Tuesday, 7 April 2009

WAKTU

Waktu terkadang berjalan begitu lambat, tetapi terkadang berjalan terlalu cepat. Itulah ketidakpastian waktu. Namun dari ketidakpastian yang dimiliki oleh waktu, ada satu hal yang tetap pasti yaitu bahwa waktu akan tetap terus berjalan tanpa pernah berhenti dan berjalannya waktu adalah kedepan bukan ke belakang.

Waktu merupakan sumber daya paling luar biasa yang pernah kita terima dalam hidup. Oleh karena itu sudah seharusnya kita manfaatkan sebaik mungkin untuk menciptakan hal-hal baik dalam hidup kita. Sudah sewajarnya pula kita memanfaatkan waktu ini untuk mencetak prestasi paling gemerlap dalam hidup. Hidup ini hanya berjalan sekali dan jalannya adalah kedepan tanpa pernah bisa mundur kebelakang. Seringkali kita menjumpai orang-orang menyesal dalam hidupnya, karena dia menyadari bahwa waktu yang ada dalam hidupnya sudah terbuang dengan sia-sia. Waktu tersebut terbuang karena dia tidak menggunakannya untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Waktu yang ada bukanlah berarti uang, bukan pula berarti harta atau apapun yang lain. Waktu hanya berarti waktu. Waktu itu bersifat netral, dia hanya berjalan tanpa mengenal apapun atau siapapun. Karena sifat netralnya tersebut, waktu dapat membantu seseorang untuk berhasil demikian juga sebaliknya waktu dapat menyebabkan seseorang gagal. Waktu akan membantu orang-orang untuk berhasil, jika selama berjalannya waktu orang-orang tersebut memanfaatkan secara maksimal untuk mengejar atau meraih impian. Waktu akan menyebabkan seseorang gagal, jika selama berjalannya waktu orang tersebut hanya membiarkannya berjalan tanpa pernah mencoba untuk mengisinya dengan sesuatu yang berguna, sesuatu yang akan membuat pribadinya menjadi lebih baik. Intinya, seandainya waktu itu dapat berbicara, dia akan mengatakan pada kita:gunakanlah diriku sebaik mungkin untuk menghasilkan sebaik mungkin kehidupan yang kamu ingini, kemudian setelah kamu berhasil menggapai kehidupan yang kamu ingini, gunakanlah diriku untuk membantu orang lain mencapai yang mereka inginkan.

Demikianlah renungan singkat mengenai sumber daya yang sangat berharga ini. Semoga dengan renungan ini, kita semua tersadar untuk mau mendayagunakan waktu guna meraih hasil-hasil terbaik yang kita inginkan dalam hidup. Selamat memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan selamat meraih semua yang kalian inginkan.

Sunday, 29 March 2009

PEMIMPIN YANG TERUS BELAJAR

Malam ini saya tergerak untuk menuliskan konsep yang telah saya pelajari dari sebuah buku berjudul: The 21 Irrefutable Laws of Leadership (21 hukum kepemimpinan sejati) karya John C. Maxwell. Buku ini saya peroleh dari meminjamnya dari salah seorang teman. Sebenarnya buku ini sudah selesai saya baca sejak sekitar 2 bulan yang lalu.

Buku karangan Maxwell ini benar-benar mengajariku banyak hal tentang kepemimpinan. Satu pelajaran yang sangat penting untuk diingat adalah bahwa seorang pemimpin itu harus terus belajar. Setiap hari seorang pemimpin harus menjadi lebih baik dari hari kemarin. Seorang pemimpin harus terus belajar dan memperbaiki diri sendiri setiap saat.

Dalam buku tersebut diberikan suatu kisah ilustrasi tentang kehidupan Presiden Amerika Serikat, Theodore Roosevelt. Roosevelt, seperti diceritakan dalam buku itu adalah seorang pemimpin yang menerapkan hukum proses dalam hidupnya. Roosevelt setia memproses hidupnya dan tidak mengijinkan apapun menghalangi langkahnya untuk terus maju dalam kehidupan. Kalimat berikut merupakan kutipan dari Roosevelt yang menyatakan tentang hukum proses: “bukannya kritikus yang penting, bukannya orang yang menunjukkan bagaimana orang kuat itu tersandung, atau di mana pelaku itu dapat melakukannya dengan lebih baik. Kreditnya adalah kepunyaan orang yang benar-benar dalam arena, yang wajahnya memar, penuh keringat serta darah, yang berjuang dengan berani, yang berulang-ulang membuat kekeliruan, yang mengenal antusiasme serta berdedikasi dalam mengejar tujuan yang layak; yang dengan kemungkinan terbaik akhirnya meraih kemenangan; dan yang, dengan kemungkinan terburuk, jika gagal, setidaknya gagal setelah mencoba dengan berani, sehingga tempatnya takkan pernah bersamaan dengan jiwa-jiwa dingin serta pengecut yang tidak mengenal kemenangan maupun kekalahan.”

