada. Anthony menyelesaikan pendidikan universitas dari Harvard Business School di Harvard University Amerika Serikat. Keluarga besarnya merupakan pemilik bisnis perakitan mobil dan jaringan distribusi mobil Jepang di Malaysia dengan nama Tan Chong Motor Holdings Bhd. Perusahaan tersebut merupakan produsen dan distributor utama mobil Nissan di Malaysia.
Mengenal lebih dekat Anthony Tan sang founder Grab, tentu saja kita juga harus dan perlu mengenal lebih dekat pula mengenai keluarganya. Kisah ini berawal dari kakek buyutnya. Kakek buyut Anthony merupakan seorang sopir taksi di Malaysia. Kemudian kakeknya, Tan Yuet Foh, merintis bisnis perakitan mobil dan distributor mobil Jepang dari nol. “Beliau hanya mampu berbicara bahasa Hokkien. Ia tidak mempunyai teman, tidak ada dukungan keluarga, namun ia mampu menghasilkan perusahaan yang hebat. Jadi apa alasan saya ?”, begitulah ucapan Anthony tentang kakeknya yang mungkin juga sekaligus ditujukan untuk memotivasi dirinya sendiri agar tidak kalah hebat dari sang kakek. Ucapan Anthony tersebut juga sekaligus mengingatkan saya sendiri untuk berani berjuang lebih dan lebih lagi dalam menjalankan bisnis saya di bidang IT dengan produk utama adalah software akuntansi. Kalimat tersebut juga sekaligus menjadi pengingat dan kritik bagi diri saya pribadi, jika mereka yang memulai dari kondisi serba terbatas saja bisa sukses, saya yang memulai dengan kondisi lebih beruntung dari mereka juga harus bisa sukses dan melebihi mereka.

Tuesday, 27 September 2016

Benarkah Menjadi Seorang Pengusaha Itu Mudah ?

Benarkah Menjadi Seorang Pengusaha Itu Mudah ?
Benarkah Menjadi Seorang Pengusaha Itu Mudah ? (sumber: www.google.com)
Selama beberapa tahun terakhir seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan wirausaha maupun cara menjadi pengusaha semakin banyak dan merajalela. Seminar-seminar maupun pelatihan-pelatihan tersebut rata-rata (meskipun tidak semua) memberikan iming-iming bahwa menjadi seorang pengusaha itu mudah. Acara-acara tersebut memang rata-rata ditujukan untuk memotivasi orang-orang agar mau dan berani menjadi seorang pengusaha. Namun yang patut kita semua tanyakan, benarkah menjadi seorang pengusaha itu mudah ?

Tulisan kali ini bisa dianggap sharing dan sekaligus curhatan saya pribadi yang juga menjadi "korban" dari seminar-seminar maupun pelatihan-pelatihan wirausaha tersebut. Saya sudah cukup lama mengikuti acara-acara seputar wirausaha, jika saya tidak salah ingat dimulai dari sekitar tahun 2008 atau 2009. Acara-acara seputar wirausaha itu pula yang semakin mendorong dan menguatkan keinginan serta tekad saya untuk menjadi seorang pengusaha. Ditambah lagi pula membaca cerita-cerita (baca: kisah-kisah) para pengusaha sukses dari buku, media cetak, maupun media online, maka semakin berkobarlah semangat untuk menjadi seorang wirausahawan.

Akan tetapi, benarkah menjadi seorang pengusaha itu mudah ? Acara-acara seputar wirausaha tersebut umumnya sering mengungkapkan atau menyampaikan bahwa menjadi seorang wirausahawan atau pengusaha itu mudah. Memang benar, menjadi seorang wirausahawan atau pengusaha itu mudah. Yang tidak mudah adalah tetap bertahan dan sukses menjadi seorang wirausahawan atau pengusaha. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Banyak hal yang harus dipelajari dan dipraktekkan. Banyak hal misteri yang perlu dipecahkan. Banyak anak tangga menuju kesuksesan yang perlu didaki.

