Friday, 22 November 2013

Gratisan ? No More !

Selama ini, saya telah terlalu banyak berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman kepada cukup banyak orang secara gratis alias mereka tidak perlu membayar apapun kepada saya. Namun saya sadar bahwa tidak bisa selamanya seperti itu. Saya memperoleh seluruh ilmu, pengetahuan, dan pengalaman tersebut melalui berbagai upaya, kerja keras, biaya, waktu, dan sebagainya. Jadi saya meyakini bahwa sudah waktunya bagi saya untuk tidak lagi memberikan segala sesuatunya secara gratis.

Saya mempelajari hal ini melalui para mentor saya yang mulai menerapkan hal serupa sejak beberapa tahun lalu. Saya belajar dari mereka bahwa upaya mereka untuk tidak berbagi ilmu, pengetahuan, pengalaman secara gratis lagi bukan semata-mata karena mereka bermaksud mengkomersialkan diri mereka. Namun mereka juga ingin orang-orang lain sadar bahwa untuk memperoleh ilmu, pengetahuan, keahlian, keterampilan, serta berbagai macam pengalaman tidak bisa didapatkan dengan mudah. Harus ada pengorbanan yang dibuat untuknya. Pengorbanan untuk mengeluarkan uang untuk belajar. Pengorbanan untuk mau meluangkan waktu untuk belajar dan senantiasa melatih diri. Pengorbanan untuk menjalankan dan mempraktekkan semua ilmu, keterampilan, dan keahlian baru yang telah dipelajari. Dan yang tidak kalah penting adalah pengorbanan untuk bersedia mengalami semua hal yang enak maupun tidak enak terkait dengan upaya dalam menerapkan semua ilmu, pengetahuan, keterampilan, dan keahlian tersebut.

Thursday, 21 November 2013

Kenapa Noah ?

Tulisan kali ini masih terinspirasi oleh band Noah, inspirasi kali ini pun masih ada hubungannya dengan tulisan saya yang sebelumnya. Jika sebelumnya saya membahas mengenai film dokumenter dari grup band tersebut, maka kali ini saya hendak membahas mengenai nama dari grup band tersebut. Sebenarnya nama tersebut masih ada kaitannya dengan judul film dokumenter grup tersebut dan sekaligus juga berisi harapan dari grup tersebut untuk band mereka sendiri.

Menurut ajaran agama Kristiani, Noah atau Nuh adalah nama salah satu nabi dalam ajaran agama tersebut. Noah atau Nuh adalah nabi yang diijinkan oleh Tuhan untuk membuat sebuah kapal atau bahtera besar yang nantinya digunakan oleh dirinya serta keluarga dan seluruh ternak untuk dapat selamat dari air bah yang membanjiri seluruh bumi. Berdasarkan cerita dalam kitab suci agama tersebut diceritakan bahwa manusia pada kala itu telah berbuat dosa yang melebihi kadar yang dapat diberikan toleransi lagi oleh Tuhan, sehingga pada akhirnya Tuhan memutuskan bahwa Tuhan akan memberikan bencana air bah yang akan menenggelamkan seluruh bumi beserta seluruh makhluk yang ada di dalamnya. Namun karena Tuhan melihat ada manusia yang masih dianggap setia dan hidup dengan benar serta agar manusia serta seluruh makhluk masih dapat lestari kembali setelah bencana air bah surut, maka dia perintahkan nabinya untuk membuat bahtera yang dapat mereka gunakan agar dapat terhindar dari bencana air bah tersebut.

