Saturday, 2 October 2010

SEPERTI APA PARTNER YANG SEHARUSNYA DIPILIH ?

Sekitar delapan belas bulan yang lalu, ketika aku menduduki posisi tertinggi di organisasi yang telah aku ikuti selama empat tahun, aku harus melakukan pemilihan terhadap calon orang-orang yang nantinya akan menjadi anggota timku di organisasi tersebut. Karena organisasi yang aku pimpin merupakan organisasi kemahasiswaan di tingkat kampus, maka syarat-syarat yang aku ajukan juga tidak terlalu jauh dengan dunia kampus. Setelah berunding dengan kedua wakilku, akhirnya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh mereka semua yang mendaftar untuk menjadi bagian dari organisasi tersebut agar diterima, yaitu nilai (indeks prestasi kumulatif/IPK) minimal 2.5, individu tersebut harus memiliki semangat dan motivasi yang tinggi, serta merupakan mahasiswa yang masih aktif berkuliah. Memang itulah syarat yang tertera dan terpasang di papan pengumuman, namun secara pribadi aku lebih menekankan kepada syarat nilai dan semangat.

Friday, 1 October 2010

SUATU SAAT NANTI

Logo Wikipedia

Siang ini saat aku browsing tentang Saykoji, aku menemukan artikel tentangnya di situs Wikipedia. Tidak perlu menunggu lama, aku dengan segera mengklik link ke artikel tersebut. Ketika halaman artikel tersebut terbuka, disana terdapat foto wajah Saykoji, dan tidak lama kemudian secara tiba-tiba timbul suatu pemikiran atau lebih tepatnya disebut keinginan suatu saat nanti aku ingin di situs yang sama terdapat artikel tentang diriku.
Wikipedia merupakan situs ensiklopedia bebas yang sangat terkenal di internet. Popularitas Wikipedia bahkan mengalahkan beragam situs maupun aplikasi ensiklopedia yang lain, termasuk aplikasi Encyclopedia Britannica dari Microsoft. Aku berpikir akan jadi sesuatu yang istimewa ketika namaku berada disana dan ketika cerita tentang diriku khususnya perjuanganku dalam meraih semua yang aku impikan dapat menginspirasi orang lain yang membacanya. Aku tahu untuk sekarang mungkin impian tersebut tampak terlalu heboh atau mengada-ada, tapi aku percaya bahwa impian apapun, seheboh atau semustahil apapun masih sangat mungkin terwujud. Bagiku secara pribadi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita terus memegang teguh impian tersebut, mengupayakannya, dan ketika Tuhan mengijinkan.

Thursday, 30 September 2010

Wirausahalah, tapi Jangan Putus Kuliah!

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Priyo Suprobo mengaku prihatin karena sebanyak dua persen mahasiswa ITS putus kuliah atau drop out (DO) karena menjadi wirausahawan. Prityo menegaskan, berwirausaha itu penting, tetapi menyelesaikan kuliah juga merupakan hal yang tak bisa ditawar lagi.
Demikian dikatakan Priyo seusai pembukaan Business Summit 2010-ITS di Jakarta, Rabu (23/6/2010). Priyo mengaku gembira melihat semakin banyak mahasiswa ITS berwirausaha. Namun, di sisi lain, dia juga khawatir karena partisipasi sebagai wirausahawan itu justru mengakibatkan tingginya angka putus kuliah.
Priyo menuturkan, puluhan tahun lalu ketika masih menjadi mahasiswa, dia hanya mendapatkan mata kuliah Teknologi. Namun, sekarang ini mata kuliah Teknologi saja tidak cukup atau tidak memadai sehingga harus didukung mata kuliah Entrepreneur.

Kuliah Jangan Besar Pasak dari Tiang!

Pemakaian dan penawaran untuk menggunakan kartu kredit semakin gencar dilakukan oleh berbagai bank dengan berbagai pengurangan syarat untuk menarik minat nasabah dalam menggunakannya. Buat para mahasiswa, sebaiknya lebih bijaksana menggunakannya.
"Penggunaan kartu kredit memang baik, tetapi bagaimana caranya supaya tidak menjadi besar pasak daripada tiang," kata Wijantini, Associate Dean for Academic Affairs Prasetiya Mulia, di acara peluncuran program pendidikan keuangan Managing Your Wealth di Jakarta, Rabu (1/9/2010).
Agar penggunaan kartu kredit tidak "menyengsarakan" penggunanya, lanjut Wijantini, pengaturan keuangan harus didahulukan. Dengan demikian, para pengguna kartu kredit dapat melihat kemampuan berbelanja mereka.
Selain itu, dengan melakukan perencanaan keuangan, hidup akan menjadi lebih tenang dengan tidak adanya hutang pada akhir bulan. Perencanaan keuangan juga akan membuat seseorang bisa memperoleh berbagai keinginannya.
Adapun perencanaan keuangan yang dimaksudkan meliputi pengeluran pokok, tabungan, dan pengeluaran untuk kebutuhan. Ketika semua itu telah terencana dengan baik, seseorang dapat berjalan dengan lebih santai dan tanpa beban.