Dari kalimat kutipan Roosevelt tersebut dapat diambil kesimpulan, ketika kamu ingin mencoba sesuatu, cobalah, jangan pernah takut gagal. Ketika kamu harus gagal, hadapilah kegagalan itu dengan penuh keberanian, sebab kamu boleh bangga karena kamu telah berani mencoba meskipun gagal. Secara tidak langsung melalui ucapannya tersebut, Roosevelt, ingin mengatakan, “cobalah, gagallah, dan teruslah belajar, sampai suatu saat kamu menjadi pemenang.” Dalam buku 21 hukum kepemimpinan sejati, dikatakan pula bahwa Presiden Roosevelt merupakan orang yang memiliki kelemahan secara fisik pada masa kecilnya. Sampai ayahnya pernah berkata, “kamu punya otak, tapi tubuhmu payah, dan tanpa tubuh yang kuat, otakmu takkan mencapai potensi maksimalnya. Jadi kamu harus menguatkan tubuhmu.” Mendengar omongan seperti itu tidak membuat Roosevelt patah semangat, justru dia berhasil membuktikan bahwa dia dapat membuat tubuhnya jauh lebih kuat dibanding sebelumnya.

Sepanjang sisa kehidupannya sejak mendengar kata-kata dari ayahnya, Roosevelt senantiasa memproses dirinya sendiri. Setiap hari dia melatih tubuh dan otaknya, dan ia terus melakukannya seumur hidup. Ia berolahraga setiap hari dengan barbel, mendaki gunung, main ice-skating, berburu, mendayung, berkuda, dan bertinju. Akibat dari kegiatan olahraga yang dilakukannya tubuh Roosevelt menjadi lebih kuat dari hari ke hari. Sejak saat itu pula, Roosevelt menjadi pribadi yang tidak hanya kuat secara otak, tapi juga tubuh.

Bagi kita orang-orang yang sedang ingin belajar menjadi pemimpin yang lebih baik, ada baiknya kita meniru yang dilakukan oleh Roosevelt. Sebaiknya kita senantiasa memproses diri kita sendiri melalui belajar terus-menerus tentang bagaimana cara menjadi seorang pemimpin yang baik. Belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin yang dapat menginspirasi orang lain, pemimpin yang lebih efektif, dan pemimpin yang penuh vitalitas serta gairah kepemimpinan yang tinggi. Jika kita sebagai pribadi benar-benar ingin menjadi seorang pemimpin yang handal, sekaranglah saatnya untuk memproses diri kita. Jangan pernah menunggu dan menunda kesempatan untuk memproses diri, sebab pemimpin yang luar biasa itu tidak lahir dalam semalam. Pemimpin yang luar biasa terus berkembang dari hari ke hari. Jadi bersiaplah dari sekarang, jangan sampai ketika waktunya tiba atau ketika waktunya sudah dekat kita baru bersiap-siap. Ketika tiba saatnya bagi kita untuk pemimpin, saat itu juga harus sudah siap. Kesempatan atau momentum yang ada belum tentu datang untuk yang kedua kalinya. Selamat berproses menjadi pemimpin yang lebih baik !

MEMPERTAHANKAN SEMANGAT

Kita semua pasti sadar bahwa semangat itu sangat dibutuhkan dalam melakukan segala sesuatu dalam hidup ini. Tanpa semangat hidup yang kita jalani tidaklah tampak seperti hidup. Kita memang hidup, namun hidup yang kita hidupi tidak menampakkan adanya tanda-tanda kehidupan. Tanpa semangat kita akan tampak lemah lesu dan tidak punya harapan dalam menjalani hidup ini.

Atas dasar pentingnya semangat dalam setiap langkah hidup kita, saya yakin sebagian besar dan bahkan mungkin semua dari kita mencoba selalu bersemangat dalam segala hal. Saya yakin setiap hari kita semua selalu mengatakan pada diri kita sendiri untuk tetap bersemangat. Namun meskipun setiap hari kita sudah selalu mengingatkan pada diri sendiri untuk tetap bersemangat, tetap saja adakalanya pada masa-masa tertentu kita seperti kehilangan semangat. Hal ini saya sadari selama beberapa bulan terakhir. Saya sadar bahwa jika kita sudah berhasil menyemangati diri sendiri, maka tantangan berikutnya bagi diri kita adalah mempertahankan semangat yang telah ada.