Monday, 18 November 2013

Awal Semula

Ketika sedang berada di perjalanan ke lokasi saya berada sekarang, secara tiba-tiba terbersit kata-kata yang menjadi judul dari tulisan kali ini. Tulisan ini bukan bermaksud membahas film semi dokumenter tentang salah satu band ternama di negeri ini yang saya yakin sedang booming sekarang. Bukan ini sama sekali bukan tentang film tersebut maupun grup band nya. Walaupun gagasan dasarnya kemungkinan besar mirip dengan gagasan yang coba diangkat oleh film tersebut.
Menurut banyak ulasan maupun berita yang saya baca di internet, film tersebut berkisah tentang upaya kebangkitan kembali dari grup band Noah setelah mengganti nama band dari nama yang sebelumnya. Seperti yang mungkin sebagian besar dari kita semua tahu bahwa grup band tersebut (masih dengan nama lama) sempat mengalami perpecahan di dalam kubu band tersebut yang pada akhirnya berujung pada pemecatan dua orang anggota band. Itulah awal mula kisah permasalahan yang dihadapi oleh grup band tersebut. Permasalahan berlanjut ketika sang vokalis terkena kasus yang akhirnya mengharuskannya mendekam di balik jeruji besi selama sekitar dua tahun. Masalah kedua ini yang dapat dikatakan menurunkan pamor serta kinerja band secara drastis. Banyak pekerjaan yang harus mereka lakukan akhirnya tertunda.
Setelah masalah demi masalah yang sempat menghempaskan band tersebut, akhirnya titik cerah mulai datang. Hal itu diawali oleh bebas bersyaratnya sang vokalis yang turut memberi kesempatan kepada band tersebut untuk segera bersiap melanjutkan seluruh pekerjaan yang sempat tertunda. Dengan segera dan gegas mereka pun bergerak untuk menuntaskan pekerjaan yang ada. Dukungan dari manajemen baru turut mempermudah mereka dalam menyelesaikan seluruh tanggung jawab yang harus mereka tuntaskan. Gerak cepat yang mereka lakukan akhirnya sanggup membawa popularitas band tersebut kembali naik dengan cepat. Berbagai pekerjaan terkait dengan pembuatan album mereka tuntaskan, promo album mereka jalankan, konser demi konser pun mulai terselenggara kembali. Kesempatan kedua yang mereka miliki mereka manfaatkan sebaik mungkin sehingga akhirnya nama mereka berkibar kembali dan bahkan mungkin lebih terkenal dibandingkan ketika masih menggunakan nama lama mereka.

Friday, 15 November 2013

Belajar Ikhlas

Beberapa bulan lalu saya mengikuti seminar pengusaha dimana salah satu pembicaranya adalah Erbe Sentanu, seorang tokoh yang sudah terkenal akan ajarannya tentang ikhlas. Inti penyampaiannya saat itu adalah jika para peserta seminar yang hadir saat itu sudah benar-benar memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha, maka tiap-tiap orangnya harus sungguh-sungguh ikhlas dalam menjalaninya. Pelajaran ikhlas ini pula yang selalu saya ingat dan selalu saya jadikan penyadar sekaligus penguat dalam setiap kondisi, khususnya ketika saya sedang malas, tertekan, down, dan sebagainya.
Akhir-akhir ini saya pun kembali menggunakan pelajaran tentang ikhlas tersebut. Saya menggunakan dalam hubungannya dengan pilihan saya maupun pilihan rekan-rekan saya. Saya menyadarkan diri saya sendiri bahwa setiap orang berhak untuk memiliki pilihan dalam hidupnya masing-masing, apapun pilihannya, dan mereka juga harus siap sedia dengan segala konsekuensi maupun hasil yang diperoleh terkait dengan pilihannya tersebut. Berat memang untuk dapat menerapkan pelajaran ikhlas ini dengan sepenuhnya baik. Saya masih cukup sering untuk merasa kecewa, berat, tidak suka, marah, dan beberapa emosi serta pikiran negatif lainnya. Namun seiring berjalannya waktu saya semakin dapat menerima tentang perbedaan pilihan kami dalam menjalani hidup. Mereka memilih yang mereka pilih, saya juga memilih yang saya pilih. Saya mencoba meyakini bahwa setiap pilihan yang kami adalah pilihan terbaik dalam pendapat kami masing-masing.