Remaja Hemat ala Safir Senduk

Bagi perencana keuangan Safir Senduk, remaja SMA yang memiliki uang saku bisa disebut sudah berpenghasilan. Namun, karena penghasilan yang mereka dapatkan bukan dari bekerja, tak heran jika remaja usia SMA begitu mudah membelanjakan uangnya.
”Jika mereka mendapatkan penghasilan dari bekerja, entah dengan menulis atau bekerja sampingan, tentu mereka lebih menghargai uang yang didapatkan dengan susah payah,” kata Safir.
Remaja pun sudah sewajarnya belajar mengelola uang saku. Dan, uang saku sebaiknya diberikan secara bulanan supaya mereka langsung praktik bagaimana mengelola uang itu agar cukup untuk keperluan selama sebulan.
”Remaja SMA nantinya juga akan bekerja, mendapat gaji bulanan, jadi mulai sekarang mereka harus belajar mengelola uang saku bulanan,” tambah Safir.

Idealnya, Remaja Memang Perlu Belajar

Psikolog Tika Bisono mengatakan, remaja ikut-ikutan teman main ke mal atau berbelanja benda konsumtif adalah sesuatu yang wajar karena mereka hidup dalam perspektif peer group. Lho, kok?
”Buat anak-anak yang kreatif, mereka akan jadi pemimpin dalam grup, menjadi rujukan buat anak-anak yang relatif pasif dan tak kreatif. Mereka yang pasif ini akan sangat terbantu,” kata Tika.
Percampuran model kepribadian, sifat, dan karakter ini, menurut Tika, akan menguntungkan pertumbuhan psikologis karena remaja sangat berkepentingan untuk diakui dan diterima kelompoknya. Bagaimana remaja mengelola uangnya, mereka bisa mencontoh bagaimana orangtua masing-masing mengelola uang. Jika orangtua mengajarkan berhemat, sebaiknya remaja juga melakukan penghematan karena mencari uang itu tak mudah.

Wednesday, 29 September 2010

POLA PIKIR YANG SAYA GUNAKAN KETIKA SAYA BEKERJA DI ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI KAMPUS

Tulisan ini merupakan sedikit sharing dari apa yang pernah saya kerjakan ketika masih aktif di organisasi kemahasiswaan di kampus. Cerita dalam tulisan adalah tentang pola pikir yang saya gunakan sehingga saya dikenal sebagai salah satu orang yang selalu beres ketika diberi tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan apapun. Pola pikir yang membantu untuk menjadi salah satu orang yang diharapkan untuk dapat bekerja di organisasi-organisasi tersebut.
Pola pikir yang saya gunakan sebenarnya sederhana saja, yaitu saya mengasumsikan seolah-olah saya dibayar ketika bekerja di organisasi tersebut, maka saya harus bekerja sebaik mungkin ketika berada di dalamnya. Jadi saya mengkondisikan diri saya seolah-olah saya adalah profesional yang bekerja demi mendapatkan bayaran. Dalam kondisi yang sebenarnya memang saya dibayar, meskipun bayaran bukan berupa uang melainkan berupa poin yang mengukur keaktifan setiap mahasiswa selama di kampus. Namun bagaimanapun juga saya telah dibayar, jadi saya harus bekerja sebaik mungkin yang saya dapat.

