Thursday, 25 February 2010

BEBERAPA HARI INI KURANG SEMPAT MEMBACA BUKU

Benar sekali apa yang menjadi judul tulisan ini, ternyata aku baru menyadari bahwa selama beberapa hari ini aku kurang sempat membaca buku dengan tenang dan mendalam. Cukup banyak kesibukan yang membuatku kurang bisa membaca buku dalam suasana yang tenang. Kesibukan yang memang sudah kurancang sejak beberapa waktu yang lalu dengan satu tujuan untuk memperbaiki kinerja diriku sendiri. Aku mulai membuat jadwal kerja untuk diriku untuk membiasakan diri sebelum aku harus benar-benar bekerja secara profesional nantinya. Namun aku menikmati kesibukan tersebut.

Kesibukanku selama satu minggu terakhir antara lain: hari Minggu 21 Februari 2010 menghadiri acara pesta pernikahan mewakili keluargaku di Tristar International Restaurant, kemudian malam harinya ke tempat salah satu teman untuk mempersiapkan lagu untuk acara FA hari Selasa 23 Februari 2010. Senin 22 Februari 2010 menyelesaikan membuat proposal tugas akhir sebelum dikonsultasikan kembali pada hari Selasa besoknya, hari itu aku juga ke tempat salah seorang teman untuk membahas tentang project berikutnya yang akan aku kerjakan. Selasa 23 Februari 2010, pergi ke kampus mencari ibu Susi untuk mengurusi dana perpisahan Pekan Kampus 2009, kemudian mencari pak Gunawan untuk berkonsultasi proposal, setelah itu melengkapi dokumen yang dibutuhkan untuk pengumpulan proposal tugas akhir, dan malam harinya menghadiri acara Family Altar (FA) dimana aku bertugas sebagai worship leader pada acara tersebut. Rabu 24 Februari 2010 mengambil dana untuk perpisahan Pekan Kampus 2009 di ibu Susi, kemudian mengumpulkan proposal tugas akhir, sore harinya aku sempatkan untuk fitness selama 1 jam sebelum akhirnya menghadiri acara perpisahan Pekan Kampus 2009, malam harinya sepulang dari acara perpisahan tersebut masih harus membuat laporan pemakaian dana perpisahan. Begitulah beberapa kesibukanku akhir-akhir ini. Namun aku juga merasa bahwa aku masih belum mengoptimalkan pemakaian waktu dalam hidupku lebih lagi.

Seluruh kegiatan tersebut yang membuatku sepertinya kehabisan waktu untuk membaca dengan tenang, sebuah kegiatan yang biasanya aku lakukan setiap hari. Namun aku akan mencoba mulai hari ini untuk mereorganisasi kembali seluruh jadwal kegiatanku. Aku harus melakukan untuk meningkatkan pemanfaatan waktu dalam hidupku dengan efektif dan maksimal. Aku akan mengurangi atau bahkan membuang seluruh waktu yang biasanya aku pakai untuk hal-hal yang kurang mendekatkan diri kepada tujuanku di masa depan. Aku sendiri bahwa melakukan hal itu tampak sulit karena beberapa diantara kegiatan tersebut sebenarnya menyenangkan namun kurang bermanfaat selain memberikan kesenangan itu sendiri hahaha… Aku akan berusaha untuk menyisipkan waktu yang lebih banyak untuk membaca buku dan melakukan hal-hal yang dapat mengembangkan diriku ke arah yang lebih baik. Aku melihat di kamarku masih cukup banyak berserakan bahan-bahan yang perlu aku baca untuk melakukan semua pekerjaanku di masa depan ataupun untuk memperbaiki diri. Aku harus mencari waktu agar kembali bisa menikmati kembali kegiatan membaca !

MELAWAN GODAAN FACEBOOK

Facebook, situs social networking ini semakin terkenal dimana-mana, tidak hanya di negara asalnya Amerika Serikat tetapi juga di Indonesia. Facebook digandrungi oleh banyak orang dari semua kalangan umur mulai dari anak SD, SMP, SMA, mahasiswa, sampai orang dewasa. Memang telah diakui bahwa Facebook (dan situs social networking lainnya) memiliki manfaat yang sangat banyak, mulai dari menemukan kawan yang sudah cukup lama tidak berjumpa, bertemu kembali dengan keluarga yang sudah lama tidak bertemu atau sempat tidak diketahui keberadaannya, mencari teman yang punya hobi atau ketertarikan yang sama, mencari partner bisnis, dan sebagainya. Itulah sederet manfaat dari Facebook.