Thursday, 14 November 2013

(Belajar) Menikmati Setiap Prosesnya

Sejak bertahun-tahun lalu (tepatnya sekitar akhir tahun 2007 sampai awal tahun 2008), saya memiliki impian untuk membangun bisnis saya sendiri. Impian ini terinspirasi oleh kisah perjuangan dan sukses dari perusahaan internet besar dunia yang diceritakan dengan lengkap dalam sebuah buku dengan cara yang menawan. Cerita perjuangan kedua pendiri perusahaan tersebut dalam membesarkan bisnis yang mereka bangun dan impikan sangat menginspirasi, dan itulah awal dari sebuah petualangan yang sekarang sedang saya jalani, yaitu membangun dan membesarkan bisnis impian saya sendiri.
Seperti halnya manusia biasa dan normal lainnya, bahkan mungkin seperti halnya rata-rata generasi muda saat ini, secara jujur saya pun menyadari bahwa diri saya pun memiliki kecenderungan untuk hanya ingin merasakan nikmat dan enaknya saja tanpa terlalu mau merasakan keras dan susahnya perjuangan mencapai segala kenikmatan tersebut. Saya sungguh menyadari hal tersebut. Namun seiring berjalannya waktu dan perenungan demi perenungan yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja, akhirnya saya juga mulai menyadari kembali bahwa saya tidak dapat hanya mau merasakan nikmatnya saja tanpa merasakan prosesnya menuju kenikmatan tersebut. Perlahan tetapi pasti saya pun berupaya mengarahkan diri dan pikiran ini untuk kembali berupaya menikmati setiap proses perjuangan menuju sukses terbesar dan terindah yang selalu saya impikan.

Wednesday, 13 November 2013

Berjuang

Berjuang, walaupun tanpa dukungan, tetap melangkah walaupun sendiri.
Melangkah mewujudkan impian pribadi, visi terindah untuk diri sendiri.
Kadang berat, kadang sedih, kadang melelahkan dan membuat frustasi, namun semua itu demi sebuah mimpi.
Mimpi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sukses, lebih sehat, lebih makmur, dan lebih berarti.
Pribadi yang tetap dan terus bertumbuh setiap hari.
Setiap hari, walaupun hati ini sering merasa berat, namun pikiran dan hati coba mengingat betapa berartinya sang mimpi.
Sang mimpi selalu menemani dengan setia dan menanti untuk diwujudkan dalam bentuk yang indah tiada terperi.
Meskipun sendiri dalam melangkah, namun di dalam lubuk hati dan pikiran bawah sadar, diri ini selalu mencoba mengingat dan menyadari bahwa ada mentor-mentor baik hati yang tiada lelah menemani dan menginspirasi.
Mentor-mentor yang senantiasa menemani dan menginspirasi untuk meraih prestasi tertinggi dalam hidup ini.
Mentor-mentor yang selalu mengompori dan memberi bukti bahwa setiap mimpi dapat menjadi.
Setiap mimpi dapat menjadi sesuatu yang indah di akhir setiap perjuangan nanti.

Saturday, 26 October 2013

Review Browser Opera 17.0

Saya sudah mendownload browser ini sejak hampir satu bulan lalu, namun belum pernah saya coba install. Namun karena beberapa hari ini setiap kali mencoba akses youtube.com selalu lambat dan seringkali error (gagal) dan karena menurut petunjuk yang ada di halaman bantuan yang disediakan, salah satu solusi yang dapat digunakan adalah dengan mengganti atau menggunakan versi browser yang lebih baru. Maka dari itu, akhirnya saya coba menuruti instruksi tersebut dan terinstall juga versi Opera yang lebih baru yaitu versi 17.0. Tulisan kali ini akan mereview sedikit dari pengalaman menggunakan aplikasi tersebut selama tiga hari ini.
Tampilan Halaman Speed Dial Opera 17.0
Secara keseluruhan, tidak terdapat perbedaan yang mencolok dari segi tampilan antara versi 17.0 dengan versi 12 yang saya gunakan sebelumnya. Perbedaan yang saya jumpai pada halaman Speed Dial seperti tampak di atas adalah pada background halaman, penambahan search box Google, serta penambahan tiga buah tab di atas yaitu Speed Dial, Stash, dan Discover. Tab Speed Dial tampak seperti pada gambar di atas. Tab Stash menurut saya hanyalah merupakan nama pengganti dari fitur Favorite yang menampilkan halaman-halaman web yang kita jadikan sebagai halaman favorit. Sedangkan tab Discover menampilkan kumpulan berita terpopuler dari sejumlah situs berita di dunia, khususnya situs luar negeri.