MAU BISNIS, HARUS MAU PROMOSI

Siapa pun pasti pernah mendengar kata promosi, baik mereka yang berkecimpung dalam bidang pekerjaan yang menyangkut maupun bukan. Ya, akhir-akhir ini saya kembali ingat kata ini, suatu kata yang beberapa bulan yang lalu pernah secara eksplisit diungkapkan oleh salah satu mantan pemimpinku. Saya ingat dengan pasti saat saya masih bekerja dibawahnya, dia pernah mengajari saya tentang prinsip ini. Dia pernah berkata bahwa ketika sudah memutuskan untuk terjun berusaha, tanpa peduli apapun usahanya, berarti kita harus siap untuk mengenalkan apa yang kita jual.
Beberapa waktu terakhir (sekitar satu bulan terakhir) setelah saya renungkan dan pikirkan kembali, ternyata ungkapan tersebut benar adanya. Jika kita mau berbisnis berarti kita harus mempromosikan bisnis kita, sebab tanpa promosi tidak ada orang yang akan mengenal diri kita atau perusahaan kita serta produk yang kita jual. Suatu bisnis harus menjual sesuatu, sebab tanpa menjual bisnis tersebut tidak mendapat pemasukan, sementara bisnis yang ingin berhasil harus memperoleh pemasukan.
Saya yakin, atas dasar kesadaran ini maka sudah sejak sangat lama banyak perusahaan menerapkan konsep promosi ini. Guna mendukung kelancaran promosi produk atau jasa yang mereka tawarkan, maka mereka membentuk suatu divisi yang dikenal dengan nama divisi marketing. Divisi ditujukan untuk mengenalkan produk atau jasa perusahaan ke orang-orang di luar perusahaan baik yang sudah mengenal maupun belum mengenal. Di beberapa perusahaan divisi marketing terkadang digabung dengan divisi sales atau penjualan, padahal seharusnya fungsi kedua divisi ini berbeda.

Tuesday, 28 September 2010

Menjadi Ketua Pekan Kampus: Sebuah Impian

Menurutku setiap orang berhak bermimpi sebesar apapun yang dapat dia bayangkan, sebesar apapun yang dapat dia impikan. Setiap orang berhak memiliki impian apapun, selama impian tersebut tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Ya setiap orang berhak untuk bermimpi ! Tulisan kali ini adalah sebuah cerita tentang salah satu impian masa kuliah dalam kaitannya dengan kehidupan berorganisasi di kampus.
Aku diterima dan masuk di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya pada tahun ajaran 2005. Seperti kebiasaan setiap tahun di kampus, setiap mahasiswa baru dan orang-orang yang belum melewati proses pengenalan kampus yang umum dikenal dengan nama Pekan Kampus wajib mengikuti kegiatan tersebut. Kewajiban ini merupakan salah satu syarat agar dapat menjalani proses wisuda kelak ketika akan lulus dari kuliah. Menjelang akhir kegiatan Pekan Kampus, tepatnya saat kemping besar, beberapa kawan ditanyai oleh salah seorang panitia tentang minat mereka untuk menjadi panitia di tahun berikutnya. Beberapa diantara mereka yang ditanyai menjawab bahwa mereka akan mendaftar sebagai panitia dan memang mereka membuktikannya. Menurutku beberapa dari mereka ditanyai sebab memang mereka tampak sedikit lebih menonjol dibandingkan beberapa peserta yang lain selama kegiatan Pekan Kampus, namun bagiku itu tidak terlalu menjadi masalah. Aku lebih senang tidak terlalu menonjol, kurang diperhatikan, tapi dapat membuat gebrakan atau kejutan.

Setiap Orang Bisa Melakukan Sesuatu (Sebuah Cerita Tentang Roger Crawford oleh Jack Canfield)

Roger Crawford memiliki segalanya yang dibutuhkan untuk bermain tenis, kecuali dua tangan dan satu kaki. Ketika kedua orang tua Roger melihatnya untuk pertama kali, mereka melihat bayi dengan suatu suatu tonjolan mirip ibu jari di lengan kanannya dan ibu jari serta satu jari di lengan kirinya. Dia tidak memiliki telapak tangan. Lengan serta kaki bayi tersebut lebih pendek dan dia hanya memiliki tiga jari kaki di kaki kanannya yang pendek serta kaki kiri yang lemah, yang di kemudian hari akan diamputasi. Dokter berkata bahwa Roger menderita Ectrodactylism, suatu penyimpangan kelahiran yang jarang terjadi yakni hanya 1 dari 90.000 kelahiran di Amerika Serikat. Dokter berkata bahwa Roger mungkin tidak akan dapat berjalan serta mengurus dirinya sendiri.
Untungnya kedua orang tuanya Roger tidak begitu saja percaya pada dokter. "Orang tuaku selalu mengajariku bahwa aku akan menjadi secacat apa yang aku inginkan", kata Roger. "Mereka tidak pernah mengijinkanku untuk mengasihani diri sendiri atau meminta bantuan orang lain karena kekuranganku. Suatu kali aku pernah mengalami masalah karena tugas karangan sekolahku belum selesai", jelas Roger yang harus memegang pensil dengan kedua tangannya agar dapat menulis secara perlahan. "Saya meminta tolong ayah untuk menulis suatu surat untuk guruku, untuk meminta perpanjangan waktu dua hari untuk menyelesaikan tugasku. Namun sebaliknya yang ayah lakukan adalah membuatku mulai menulis karangan tersebut dua hari lebih awal !"
Ayah Roger selalu menyemangatinya untuk terlibat dalam olahraga, mengajar Roger untuk menangkap dan melempar bola voli, dan bermain sepak bola (sepak bola gaya Amerika atau American Football) setelah sekolah. Di usia 12, Roger mencoba untuk mendapat suatu tempat di tim sepak bola sekolah.

