Friday, 7 January 2011

Time Value of Money

Saya mulai mengetahui istilah ini sejak sekitar beberapa bulan yang lalu. Istilah ini merupakan istilah yang sering dipakai di dunia bisnis, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan investasi. Setiap orang yang bekerja di bidang keuangan serta investasi pasti akan sering sekali mendengar istilah ini diucapkan oleh kolega mereka maupun oleh diri mereka sendiri.
Time value of money merupakan bahasan yang sering saya baca dalam artikel-artikel yang saya jumpai di internet maupun media cetak yang berkaitan dengan nilai ekonomis dari aset atau barang yang kita miliki maupun untuk menyatakan nilai dari uang yang kita miliki. Istilah tersebut merupakan suatu istilah yang ditujukan untuk menyatakan nilai dari uang atau barang yang kita miliki saat ini di suatu waktu di masa depan. Bagi orang yang berkecimpung di bidang keuangan dan investasi pasti sudah mengetahui hal ini, namun bagi yang tidak berkecimpung di bidang tersebut ada kemungkinan belum mengetahuinya.
Nilai uang atau barang yang kita miliki saat ini dapat menyusut nilainya pada suatu di masa depan. Penyusutan nilai tersebut dipengaruhi oleh nilai inflasi di negara tempat kita tinggal yang biasanya selalu naik setiap tahun. Jadi, andaikan kita saat ini memiliki uang yang bernilai 10 juta, maka belum tentu dua atau tiga tahun ke depan nilai uang tersebut tetap 10 juta, bisa jadi nilai uang tersebut menurun menjadi hanya 9 juta atau bahkan 8 juta saja. Penyusutan nilai uang yang kita miliki saat ini di suatu waktu di masa depan biasanya tampak dalam barang atau jasa apa yang mampu dibeli oleh nilai uang yang kita miliki. Sebagai contoh, untuk saat ini, uang 10 juta Rupiah dapat kita manfaatkan untuk membeli sepeda motor baru. Namun dalam waktu 5 tahun ke depan nilai uang tersebut belum tentu juga dapat kita gunakan untuk membeli sepeda motor baru. Itulah salah satu contoh dari penyusutan nilai uang yang kita miliki dalam kaitannya dengan inflasi yang terjadi di negara tempat kita tinggal.

Hidup Yang ‘Terancam’

Suatu hari di bulan Desember 2010 yang lalu, saya secara tiba-tiba terpikir mengenai gagasan kehidupan yang ‘terancam’ ini. Yang saya maksud dengan kehidupan yang ‘terancam’ ini bukan benar-benar kehidupan kita terancam, melainkan kehidupan yang seolah-olah terancam. Kehidupan yang kita kondisikan untuk tidak terbuai dengan kenyamanan hidup. Kita boleh berbahagia, mencari sesuatu yang nyaman bagi diri kita, serta sesuatu yang enak, tetapi kita tidak boleh terbuai oleh semuanya itu.
Kita sadari atau tidak, saya dan mungkin juga Anda semua seringkali terbuai oleh kenyamanan. Terbuai oleh kondisi nyaman yang ada atau kita nikmati sekarang ini di kehidupan kita. Kita akui atau tidak, rasa nyaman telah menjadikan kita mendingin serta melamban dalam langkah kita untuk meraih hal-hal hebat yang kita idamkan. Awalnya saya tidak sadar akan hal itu, namun setelah membaca beberapa bacaan dalam bentuk buku maupun bacaan lain serta setelah merenungkan kehidupan saya satu tahun terakhir, saya harus mengakui bahwa saya sendiri telah terbuai oleh apa yang telah saya raih tahun 2009 yang lalu.
Kita memang harus berprestasi serta meraih hal-hal sehebat mungkin yang ingin kita raih, tapi prestasi serta hal-hal hebat yang berhasil kita wujudkan dapat membuat kita terbuai jika kita tidak waspada. Ya segala prestasi, kekayaan, keberhasilan, atau apapun hal hebat yang kita miliki dapat membuat kita terbuai. Agar tidak terbuai dalam kenyamanan, akhirnya saya menemukan salah satu cara yang saya yakin dapat bermanfaat untuk membuat kita mengalahkan kenyamanan kita, yaitu dengan mengkondisikan hidup kita dalam ‘ancaman’. Saya mulai menggunakan cara ‘mengancam’ diri saya ini agar saya tetap bergerak dan tidak mendingin serta untuk tetap dapat membuat diri saya terus bertumbuh sebagai seorang individu.