Chief Executive Officer

Bagi setiap orang yang pernah bekerja pada suatu perusahaan maupun bagi para pemilik bisnis, istilah Chief Executive Officer atau biasa disingkat CEO ini tentu bukanlah yang asing lagi. Saat ini istilah ini mulai jauh lebih sering digunakan oleh banyak individu maupun organisasi di negeri ini untuk menyebut suatu posisi yang sangat amat penting dalam suatu perusahaan. Posisi yang demikian penting karena akan mempengaruhi seluruh jalannya organisasi bisnis perusahaan.
Chief Executive Officer (CEO) merupakan posisi tertinggi dalam jajaran eksekutif suatu perusahaan atau bisnis. Posisi ini demikian bergengsi, namun juga penuh dengan tuntutan dan tanggung jawab yang amat besar dalam jalannya operasional bisnis suatu perusahaan. Istilah CEO sejumlah variasi disesuaikan dengan bahasa atau negara yang menggunakannya. Pada negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris British (British English) istilah ini umumnya disebut dengan MD (Managing Director), sementara dalam bahasa Indonesia istilah ini memiliki kesamaan dengan istilah Direktur Utama atau terkadang cukup Direktur saja.
CEO bertanggung jawab terhadap Dewan Direksi atau Dewan Direktur, sebab pada umumnya tugas atau tanggung jawab seorang CEO ditentukan oleh Dewan Direktur. Secara umum tugas seorang CEO adalah menentukan arah atau visi ke depan perusahaan, pengambilan keputusan-keputusan strategis perusahaan, komunikator atau penghubung dengan pihak di luar perusahaan khususnya dengan pemegang saham maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan kesuksesan bisnis dan operasional perusahaan, pemimpin perusahaan, pengelola perusahaan, dan juga sebagai pengawas eksekusi kebijakan maupun strategi bisnis perusahaan. Jadi, ringkasnya dapat dikatakan bahwa seorang CEO adalah penentu utama kehidupan (arah) suatu perusahaan yang dipimpinnya.

Tuesday, 16 July 2013

Menuai Buah Dari Tindakan di Masa Lalu


Akhir-akhir ini, setelah melalui, menjalani, serta merenungkan semua hasil yang saya peroleh, baik hasil baik maupun hasil yang tidak baik, namun khususnya untuk hasil yang baik, dalam beberapa tahun terakhir, saya memperoleh pelajaran yang sangat berharga dari semua hal tersebut. Saya semakin sadar dan yakin bahwa tindakan atau perbuatan atau apapun yang kita tanam di masa lalu, suatu saat nanti pasti akan kita terima buah atau hasilnya di masa sekarang maupun masa yang akan datang. Hal ini saya sadari dan yakini sebagai hasil merenungkan seluruh perjalanan hidup saya dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu pula yang kemudian mendorong saya untuk kembali menanam tindakan-tindakan, perbuatan-perbuatan, sikap-sikap, dan segala sesuatu lainnya yang baik untuk dapat menuai hasil-hasil yang baik dan semakin baik pula di masa depan.
Saya ingat sekali, saya untuk pertama kalinya mulai kembali menjadi pribadi yang tekun belajar, disiplin, termotivasi adalah saat saya mengenal untuk pertama kali seorang pribadi yang bisa saya anggap sebagai pelatih pribadi saya walaupun saya belum pernah bertemu dengannya, Jose Mourinho. Kala itu, saat saya berada semester dua kelas 3 SMU, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun berada pada masa atau ‘jalan’ yang salah, saya merasa termotivasi untuk kembali rajin belajar, untuk kembali meraih sesuatu yang berharga bagi hidup saya sendiri di masa depan. Itulah masa dimana untuk pertama kalinya saya kembali menjadi pribadi yang mulai mengelola hidup saya setelah bertahun-tahun tidak tentu arah. Itulah masa dimana untuk pertama kalinya saya mendisiplin diri saya sendiri dan menata jalur menuju peraihan prestasi yang sudah sangat lama tak pernah saya raih. Saya belajar dengan penuh ketekunan, gairah, motivasi, disiplin, serta hasrat untuk menang yang pada akhirnya membawa saya meraih prestasi yang tak pernah saya duga sebelumnya yaitu peringkat lima dalam kelas dari 39 siswa.