Tantangan ini memang tampak berat, tapi tetap harus dihadapi. Ada banyak hal yang dapat membuat diri kita kehilangan semangat atau gairah, antara lain masalah yang terus-menerus mendera kehidupan kita, pengaruh dari lingkungan sekitar kita yang berusaha untuk menghancurkan semangat kita yang berapi-api, kecapekan yang kita dialami oleh fisik kita, hilangnya fokus hidup, dan tidak adanya tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan. Hal-hal tersebut kita sadari atau tidak, akan menggeroti semangat kita sedikit demi sedikit setiap hari. Semakin hari, jika kita tidak segera menyadari bahwa semangat hidup sedang digerogoti oleh hal-hal tersebut, maka tiba-tiba saja kita sadar bahwa ternyata semangat hidup sudah habis. Tiba-tiba saja kita sadar bahwa kita sedang hidup tanpa gairah menjalani hidup itu sendiri sehingga kita tidak tampak seperti orang yang tidak sedang hidup.

Akibat hilangnya semangat, kita menjalani setiap hari-hari dalam kehidupan kita dengan lemah lesu serta dengan wajah yang kusut. Setiap hari yang kita jalani kita anggap sebagai hari yang buruk dan tidak menyenangkan. Setiap hari yang kita harapkan untuk segera berakhir tanpa terlalu banyak meninggalkan jejak. Kita jalani hari-hari dalam kehidupan dengan biasa-biasa saja tanpa ada sesuatu yang istimewa yang kita rasakan.

Jika hal-hal seperti diatas mulai muncul dalam kehidupan kita, itu berarti saatnya bagi kita untuk segera sadar dan berbalik arah. Saatnya bagi kita untuk kembali sadar dan berusaha untuk menumbuhkan kembali semangat hidup kita sedikit demi sedikit. Saatnya bagi kita untuk mencoba belajar menikmati hidup kita lebih lagi serta mensyukuri setiap apapun yang terjadi. Kita berharap melalui upaya-upaya yang kita lakukan tersebut, kita dapat memiliki kembali gairah atau semangat hidup yang membara. Suatu semangat yang akan selalu kita perbarui setiap hari. Suatu semangat yang akan semakin kuat dari hari ke hari karena kita terus berusaha memompanya. Suatu yang semangat tidak akan pernah habis. Tantangan kita kedepannya adalah memiliki semangat yang seperti itu, semangat yang tidak pernah habis. Tantangan itu memang tampak tidak mudah, namun kita harus selalu berusaha menghadapinya dengan gagah berani. Selamat berjuang mempertahankan semangat hidup kita. Sukses !

Monday, 23 March 2009

Giving My Best

Judul tulisan ini terinspirasi dari salah satu grup musik rohani, Giving My Best (GMB). Kata-kata tersebut muncul dalam benakku akhir-akhir ini. Saat ini aku semakin sadar akan kehidupanku sendiri. Sebelumnya aku sering bertanya, “mengapa aku tidak dapat sukses luar biasa ?”. Ternyata setelah merenungkannya selama beberapa waktu muncul juga jawabannya. Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah karena aku belum memberikan yang terbaik (giving my best) yang ada pada diriku.

Renungan akan masalah memberi yang terbaik ini benar-benar mengisi pikiranku selama beberapa waktu terakhir. Aku sebagai pribadi selalu sadar bahwa aku belum mengeluarkan semua kemampuan atau karunia terbaik yang sudah kupunyai dan telah diberikan oleh Tuhan untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik. Jika aku melihat kemampuanku, seharusnya aku sadar bahwa aku layak menjadi bagian dari orang-orang kelas satu. Namun karena satu kesalahan yaitu belum memberikan yang terbaik, aku masih menjadi calon dari orang-orang kelas satu.

Aku tetap bersyukur meskipun sekarang aku masih belum menjadi orang kelas satu, sebab dengan begitu aku masih punya suatu tujuan atau target yang harus diraih, yaitu menjadikan diriku sebagai bagian dari orang-orang kelas satu. Orang-orang kelas satu adalah orang-orang yang sudah memberikan yang terbaik dalam hidupnya dan kemudian akhirnya menikmati hasil jerih payah atas apa yang telah dikeluarkannya. Orang-orang kelas satu merupakan orang-orang dengan kehidupan kelas satu, kualitas kerja kelas satu, dan tanggung jawab kelas satu.

