Thursday, 12 February 2009

Kenapa Kita Menyesal ?

Mungkin sering sekali kita menjumpai dalam kehidupan ini ada cukup banyak orang-orang yang menyesal dalam hidupnya. Yang jadi pertanyaan, kenapa ada orang-orang yang menyesal dalam hidupnya ? Aku sendiri tersadar akan jawaban pertanyaan ini beberapa waktu lalu setelah aku merenung dan mendengarkan siaran televisi serta membaca buku tentang motivasi. Jawabannya orang menjadi menyesal karena sebenarnya dia tahu dan benar-benar sadar bahwa dirinya mampu menjadi jauh lebih baik dari kondisinya yang sekarang, namun tidak pernah mau mengambil langkah maju untuk menjadi kondisi terbaik yang mampu dicapainya.

Atas dasar perenungan dan pengetahuan baru ini, aku sendiri akhirnya sadar bahwa terkadang aku juga masih menyesal dalam kehidupanku, sebab aku benar-benar tahu bahwa sebenarnya aku dapat jadi lebih baik lagi dalam kehidupanku, lebih baik lagi dalam pencapaian setiap prestasi yang ada dalam hidupku, lebih baik lagi dalam segala hal lain dalam hidupku. Atas kesadaran ini pula dan karena aku tidak ingin terus-menerus memenuhi hidupku dengan penyesalan, maka mulai hari ini juga aku berusaha memperbarui kembali komitmenku. Komitmen untuk memberikan yang terbaik sebelum memperoleh yang terbaik, komitmen untuk menjadi seorang pemimpin yang luar biasa, komitmen untuk menjadi pribadi yang layak dikenang karena kebaikannya, komitmen untuk menjadi pribadi yang layak dikenang karena selalu hidup pada standar terbaik dan dengan prinsip-prinsip baik yang dipegang teguh, komitmen untuk menjadi pribadi dengan prestasi yang luar biasa. Mengingat semua komitmen baru tersebut, aku jadi teringat akan omongan dari Larry Page salah satu pendiri Google, Inc. dia berkata, “aku akan menyesal jika dalam kehidupanku yang masih muda ini, aku hanya melahirkan Google”. Dari omongannya aku menangkap maksud bahwa dia ingin selalu menghasilkan hal-hal lain yang lebih baik dan lebih baik lagi dalam hidupnya. Dia ingin menciptakan produk-produk yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan orang lain, menjadikan perusahaan yang didirikannya menjadi perusahaan besar, serta tentu saja banyak impian-impian dan ambisi-ambisi lain dalam hidupnya.

Aku akhirnya benar-benar belajar bahwa penyesalan timbul dari kesadaran atas dasar pengetahuan bahwa kita sebenarnya belum memberikan yang terbaik bagi kehidupan kita sendiri, bahwa sebenarnya kita belum menghasilkan prestasi-prestasi luar biasa yang dapat kita raih, serta banyak lagi impian-impian yang belum berhasil kita penuhi. Mari mulai dari sekarang kita semua memperbaiki komitmen dan tujuan hidup kita. Komitmen untuk menjadi pribadi atau manusia kelas satu. Tujuan hidup yang jelas dan benar, yang dapat memberikan manfaat bagi diri kita sendiri maupun bagi kehidupan orang lain. Mari kita semua berjuang menjadi lebih baik mulai sekarang !

Being the First Class People

Baru-baru ini aku memutuskan membaca kembali buku Berpikir dan Berjiwa Besar, sebuah buku koleksi lama yang sangat bagus isinya menurutku. Meskipun ini adalah ketiga kalinya aku membaca, tetap saja aku merasa ada sesuatu yang kudapatkan dari buku tersebut. Sesuatu berupa nasihat-nasihat maupun prinsip-prinsip dalam menjalani kehidupan. Semua nasihat dan prinsip yang diajarkan benar-benar menyegarkan cara berpikirku terhadap segala sesuatu.