Wednesday, 29 May 2013

DNA Seorang Pemenang

Sejumlah kesibukan yang mengisi hari-hari saya membuat saya cukup lama tidak pernah memiliki waktu untuk berpikir dan menyajikan pikiran dalam bentuk tulisan. Tulisan singkat pagi ini terinspirasi oleh perjuangan masa lalu yang saya jalani untuk meraih hal yang saya impikan, perjuangan yang sekarang saya jalani untuk meraih impian-impian besar berikutnya, dan sekaligus oleh sebuah kalimat berita yang saya baca pagi ini.

Kita mungkin telah sering mendengar dari pembicara seminar maupun para motivator bahwa di dalam diri kita terdapat DNA atau cikal-bakal seorang pemenang. Diantara kita mungkin ada yang meyakini hal ini, mungkin ada pula yang tidak. Namun itu bukanlah masalah, sebab memang setiap orang berhak memilih dan memiliki keyakinannya masing-masing. Saya sendiri secara pribadi meyakini bahwa di dalam diri saya dan diri setiap orang terdapat cikal-bakal atau DNA seorang pemenang. Suatu ciri khas yang sudah ada sejak dari awal mula kita masih ada di dalam kandungan ibu kita.

Saya percaya di dalam darah kita mengalir aliran darah seorang pemenang, sebab kita memang dapat ada karena hasil pertempuran demi pertempuran yang telah dimenangkan. Pertempuran sel-sel sperma yang berjuang keras untuk mencapai sel telur hingga dapat membuahinya dan kemudian menjadi janin. Perjuangan demi perjuangan yang dijalani orang tua kita, khususnya ibu, dari sejak awal kehamilan hingga dapat melahirkan kita ke dunia. Kemenangan demi kemenangan itulah yang mengantarkan kita ke dunia ini, sehingga sudahlah pasti bahwa kita adalah seorang pemenang sejak dari lahir.

Friday, 15 February 2013

Menjaga Semangat Agar Terus Menyala

Sebagai manusia, memang sering kali kita dapat saja kehilangan semangat atau semangat kita menurun pada waktu-waktu tertentu. Padalah pada saat yang sama kita sedang butuh semangat yang sangat besar untuk dapat menghadapi rintangan atau tantangan dalam pekerjaan atau apapun. Saya juga terkadang mengalami masalah menurunnya semangat bertarung atau semangat juang dalam menyelesaikan setiap pekerjaan atau tanggung jawab yang ada. Saya pun terus dan terus mencari cara agar semangat ini dapat terus dan tetap membara setiap saat, khususnya ketika dibutuhkan.
Salah satu cara yang dapat dipakai saya pelajari dari seorang motivator ternama di negara kita, yaitu dengan cara melonjak-lonjak di tempat untuk membangkitkan serta menggerakkan adrenalin yang ada di dalam diri kita. Setelah mencoba beberapa kali, cara tersebut memang efektif untuk membangkitkan semangat dan sangat cocok untuk selalu dilakukan setiap kali semangat sedang menurun. Hal lain lagi yang sedang saya coba lakukan untuk membangkitkan semangat adalah mendengarkan atau memutar lagu-lagu dengan irama yang menghentak yang dapat memunculkan getaran-getaran di dalam diri kita atau lagu-lagu yang dapat menimbulkan imaji yang memacu semangat di dalam benak kita. Cara terakhir yang sedang juga saya coba adalah mengeluarkan kata-kata tertentu yang mengacu atau menimbulkan sensasi seperti kita sedang membuang beban atau memicu keluarnya aliran tenaga di dalam diri kita, kata yang biasa saya gunakan adalah ‘hoooahh !’. Saya mengucapkannya sambil mengepalkan tangan untuk semakin menambah sensasi bersemangat.