Menjadi bagian dari orang kelas satu sebenarnya berbicara mengenai pengorbanan. Pengorbanan kelas satu atau pengorbanan yang terbaik akan menjadikan diri kita sebagai bagian dari orang-orang kelas satu. Berbicara mengenai pengorbanan kelas satu, teringat pula akan suatu ayat dalam firman Tuhan yang berkata, “engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.”. Kalimat firman Tuhan tersebut selayaknya menyadarkan diri kita agar diri kita senantiasa setia dalam perkara-perkara kecil, sebelum akhirnya nanti kita akan diberi tanggung jawab menangani perkara yang lebih besar. Tanggung jawab yang lebih besar berarti hasil dan kebahagiaan hidup yang lebih besar pula.

Aku sekarang dapat menduduki posisi sebagai ketua Pekan Kampus 2009 yang mana merupakan salah satu posisi yang kuidam-idamkan sejak lama sebab pada Pekan Kampus sebelumnya aku selalu setia untuk memberikan semua yang terbaik yang aku punya. Aku baru benar-benar menyadari keuntungan dari memberikan yang terbaik atau bahkan melebihi yang diminta untuk aku berikan. Ternyata ketika kita memberikan lebih banyak, maka akan menghasilkan hasil yang lebih banyak pula dalam hidup kita.

Mengingat kembali semua pengorbanan dulu, kini saatnya aku (dan tentu saja kalian semua) bangkit kembali untuk memberikan semua yang terbaik melebihi apa yang diharapkan untuk kita berikan. Harapannya melalui memberikan lebih banyak daripada yang diminta, akan membuat kita nantinya diberi tanggung jawab yang lebih besar atau kedudukan yang lebih tinggi. Nasehat agar diriku memberikan yang terbaik seperti dulu akhirnya telah tiba juga. Hal ini aku sadari setelah membaca beberapa buku motivasi dan setelah menemukan penggalan ayat firman Tuhan diatas. Aku akhirnya mendapat teguran untuk mengembalikan diriku sendiri pada standar terbaik yang pernah aku buat dan terapkan sebelumnya. Suatu standar yang telah membimbingku untuk melakukan segala sesuatu dengan semangat untuk memberi yang terbaik.

Sekarang saatnya kembali ke standar tersebut, dengan harapan aku dapat menjadi pribadi yang memperoleh hasil-hasil yang lebih luar biasa lagi dalam hidup. Aku juga ingin dengan kembalinya diriku pada standar terbaik, aku dapat memberi contoh pada orang-orang disekelilingku untuk juga bersedia memberikan yang terbaik bagi setiap impian yang ingin mereka raih. Waktu-waktu ini adalah waktu-waktu yang harus kita manfaatkan sebaik mungkin guna meraih hasil-hasil terbaik dan paling luar biasa dalam hidup. Waktu-waktu ini juga harus kita manfaatkan untuk kembali mendisiplinkan diri kita, sebab disiplin adalah salah satu kunci kesuksesan dalam segala hal. Akhir kata sebagai penutup tulisan ini, selamat memberikan yang terbaik (Giving Our Best) dan tetap disiplin selalu dalam hidup. Selamat menikmati sukses yang luar biasa.

Friday, 20 March 2009

Kesetiaan: Sesuatu Yang Mungkin Agak Sulit Dijumpai Pada Masa Sekarang

Hampir semua dari kita pasti pernah (atau bahkan sering) mendengar kata ‘setia’ dan ‘kesetiaan’. Suatu kata yang cukup pendek, namun memiliki makna sangat dalam. Kata setia dalam bahasa Inggris ditulis sebagai kata faithful, yang bila diartikan bisa bermakna ‘penuh dengan iman percaya’. Kata kesetiaan merupakan turunan dari kata setia dengan tambahan awalan ke- dan akhiran –an. Kata ini bisa bermakna menunjukkan sikap setia.

Itulah tadi sekilas tentang arti dari kata setia dan kesetiaan. Namun fokus utama dari tulisan ini bukanlah membahas setia dan kesetiaan dari segi arti kata, tetapi dari segi penerapannya pada masa sekarang. Seperti kita semua ketahui, pada masa sekarang kesetiaan adalah sesuatu yang sudah mulai langka. Pada masa dimana teknologi sudah sangat maju dan segala sesuatunya dapat dilakukan dengan lebih cepat dan lebih baik, orang-orang mulai lupa akan arti kesetiaan.