Tulisan kali ini juga terinspirasi oleh tulisan yang ada pada buku tersebut. Menjadi orang kelas satu, being the first class people. Baru-baru ini aku mendengar lagu yang berjudul “Sama”, lagu ini menceritakan tentang bahwa setiap dari kita itu semuanya sama tidak ada yang berbeda. Aku secara pribadi setuju dengan lagu itu, sebab memang pada dasarnya kita semua manusia itu sama. Kita sama-sama dilahirkan dalam kondisi telanjang dan tidak bisa apa-apa, satu-satunya kemampuan pertama yang kita peroleh saat kita lahir adalah kemampuan untuk menangis yang menandakan bahwa kita hidup. Namun dari sudut pandang lain aku juga tidak setuju dengan isi lagu tersebut, sebab ternyata setelah aku renungkan setiap orang itu berbeda, berbeda dalam kemampuan, berbeda dalam sikap, berbeda dalam sudut pandangnya terhadap hal-hal yang berada disekelilingnya, berbeda dalam hobi, serta masih banyak perbedaan lainnya.

Mengenai topik menjadi orang kelas satu ini, ada beberapa hal yang membedakan setiap orang dan layak menjadikan orang tersebut sebagai orang kelas satu yaitu caranya bersikap, cara dia mengatur dirinya agar selalu berada pada standar terbaik yang ada, cara dia menghargai segala sesuatu yang dia lakukan bahkan yang paling kecil sekalipun (orang yang menghargai hal-hal kecil, hampir pasti dia akan menghargai hal-hal yang lebih besar), dan juga cara dia menjaga setiap bagian atau aspek hidupnya. Ya, hal-hal itulah yang mampu menjadikan seseorang sebagai orang kelas satu. Jadi tidak selalu benar bahwa setiap orang sama, tetap ada hal-hal tertentu yang membedakan orang satu dengan yang lain.

Satu pelajaran atau nasihat berharga yang kudapatkan dari buku Berpikir dan Berjiwa Besar adalah “untuk menjadi orang kelas satu, bentuklah lingkungan kelas satu”. Sebab bisa dipastikan bahwa lingkungan kita, orang-orang disekeliling kita akan turut menentukan jadi apa kita nantinya. Jika kita mengelilingi diri kita dengan orang-orang yang kelas dua atau biasa-biasa saja, maka hal itulah yang akan terjadi pada diri dan kehidupan kita. Buku itu menyarankan carilah selalu orang yang kelas satu agar dirimu menjadi orang kelas satu pula, sebab jika orang lain ingin mengetahui seperti diri kita biasanya mereka juga melihatnya dari orang-orang yang ada disekeliling kita. Mulai hari ini aku sendiri sudah menetapkan suatu komitmen baru untuk benar-benar menjadi orang kelas satu, aku juga ingin kalian semua menjadi orang yang kelas satu dengan menetapkan cara hidup kelas satu. Melakukan segala sesuatunya dengan cara orang kelas satu, akan membuat diri kita benar-benar menjadi orang kelas satu. Lakukan semua pekerjaan kita dengan baik, maka selanjutnya pekerjaan yang lebih besar akan diserahkan kepada kita. Semakin besar pekerjaan atau tanggung jawab yang diserahkan kepada kita, semakin naik pula kelas kita lebih tinggi. Jadi sekarang pertanyaannya, Jika bisa menjadi orang yang kelas satu mengapa harus menjadi orang pada kelas-kelas selain kelas satu ?

Wednesday, 11 February 2009

Membaca: Itu Lebih Merupakan Sebuah Kesukaan Daripada Kewajiban Bagiku

Mungkin ada banyak sekali dari kalian, khususnya teman-teman dekatku yang sering sekali melihat aku membaca buku ataupun bacaan lain yang dapat dibaca. Mungkin kalian bingung juga sih kok aku suka banget ya baca. Mungkin kalian berpikir kok aku seperti tidak ada capeknya ya baca, baca, dan baca. Tapi sebenarnya ada hal yang tidak kalian ketahui, sebenarnya aku capek juga, sebab aku kan juga masih manusia biasa yang bisa menjadi capek serta butuh istirahat dan bukan robot. Tapi aku tetap bertahan untuk membaca karena aku menganggapnya sebagai sebuah kesukaan, bukan sebagai sebuah kewajiban semata.

