Wednesday, 13 February 2008

Jogging Membuat Baterai Penuh ?


Mau tahu Ternyata jalan santai dan jogging tidak hanya menyehatkan tubuh tetapi juga berguna untuk menghasilkan listrik.
Anda mungkin berpikir mana mungkin jalan santai atau jogging bisa menghasilkan listrik ? Ya memang benar kalau cuma jalan kaki biasa tentu tidak bisa, tetapi dengan bantuan suatu alat ciptaan para peneliti di AS dan Kanada hal itu menjadi mungkin. Penasaran ? Baca saja lebih lanjut.

Alat yang dapat menghasilkan daya sebesar 5 watt dengan jalan santai dan sekitar 13 watt dengan jalan yang lebih cepat ini memiliki berat sekitar 1,6 kilogram.
Menurut Dr Max Donelan dari Universitas Simon Fraser di Burnaby, Kanada, "daya 13 watt cukup untuk memasok energi sekitar 30 menit waktu bicara pada ponsel standar hanya dengan berjalan semenit."

Pembangkit listrik mini mengubah gerakan menjadi listrik melalui proses yang disebut rem generatif (generative braking). Teknologi ini mirip dengan proses yang diterapkan pada kendaraan-kendaraan berbahan bakar hibrida, misalnya pada Toyota Prius.

"Berjalan mirip sekali dengan gerakan berhenti dan maju saat menyetir, dengan setiap jalur otot berulang-ulang bergerak lebih cepat dan lebih lambat," kata Donelan.

Berbeda dengan mesin hibrida yang memanfaatkan pelepasan energi panas untuk memutar generator, alat ini mengubah energi yang dilepaskan kaki saat jatuh ke tanah. Rangkaian roda bergigi pada generatornya akan berputar setiap kali kaki berhenti sebentar menekan permukaan tanah.

Para pengembangnya yakin, perangkat ini dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan. Salah satunya membantu para pasien dengan organ implan buatan yang harus selalu hidup.

"Saya kira adopsi awal akan diterapkan pada orang-orang yang hidupnya tergantung pada sumber energi portabel. Di dunia medis, sumber energi portabel digunakan oleh orang-orang yang diamputasi untuk menghidupkan organ buatannya," ungkap Donelan.

Sumber : BBC

Radio Terkecil Lebih Kecil Dari Kerikil


CHICAGO - Pernahkah anda membayangkan ada radio transistor yang ukurannya hanya sebutir kerikil, bahkan lebih kecil lagi ?. Mungkin anda berpikir mana mungkin hal itu bisa terwujud, namun bagi anda yang pernah mengutak-atik radio kristal zaman SMA atau kuliah mungkin ada sedikit gambaran bahwa hal itu mungkin saja diwujudkan.

Radio tersebut dimungkinkan dibuat dengan mengaplikasikan teknologi yang menggunakan susunan tabung karbon yang ukurannya berskala nanometer atau sepermiliar meter. Para peneliti material di Universitas Illinois, AS sudah membuktikannya.

Para peneliti di sana berhasil merangkai sebuah radio supermini yang tersusun dari dua buah penguat frekuensi, pemadu frekuensi, dan penguat audio. Setiap komponen tersebut dibuat dari rangkaian atom-atom tabung nano karbon sehingga memiliki sifat menyerupai masing-masing komponen elektronika tersebut.

"Ada jutaan tabung nano yang dirangkai dengan sempurna," ujar John Rogers, seorang profesor ilmu dan teknik material di Universitas Illinois, seperti dikutip Reuters. Ia melaporkan penelitian tersebut dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.

Untuk merangkai sesuai keinginan, timnya mengendalikan proses pembentukan tabung sesuai yang diinginkan dan bagaimana mereka saling berikatan. Hal tersebut dilakukan dengan mengubah-ubah kombinasi panas dan katalis yang dipakai di atas lapisan material yang menjadi bahan bakunya.

Pada saat pengujian, sinyal keluaran yang dihasilkan radio tersebut dihubungkan dengan kotak seukuran ponsel berisi speaker dan antena standar. Ajaib, para peneliti berhasil menangkap siaran sebuah saluran radio di Baltimore yang menyiarkan perkembangan trafik lalu lintas.

"Radionya sendiri tidak penting, namun fakta bahwa kami dapat membuat sesuatu seperti radio merupakan tonggak bersejarah bagi kami," katanya. Keberhasilan ini menjanjikan platform baru dalam industri elektronika di masa datang.

Sumber : REUTERS

Tuesday, 12 February 2008

Ponsel Pengaruhi Kualitas Sperma ?


NEW YORK - Dampak negatif dari radiasi telepon selular kembali mendapat sorotan. Kali ini, sebuah riset mengklaim penggunaan ponsel yang berlebihan dapat mempengaruhi kualitas sperma.

Kaitan penggunaan ponsel dan kualitas sperma diungkap oleh para ahli melalui riset pendahuluan di Cleveland Clinic, Amerika Serikat. Dengan melibatkan 361 pasien klinik, peneliti menemukan bahwa semakin lama pria menggunakan ponsel setiap hari, semakin menurun jumlah sel sperma dan semakin besar pula prosentase jumlah sperma abnormal.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility ini merupakan fakta lain yang mempertanyakan dampak potensial penggunaan ponsel atau alat-alat nirkabel terhadap kesehatan. Beberapa riset sebelumnya kerap menghubungkan radiasi ponsel dengan timbulnya gangguan kesehatan seperti penyakit susah tidur atau tumor otak. Walau begitu, ada pula riset lainnya yang tidak menemukan hubungan ponsel dengan problem kesehatan.

Banyak Duduk Membuat Cepat Tua


LONDON - Jika Anda ingin tetap awet muda, salah satu kuncinya adalah gaya hidup aktif. Hidup sedentari atau lebih banyak duduk hanya akan membuat Anda menjadi cepat tua.

Demikianlah salah satu kesimpulan sebuah riset para ahli dari The King's College London belum lama ini. Riset yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine ini merupakan hasil pemantauan perkembangan para pasangan kembar selama beberapa tahun.

Hasil riset menunjukkan bahwa orang kembar yang secara fisik aktif selama waktu luangnya tampak lebih muda secara biologis ketimbang saudaranya yang bergaya hidup sedentari atau lebih banyak duduk. Para peneliti juga menemukan bahwa bagian kunci dari DNA yang disebut telomer memendek lebih cepat pada orang yang kurang aktif . Inilah yang diperkirakan para peneliti menjadi salah satu penanda proses penuaan yang cepat pada sel-sel.
Gaya hidup aktif sejak lama dihubungkan dengan rendahnya resiko mengidap penyakit kardiovascular, diabetes tipe 2 dan kanker. Namun begitu, riset terbaru ini mengindikasikan bahwa gaya hidup sedentari tidak hanya akan membuat orang rentan terhadap penyakit, namun juga mempercepat proses penuaan.

Tickerbar