Kesetiaan yang dimaksudkan disini bukan hanya kesetiaan dalam hubungan pribadi, namun juga kesetiaan dalam banyak hal lain. Kesetiaan dalam memberikan yang terbaik dalam setiap hal yang kita lakukan, kesetiaan untuk menjaga hubungan pernikahan, kesetiaan untuk menekuni profesi dengan baik, kesetiaan untuk berubah menjadi lebih baik dari hari ke hari, kesetiaan untuk selalu berusaha mewujudkan impian, kesetiaan untuk menunggu orang yang kita sukai bersedia menerima cinta kita, dan masih banyak jenis kesetiaan yang lain. Begitu pentingnya makna kata ini, sampai-sampai banyak orang selalu berusaha mengingatkannya pada orang-orang lain melalui banyak cara.

Berawal dari kesetiaan dalam iman, kata ini kini telah berkembang menyentuh banyak bidang. Mulai dari kehidupan pribadi hingga kehidupan profesional dalam pekerjaan pun telah disentuh oleh kata ini. Dalam kehidupan pribadi, setiap orang selalu berusaha untuk mencari orang-orang setia, baik sekadar untuk dijadikan teman maupun untuk dijadikan pacar dan kemudian pasangan hidup. Dalam kehidupan profesional di pekerjaan, perusahaan-perusahaan maupun organisasi bisnis apapun selalu berusaha mencari calon-calon pegawai atau karyawan yang setia, setia dalam memberikan yang terbaik pada pekerjaannya untuk membantu perusahaan atau organisasi bisnis mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selain itu dalam kehidupan rohani dari agama apapun, kata sering sekali dibahas dalam setiap acara keagamaan maupun dalam kitab-kitab suci masing-masing agama. Sebagai contoh dalam kitab suci agama yang saya anut yaitu Kristen Protestan, kata kesetiaan banyak sekali disebutkan utamanya menyangkut hubungan antara manusia dengan Tuhan dan dengan sesamanya. Beberapa contoh yang dapat saya temukan dalam Alkitab antara lain, Galatia 5:22-23:"Tetapi buah Roh ialah:kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu."dan Matius 23:23:"Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan."

Berawal dari pengertian-pengertian ini dan juga dari hasil pemikiranku serta dari pengalaman pribadiku, aku benar-benar telah belajar banyak (dan masih perlu belajar lebih banyak lagi) akan perlunya kesetiaan dalam segala hal. Kesetiaan dalam pekerjaan, dalam hubungan pribadi, dan dalam persahabatan. Tanpa kesetiaan tidak akan ada sesuatu yang luar biasa yang terjadi pada diri kita serta orang-orang disekitar kita. Secara pribadi, aku sendiri sadar bahwa aku belum benar-benar dapat menunjukkan rasa setia sepenuhnya, selalu saja ada godaan untuk tidak setia kepada hal-hal yang seharusnya aku setia 100 %. Namun aku akan terus dan terus belajar sehingga semakin hari aku dapat semakin setia.

Satu hal lagi yang perlu diketahui dan diingat, bahwa kesetiaan hanya dapat timbul jika kita memiliki komitmen terhadap hal-hal dimana kita dituntut menunjukkan kesetiaan atau pada segala sesuatu yang ingin kita raih dalam. Jadi sebelum kita dapat menjadi seorang yang setia, kita harus belajar dahulu menjadi orang yang dapat membuat komitmen dan memegang teguh komitmen yang telah dibuat. Sebagai penutup dari tulisan ini, mari kita semua mulai hari ini belajar menjadi pribadi yang berani membuat komitmen dan berani memegang teguh komitmen yang telah kita buat, sehingga dengan begitu kita juga dapat menjadi pribadi yang setia. Semoga dengan keberanian kita untuk berkomitmen dan menjadi pribadi yang setia, kesetiaan yang sekarang merupakan hal yang sudah mulai langka dapat tumbuh subur kembali.

Wednesday, 18 March 2009

Be a World Class Leader

Baru-baru ini aku terpikir tentang konsep pemimpin kelas dunia. Konsep ini merasuk ke dalam benakku, perlahan-lahan semakin dalam. Dalam upaya pembelajaran diri menjadi seorang pemimpin yang lebih baik dan efektif, konsep ini muncul dalam pikiranku. Perlahan-lahan aku menyadari bahwa menjadi seorang pemimpin kelas dunia adalah impian dari setiap pemimpin yang ada di dunia ini.