Aku terus membaca karena aku sadar itu berguna. Dari membaca aku tahu cukup banyak hal, meskipun juga bukan semua hal aku ketahui. Aku membaca bukan karena statusku sebagai seorang mahasiswa, aku membaca hanya karena aku ingin membaca. Aku terkadang berhenti membaca jika aku merasa bosan atau capek, dan biasanya aku mengganti dengan kegiatan lainnya seperti tidur, nonton film, atau keluar jalan-jalan. Namun intinya adalah membaca tetap yang utama bagiku, kegiatan yang aku gunakan untuk memanfaatkan waktuku. Setiap kita bisa punya banyak hal berbeda yang kita gunakan untuk memanfaatkan waktu kita masing-masing.

Bicara mengenai waktu, aku jadi teringat omongan dari seorang pembicara pada suatu kebaktian pemuda di gereja. Pembicara tersebut mengatakan bahwa omongan “mengisi waktu luang”, “menghabiskan waktu”, dan omongan-omongan sejenis itu sebenarnya adalah salah. Sebab waktu adalah sesuatu yang tidak diisi dan tidak dapat dihabiskan, waktu adalah sesuatu yang netral. Jadi omongan yang tepat seharusnya adalah memanfaatkan waktu, bukan mengisi atau menghabiskan waktu. Intinya dari nasehatnya adalah manfaat waktu yang ada dengan sebaik mungkin, maka waktu yang bersifat netral tadi juga akan memberikan yang terbaik dalam kehidupan kita. Hal ini mirip dengan topik tulisanku sebelum, “Sesuatu yang Kita Pentingkan, Suatu Saat akan Mememtingkan Kita”. Sebagai penutup tulisan ini ada suatu kutipan, “Cintailah setiap hal yang kita lakukan atau kerjakan, maka kita tidak akan pernah bekerja sekalipun dalam hidup ini”. Demikian bunyi kutipan yang aku lupa siapa nama orang yang mengucapkannya, namun yang terpenting adalah kutipan tersebut dapat menjadi manfaat bagi kita semua.

Kostku Kemalingan !!!!

Kemarin Senin pagi jam 03.00, ada musibah yang menimpa kost tercintaku, kostku kemasukan maling dari bagian belakang. Yang pertama kali mengetahui ada maling masuk adalah bapak yang menjaga tempat kostmu, dia mendengar ada suara kayu yang terjatuh karena digunakan untuk memanjat saat melarikan diri oleh sang maling. Aku juga sempat mendengar sih suara agak ribut gitu sekitar jam 03.00 pagi. Awalnya aku kira aku bermimpi saat mendengar suara ribut-ribut itu, eh tidak tahunya ternyata ada maling yang masuk. Akhirnya aku diberitahu oleh penjaga kost bahwa ada maling masuk.

Dari aksi maling yang terdiri dari 2 orang tersebut telah hilang sebuah dompet lengkap dengan isinya dan 2 buah jam tangan milik teman kostku, yang kebetulan kamarnya kebetulan berada di bagian paling belakang dekat tempat sang maling masuk. Dari kejadian masuknya maling ke kostku ini, aku merasa turut prihatin untuk teman kostku yang kehilangan barangnya, tapi aku juga sekaligus bersyukur pada Tuhan bahwa semua penghuni kostku masih dalam keadaan baik-baik saja dan tidak ada yang terluka. Karena bagiku keselamatan itu tetaplah yang terpenting. Aku sekali lagi benar-benar berterima kasih pada Tuhan masih melindungi semua penghuni tempat kostku.