Jadi, benarkah menjadi seorang pengusaha itu mudah ? Benar mudah, cukup mengatakan saya seorang pengusaha, maka sejak saat itu pula secara resmi kita sudah menjadi pengusaha. Tapi menjadi sukses di bidang usaha yang kita pilih tidaklah semudah yang kita bayangkan atau pikirkan. Banyak tangisan, perjuangan, dan hal-hal lain yang tidak selalu menyenangkan yang harus dihadapi dalam perjalanan menjadi seorang pengusaha sukses. Hal itu pula yang saya rasakan setelah menjadi seorang pengusaha.

Friday, 17 April 2015

Masyarakat Ekonomi ASEAN

Logo Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
Beberapa waktu terakhir ini kata-kata atau istilah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sering sekali kita dengar atau baca dimana-mana. Namun apakah kita semua benar-benar paham tentang apa itu MEA, darimana asal mulanya, mengapa ada MEA, dan sebagainya. Masih ada sedikit kaitan atau hubungannya dengan artikel sebelumnya yang membahas mengenai entrepreneurship, tepatnya mengenai komunitas wirausaha terbesar di negara ini TDA (Tangan Di Atas), khususnya event yang baru saja mereka selenggarakan yaitu Pesta Wirausaha 2015. Semoga artikel ini memberi kita semua wawasan tambahan yang bermanfaat mengenai MEA.
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan sebuah gagasan yang dimunculkan oleh para pemimpin ASEAN lebih dari sepuluh tahun lalu. Mereka semua sepakat untuk membentuk sebuah pasar tunggal ASEAN yang dimulai pada akhir tahun 2015 ini. Tujuan dibentuknya pasar tunggal ini adalah untuk membuat negara-negara di kawasan ASEAN dapat menyaingi China dan India, khususnya dalam menarik dana dari investor asing. Penanaman modal asing sangat dibutuhkan untuk mendongkrak atau meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan warga negara di setiap negara di kawasan ASEAN. Terbentuknya pasar tunggal ini juga memungkinkan produk-produk maupun jasa-jasa dari masing-masing negara ASEAN dapat dengan mudah diperdagangkan atau memasuki negara-negara lain yang berada di wilayah ini yang berdampak pada semakin ketatnya kompetisi yang ada.

Thursday, 16 April 2015

Mars TDA

Pada posting kali ini, saya berbagi sedikit mengenai komunitas bisnis Tangan di Atas (TDA). Kali saya hendak membagi lirik dari mars TDA. Bagi saya lirik dari lagu tersebut sangat menggugah, menginspirasi, serta memberi semangat dalam perjalanan saya sendiri sebagai seorang pengusaha (entrepreneur). Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan yang lain. Sukses untuk kita semua. Berikut lirik mars TDA.

Inilah kisah tentang kumpulan cahaya
Yang membuat hidupku indah, cerah, terasa penuh warna
Membawa pesan mulia bagi semesta
Menuju jalan keberkahan hidup di dunia ini
Tangan di atas pasti lebih baik dari tangan yang di bawah
Berdoa, berbuat, menebar rahmat untuk Indonesia
Tangan di atas memberi yang terbaik
Hidup penuh mimpi-mimpi
Meretas jalan kebaikan-Mu
Penuh cinta memberi kelimpahan
Manfaat bagi semesta
Jalan kehidupan sukses mulia

Jalan perjuangan kita memang tak mudah
Rintangan, halangan, selalu saja ada di hadapan
Tapi bersama kita kan terus melangkah
Tetap berbuat penuh keyakinan untuk masa depan
Tangan di atas pasti lebih baik dari tangan yang di bawah
Berdoa, berbuat, menebar untuk Indonesia
Tangan di atas memberi yang terbaik
Hidup penuh mimpi-mimpi
Meretas jalan kebaikan-Mu
Penuh cinta memberi kelimpahan
Manfaat bagi semesta
Jalan kehidupan sukses mulia

