Friday, 11 March 2011

Sudah Maksimalkah Kita ?

Judul tulisan ini merupakan pertanyaan yang akhir-akhir ini muncul di pikiran saya. Pertanyaan tersebut saya coba tanyakan kepada diri saya sendiri dan saya menemukan bahwa saya belum memaksimalkan diri. Saya secara pribadi sadar bahwa saya belum mendayagunakan dengan sangat baik seluruh talenta yang telah dianugerahkan kepada saya. Saya belum memaksa diri saya sendiri untuk mendorong pemakaian maksimal seluruh kemampuan yang saya miliki untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau tanggung jawab.
Seperti halnya saya yang menanyakan pertanyaan tersebut ke diri saya sendiri, sudah selayaknya masing-masing diri kita bertanya kepada diri kita sendiri apakah kita juga sudah memaksimalkan diri atau belum. Memaksimalkan diri sudah selayaknya kita lakukan, sebab kita sudah dianugerahi bakat-bakat yang luar biasa yang menunggu untuk kita munculkan dan maksimalkan pemakaiannya. Memaksimalkan diri merupakan salah satu mandat yang Tuhan berikan kepada kita, sebab kita telah diciptakan dengan begitu luar biasa oleh-Nya.

Thursday, 10 March 2011

Percepat Segalanya !

Saya banyak menghabiskan waktu saya akhir-akhir ini untuk kembali belajar mengenai efektivitas dan efisiensi. Dua kata tersebut, efektivitas dan efisiensi, adalah dua kata yang dahulu selalu saya junjung tinggi dalam sebagian besar aktivitas saya, khususnya yang berhubungan dengan pekerjaan atau aktivitas berorganisasi. Saya dapat dikatakan adalah ‘pemuja’ efektivitas. Saya paling tidak suka ada suatu kegiatan yang tidak efektif. Saya tidak suka jika ada pekerjaan yang seharusnya dapat dilakukan dalam waktu singkat, namun karena orang-orang yang melakukan pekerjaan tersebut kurang serius, pada akhirnya tersebut memerlukan waktu lebih lama untuk diselesaikan.
Prinsip-prinsip seperti yang saya sebutkan diatas merupakan prinsip-prinsip yang sempat saya lupakan dan berdampak pada kehidupan saya secara pribadi. Banyak pekerjaan atau tanggung jawab yang seharusnya saya selesaikan, menjadi terbengkalai hingga saat ini. Setelah saya renungkan, saya akhirnya menyadari bahwa penyebab masalah tersebut adalah kurangnya keefektifan pribadi saya dalam menjadi hidup. Banyak kegiatan atau hal yang kurang penting dan bahkan kadang tergolong tidak penting terus saya lakukan atau pikirkan. Menyadari satu kelemahan saya tersebut, maka tentu saja saya harus berbenah untuk menjadi individu yang lebih baik. Saya harus mencari pertolongan baik secara langsung ke orang lain maupun secara tidak langsung melalui membaca buku-buku pengembangan diri.

Hidup: Sebuah Pencapaian !

Akhir-akhir ini saya kembali banyak belajar mengenai topik pengembangan diri. Hal tersebut saya lakukan karena saya merasakan bahwa selama sekitar 1,5 tahun terakhir saya berhenti berkembang dan bahkan dapat dikatakan cenderung menurun.Didorong oleh kesadaran bahwa saya ingin kembali menjadi pribadi yang hebat dan berkualitas serta kebosanan dengan kondisi yang biasa-biasa saja, maka saya memutuskan untuk kembali mengakses seluruh koleksi buku dan bacaan pengembangan diri yang saya miliki.
Salah satu hasil yang saya peroleh dari hasil mempelajari topik-topik pengembangan diri tersebut adalah mengenai pencapaian. Saya disadarkan serta menyadarkan diri saya sendiri bahwa kita hidup bukan hanya sekedar untuk hidup, melainkan kita diberi kesempatan untuk hidup dengan suatu tujuan tertentu. Kita diberi kesempatan hidup salah satunya adalah untuk mengerjakan atau mencapai sesuatu. Kita ada di dunia ini bukan hanya untuk sekedar lahir, bertumbuh menjadi dewasa, tua, dan akhirnya mati, tetapi kita juga diberi tugas yang berbeda-beda untuk diselesaikan. Penuntasan tugas-tugas yang diberikan terhadap kita merupakan pencapaian kita dalam kehidupan ini. Sebuah pencapaian yang akan membawa kita menjadi individu yang hidup sepenuh potensi kita serta menjadi individu yang merangkak naik menuju puncak pencapaian tertinggi kita.

Tickerbar