Wednesday, 23 January 2013

Senantiasa Mengawasi Diri Sendiri


Sebagai manusia, adalah wajar jika pada suatu waktu kita membuat kesalahan atau kelalaian. Pada suatu waktu tertentu terkadang kita melanggar disiplin yang sudah kita terapkan sebelumnya untuk diri kita sendiri. Terkadang kita melanggar disiplin waktu tidur, disiplin waktu makan, disiplin kerja, dan berbagai macam aturan bermanfaat lain dalam hidup kita. Sebelumnya mungkin kita pernah mengingatkan diri sendiri agar selalu fokus pada impian atau membiasakan diri mengerjakan suatu kebiasaan positif baru yang bermanfaat, namun terkadang pula kita lalai mengerjakan disiplin positif yang telah kita katakan atau tetapkan bagi diri kita sendiri.
Sungguh, mungkin dapat dikatakan wajar jika dalam sejumlah kesempatan kita tidak tertib atau tidak berlaku sesuai dengan aturan positif yang kita tetapkan sendiri. Namun hal tersebut tidak boleh kita abaikan begitu saja, minimal tidak boleh lolos dari pengamatan kita sendiri untuk kemudian dapat diperbaiki dan dapat meningkatkan kualitas diri kita secara pribadi. Kita perlu menjadi pengawas disiplin yang baik untuk diri kita sendiri. Mengamati setiap pelanggaran aturan yang kita lakukan, mengingatkan dan mendisiplinkannya, dan kemudian menerapkan perbaikan diri yang positif untuk dapat kembali berdisiplin. Memang adalah wajar pada beberapa kesempatan kita lalai menjalankan disiplin, namun jika terlalu sering, hal itu menjadi tidak wajar bagi seseorang yang memimpikan dirinya menjadi seorang yang besar. Sering lalai dalam menjalankan disiplin yang positif adalah tidak wajar bagi seseorang yang ditakdirkan menjadi pribadi yang hebat nan sukses luar biasa di masa depan. Oleh karenanya, kita perlu terus dan selalu menjagai serta mengawasi diri kita sendiri. Kita perlu belajar untuk dapat menjadi pelaku disiplin serta pengawas disiplin bagi kebaikan diri kita sendiri.

Mewaspadai Sindrom Cepat Puas

Saya selalu dan selalu dikenal sebagai salah seorang yang impian dan ambisinya cukup besar oleh beberapa rekan terdekat saya. Saya selalu dikenal sebagai pribadi yang sangat bergairah ketika menerima atau menghadapi tantangan maupun pekerjaan apapun, termasuk tantangan atau pekerjaan yang tidak saya bisa di awal sekalipun. Saya dikenal sebagai pribadi dengan motivasi dan semangat yang selalu meledak-ledak , sehingga pada akhirnya hal tersebut dapat turut menyemangati dan menggairahkan seluruh tim dengan siapa saya bekerja. Semangat itulah yang membuat keberadaan saya menjadi terasa di dalam tim (tanpa bermaksud menyebut bahwa sayalah yang terpenting di dalam tim). Semangat itu pula yang membuat saya dipandang sebagai salah satu orang yang memiliki jiwa kepemimpinan di dalam tim, karena dianggap mampu untuk membantu mengarahkan rekan-rekan lainnya dalam tim, khususnya membantu mereka kembali bergairah dan berfokus ke tujuan yang utama dari dibentuknya tim.

Namun setelah semua hal hebat yang saya sebutkan di atas, saya menyadari bahwa saya tetap manusia biasa yang juga dapat memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan yang pada akhirnya saya sadari dan perlu selalu untuk awasi (waspadai) adalah sindrom cepat puas. Saya terkadang bisa dengan sangat cepat puas atas semua pencapaian yang telah saya raih, khususnya ketika telah mencapai sesuatu hal yang saya anggap sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh hebat di dalam hidup saya. Saya terkadang menjadi begitu sangat puas atas pencapaian suatu impian yang saya kategorikan sebagai impian yang sangat besar sehingga lupa bahwa saya masih harus terus bergerak serta aktif menjadikan diri saya sebagai pribadi lebih baik serta kembali fokus menatap serta mencapai impian-impian hebat lainnya. Saya akhirnya menyadari dan mewaspadai sindrom cepat puas agar terus dapat berada pada performa puncak dalam pencapaian prestasi-prestasi hebat dalam hidup.