Komunitas Tangan Di Atas

Logo TDA
Komunitas Tangan Diatas atau biasa disingkat TDA merupakan komunitas atau kumpulan para pengusaha muda serta pengusaha dari berbagai level dan juga orang-orang lain yang berminat pada dunia wirausaha atau entrepreneurship. Komunitas yang baru saja menyelenggarakan acara Pesta Wirausaha 2015 ini telah memiliki anggota hingga puluhan ribu orang di seluruh Indonesia. Komunitas ini didirikan pada tahun 2006 oleh Roni Yuzirman dan Nuzli Arismal yang keduanya merupakan pengusaha di negeri ini. Kisah pendirian komunitas ini pun awalnya tak disengaja, sebab komunitas ini bermula dari sebuah blog sederhana yang berisi kisah perjuangan jatuh bangun dalam dunia wirausaha oleh Roni Yuzirman. Namun seiring dengan ramainya kunjungan terhadap blog tersebut, kemudian ada inisiatif untuk mengadakan pertemuan langsung (kopi darat) yang awalnya dihadiri oleh 40 orang. Pertemuan pertama tersebut berlanjut dan akhirnya menjadi suatu komunitas yang anggota terus bertambah dari waktu ke waktu.
Roni Yuzirman (Founder TDA)
Komunitas ini begitu ternama dan menjadi panutan maupun tempat atau sarana saling berbagi dan saling belajar tentang banyak hal, khususnya mengenai dunia kewirausahaan (entrepreneurship) yang harapannya akan semakin banyak pengusaha baru dilahirkan di negara ini sehingga negara ini dapat semakin maju dari hari ke hari serta menjadi negara maju (besar) di masa depan. Komunitas juga sering mengadakan acara-acara untuk saling temu, saling belajar, saling berbagi (ilmu atau pengalaman). Sejak beberapa tahun lalu, komunitas ini juga memprakarsai adanya event tahunan Pesta Wirausaha yang ditujukan sebagai sarana untuk membangun jejaring (networking), mengasah jiwa wirausaha melalui seminar motivasi, juga termasuk yang paling utama mendengarkan sharing pengalaman dari para pengusaha senior yang sudah berhasil di dunia wirausaha.

Tuesday, 3 February 2015

Bagaimana Orang-Orang Kaya Berpikir (How Rich People Think)

Cover Buku How Rich People Think
Tulisan ini saya sadur dari sharing salah seorang rekan yang saya terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, sebab kebetulan rekan tersebut membaginya dalam Bahasa Inggris. Sharing rekan tersebut diambil dari ringkasan dari isi buku How Rich People Think karya Steve Siebold. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat.
Gina Rinehart, seorang wanita terkaya di dunia, pernah menghadapi serangan bertubi-tubi dari media karena ucapannya yang tertulis dalam sebuah artikel yang berupaya mengkritik golongan menengah yang selalu iri atas kekayaan yang dimilikinya. Bunyi kritik yang disampaikan oleh Gina Rinehart sebagai berikut, “Jika Anda semua iri terhadap mereka yang memiliki banyak uang, jangan hanya duduk-duduk saja dan mengeluh, tetapi lakukanlah sesuatu untuk menghasilkan lebih banyak uang untuk diri Anda sendiri. Habiskanlah lebih sedikit waktu untuk minum-minum, merokok, dan bersosialisasi. Habiskanlah lebih banyak waktu untuk bekerja.”
Melalui bukunya yang ditulis sebagai saripati selama sekitar tiga dekade melakukan wawancara terhadap sejumlah jutawan dari seluruh dunia, Steve Siebold, akhirnya menyimpulkan sejumlah hal yang menjadi pembeda antara orang-orang kaya (para jutawan) dengan orang-orang lain yang biasa-biasa saja. Berikut adalah sejumlah poin yang disarikan dari buku How Rich People Think tersebut.
1. Orang rata-rata (orang biasa-biasa) berpikir bahwa UANG adalah sumber segala kejahatan. Sebaliknya, orang-orang kaya percaya bahwa KEMISKINAN adalah sumber segala kejahatan. Para orang-orang terkaya dunia juga tahu bahwa memiliki banyak uang memang tidak menjamin kebahagiaan, tetapi hal itu dapat membuat hidup kita lebih mudah dan lebih menyenangkan.
2. Orang rata-rata berpikir bahwa egoisme (kepedulian terhadap diri sendiri) adalah sebuah sifat buruk. Sebaliknya, orang-orang kaya percaya bahwa egoisme adalah sebuah sifat baik. Para orang-orang kaya melakukan segala yang dilakukannya dengan tujuan untuk membuat dirinya sendiri bahagia. Mereka tak berpura-pura untuk menjadi penyelamat dunia. Mereka berpandangan bahwa, “jika Anda tak mampu mengurus diri Anda sendiri, maka Anda tidak berada pada posisi dimana Anda dapat menolong orang-orang lain. Anda tak memberikan apa yang tak Anda miliki.”