Namun dibalik dari sejumlah manfaat tersebut, Facebook ternyata juga memiliki dampak negatif bagi kehidupan kita. Akhir-akhir mencuat kasus prostitusi online yang menggunakan Facebook, sempat juga terdengar kabar bahwa Facebook dimanfaatkan oleh jaringan teroris untuk saling berkomunikasi, dan lain-lain. Dari sisi individu masalah yang saya soroti adalah kecanduan Facebook sehingga secara tidak sadar kita menghabiskan sebagian besar waktu kita hanya untuk memelototi akun kita dan teman-teman kita. Hal inilah yang menjadikan kita seringkali lupa untuk mengerjakan tugas-tugas kita yang lebih penting dan seringkali pula kita merasa kehabisan waktu. Hal ini pula yang sempat saya alami beberapa waktu lalu. Awalnya saya mengenal Facebook dari seorang teman (sekitar 1,5 tahun lalu) dan sejak saat itu saya mencoba untuk membuat akun disana. Pertamanya hanya untuk mencoba-coba, tetapi akhirnya justru saya terlalu sering membuka Facebook sampai melalaikan beberapa hal atau tanggung jawab saya.

Setelah cukup lama seperti itu, akhirnya saya sadar dan saya berusaha mengurangi aktivitas saya yang kurang penting di Facebook. Cukup sulit sebab saya sudah terbiasa untuk membuka Facebook setiap hari dan berlama-lama disana. Namun saya terus dan terus memaksa diri saya sendiri untuk mengurangi aktivitas ber-Facebook ria. Saya berhasil selama beberapa waktu untuk tidak membuka Facebook, meskipun terkadang tergoda kembali untuk berlama-lama disana. Akhir-akhir ini saya mulai berhasil. Saya membuka Facebook hanya untuk mengupdate status, memberi komentar pada status teman, mengucapkan selamat ulang tahun, serta melihat foto atau tulisan yang diposting oleh teman yang saya rasa menarik. Namun jika saya hitung-hitung kembali, ternyata hal tersebut terkadang masih memakan waktu cukup lama, bisa mencapai 2 jam bahkan terkadang lebih. Jadi saya masih harus berusaha lebih keras untuk lebih mengefektifkan waktu online saya di Facebook dan situs social networking lainnya. Hal ini saya lakukan semata-mata karena saya ingin menggunakan waktu hidup saya yang bisa dibilang singkat di dunia ini (karena tidak selamanya) bisa lebih bermanfaat untuk menggapai semua impian yang belum tergapai serta untuk membantu orang lain yang mungkin membutuhkan bantuan selama saya bisa membantu.

Masih butuh usaha yang keras dan lebih keras lagi untuk benar-benar bisa melawan godaan Facebook serta situs social networking lainnya. Benar-benar butuh perjuangan yang sangat keras, sebab situs social networking sudah menjadi candu bagi saya (serta banyak orang lainnya). Rasanya jika kita tidak membuka Facebook sehari saja ada sesuatu yang hilang dalam hidup kita, padahal tidak selalu begitu. Sungguh candu ini sudah terlalu mengikat saya dan saya harus berjuang keras serta berdoa agar dapat melepaskan diri dari candu ini. Sungguh saya masih harus belajar untuk mengefektifkan serta memaksimalkan waktu hidup yang saya miliki. Akhir kata, selamat ber-Facebook ria dengan cara-cara yang tepat serta dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan kita semua. Semoga saya (dan mungkin juga Anda yang mengalami sesuatu seperti saya) dapat mengalahkan atau setidaknya melawan candu ini.

Wednesday, 24 February 2010

PEKAN KAMPUS 2009: KETIKA DAYA TAHANKU DIUJI

Kenapa aku berani berkata bahwa Pekan Kampus 2009 adalah organisasi yang paling menguji daya tahanku sebagai individu ? Sebab Panitia Pekan Kampus 2009 merupakan sebuah jabatan keorganisasian yang paling lama aku emban. Sejak pertama kali aku terpilih sebagai Ketua Pekan Kampus 2009 menjelang akhir Desember 2008 hingga berakhirnya secara tidak resmi seluruh bagian kegiatan Pekan Kampus 2009 pada akhir tahun 2009 total aku telah menjabat sebagai ketua selama satu tahun lebih. Sebuah rekor yang baru mungkin untuk sebuah jabatan Ketua Panitia Pekan Kampus yang biasanya setahuku hanya sekitar delapan sampai sembilan bulan saja.