Sekian dulu tulisan singkatku mengenai aksi masuknya maling yang terjadi di tempat kostku. Aku berharap semoga temanku yang kehilangan barang-barangnya tidak terlalu kecewa dan dapat memperoleh gantinya dari Tuhan. Meskipun tempat kostku baru saja kemasukan maling, namun aku yakin tempat kostku akan aman-aman saja kedepannya, karena aku telah berdoa demikian kepada Tuhan. Aku juga berharap semoga dari hasil curian yang diperoleh oleh sang maling dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan kebaikan bagi kehidupan mereka. Semoga mereka juga berhenti menjadi maling yang menyusahkan kehidupan orang lain dan beralih mencari pekerjaan atau profesi yang lebih mulia.

Monday, 9 February 2009

Sesuatu yang Kita Pentingkan, Suatu Saat akan Mementingkan Kita

Langsung saja deh tidak pakai pengantar segala. Inspirasi judul tulisan ini aku dapatkan dari sebuah buku serta dari seorang motivator. Buku yang kumaksud adalah Berpikir dan Berjiwa Besar, serta motivator yang kumaksudkan adalah Mario Teguh. Ada beberapa poin yang kuingat dari buku serta ucapan motivator tersebut. Beberapa poin atau prinsip yang diucapkan oleh motivator atau ditulis dalam buku tersebut, pada dasarnya hampir sama. Seperti: “Untuk menjadi orang penting, berpikirlah dan bertindaklah seperti orang penting”, “Meskipun penampilan tidak selalu menunjukkan keadaan yang sebenarnya dari seseorang, tetapi hal itulah yang pertama kali terlihat oleh orang lain, karena itu tampillah sebaik mungkin sehingga orang lain melihat bahwa seperti itulah keadaan sebenarnya dari dirimu dan kemudian cerminkanlah tampilan luar diri kita ke dalam”, “Orang yang berpikir pekerjaannya penting mendapat isyarat mental tentang bagaimana melakukan pekerjaannya dengan lebih baik; dan pekerjaan yang lebih baik berarti promosi lebih besar, uang lebih banyak, prestise lebih besar, kebahagiaan lebih besar”, “Agar dapat menjadi seorang yang sukses, kondisikanlah diri Anda sesuai dengan keadaan orang yang sukses”, “Berpikirlah sukses dan Anda pun akan benar-benar sukses”.

Masih banyak lagi sebenarnya kalimat-kalimat yang dapat memberikan motivasi yang besar pada diri kita. Tapi satu pelajaran yang kudapat dari kalimat-kalimat tersebut adalah segala sesuatu yang kita pentingkan, suatu saat akan mementingkan kita. Misal, jika kita mementingkan kesehatan kita suatu saat kesehatan kita akan mementingkan diri kita, jika kita mementingkan hubungan sosial kita dengan keluarga dan teman suatu saat hubungan sosial tersebut juga akan melakukan hal yang sama pada kita, jika mementingkan pekerjaan kita dengan cara melakukan semua yang terbaik yang dapat kita lakukan suatu saat pekerjaan kita juga akan mementingkan diri kita, serta banyak lagi contoh lainnya. Namun intinya adalah satu, yaitu hargai segala sesuatu dan pada saatnya nanti segala sesuatu tersebut yang akan menghargai kita. Hargailah setiap usaha yang kita lakukan untuk meraih impian, maka suatu impian kita yang akan menghargai kita. Hargailah setiap waktu yang kita berikan untuk orang lain, maka suatu saat orang lain akan menghargai kita. Hargailah setiap waktu yang ada dalam kehidupan kita, maka suatu saat waktu yang ada juga akan menghargai kita.

Hargailah segala sesuatu yang kita inginkan segala sesuatu itu menghargai kita kelak. Sekian tulisan singkat kali ini. Semoga tulisan yang singkat ini dapat memotivasi saya sendiri dan juga kalian semua yang membacanya untuk dapat menghargai segala sesuatu yang sudah ada dalam kehidupan ini, tanpa pernah mengeluhkan apa yang belum kita punyai melainkan terus berusaha untuk dapat meraihnya. Terima kasih semuanya sudah mau membacanya, saran dan kritik yang membangun saya tunggu. God bless you all.

Tickerbar

KumpulBlogger