Saturday, 10 January 2015

Merry Riana: Mimpi Sejuta Dollar

Poster Mimpi Sejuta Dollar
Merry Riana, tokoh pengusaha muda sukses yang dikenal karena perjuangannya yang berhasil membawanya meraih kesuksesan dan penghasilan sebesar 1 Juta Dollar di usia 26 tahun. Hebatnya lagi hal itu dilakukan atau terjadi di negeri orang, Singapura, dan dengan kondisi awal yang bisa dikatakan pas-pasan.

Kisah perjuangannya pernah ditayangkan dalam acara Kick Andy di Metro TV beberapa tahun lalu. Selain itu kisah perjuangannya juga diceritakan dalam sebuah buku yang berjudul Mimpi Sejuta Dollar yang ditulis oleh Alberthiene Endah. Kisah yang dituturkan dalam buku tersebut yang akhirnya diangkat ke dalam bentuk film dengan judul yang sama.

Film yang mulai tayang pada 19 Desember 2014 lalu sudah ditonton lebih dari 500 ribu penonton di seluruh Indonesia. Setelah tayang sekian minggu, akhirnya saya sendiri berkesempatan menontonnya pada hari Rabu yang lalu. Namun pada kesempatan tersebut saya sedikit terlambat datang menontonnya dan karenanya kehilangan beberapa cerita awal film tersebut. Karena hal itu dan juga karena ceritanya yang memang bagus, saya putuskan untuk nonton lagi keesokannya. Jadi film ini menjadi film pertama yang saya tonton dua kali di bioskop. Karena cerita yang bagus pula akhirnya saya putuskan juga untuk segera membeli bukunya, setelah sebelumnya sempat saya tunda.

Cover Buku Mimpi Sejuta Dollar Edisi Poster Film
Untuk singkatnya, berikut saya berikan beberapa kalimat yang saya sarikan dari film tersebut. Semoga menginspirasi dan kalau tertarik bisa nonton langsung sebelum ketinggalan.
  1. Jika ada orang yang memiliki impian meraih sejuta dollar dan bekerja keras untuknya dan akhirnya berhasil, maka dapat dikatakan sebesar apapun impian asal diperjuangkan dengan sepenuh hati dan upaya pasti bisa terwujud.
  2. Jodoh bisa datang dari manapun dan kadang lewat cara yang tak terduga.
  3. Hidup itu berhitung. Dalam setiap berhitung kadang ada setiap kegagalan. Jadikan itu pelajaran.
  4. Hanya dengan jujur pada diri kita sendiri kita bisa sukses.
  5. Hidup ini tidak cuma soal berhemat dan berhitung tapi harus diselesaikan.
  6. Kalau saya bisa melakukannya, begitu juga kamu.
  7. Jadi sepertinya kecerdasan tidak memandang usia.
  8. Aku bisa menjadi orang paling kaya di dunia ini, tapi itu tidak akan ada artinya kalau tidak ada orang yang menyayangi aku.
Tiket Film Merry Riana: Mimpi Sejuta Dollar
Film Merry Riana: Mimpi Sejuta Dollar ini menceritakan kisah perjuangan Merry sejak dari awal peristiwa yang melatarbelakangi kepergian Merry ke Singapura, keputusannya untuk kuliah disana, upaya untuk mendapatkan pinjaman untuk biaya kuliah, hingga perjuangan serta petualangan demi petualangannya di berbagai bisnis yang akhirnya membawa dirinya meraih sukses dan meraih Sejuta Dollar. Dalam film juga terdapat beberapa adegan lucu yang membuat film ini tidak membosankan untuk ditonton.