Apa yang telah saya alami tersebut di atas, ternyata juga dialami oleh banyak orang lainnya di dunia ini. Cukup banyak orang menjadi sangat puas ketika mereka mampu meraih atau mewujudkan sesuatu yang mereka anggap hebat, menjadi terlena atas pencapaian tersebut, dan pada akhirnya mengalami penurunan performa sehingga pada akhirnya seolah terlupakan oleh masyarakat bahwa dirinya pernah meraih sesuatu yang hebat di masa lalu. Hal inilah yang pada akhirnya membuat saya sadar bahwa yang jauh hebat bukanlah meraih sebuah prestasi hebat, tetapi bagaimana agar dapat secara konsisten terus berada dalam performa puncak dan terus konsisten meraih serta mewujudkan hal-hal hebat di dalam hidup ini. Kita semua perlu terus mengingatkan serta mengembangkan diri sendiri agar tetap konsisten berada di dalam performa puncak kita, sehingga kita dapat terus melahirkan kinerja yang hebat serta prestasi-prestasi yang memuaskan nan membanggakan. Kita perlu terus mendorong diri kita sendiri agar setelah meraih kepuasan di suatu prestasi hebat tertentu, kita perlu untuk segera kembali menjadi tidak puas, kembali menginginkan prestasi puncak yang hebat lainnya. Kita perlu terus menggairahkan serta menggolakkan gelora yang ada di dalam dada untuk terus berprestasi di sepanjang kehidupan kita.

Thursday, 17 January 2013

Membuktikannya Sekali Lagi !

Beberapa tahun lalu, saya merupakan salah satu orang yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik oleh sangat banyak orang berada di sekeliling saya, baik yang menjadi teman pergaulan saya maupun yang menjadi rekan kerja saya dalam berbagai organisasi yang saya ikuti di kehidupan kampus. Namun, beberapa tahun setelah itu, saya mengalami ‘kejatuhan’ yang sebenarnya saya sendiri yang mengakibatkannya. Saya telah menjadi terlalu ‘malas’ untuk melakukan sesuatu dan terlena dengan semua predikat dan prestasi hebat yang pernah saya raih sebelumnya. Hal tersebut membuat saya ‘terpuruk’ dan menjadi kurang dikenal lagi sebagai salah satu yang terbaik di kelasnya, walaupun pada kondisi ‘terpuruk’ tersebut sesungguhnya masih ada pula yang benar-benar mengetahui seberapa baik kualitas yang ada di dalam diri saya secara pribadi.

Setelah sekian lama berada dalam kondisi ‘terpuruk’ tersebut, sekitar hampir satu setengah tahun terakhir saya akhirnya tersadar bahwa saya masih hebat. Saya masih menjadi bagian dari yang terbaik. Seluruh kualitas hebat yang dahulu saya miliki masih ada di dalam diri saya. Satu hal yang perlu saya lakukan adalah membangkitkan kembali seluruh kualitas hebat tersebut dan memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin untuk meraih prestasi puncak sekali lagi. Yang saya butuhkan hanyalah mendorong dan selalu memotivasi diri saya sendiri untuk dapat terus memaksimalkan diri serta seluruh kemampuan hebat yang saya miliki untuk meraih prestasi hebat berikutnya dan membuktikan sekali lagi bahwa saya masih berada di dalam jajaran orang-orang yang terbaik.

Memang untuk itu diperlukan perjuangan yang tidak sedikit. Diperlukan upaya yang keras dan konsisten agar dapat kembali berada di dalam kelompok individu yang terbaik di kelasnya. Diperlukan motivasi dan gairah yang sangat besar dan yang selalu menyala-nyala di dalam diri ini agar dapat selalu bergerak dan aktif dalam memperbaiki diri serta meraih prestasi.

Friday, 11 January 2013

Menghasilkan, Bukan Sekedar Sibuk

Kita semua barangkali sering mengalami hal ini. Kita sering terjebak untuk tampak sibuk, namun tidak menghasilkan apa-apa di dalam hidup kita. Kita berusaha kelihatan aktif, bergerak, dan terus bergerak namun tanpa hasil apapun yang pernah kita buat atau hasilkan. Saya pun pernah dan terkadang masih mengalami hal seperti itu.