Tak Menunggu Sempurna

Jauh sebelum saya membuat tulisan ini, saya sudah sangat sering membaca melalui buku ataupun mendengar secara langsung beberapa ‘petuah’ mengenai kesempurnaan. Sudah cukup banyak yang mengajarkan atau mengucapkan bahwa kita tak perlu menunggu sesuatu untuk menjadi sempurna atau baik baru kita mulai bergerak atau mengerjakan sesuatu yang harus kita kerjakan. Ya, saya sangat sering mendengarnya, namun baru beberapa hari sebelum tahun 2010 berakhir saya benar-benar meresapi serta menyadarinya dalam kehidupan saya sendiri.
Saya akhirnya sadar serta benar-benar meresapinya bahwa kita tak perlu menunggu kesempurnaan datang atau muncul sebelum kita memulai sesuatu, tetapi kita harus segera memulainya dan dengan demikian kita dapat secara perlahan-lahan atau bertahap tetapi pasti untuk menjadikan sesuatu yang kita kerjakan sempurna. Hal itu saya sadari ditengah-tengah saya sedang membuat suatu tulisan. Saya tiba-tiba sadar bahwa saat saya menulis, tulisan yang saya buat belum tentu langsung enak atau mudah untuk dibaca. Terkadang setelah saya selesai menulis dan kemudian memutuskan untuk mengkoreksi atau membaca ulang tulisan tersebut, saya menemukan sejumlah kesalahan kecil. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat berupa kesalahan ketik maupun kesalahan saya dalam menyusun setiap kata dalam suatu kalimat.

Quick Search Bad-Character Shift (qsBc)

Dua hari lalu, saya memandu salah seorang kawan saya untuk membuat suatu program sederhana. Program tersebut adalah program yang akan mencoba menemukan suatu pola atau substring tertentu dari suatu teks atau string. Program melakukan pencocokkan suatu pola atau substring dengan memanfaatkan suatu algoritma yang dikenal dengan nama algoritma Smith (Smith algorithm). Ternyata algoritma Smith memanfaatkan dua buah fungsi yang dia gunakan untuk melakukan pergeseran saat suatu karakter dalam pola yang coba dicari tidak cocok dengan karakter pada posisi tertentu dalam suatu string. Salah satu fungsi yang dipakai oleh algoritma tersebut berasal dari algoritma lain, yaitu algoritma Quick Search (Quick Search algorithm).
Algoritma Quick Search merupakan penyederhaan dari algoritma string matching yang lain, yaitu algoritma Boyer-Moore (Boyer-Moore algorithm). Algorithma Quick Search seperti halnya algoritma Boyer-Moore mendasarkan proses pencocokkan polanya terhadap string atau teks dengan menggunakan sistem window atau blok. Ukuran blok sesuai dengan panjang dari pattern atau pola yang coba dicari atau dicocokkan dengan string. Misalkan ukuran atau panjang dari pattern adalah m maka proses pencocokkan pattern akan dimulai dari posisi j sampai j+m pada string. Setiap kali ada suatu karakter dalam pattern yang tidak cocok dengan salah satu karakter pada string yang terletak antara posisi j sampai j+m, maka harus dilakukan penggeseran posisi pencocokkan berikutnya pada string. Penggeseran dilakukan dengan menggeser posisi pencocokkan awal pada string ( j ) untuk kemudian mulai melakukan pencocokkan lagi. Proses penggeseran j akan terus dilakukan sampai nilainya melebihi suatu posisi atau threshold (batas) tertentu.
Setelah posisi j melebihi posisi tertentu, maka proses pencocokkan akan berhenti. Proses pencocokkan dapat memberikan hasil yang memberitahu apakah proses pencocokkan yang telah dilakukan berhasil menemukan atau tidak pola yang dicari. Berikut adalah contoh baris kode dari fungsi Quick Search bad-character shift dalam bahasa C. Semoga bermanfaat dan jika Anda tertarik untuk mengembangkan suatu program atau software menggunakan algoritma Smith, Anda dapat menghubungi saya. Terima kasih.
void preQsBc(char *x, int m, int qsBc[])
{
int i;

for (i = 0; i < ASIZE; ++i)
qsBc[i] = m + 1;
for (i = 0; i < m; ++i)
qsBc[x[i]] = m - i;
}

Wednesday, 5 January 2011

Maria ‘Idol’ Priscilla


Maria Priscilla atau biasa disapa Maria, ini dilahirkan tanggal 29 Maret 1984. Awalnya, saya tidak pernah tahu sedikit pun mengenai penyanyi jebolan Indonesian Idol 3 ini. Saya pertama kali mengetahui mengenai dirinya saat saya bersama kawan-kawan saya menghadiri pesta pernikahan Sandra Angelia (Miss Indonesia 2008). Maria diundang di pesta tersebut sebagai salah satu pengisi acara.
Pada pesta pernikahan itu pula, saya bersama kawan-kawan saya mendapat kesempatan untuk berfoto bersamanya. Beberapa saat sebelum foto saya sempat penasaran mengenai cewek yang cantik ini, sebab beberapa orang tampak mengerubuti dirinya untuk berfoto bersama. Saya yang memang tidak selalu menonton acara Indonesian Idol tentu saja tidak mengetahuinya. Didorong oleh rasa penasaran, saya akhirnya memutuskan bertanya ke salah seorang kawan dan kawan tersebut mengatakan bahwa dia adalah Maria Idol.
Selesai berfoto dengannya dan setelah kembali dari pesta pernikahan tersebut, seperti kebiasaan saya yaitu memiliki rasa penasaran, saya segera menyalakan komputer dan mencoba melakukan pencarian informasi mengenai dirinya di internet. Ternyata, meskipun dia sudah cukup terkenal di Indonesia, tetapi masih sangat sedikit artikel atau informasi yang dapat saya temukan mengenai dirinya. Mengacu pada sejumlah artikel yang saya temukan itulah saya membuat tulisan ini.

Tickerbar