Definisi pemimpin kelas dunia adalah seorang pemimpin yang memiliki kualifikasi untuk membuat seluruh dunia segan, hormat, dan kagum pada kemampuan kepemimpinannya. Suatu kesalahan besar jika kita menilai pemimpin kelas dunia hanya dari segi popularitas saja, memang popularitas itu penting, karena kita tidak mungkin bisa menjadi pemimpin kelas dunia jika kita sendiri tidak dikenal oleh orang-orang dari berbagai negara lain yang ada di dunia ini. Namun yang benar-benar seseorang layak diberi gelar sebagai pemimpin kelas dunia adalah karena dia memang memiliki kemampuan memimpin yang luar biasa, suatu kemampuan memimpin yang mampu menghasilkan perubahan dan perbedaan ke arah yang lebih baik di dunia ini.

Seorang pemimpin kelas dunia adalah pemimpin yang mampu menjadi teladan atau panutan tidak hanya di daerah, organisasi, atau negara dimana dia bertindak sebagai pemimpin, namun dia juga harus dapat menjadi teladan diseluruh dunia. Pemimpin kelas dunia harus mampu memberikan teladan terbaik kepada setiap orang yang ada di dunia ini. Dia harus mampu menerangi setiap kehidupan yang ada di dunia ini melalui perbuatan dan ucapannya. Intinya dia harus mampu menjadikan dirinya serta kehidupannya sebagai teladan dan contoh bagi orang lain untuk menghasilkan kebaikan-kebaikan dalam setiap aspek kehidupan.

Menjadi seorang pemimpin kelas dunia itu sepertinya memang tidak akan mudah, namun bagi setiap pemimpin hal itu tetap akan menjadi tantangan tersendiri dalam hidupnya. Bagi setiap pemimpin dengan menjadi pemimpin kelas dunia akan memampukan dirinya untuk memberikan pengaruh-pengaruh yang baik serta membuat perbedaan dalam hidup lebih banyak orang. Pemimpin kelas dunia itu memiliki tanggung jawab untuk memberikan terang yang bercahaya diseluruh dunia melalui tingkah lakunya. Bagi kalian para pemimpin yang tertarik menjadi pemimpin kelas dunia, tetaplah belajar lebih baik lagi dalam segala hal, sehingga kalian benar-benar siap untuk menjadikan diri kalian pemimpin kelas dunia.

Tuesday, 17 March 2009

Produktivitas: Bukan Cuma Sekadar Kuantitas, Namun Juga Kualitas

Hari Minggu pagi 15 Maret 2009, aku punya waktu untuk membaca kembali buku The One Minute Manager. Pada kesempatan membaca yang kedua kali ini, aku menemukan suatu pelajaran baru yang sempat terlewatkan pada kesempatan membaca yang pertama, yaitu tentang konsep produktivitas. Sebelum mengetahui tentang konsep produktivitas dari buku The One Minute Manager, aku berpendapat bahwa produktif itu berarti menghasilkan suatu karya atau produk sebanyak mungkin. Namun melalui kesempatan membaca kedua ini, aku menemukan suatu pencerahan baru mengenai konsep produktif yang benar.

Sesuai dengan judul tulisan ini ternyata produktivitas bukanlah sekadar menghasilkan produk atau karya sebanyak mungkin, namun juga menghasilkan produk dan karya yang bermanfaat bagi orang lain (baca:berkualitas). Kemudian dari produk atau karya kita yang memberikan manfaat terbesar bagi kehidupan orang lain itulah, kita akan dapat meraih kesuksesan yang kita inginkan. Setiap kualitas, baik sekecil apapun yang ditawarkan oleh produk atau karya yang kita berikan bagi orang lain, akan menjadi langkah awal dalam membuat produk atau karya kita menjadi lebih dikenal. Sehingga akhirnya dari situ kita akan dapat menuai hasil-hasil yang luar biasa.