Monday, 5 January 2015

Untuk Apa Jadi Entrepreneur ?

Sejak sekitar pertengahan bulan Desember 2014 lalu, saya tengah membaca sebuah buku karya Merry Riana yang berjudul A Gift From A Friend. Salah satu bab dalam buku tersebut berjudul Vision, Action, Passion. Tulisan kali ini akan sedikit mengulas mengenai salah satu dari tiga bahasan dalam buku tersebut, yaitu Vision, khususnya dalam kaitannya dengan dunia entrepreneurship (kewirausahaan).
Sejak mendekati masa akhir kuliah (sekitar tahun 2008/2009), saya mulai mengenai lebih banyak mengenai entrepreneurship (kewirausahaan), terutama melalui seminar-seminar yang banyak diadakan oleh berbagai pihak, salah satunya oleh Entrepreneur University (EU). Melalui seminar-seminar tersebut, pikiran dan pandangan saya terbuka tentang suatu dunia baru, sebuah dunia diluar dunia menjadi karyawan atau pegawai, sebuah dunia yang tak banyak yang benar-benar berani terjun ke dalamnya. Secara umum, seminar-seminar yang saya ikuti tersebut memberikan motivasi agar setiap orang berani menjadi pengusaha untuk turut mendorong pertumbuhan dan kemajuan negara kita tercinta Indonesia.
Pada seminar-seminar tersebut, banyak kalimat yang diberikan untuk tujuan memompa semangat serta keberanian setiap peserta seminar yang hadir untuk berani menjadi pengusaha. Salah satu kalimat yang saya ingat berbunyi: “jadi pengusaha itu jangan menunggu kaya, tetapi jadilah pengusaha supaya kaya.” Ya benar, salah satu “iming-iming” yang diberikan oleh para pembicara seminar agar setiap peserta mau, berani, dan segera bertindak menjadi pengusaha adalah tentang kemungkinan untuk menjadi kaya dan bebas secara keuangan, waktu, dan sebagainya.

Monday, 31 March 2014

Bertumbuh Dengan Strategi

Segala makhluk hidup yang ada di seluruh alam semesta ini pasti selalu mengalami pertumbuhan dalam setiap fase kehidupannya. Hampir sama dengan makhluk hidup, bisnis pun dapat bertumbuh menjadi lebih baik, lebih besar, lebih hebat. Namun agar suatu bisnis dapat bertumbuh seperti yang saya sebutkan, tentu saja tidak serta-merta terjadi begitu saja, tetapi diperlukan strategi atau cara yang harus digunakan, diikuti dengan tertib, dan dijalankan dengan baik.
Pelajaran tentang strategi inilah yang menjadi topik utama pembelajaran pada minggu kedua dari UCEO. Strategi mutlak diperlukan dalam bidang bisnis agar suatu bisnis dapat bertumbuh, terus bertumbuh, dan semakin bertumbuh. Dari bisnis yang awal mulanya kecil, menjadi semakin lama semakin besar. Dari omset penjualan yang awalnya kecil, semakin laam bertumbuh menjadi semakin besar, dari jutaan lama-kelamaan menjadi milyaran dan seterusnya. Saya sendiri sebagai pengusaha yang bergerak di bidang layanan teknologi informasi dan software juga telah menyadari hal ini sejak beberapa waktu lalu. Saya sadar bahwa agar bisnis yang saya jalankan dapat bertumbuh, maka saya membutuhkan strategi yang tepat, efisien, dan efektif untuk mendongkrak kinerja bisnis saya.

