Friday, 12 March 2010

UNTUK APA KITA BELAJAR ?

Beberapa waktu lalu aku terpikir mengenai gagasan untuk membuat tulisan dengan judul seperti judul tulisan ini. Dalam pikiranku tiba-tiba saja muncul sebuah renungan, untuk apakah kita semua belajar ? Renungan ini didasari oleh fakta bahwa beberapa orang yang memiliki kesempatan untuk belajar tidak sungguh-sungguh belajar dan bahkan beberapa waktu terakhir ini terkuak sebuah kasus tentang adanya beberapa orang calon guru besar yang menjiplak makalah atau karya ilmiah orang lain untuk dijadikan karya ilmiahnya dalam rangka memperoleh gelar guru besar.

Dari situ aku terpikir, apakah hanya gelar saja tujuan dari kita belajar ? Atau mungkin hanya nilai-nilai mata kuliah atau grade A, B, C, dan seterusnya yang menjadi tujuan kita semua belajar ? Memang tidak bisa dipungkiri bahwa gelar dan nilai juga termasuk sebagian dari tujuan kita belajar keras dalam hidup ini. Namun akhirnya aku sadar bahwa tujuan terpenting kita belajar adalah untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang dapat kita manfaatkan untuk meraih masa depan yang lebih baik bahkan juga dapat kita manfaatkan untuk membantu orang lain meraih masa depan mereka yang lebih baik.

Sungguh, akhir-akhir ini aku merasa malu dan sekaligus menyesal karena tidak memanfaatkan masa-masa belajar yang aku miliki dengan sangat baik. Aku malu melihat semangat belajar orang-orang yang secara materi atau kekayaan berada dibawahku, namun mereka begitu gigih dalam berjuang untuk meraih ilmu pengetahuan demi suatu impian memperoleh masa depan yang lebih baik. Aku menyesal karena tidak memaksimalkan seluruh kemampuan yang sudah Tuhan berikan dalam hidupku untuk meraih prestasi, padahal setiap kita termasuk aku diijinkan untuk ada di dunia ini dan untuk belajar serta mengembangkan diri adalah agar memperoleh prestasi sebanyak yang bisa kita dapatkan untuk kemudian dapat kita jadikan suatu persembahan bagi Dia yang telah memberikan kepada kita semua kemampuan dan bakat.

Sungguh akhir-akhir ini aku malu dan menyesal karena tidak memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan kepadaku itu dengan sebaik mungkin. Namun, aku akan melupakan semua yang sudah berlalu dan segera menatap kembali ke depan untuk memanfaatkan sisa waktu belajar yang aku miliki sekarang ini untuk meraih prestasi sebaik mungkin dan untuk belajar sebanyak mungkin ilmu pengetahuan yang akan membantuku untuk meraih hasil kerja yang terbaik di masa depan pada bidang yang ingin aku geluti. Aku juga berharap bahwa setiap orang yang memiliki kesempatan belajar dapat memanfaatkannya sebaik mungkin untuk memperoleh sebanyak mungkin ilmu pengetahuan dan sebagus mungkin nilai-nilai pelajarannya. Aku percaya bahwa setiap pengorbanan yang kita keluarkan berupa jerih payah dalam belajar tidak akan sia-sia. Suatu saat kita akan memperoleh hasil yang sesuai dengan seluruh jerih payah yang telah kita keluarkan untuk belajar. Aku percaya bahwa Dia tidak akan tutup mata untuk setiap usaha terbaik yang telah kita keluarkan. Aku percaya bahwa jika kita beri yang terbaik dari diri kita, maka Dia juga akan beri yang terbaik sesuai dengan apa yang sudah berikan. Tetap semangat belajar dan ingatlah bahwa belajar adalah sebuah proses yang berlangsung seumur hidup !

THEY’RE ALL IN THE MAKING !

Kalimat tersebut aku tulis pada bagian paling atas dari lembaran kertas yang berisi catatan hasil evaluasi dari beberapa calon panitia Pekan Kampus 2010 yang aku buat. Hari itu, Sabtu 6-3-2010, entah kenapa aku tiba-tiba terpikir kalimat tersebut dan entah kenapa pula hari itu aku merasakan sebuah kerinduan yang dalam untuk mendidik dan mengembangkan orang-orang. Sebuah kerinduan yang sudah tampak gejalanya sejak beberapa waktu sebelumnya. Sekitar 2 bulan yang lalu aku mulai tertarik untuk membaca buku-buku dengan topik mengenai bagaimana mengasuh anak-anak dan bagaimana mendidik remaja atau anak muda lainnya. Sepertinya pemikiranku berkembang sedikit diatas umurku yang sebenarnya, mungkin aku sudah mendekati tingkat pemikiran yang lebih dewasa dibandingkan sebelumnya.