Kondisi disekitar di masyarakat kita, terkadang memang mendukung apa yang telah saya sampaikan di atas. Masyarakat sekitar kita mendukung atau tampak menghargai orang yang kelihatan sibuk dan memiliki banyak aktivitas, namun sesungguhnya orang tersebut tidaklah benar-benar produktif atau menghasilkan. Mereka hanya sekedar bergerak dan bergerak, tampak sibuk, tanpa hasil apa-apa yang mereka dapat raih atau wujudkan di dalam hidupnya. Saya pun terkadang begitu. Saya kadang tampak bangga dan senang ketika dapat terlihat sibuk, aktif, bergerak terus kesana-kemari, namun sesungguhnya dalam setiap kesibukan, keaktifan, dan pergerakan yang saya lakukan saya tidaklah menghasilkan apa-apa. Satu-satunya hal yang saya hasilkan dari setiap kesibukan tersebut hanyalah rasa capek dan justru cenderung menggerogoti moral serta semangat saya.

Namun seiring berjalannya waktu dan melalui proses perenungan, saya mulai dan semakin menyadari bahwa hal tersebut tidaklah benar. Saya harus berubah. Saya tidak perlu hanya sekedar kelihatan sibuk, aktif, dan bergerak agar tidak dianggap pemalas oleh masyarakat, namun sesungguhnya dibalik seluruh kesibukan dan keaktifan tersebut, saya tidaklah menghasilkan sesuatu yang benar-benar bermanfaat atau berharga. Saya harus berubah dari sekedar menjadi sibuk, aktif, dan bergerak menjadi lebih produktif dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri saya sendiri maupun bagi orang lain disekitar saya. Saya dan kita harus menyadarkan agar menjadi diri yang produktif dan bukan diri yang sibuk. Menjadi pribadi yang bertumbuh serta menghasilkan manfaat bagi diri sendiri serta orang lain. Tugas dan tanggung untuk menjadi diri yang produktif memang tidaklah mudah. Kita harus melawan opini masyarakat mengenai apa yang biasa dianggap oleh masyarakat kita sebagai produktivitas maupun melawan cara berpikir kita sendiri yang tidak bermanfaat. 

Wednesday, 2 January 2013

Sayalah Yang Harus Berubah Terlebih Dahulu


Apa yang akan saya tulis atau bagikan disini mungkin bukanlah sesuatu yang baru lagi, sebab kemungkinan kita sudah sering mendengar atau membacanya. Namun di pagi hari ini, saya tersadar akan hal ini. Kesadaran yang berharga bagi setiap kita.
Mungkin kita sering berkata bahwa lingkungan disekitar tidak baik atau kurang baik dan kita ingin atau berharap lingkungan kita dapat berubah menjadi lebih baik sehingga kita dapat terpengaruh menjadi lebih baik. Namun ada satu kesadaran yang tidak kalah berharga dan penting, yaitu kita perlu mengubah diri kita sendiri terlebih dahulu sebelum kita dapat mengubah lingkungan kita atau berharap lingkungan kita dapat berubah. Sebab kita juga adalah bagian dari lingkungan kita itu sendiri. Maka ketika kita dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya, secara otomatis lingkungan kita telah menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
Dengan memiliki kesadaran bahwa sebelum kita dapat mengubah lingkungan kita atau berharap lingkungan kita dapat berubah, kita sendirilah yang harus mengubah diri, sikap, serta karakter menjadi lebih baik, maka pada kondisi ini kita memposisikan diri bukan sebagai korban tetapi sebagai aktor. Dengan kesadaran untuk mengubah diri menjadi lebih, maka kita telah memilih untuk menjadi tokoh perubahan itu sendiri, penggerak dan pelopor, bukan sekedar menunggu atau memiliki mentalitas sebagai ‘korban’. Dengan menjadi diri kita sendiri yang lebih baik, maka kita pun akan dapat menjadi contoh atau teladan bagi orang disekitar kita untuk menjadi lebih baik seperti atau bahkan melampaui diri kita.

Tickerbar