Saturday, 1 March 2014

Growing Mindset: Bertumbuh Lebih Hebat, Lebih Dahsyat !

Setiap makhluk hidup, dapat dipastikan akan selalu mengalami pertumbuhan di sepanjang fase kehidupannya. Bertumbuh menjadi lebih tinggi, lebih besar, lebih dewasa, lebih kuat, dan berbagai macam atau jenis pertumbuhan lainnya. Manusia sebagai suatu makhluk hidup, tentu saja juga mengalami hal yang sama, bahkan mungkin variasi atau macam pertumbuhan yang kita alami dapat lebih banyak dibandingkan jenis makhluk hidup yang lainnya.
Manusia dapat bertumbuh menjadi lebih tinggi, lebih besar, lebih kuat, lebih dewasa, lebih bijak, lebih cerdas, lebih pintar, lebih sukses, lebih kaya, dan berbagai macam pertumbuhan kearah yang lebih baik lainnya. Pertumbuhan kita sebagai manusia dapat berupa pertumbuhan yang bersifat alami maupun pertumbuhan yang non-alami atau pertumbuhan yang diupayakan. Pertumbuhan yang bersifat alami contohnya, bayi yang awalnya masih kecil, semakin hari semakin bertumbuh menjadi bertambah besar dan bertambah tinggi. Sedangkan untuk pertumbuhan yang non-alami contohnya, bertumbuh menjadi lebih dewasa secara pemikiran, bertumbuh menjadi pribadi dengan karakter serta sikap yang lebih baik, bertumbuh menjadi manusia dengan tubuh yang lebih sehat dan kuat, bertumbuh menjadi individu yang lebih sukses, dan sebagainya.

Thursday, 14 November 2013

(Belajar) Menikmati Setiap Prosesnya

Sejak bertahun-tahun lalu (tepatnya sekitar akhir tahun 2007 sampai awal tahun 2008), saya memiliki impian untuk membangun bisnis saya sendiri. Impian ini terinspirasi oleh kisah perjuangan dan sukses dari perusahaan internet besar dunia yang diceritakan dengan lengkap dalam sebuah buku dengan cara yang menawan. Cerita perjuangan kedua pendiri perusahaan tersebut dalam membesarkan bisnis yang mereka bangun dan impikan sangat menginspirasi, dan itulah awal dari sebuah petualangan yang sekarang sedang saya jalani, yaitu membangun dan membesarkan bisnis impian saya sendiri.
Seperti halnya manusia biasa dan normal lainnya, bahkan mungkin seperti halnya rata-rata generasi muda saat ini, secara jujur saya pun menyadari bahwa diri saya pun memiliki kecenderungan untuk hanya ingin merasakan nikmat dan enaknya saja tanpa terlalu mau merasakan keras dan susahnya perjuangan mencapai segala kenikmatan tersebut. Saya sungguh menyadari hal tersebut. Namun seiring berjalannya waktu dan perenungan demi perenungan yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja, akhirnya saya juga mulai menyadari kembali bahwa saya tidak dapat hanya mau merasakan nikmatnya saja tanpa merasakan prosesnya menuju kenikmatan tersebut. Perlahan tetapi pasti saya pun berupaya mengarahkan diri dan pikiran ini untuk kembali berupaya menikmati setiap proses perjuangan menuju sukses terbesar dan terindah yang selalu saya impikan.