Dari wawancara calon panitia Pekan Kampus 2010 itu pula, aku menemukan bahwa sebagian besar dari para calon panitia merupakan orang-orang baru. Rata-rata mereka adalah angkatan 2007 kebawah dan bahkan angkatan 2009 yang baru saja masuk cukup banyak jumlahnya. Jumlah angkatan 2009 yang mendaftar sebagai panitia jumlahnya mungkin melebihi jumlah angkatan 2008 yang mendaftar sebagai panitia Pekan Kampus 2009. Aku tidak tahu apa yang membuat begitu banyaknya jumlah tersebut, semoga saja apa yang ada di Pekan Kampus 2009 menjadi salah satu alasan yang menginspirasi mereka untuk mendaftar.

Pekan Kampus 2010, jika sebagian besar angkatan 2009 yang mendaftar diterima, maka akan mengulangi apa yang ada di Pekan Kampus 2006 dimana sebagian besar panitianya adalah angkatan baru. Dari situlah kesadaran mengenai perlunya mendidik generasi-generasi baru itu muncul. Upaya itu sudah aku mulai sejak tahun 2009 lalu, sebab aku menyadari bahwa regenerasi panitia Pekan Kampus kurang berjalan lancar sejak berakhirnya Pekan Kampus 2007, khususnya regenerasi untuk calon pemimpin tahun-tahun berikutnya. Panitia Pekan Kampus 2007 menikmati berkah dari pendidikan yang ada di Pekan Kampus 2006, namun setelah itu kebanyakan dari panitia yang ada di Pekan Kampus 2007 tidak melanjutkan jejak sebagai panitia untuk tahun-tahun berikutnya. Aku adalah salah satu yang beruntung karena ikut merasakan didikan dari Pekan Kampus 2006 yang cukup berat dan keras menurutku, namun dari situ aku merasakan manfaat yang besar sebab tanpa itu tidak mungkin aku bisa menjadi panitia Pekan Kampus yang baik dan juga individu yang luar biasa.

Sejak berakhirnya Pekan Kampus 2008, aku mulai merasakan adanya kerinduan dalam hatiku untuk mendidik generasi-generasi berikutnya dari panitia Pekan Kampus. Itulah salah satu alasan aku mendaftar sebagai ketua, meskipun waktu itu aku belum menemukan sepenuhnya pentingnya mendidik generasi-generasi baru calon panitia. Waktu itu aku belum dapat menjelaskan dengan lebih baik tujuan aku mendaftar sebagai ketua kepada semua orang yang mewawancarai aku. Namun saat aku mulai menjabat sebagai ketua aku menjalankan hal tersebut. Aku amati beberapa orang yang bisa menjadi calon koordinator maupun ketua untuk tahun-tahun berikutnya dan aku coba berikan saran-saran serta latihan-latihan yang aku bisa untuk mereka. Aku coba tempatkan mereka pada posisi yang memungkinkan mereka untuk belajar memimpin (baik sebagai koordinator sie maupun sebagai koordinator tim kecil yang ada dalam panitia). Aku ingin melalui hal itu mereka semua dapat menumbuhkan seluruh kemampuan yang dibutuhkan agar mereka dapat menjadi pemimpin-pemimpin masa depan untuk Pekan Kampus. Namun tidak semua dari mereka memanfaatkan kesempatan itu dengan baik, ada beberapa dari mereka yang justru kesannya ‘berontak’ terhadap pendidikan yang coba aku berikan. Tapi aku tetap berhasil menemukan beberapa orang yang dengan sedikit polesan lagi, mereka akan siap untuk menjadi the next coordinator atau the next leader. Sekarang pilihannya ada di tangan mereka, apakah mereka masih mau sungguh-sungguh untuk dipoles agar semakin mengkilap atau tidak. Mereka berhak memilih apakah mereka tetap akan mendaftar sebagai panitia di tahun berikutnya untuk mendapatkan beberapa didikan lagi agar mereka benar-benar siap atau justru berhenti. Secara pribadi aku dorong mereka untuk lanjut dan belajar beberapa hal lagi, tapi keputusan akhir tetap di tangan mereka.

Sejak berakhirnya Pekan Kampus 2009, aku semakin menyadari sepenuhnya bahwa sebagai seorang pemimpin tugasku tidak hanya mensukseskan jalannya Pekan Kampus 2009, tetapi juga untuk mendidik atau menyiapkan calon-calon pemimpin untuk Pekan Kampus berikutnya. Hal itulah yang akhirnya mendorongku untuk mau menyisihkan beberapa waktu yang aku punyai untuk menyisipkan pesan-pesan ke beberapa orang yang ingin menjadi pemimpin serta juga untuk mau membantu memilih the next generation of Panitia Pekan Kampus. Kerinduan tersebut mulai ada, sebab akhirnya aku juga mengetahui bahwa seorang pemimpin yang baik itu tidak dinilai dari seberapa banyak pengikutnya saja, tetapi juga dari seberapa banyak pemimpin lain yang dia hasilkan.