Sepanjang perjalanan mengemban jabatan tersebut, banyak peristiwa kualami, baik peristiwa menyenangkan maupun yang tidak. Ada peristiwa yang membangkitkan gairah, namun ada juga yang terkadang membuat bosan atau menjatuhkan semangat. Namun semuanya itu tetap kujalani dengan sebaik mungkin, selain karena jabatanku sebagai pemimpin juga karena aku menganggapnya sebagai proses yang Tuhan ijinkan ada untuk menjadikanku seorang individu yang lebih tangguh secara mental. Memang banyak cara yang bisa Dia pakai untuk memproses setiap kita yang mungkin tidak pernah kita sadari bahwa itu sebenarnya adalah salah satu bentuk proses yang Dia inginkan bagi kita. Proses yang aku percaya ditujukan sepenuhnya untuk menjadikan kita individu yang sesuai dengan kehendak-Nya dalam hidup kita.

Sungguh, semenjak pertengahan berjalannya kepanitiaan tersebut, aku mulai merasakan adanya proses itu dalam diriku. Aku merasakan suka dan dukanya menjadi seorang pemimpin. Aku merasakan pengalaman yang berharga mengenai tidak mudahnya mengatur setiap orang yang ada dalam kepanitiaanku. Aku merasakan tekanan dari atas yang mengharapkan kegiatan Pekan Kampus 2009 berjalan seperti ini atau seperti itu. Namun semuanya itu ternyata turut membentuk diriku menjadi seorang individu yang lebih baik lagi. Aku menjadi sadar bahwa urusan terbesar dalam setiap organisasi apapun adalah mengelola setiap manusia atau pribadi yang ada dalam organisasi tersebut, memahami setiap kepribadian mereka, kebiasaan mereka, apa yang mereka dan impikan dari para pemimpin mereka, dan sebagainya. Sungguh aku jadi menyadari peran penting dari manusia yang satu bagi manusia yang lain, sebab ternyata bisa dibilang hampir-hampir tidak ada orang yang bisa sukses tanpa melalui perantara atau bantuan orang lain. Aku menjadi semakin sadar pula pentingnya memiliki partner yang bisa diajak untuk berbagi pemikiran dan perasaan. Aku menjadi sadar juga pentingnya memiliki kerendahan hati dan ketaatan. Semoga semua pelajaran yang sudah aku dapatkan tersebut tidak hanya menjadi sekedar pelajaran saja, tetapi semoga hal tersebut menjadikan diriku orang yang lebih bijak dalam menjalani kehidupanku di masa sekarang dan masa depan.

Pada Pekan Kampus 2009 ini pula aku merasakan apa yang namanya pembentukkan ulang sebagai seorang individu. Aku merasakan serta menyadari bahwa ternyata proses itu tidak pernah berhenti dalam diri setiap orang. Proses akan selalu ada baik untuk orang yang sudah ada diatas maupun untuk orang yang masih ada dibawah. Proses yang ada dalam kehidupan tidak memandang status, kedudukan, atau kekayaan seseorang. Proses hidup berlaku untuk semua orang meskipun tarafnya bisa berbeda-beda sesuai dengan apa yang setiap orang itu butuhkan atau sesuai dengan kemampuan individu itu sendiri. Aku juga percaya bahwa proses itu menyakitkan bagi diri kita, namun jika kita sanggup melawannya maka kita akan benar-benar menjadi individu baru yang luar biasa.

Sungguh aku bangga dan bersyukur bahwa melalui Pekan Kampus 2009 ini, aku dan juga seluruh panitiaku boleh merasakan proses-proses dalam hidupnya masing-masing. Aku juga bersyukur memiliki mereka yang dapat saling melengkapi antara aku dan mereka. Mereka semua termasuk orang-orang yang mampu membuatku terus bertahan, meskipun terkadang aku sudah bosan atau mungkin ingin berhenti. Namun karena aku ingat akan mereka semua, karena aku tahu bahwa mereka masih butuh seorang pemimpin atau ketua, maka aku mampu terus memaksa diriku untuk bertahan dalam setiap keadaan.

Sungguh benar bahwa Pekan Kampus 2009 ini adalah Pekan Kampus dan juga organisasi yang paling menguji daya tahan mentalku serta seluruh kemampuan yang aku miliki. Pekan Kampus 2009 ini pula yang membuatku jadi benar-benar merasakan bahwa hidup bagi orang lain itu memberikan suatu perasaan tersendiri dalam hatiku. Aku baru benar-benar memahami makna atau esensi sebagai panitia Pekan Kampus melalui Pekan Kampus 2009 ini. Aku merasakan bagaimana bertanggung jawab terhadap keadaan para peserta, baik keadaan fisik maupun mental. Aku juga merasakan bagaimana rasanya mempertanggungjawabkan setiap peserta kepada orang tua mereka. Sungguh semuanya itu akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi diriku yang tidak akan pernah aku lupakan. Aku layak berterima kasih sangat besar kepada Tuhan serta kepada semua orang yang sudah memberiku kesempatan untuk menjadi Ketua Pekan Kampus 2009. Thanks !