Pelajaran mengenai produktivitas ini sungguh merupakan suatu pelajaran yang benar-benar berharga bagiku. Dari pelajaran ini, aku tersadar kembali bahwa ternyata semua kesuksesan yang kuraih dan kunikmati sekarang adalah hasil dari semua hal terbaik yang aku berikan di masa lalu. Dulu memang aku sempat bertanya pada diriku sendiri, mengapa aku harus susah payah memberikan semua yang terbaik ? Hasil apa yang akan kuperoleh dari semua yang kuberikan ini ? Namun kini aku perlahan benar-benar sadar bahwa kita tidak akan dirugikan sama sekali dengan memberikan semua yang terbaik yang dapat kita berikan. Dari situ nantinya kita akan beroleh suatu imbalan yang terbaik pula (sesuai dengan konsep hukum tabur tuai). Namun juga ada satu hal yang harus diingat, saat kita berusaha memberikan semua yang terbaik yang ada pada diri kita tetaplah fokus untuk memberikannya sebaik mungkin tanpa pernah mencoba memperhitungkan hasil yang akan kita peroleh nantinya. Mungkin pada awalnya memang kita masih mendapat sedikit hasil, namun suatu saat nanti jika kita tetap setia memberikan yang terbaik dalam segala kondisi, pastilah kita akan memperoleh yang terbaik atas investasi kebaikan yang telah kita tanamkan.

Teringat pula aku mengenai suatu pengajaran yang pernah kuterima beberapa tahun lalu, bertanggung jawablah pada hal-hal kecil yang diserahkan kepadamu untuk dikerjakan, maka suatu saat nanti hal-hal yang lebih besar akan diserahkan kepadamu menjadi tanggung jawabmu. Semakin besar tanggung jawab yang diberikan kepada kita, semakin besar pula penghargaan yang akan kita terima. Karena itu ketika kesempatan untuk mengerjakan hal-hal yang kecil itu datang, lakukan sebaik mungkin sebab suatu saat nanti pasti akan ada hal yang lebih besar yang akan diserahkan kepadamu menjadi tanggung jawabmu.

Saat ini, aku benar-benar telah merasakan hasil dari setiap tanggung jawab kecil yang kulakukan dengan baik di masa lalu. Kini tanggung jawab yang lebih besar telah diserahkan kepadaku. Tanggung jawab yang akan menuntut pengorbanan lebih dan lebih besar lagi, untuk kemudian memberikan hasil-hasil serta tanggung jawab yang lebih besar lagi yang akan diserahkan kepadaku. Sebagai hasil dari pengorbanan besar yang telah kuberikan dulu, kini aku telah menikmatinya kembali sebagai suatu timbal balik atau balasan atas pengorbanan tersebut. Aku benar-benar bersyukur bahwa dulu aku telah boleh memiliki kesadaran untuk memberikan lebih serta paling baik yang ada pada diriku. Aku bersyukur atas harga yang telah kubayarkan dengan lunas untuk setiap kesuksesanku.

Hal yang serupa yang terjadi pada diriku, juga dapat terjadi pada diri kalian semua asal kalian juga siap untuk membayarkan harga yang lunas di depan untuk setiap sukses yang ingin kalian raih. Tidak ada sesuatu yang luar biasa yang dapat diraih tanpa suatu pengorbanan yang luar biasa pula. Sudah banyak contoh mengenai orang-orang yang berkorban dengan sangat amat banyak sebelum mereka menjadi sukses seperti sekarang. Mereka mengorbankan waktu, tenaga, serta kemampuan terbaik mereka, dan sebagai hasilnya mereka kini telah menikmati semua yang terbaik atas harga yang mereka bayarkan. Mereka telah memberikan semua kualitas terbaik yang ada pada diri mereka dan sebagai imbalannya kini mereka telah memperoleh pula kualitas terbaik dalam hidupnya. Pesan penutup untuk tulisan ini, “Jangan Pernah Takut untuk Membayar Lebih bagi Setiap Sukses yang Ingin Kalian Raih”. Jadilah Produktif melalui kuantitas dan kualitas produk atau karya yang kalian hasilkan. Semoga berguna.

Thursday, 12 March 2009

Hamtaro: a Cake by Bread Talk


Beberapa bulan yang lalu aku membaca tulisan di salah satu blog milik temanku yang membahas tentang kue enak ini. Dari membaca dan melihat gambar kue ini, aku memutuskan untuk mencobanya sendiri. Baru sekitar 2 minggu setelah aku membaca tulisan di blog temanku tersebut, aku mendapat kesempatan untuk membelinya. Aku membeli kue ini di Bread Talk yang ada di Plasa Surabaya.

Kue seharga 6500 Rupiah ini tergolong enak menurutku. Kue dengan warna kulit luar coklat dan dengan ditaburi bubuk gula putih diatasnya. Kue dengan belahan ditengah ini berisi krim putih berasa lumayan manis dan memiliki butiran-butiran serupa kacang yang diiris tipis-tipis. Belahan yang ada ditengah kue ini mengingatkanku akan kerang yang setengah menganga dengan butiran-butiran mutiara yang penuh didalam tubuhnya. Dua buah gula putih padat yang ditempelkan pada krim putih pada bagian tepi yang terbelah tersebut menyerupai mata, yang membuat kue tampak lebih lucu ketika dilihat.