Saturday, 26 October 2013

Chief Executive Officer

Bagi setiap orang yang pernah bekerja pada suatu perusahaan maupun bagi para pemilik bisnis, istilah Chief Executive Officer atau biasa disingkat CEO ini tentu bukanlah yang asing lagi. Saat ini istilah ini mulai jauh lebih sering digunakan oleh banyak individu maupun organisasi di negeri ini untuk menyebut suatu posisi yang sangat amat penting dalam suatu perusahaan. Posisi yang demikian penting karena akan mempengaruhi seluruh jalannya organisasi bisnis perusahaan.
Chief Executive Officer (CEO) merupakan posisi tertinggi dalam jajaran eksekutif suatu perusahaan atau bisnis. Posisi ini demikian bergengsi, namun juga penuh dengan tuntutan dan tanggung jawab yang amat besar dalam jalannya operasional bisnis suatu perusahaan. Istilah CEO sejumlah variasi disesuaikan dengan bahasa atau negara yang menggunakannya. Pada negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris British (British English) istilah ini umumnya disebut dengan MD (Managing Director), sementara dalam bahasa Indonesia istilah ini memiliki kesamaan dengan istilah Direktur Utama atau terkadang cukup Direktur saja.
CEO bertanggung jawab terhadap Dewan Direksi atau Dewan Direktur, sebab pada umumnya tugas atau tanggung jawab seorang CEO ditentukan oleh Dewan Direktur. Secara umum tugas seorang CEO adalah menentukan arah atau visi ke depan perusahaan, pengambilan keputusan-keputusan strategis perusahaan, komunikator atau penghubung dengan pihak di luar perusahaan khususnya dengan pemegang saham maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan kesuksesan bisnis dan operasional perusahaan, pemimpin perusahaan, pengelola perusahaan, dan juga sebagai pengawas eksekusi kebijakan maupun strategi bisnis perusahaan. Jadi, ringkasnya dapat dikatakan bahwa seorang CEO adalah penentu utama kehidupan (arah) suatu perusahaan yang dipimpinnya.

Wednesday, 26 December 2012

Entrepreneur Tak Ragu Bekerja 24 Jam

Saya sampaikan dalam Kuliah Umum Prasetiya Mulya kemarin betapa menjadi entrepreneur yang sukses membutuhkan perjuangan yang tidak sedikit, dan mereka harus bersiap untuk banyak berkorban. Kehidupan seorang entrepreneur tidak melulu menyenangkan, tetapi juga penuh dengan pengrobanan dalam berbagai bentuk. Kenyataan ini perlu disadari oleh generasi muda kita agar secara mental dan psikologis mereka sudah siap.

Misalnya saja Anda memiliki usaha tambak. Saat cuaca hujan deras di malam hari, Anda harus bangun dan pergi ke tambak Anda untuk memeriksa apakah ikan yang Anda sudah kembangbiakkan dengan susah payah selama ini masih aman atau terbawa arus banjir dari sungai di sekitarnya. Nah, saya yakin tidak semua orang apalagi para pemuda mau bekerja keras seperti itu.

Yang saya ketahui, hampir semua pengusaha sukses yang saya pernah temui memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk mau dan bersedia bekerja kapanpun demi usaha mereka. Pengusaha-pengusaha besar seperti Lim Sioe Liong, Eka Tjipta, termasuk saya tidak mengeluh saat dihubungi di waktu-waktu istirahat kami untuk membicarakan urusan bisnis yang urgent. Karena memang bisnis inilah penghidupan kami.

Saat bawahan saya baru menelpon 1 kali, saya setidaknya menelpon lebih banyak karena saya entrepreneur, saya harus menjadi kekuatan pendorong atau driving force untuk bawahan saya. Mereka masih profesional.

Karena itu, saya kembali lontarkan pertanyaan ini pada mereka yang hendak menjadi entrepreneur: "Apakah Anda mau mati-matian berpikir dan bekerja, tidak cuma dengan keras tetapi cerdas?" Bukan 'clever', tetapi 'smart', cerdas!


KumpulBlogger