TUHAN TIDAK MELARANG KITA UNTUK MENJADI HEBAT

Sebuah kenyataan yang baru aku dapatkan. Kenyataan yang sangat membuka pikiranku serta mempengaruhi caraku berpikir. Sempat pula dan bahkan mungkin cukup sering aku mendengar ada orang-orang yang berkata, “kenapa harus hebat, biasa-biasa saja yang penting bisa hidup atau kerja”, “banyak belajar banyak lupa, tidak belajar tidak lupa”, “jangan belajar terus nanti botak”, dan sebagainya. Mungkin apa yang mereka omongkan sebagian ada benarnya, namun belakangan aku juga sadar bahwa tidak seluruhnya itu tepat.

Aku kini sadar bahwa aku harus jadi hebat kalau aku ingin menonjol dan menjadi teladan atau panutan bagi orang-orang disekitarku dan ternyata hal itu pula yang Tuhan inginkan dari kita. Aku menyadari semenjak berakhirnya Pekan Kampus 2007 dan sejak aku memperoleh IPS (IP Semester) 3,47 prestasiku menurun, baik prestasi di organisasi maupun prestasi di studi. Hal itulah yang membuat aku tidak maksimal di organisasi dan itu pula yang membuat IPK (IP Kumulatif) ku tidak segera melampaui angka 3. Aku merasakan ada yang salah dengan diriku, namun aku masih belum mampu memperbaikinya waktu itu. Namun mulai hari ini (16 Februari 2010), aku sudah mengetahui atau menemukan kembali arah hidupku yang benar. Akhirnya aku sadar bahwa kalau aku ingin menjadi teladan bagi banyak orang melalui kehidupanku, aku harus menjadi orang yang hebat, sebab orang tidak pernah memilih (sangat jarang memilih) orang yang biasa-biasa saja untuk dijadikan role model atau panutan. Kebanyakan orang selalu memilih orang-orang yang secara prestasi, kemampuan, cara hidup, karakter, dan sebagainya yang hebat serta luar biasa. Orang-orang cenderung mencari orang yang hidupnya tidak sama dengan kebanyakan orang.

Kini aku sedang memaksa diriku kembali untuk segera menjadi hebat seperti ketika diriku begitu superior di Pekan Kampus 2006 dan 2007 serta ketika aku meraih IPS diatas 3. Aku akhirnya juga menyadari bahwa dalam diriku dan diri setiap orang telah ditanamkan suatu bakat atau talenta yang hebat yang menunggu untuk dimunculkan ke permukaan. Akhirnya sadar juga bahwa Tuhan tidak melarang kita untuk menjadi individu yang hebat, seorang individu yang luar biasa serta memaksimalkan seluruh potensi kita. Justru itulah yang Tuhan kehendaki atau inginkan dari kita, yaitu Dia ingin kita menjadi individu yang memanfaatkan dengan sepenuhnya seluruh bakat yang telah Dia berikan kepada kita. Dia memerintahkan kita untuk menggunakan bakat-bakat yang ada dalam diri kita untuk kebaikan diri kita dan juga orang disekitar kita, untuk kemudian kita dapat memuliakan nama-Nya melalui setiap hal yang kita lakukan.

Sungguh, kesadaran baru ini adalah kesadaran yang layak kita semua renungkan dalam-dalam dan kemudian coba kita praktekkan dalam hidup kita sehari-hari. Memang aku akui bahwa untuk mempraktekkan hal ini cukup susah. Kita harus melawan dan mengalahkan seluruh kecenderungan rasa bermalas-malasan atau rasa untuk menjadi orang yang biasa-biasa saja dalam hidup kita. Namun, hendaknya kita juga berusaha dan terus berusaha untuk mengingatkan diri kita sendiri untuk terus belajar dan berkembang sampai mencapai potensi terpenuh diri kita sesuai dengan yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Jadi yang perlu kita ingat adalah: Tuhan tidak melarang kita untuk menjadi orang hebat, justru Dia yang menyuruh kita untuk terus berkembang menjadi individu yang mencapai potensi terpenuh dalam hidupnya. Dia ingin kita menjadi individu yang dapat membantu sesama kita serta memuliakan nama-Nya melalui seluruh kemampuan atau bakat yang sudah Dia berikan kepada kita. Sekian dan selamat belajar kembali untuk menjadi individu yang hebat.

Tickerbar

KumpulBlogger