Saturday, 7 January 2012

Surabaya Oh… Surabaya


Surabaya, suatu kota yang dapat dijangkau dengan berkendara selama sekitar 2,5 jam dari kota asal saya. Kota yang dikenal sebagai Kota Pahlawan karena heroisme para rakyatnya di kala zaman penjajahan dahulu kala. Sebuah kota yang cukup sering saya kunjungi bersama adik saya tatkala saya masih duduk di bangku sekolah dasar hingga awal sekolah menengah pertama. Saat itu, hampir dapat dipastikan pada setiap masa liburan panjang sekolah tiba, saya dan adik pertama saya selalu menginap di rumah adik orang tua kami (bibi kami) untuk menikmati masa liburan kami. Selama saya dan adik saya menikmati masa liburan yang hampir rutin kami jalani setiap tahun di kota ini, berbagai tempat telah pernah kami kunjungi, diantaranya Taman Hiburan Rakyat (THR) di jalan Kusuma Bangsa, Pasar Pucang, dan Pasar Atum. Biasanya saya menghabiskan waktu sekitar satu minggu untuk menikmati masa liburan tersebut.
Surabaya, siapa sangka ternyata setelah saya beranjak dewasa, saya akhirnya menempuh pendidikan tinggi di salah satu universitas swasta di kota yang juga menjadi ibukota propinsi Jawa Timur. Bahkan kini saya juga mulai berupaya meretas jalan karir profesional saya sebagai konsultan teknologi informasi dan programmer komputer di kota ini. Secara total, sejak mulai pertama kali kuliah hingga kini, saya telah sekitar tujuh tahun tinggal di kota ini. Walaupun selama rentang waktu tujuh tahun tersebut saya tidak selalu tinggal di kota ini, sebab tatkala libur kuliah biasanya saya melakukan ritual rutin yaitu pulang kampung.

Sekolah (Kuliah) Itu Penting, Tapi…


Pagi hari ini, ketika sedang mencoba belajar untuk bermeditasi, saya mendapat gagasan mengenai beberapa judul tulisan. Salah satunya telah menjadi judul tulisan ini. Tulisan ini terilhami oleh pengalaman saya sendiri dalam menempuh pendidikan maupun pengalaman yang saya himpun dari membaca cerita beberapa orang mengenai pengalaman mereka dalam menempuh pendidikan.
Saya sangat meyakini bahwa pendidikan itu memang penting, sebab pendidikan dapat menjadi bekal bagi setiap kita dalam mengarungi kehidupan di masa depan. Pendidikan dapat memperluas wawasan kita dan menambah pengetahuan kita akan dunia serta kehidupan. Kita semua mungkin telah mengetahui bahwa terdapat banyak cara untuk memperoleh pendidikan, dimana salah satunya adalah melalui sekolah (kuliah). Saya tidak menampik bahwa sekolah (kuliah) itu bukan hanya penting, malahan sangat penting. Namun ada satu hal baru yang akhirnya saya sadari setelah saya sendiri menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi, yaitu sekolah (kuliah) itu penting, tetapi jangan terlalu lama bersekolah (berkuliah).
Pendapat saya ini didasari oleh perenungan saya akan pengalaman saya sendiri dalam menjalani pendidikan maupun membaca cerita pengalaman orang-orang yang saat ini sudah sukses dalam menjalani pendidikannya. Saya menyadari bahwa sekolah (kuliah) memang merupakan salah satu sarana untuk memperoleh pendidikan, namun sayangnya di bangku sekolah (kuliah) kita terlalu banyak diajari teori tanpa pernah (atau kurang) diajari bagaimana memanfaatkan serta menggunakan seluruh teori tersebut dalam bentuk aplikasi yang lebih nyata yang dapat bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang, termasuk bagi diri kita sendiri.

Sunday, 1 January 2012

Tahun Baru: Apakah Diri Kita Juga Berubah Menjadi ‘Baru’ ?


Satu tahun lagi kembali berlalu. Tahun 2011 terasa begitu cepat berlalu, kini tahun 2012 telah tiba. Usia seluruh makhluk juga akan kembali bertambah satu tahun lagi.
Seperti telah menjadi kebiasaan ketika menjelang atau pada tahun baru, setiap orang dari berbagai penjuru dunia seolah berlomba-lomba untuk menghadirkan perayaan tahun baru yang meriah, unik, dan baru. Setiap tahun pula sebagian besar dari kita selalu menuliskan resolusi atau impian atau target yang ingin dicapai di tahun yang baru ini. Setiap memiliki resolusi yang berbeda-beda yang ingin diwujudkannya di tahun yang baru ini.
Tahun baru, hampir dapat dipastikan banyak sekali hal yang baru, seperti resolusi, impian, semangat, baju, pekerjaan, bahkan mungkin juga gadget baru. Namun apakah dengan hadirnya suatu tahun yang baru lagi, diri kita juga benar-benar berubah menjadi diri kita yang ‘baru’ ? Apakah kita benar-benar telah dapat menarik berbagai macam pelajaran dari segala sesuatu yang telah terjadi di tahun yang baru saja berlalu. Apakah kebiasaan lama kita yang kurang baik, sikap yang kurang baik, serta hal-hal lain yang kurang baik telah dapat benar-benar kita lupakan dan gantikan hal-hal baru yang jauh lebih baik ? Saya pun tersadar dan tersentak serta tergugah untuk bertanya pada diri saya sendiri pertanyaan yang serupa. Saya perlu bertanya dan mengecek ke dalam diri saya sendiri apakah di tahun yang baru ini saya telah benar-benar berubah menjadi individu yang ‘baru’. Apakah saya dapat menjadi lebih bijak, lebih disiplin, memiliki kebiasaan serta sikap yang lebih baik ? Apakah saya juga benar-benar telah dapat mengambil pelajaran baik dari segala hal yang terjadi di tahun yang baru saja berlalu dan menerapkannya ke dalam hidup saya untuk dapat benar-benar menjadi individu yang ‘baru’ di tahun yang baru ini ?

Tickerbar