Friday, 25 January 2008

Ancaman Pemecatan Bagi 2300 Karyawan Nokia


Rencana penutupan pabrik ponsel Nokia di Jerman tampaknya akan membawa banyak masalah, khususnya bagi para karyawan produsen ponsel terbesar dunia ini. Ribuan karyawan yang bekerja disana terancam pecat, tak mustahil lagi hal ini membuat warga negara tersebut berang dan terancam boikot.
Ancaman boikot ini rupanya bukan hanya gertakan semata yang coba dilontarkan oleh ribuan karyawan serta masyarakat di Jerman yang menentang penutupan pabrikan ponsel asal Finlandia tersebut.
"Boikot Nokia!", demikian seruan kepala regional Konfederasi Serikat Pekerja Jerman Dietmar Muscheid, seperti dikutip dari MSNBC.
"Siapapun yang ingin membeli ponsel hendaknya berpikir ulang dengan mempertimbangkan bahwa perusahaan Nokia telah menyengsarakan ribuan pekerja dengan menutup pabrik di Bochum." Aksi yang dilakukan Muscheid tidak sendirian. Serikat Pekerja itu pun mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Jerman dengan bergabung dalam gerakan boikot setelah perusahaan ponsel tersebut mengumunkan penutupan pabriknya.

IBM dan Apple Serbu Microsoft


International Business Machine(IBM) dan Apple Inc yang selama ini adalah pesaing dalam dunia bisnis komputer, sepakat untuk menyatukan kekuatan dalam menghadapi Microsoft si raksasa software.
Kerjasama diantara dua perusahaan raksasa itu nantinya berupa software e-mail dari IBM yang disediakan untuk kedua produk Apple iPhone dan iPod Touch. Software e-mail bernama Lotus Notes yang menggunakan server e-mail Domino milik IBM, akan tersedia secara cuma-cuma bagi pengguna yang telah mengantongi lisensi akses Lotus Web. Bagi pengguna baru akan dikenai biaya USD 39 per tahun.
Seperti yang saya ketahui dari Technewsworld, IBM juga akan merilis Lotus Notes dan Lotus Symphony yang mencakup software pengolah dokumen, spreadsheet, dan software lain yang mirip dengan produk Microsoft, Microsoft Office untuk komputer Apple Macintosh.

Thursday, 24 January 2008

Cuma 1,1 Persen Dosen Mampu Meneliti

Dari 180.000 dosen di Indonesia, diperkirakan hanya sekitar 1,1 persen yang mampu meneliti secara layak. Tidak heran, kontribusi Indonesia pada perkembangan ilmu pengetahuan amat rendah.
Demikian disampaikan penilai hibah bersaing Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), Mien A Rifai APU, di Surabaya, Selasa (22/1). "Setidaknya saya lihat itu berdasarkan proposal penelitian yang masuk ke Dikti. Secara umum yang mampu meneliti dengan layak", ujarnya.
Banyak dosen lebih sibuk mengajar di banyak tempat daripada meneliti untuk kepentingan pengembangan ilmu. Pasalnya, penelitian untuk bidang ilmu dinilai lebih merepotkan.
Untuk mendapat hibah bersaing dari Ditjen Dikti, dosen harus mengajukan proposal. Meski sudah cukup susah membuat proposal, belum tentu dana diterima oleh dosen tersebut jika kalah bersaing.
Lain halnya jika mereka mengajar di banyak tempat. Mereka bisa segera mendapat bayaran tanpa perlu banyak kerepotan. Bayaran bisa langsung diterima setelah selesai mengajar. "Tetapi akibatnya penelitian amat kurang", ujarnya.

Sunday, 20 January 2008

HIDUP

Suatu kesempatan tersempurna yang pernah ada. Suatu jenjang waktu yang tidak akan terulang. Suatu masa dengan kenangan-kenangan yang akan selalu membekas dalam benak kita serta orang di sekitar kita. Kenangan itu dimana kita hanya ada sekali saja di dalamnya. Kenangan akan segala perjuangan, cita-cita, idealisme atau pikiran-pikiran yang seringkali orang lain tidak mengerti. Hidup suatu perjuangan, cinta yang tidak dan belum terkatakan, apapun yang terhubung dengannya. Dari hidup aku selalu belajar hal-hal baru, belajar akan keberanian dalam menghadapi semua masalah yang terburuk sekalipun.

CITA-CITA dan KEINGINAN SEORANG MANUSIA

Aku sekarang bukan orang yang dulu selalu ragu. Aku sekarang adalah orang yang percaya diri. Selalu berusaha dengan baik untuk mewujudkan cita-citaku.
Akhir-akhir ini aku belajar tentang keadilan, belajar menyuarakan kritik-kritikku. Menyuarakan hal-hal yang tidak sesuai dengan pengetahuan dan pikiranku, yang aku yakin bahwa itu adalah baik. Aku belajar merasakan apa yang dirasakan orang-orang di sekitarku, terutama mereka yang berada di garis bawah, mereka yang selalu menderita. Aku mulai belajar memberikan saran-saran untuk suatu kebaikan. Untuk diriku sendiri dan orang lain. Aku juga berusaha membaca buku sebanyak mungkin untuk menambah pengetahuanku. Aku sedang berusaha menimbulkan kembali jiwa dan hobiku membaca buku. Suatu hobi yang sudah lama hilang sejak SMP kelas 2. Aku tahu itupun tidak mudah, tetapi dengan tekad dan usaha yang keras aku pasti menyempatkan untuk itu.
Aku belajar dan terus berusaha tanpa mengenal lelah, untuk diriku sendiri dan orang disekitarku. Aku belajar rendah hati. Aku belajar banyak hal yang menurutku masih harus diperbaiki. Aku mau menjadi orang yang paling banyak memiliki ilmu pengetahuan, menjadi yang nomor satu.

Tickerbar

KumpulBlogger