Friday, 25 February 2011

Sudahkah Kita Mempromosikan Usaha Kita ?

Promosi Usaha
Beberapa waktu yang lalu saya pernah membuat sebuah tulisan ringan mengenai bisnis atau wirausaha. Dalam tulisan tersebut, secara garis besar saya menyampaikan bahwa jika kita sudah berniat untuk mendirikan bisnis atau berwirausaha, maka kita juga perlu untuk mempromosikan bisnis atau usaha kita. Tulisan tersebut saya buat berawal dari renungan serta pembelajaran saya mengenai dunia usaha. Renungan serta pembelajaran yang saya lakukanlah yang memberi saya inspirasi serta kesadaran bahwa jika kita mau berusaha, maka kita juga harus mau mempromosikan usaha kita agar usaha yang kita jalani dapat lebih dikenal oleh publik.
Tulisan kali ini juga masih berhubungan dengan dunia usaha, khususnya promosi usaha. Saya secara pribadi sedang dalam tahap mulai mencoba untuk berwirausaha, meskipun masih dalam skala kecil dan seperti yang saya ungkapkan dalam tulisan saya mengenai promosi usaha, maka saya pun mulai berupaya untuk mengenalkan usaha yang sedang saya jalani ke orang lain.

Tuesday, 22 February 2011

Kerja, Kerja, Kerja

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah mendengar ada orang yang mengucapkan suatu kalimat yang cukup menarik, “pada dasarnya manusia itu dirancang untuk bekerja”. Setelah sekian lama sejak pertama kali saya mendengar kalimat itu, baru kali ini saya benar-benar menyadari makna kalimat tersebut. Dari hasil renungan sekilas saya, saya sadar bahwa manusia itu memang dirancang untuk mengerjakan sesuatu di dunia ini.
Manusia dilahirkan ke dunia untuk suatu tugas tertentu yang berbeda-beda antara individu satu dengan individu yang lain, tetapi dasarnya tetap sama yaitu untuk mengerjakan sesuatu. Dari hasil perenungan itu pula saya sadar bahwa manusia tetap harus bekerja, bergerak, dan melakukan segala aktivitas apapun yang dapat dia lakukan. Manusia dirancang untuk bekerja. Hal tersebut juga dapat kita lihat pada diri para pengangguran (orang-orang yang tidak bekerja secara teratur dalam jumlah waktu tertentu), hampir semua dari mereka seolah selalu memiliki ide atau keisengan untuk melakukan sesuatu. Pada pikiran orang-orang tersebut dapat saja secara tiba-tiba muncul ide untuk melakukan suatu aktivitas atau kegiatan tertentu, entah kegiatan yang baik atau kegiatan yang buruk. Pernahkan kita membaca, mendengar, atau bahkan menyaksikan sendiri contoh yang saya berikan tersebut ?

Sunday, 20 February 2011

Jangan Terlalu Banyak !

Setiap kita mungkin sering mendengar kalimat, ‘jangan makan terlalu banyak’, ‘jangan terlalu banyak bicara, kerjakan saja’, ‘jangan terlalu banyak main, lebih baik digunakan untuk belajar atau bekerja’, dan beragam kalimat lain yang memiliki unsur kata-kata ‘jangan terlalu banyak’. Beberapa hari ini saya sadar satu hal lagi tentang sesuatu yang mengandung unsur kata-kata ‘jangan terlalu banyak’. Saya akan bercerita dalam tulisan ini tentang ‘jangan terlalu banyak’ yang saya sadari tersebut.
Setiap kita mungkin sering mendengar orang-orang disekitar kita berkata kepada kita, ‘bukalah mata dan pikiran lebar-lebar terhadap setiap kesempatan yang ada’ atau ‘berpikiranlah terbuka terhadap setiap kesempatan atau peluang yang ada’. Ya, saya secara pribadi setuju akan ucapan-ucapan tersebut dan saya juga selalu berupaya untuk mengingatkan diri saya sendiri untuk berpikiran atau berpandangan yang terbuka seluas mungkin terhadap setiap kesempatan atau peluang yang ada yang saya jumpai maupun yang ditawarkan kepada saya. Namun beberapa hari yang lalu saya menemukan sebuah kesadaran yang juga sangat berharga dari hasil renungan saya dalam hidup saya pribadi.

Tickerbar