Bagi orang-orang yang menggemari tampilan kue yang lucu dan rasa yang manis, kue ini dapat dicoba. Jangan khawatir juga terkena kencing manis, sebab rasa manis yang ada pada kue ini tidak terlalu manis. Hanya tampilannya saja yang menyiratkan aroma manis, dimulai dari warna kulit luarnya yang coklat dan juga adanya krim yang terbuat dari gula putih. Selamat membeli dan mencobanya, semoga Anda juga tergila-gila pada kue yang satu ini.

Tuesday, 10 March 2009

Inovasi Tanpa Batas

Akhir-akhir ini aku sering baca-baca buku dan juga menonton video-video rekaman yang keren dan inspiratif. Dari situlah awal munculnya ide tulisan ini, yaitu menciptakan inovasi tanpa batas. Inovasi yang benar-benar tak berbatas. Menciptakan sesuatu yang baru dan luar biasa.

Berinovasi berarti mencari ide-ide atau cara-cara baru dalam melakukan atau menyelesaikan sesuatu. Selalu berpikir guna menemukan ide atau cara baru, tanpa pernah ketakutan kehabisan ide. Itulah yang dimaksudkan sebagai inovasi tanpa batas, yaitu selalu memiliki ide-ide atau cara-cara yang unik, meskipun tidak selalu baru. Ide-ide atau cara-cara tersebut bisa merupakan gabungan dari cara-cara atau ide-ide yang sudah pernah ada sebelumnya, atau dapat juga merupakan modifikasi dari ide-ide atau cara-cara yang pernah ada. Yang terpenting adalah ide-ide atau cara-cara yang akan kita gunakan tersebut belum pernah dipakai di tempat atau lingkungan dimana kita akan menerapkannya.

Inovasi tanpa batas dibutuhkan dimanapun, di organisasi besar maupun kecil, di perusahaan, di lingkungan rumah, di pergaulan, di tempat belajar, di sekolah atau universitas, serta di banyak tempat lainnya. Inovasi dibutuhkan guna menyegarkan setiap orang yang berada pada suatu organisasi atau lingkungan, agar mereka-mereka tidak terasa suntuk atau bosan. Dalam suatu perusahaan peran inovasi tanpa batas ini penting sekali, selain untuk membuat setiap karyawan betah bekerja disana, juga berguna untuk menciptakan produk-produk baru yang menjadi hasil proses produksi perusahaan tersebut.

Salah satu perusahaan yang tergolong inovatif dan cukup menginspirasiku dalam bertindak adalah Google, Inc. Perusahaan mesin pencari internet ini benar-benar merupakan perusahaan yang terkenal nyaman dan memanjakan setiap karyawan yang bekerja disana. Selain itu perusahaan ini juga selalu berusaha mengeluarkan inovasi dalam produk-produk mereka, yang paling pertama dan dapat kita nikmati kini adalah mesin mencari mereka yang tergolong cepat dan terbaik saat ini. Begitu juga dengan produk-produk yang mereka luncurkan belakangan seperti Google News, Google Talk, Google Book Search, Picasa online image editor, Google Docs, serta masih banyak lagi.

Perusahaan berikutnya yang juga tergolong inovatif menurutku adalah Apple, Inc. Perusahaan pembuat perangkat pemutar musik digital IPod serta smartphone IPhone ini tergolong inovatif dalam produk musik dan tampilan grafis. IPod merupakan pemutar musik digital terlaris di dunia mengalahkan Microsoft Zune. Begitu juga IPhone yang merupakan smartphone dengan fitur layar sentuh yang keren serta memiliki fitur pendeteksi gerakan. Dimana fitur pendeteksi gerakan ini telah menginspirasi pembuatan sebuah game yang untuk memainkannya cukup dengan menggoyangkan IPhone.

Dua perusahaan tersebut merupakan contoh perusahaan yang terkenal inovatif baik dalam produk maupun dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi para karyawannya. Hal itulah yang menginspirasiku, yaitu selain menciptakan produk yang baik juga untuk menciptakan suasana kerja senyaman mungkin. Sehingga para karyawan siap bekerja keras memberikan yang terbaik, karena suasana kerja dalam perusahaan mendukung mereka untuk bekerja dengan baik. Keep have a no limit innovation spirit

Tickerbar