Monday, 27 September 2010

10 TANDA ORANG YANG MENGENDALIKAN UANG

Artikel ini di situs (blog) aslinya sebenarnya merupakan satu bagian dengan artikel yang sebelumnya aku posting di blog ini, namun agar tampak lebih enak dibaca dan karena topiknya agar berbeda maka aku putuskan untuk membagi menjadi dua bagian. Berikut sepuluh ciri orang yang dapat mengendalikan uang (aku juga harus belajar nih). Semoga berguna !
  1. Kamu memutuskan untuk membeli sesuatu, menabung, dan mendapatkan apa yang kamu inginkan.
  2. Kamu membeli barang yang harganya selalu meningkat (investasi).
  3. Kamu berinvestasi dengan dirimu, seperti meningkatkan pendidikan atau kursus meningkatkan keterampilan.
  4. Kamu beramal untuk hal yang kamu yakini, meskipun jumlahnya hanya sedikit.
  5. Kamu tidak melanggar anggaran keuangan yang sudah dibuat.
  6. Kamu selalu mempunyai uang sisa setiap bulan.
  7. Sangat sulit untuk menipumu yang berkaitan dengan masalah uang.
  8. Kamu membayar pajak.
  9. Setiap tahun, kamu mengalami peningkatan kekuasaan dan nilai finansial.
  10. Kamu menggunakan uangmu sebagai alat untuk mengikuti mimpi dan mencapai cita-cita.

10 CIRI-CIRI ORANG YANG DIKENDALIKAN UANG

Tanpa disengaja saat sedang searching gambar bintang di internet melalui Google, aku menemukan suatu situs yang membahas mengenai bintang. Di bagian lain situs (blog) tersebut ternyata juga ada artikel lain yang menarik dan aku rasa berguna. Atas dasar tersebut aku bermaksud membaginya disini. Semoga benar-benar berguna.
  1. Kamu selalu khawatir dengan semua tagihan.
  2. Kamu selalu berharap uangmu lebih dari cukup supaya dapat membeli barang lebih banyak.
  3. Satu-satunya tujuan dalam hidupmu adalah bagaimana caranya menjadi kaya, tapi kamu tak punya rencana yang realistis untuk mencapainya.
  4. Kamu menghabiskan uang untuk “menenangkan” perasaan.
  5. Kamu menyalahkan dunia luar untuk masalah keuanganmu (pemerintah yang tidak becus mengurus keuangan Negara, bos yang pelit tak mau menaikkan gaji, pasangan yang merongrong dan tidak mau mengerti keadaan keuanganmu).

Sunday, 26 September 2010

BEBERAPA FILM YANG MENGINSPIRASI DAN MEMOTIVASI

Beberapa waktu terakhir ini, tepatnya sejak sekitar tahun 2008, aku mulai kembali gemar menonton film baik di bioskop maupun melalui komputer (sebenarnya dulu juga tidak terlalu suka menonton film sih hehehe...). Film yang untuk pertama kalinya aku tonton setelah sekian lama vakum menonton film adalah Laskar Pelangi, dan semenjak itu aku mulai tertarik untuk menonton film kembali, khususnya film yang dapat memberikan inspirasi serta motivasi. Berikut adalah beberapa film yang sudah aku tonton dan dapat memberikan inspirasi serta motivasi bagi diriku dan semoga juga bagi orang-orang lain yang telah menontonnya. Urutan penampilan filmnya didasarkan pada waktu aku menontonnya, yang lebih dahulu aku tonton terletak di urutan teratas.


Film Laskar Pelangi ini begitu inspiratif dan mengajariku banyak hal. Beberapa pelajaran yang berhasil aku dapatkan dari film ini antara lain kegigihan dan rasa percaya diri dari para guru untuk memperjuangkan agar sekolah tempat mereka mengajar tidak sampai ditutup karena kekurangan murid, semangat yang begitu luar biasa dari para murid untuk terus belajar meskipun kondisi sekolah mereka tidak nyaman untuk belajar, setiap orang telah diberi bakat-bakat yang unik dalam dirinya, orang-orang dari kalangan ekonomi bawah pun berhak untuk memperoleh pendidikan demi masa depannya, jika kita ingin menjadi orang yang pintar maka kita harus belajar dengan rajin (ditunjukkan oleh adegan saat tokoh Flo dan Mahar mendapat surat dari Tuk Bayan Tula), apapun kondisi kita tidak boleh membuat kita minder saat berhadapan dengan orang lain.

Tickerbar