Selain itu aku yang sebagai juga masih boleh memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan diri dan dibentuk, kenapa aku tidak memperbolehkan orang lain untuk memiliki kesempatan untuk merasakan hal yang sama. Setiap orang berhak untuk merasakan pembentukkan diri dan juga berhak memiliki kesempatan untuk mengembangkan dirinya sendiri sampai mencapai potensi paling maksimal yang ada dalam dirinya. Aku berharap sangat besar bahwa ketua dan wakil ketua Pekan Kampus 2010 dapat mendidik panitia-panitia dengan sangat hebat serta melahirkan calon-calon generasi berikutnya bagi Panitia Pekan Kampus baik dari panitia yang sekarang maupun dari para peserta Pekan Kampus. Bagi para panitia yang sudah terpilih selamat menjalani pembentukkan. Jadikanlah diri kalian cukup rendah hati untuk dibentuk dan yang perlu diketahui juga bahwa masa-masa pembentukkan itu tidak selalu enak bahkan cenderung berat namun selama kalian bertahan, aku percaya kalian akan menjadi generasi-generasi hebat berikutnya untuk diri kalian sendiri, Pekan Kampus, dan juga iSTTS.

SEGALANYA BERAWAL DARI PERENCANAAN !

Tulisan ini adalah buah dari introspeksi diri sendiri berdasarkan pengalaman yang sedang penulis jalani saat ini. Tulisan ini akan lebih berbicara mengenai prosedur pengembangan perangkat lunak atau software. Di bangku kuliah, saya sebagai mahasiswa jurusan Teknik Informatika, sebenarnya telah dipersiapkan untuk terlibat dalam proyek pengembangan perangkat lunak. Saya dan juga teman-teman yang lain diajari mengenai pengelolaan proyek pengembangan perangkat lunak dalam sebuah mata kuliah yang bernama Software Engineering Project. Mata kuliah ini adalah mata kuliah lanjutan serta merupakan mata kuliah yang ditujukan untuk mempraktekkan seluruh teori yang di dapat dari mata kuliah Software Engineering.

Pada mata kuliah Software Engineering diajarkan bahwa ada beberapa tahapan pengembangan suatu software. Beberapa diantaranya adalah perencanaan, analisa, desain, dan implementasi. Tahapan perencanaan ditujukan untuk merencanakan suatu proyek pembuatan software, yang meliputi merencanakan lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek, jumlah anggota tim yang dibutuhkan serta pembagian job desc, biaya yang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek ini dari awal sampai akhir, menentukan bahasa atau tool pemrograman yang akan digunakan dalam pengembangan software, dan yang tidak kalah penting adalah menentukan jenis basis data yang akan dipakai. Tahapan berikutnya setelah perencanaan selesai adalah analisa. Pada tahap ini, sistem analis atau project manager akan melakukan analisa kebutuhan dari pemesan software secara menyeluruh. Sistem analis akan mengunjungi tempat si pemesan guna mengetahui sistem kerja sehari-hari di tempat si pemesan. Hal ini dibutuhkan sebab sistem kerja tersebut akan mempengaruhi software yang akan dibuat dalam hal sistem kerjanya. Tahap analisa ini juga diperlukan untuk membantu mempermudah dalam membuat desain suatu software. Setelah tahap analisa selesai, tahap berikutnya adalah desain. Tahap desain ini ditujukan untuk membuat rancangan secara menyeluruh dari software yang akan dibuat berdasarkan dari hasil analisa yang telah diperoleh. Desain yang akan dibuat meliputi desain tampilan, desain basis data yang digunakan untuk menyimpan data program, dan desain hubungan antara bagian program yang satu dengan yang lain. Setelah melalui tahapan desain, gambaran utuh mengenai software yang akan dibuat sudah jadi. Tahap berikutnya adalah menerapkan semua hasil desain tersebut ke dalam bentuk nyata dari software yang meliputi pembuatan basis data, pembuatan tampilan software, sampai pembuatan kode program.

Secara keseluruhan itulah tahapan pembuatan suatu perangkat lunak atau software. Tahapan ini penting untuk diikuti dengan urut dari awal hingga akhir, sebab jika tidak akan membuat suatu proyek pengembangan software tidak memiliki arah yang jelas yang dapat menjadi penuntun dalam setiap proses yang dijalankan. Seluruh tahapan ini juga digunakan untuk memastikan agar proyek selesai tepat waktu dan kualitas software yang dihasilkan sangat baik sesuai dengan kebutuhan pemesan.

Nah, pada proyek pengembangan software pertama yang saya lakukan bersama seorang teman, saya lupa untuk menerapkan dengan menyeluruh seluruh tahapan ini. Kami melewatkan tahap yang pertama dan hanya melakukan analisa secara ringkas dalam selama masa awal berlangsungnya proyek ini. Akibat dari tidak dilakukannya seluruh tahap pengembangan software diatas, dapat dipastikan proyek ini menjadi molor dari jadwal yang seharusnya. Ditengah-tengah cukup banyak perubahan yang harus kami lakukan baik dalam hal desain tampilan, desain basis data, maupun desain sistem software itu sendiri. Semua itu disebabkan kurang detailnya analisa yang dibuat, yang kemudian berpengaruh pada kurang bagusnya desain yang dibuat serta akhirnya berpengaruh saat proses pembuatan software yang sesungguhnya dilaksanakan.

Namun dari semua kegagalan itu pula, saya akhirnya diingatkan kembali akan konsep atau tahapan pengembangan software yang baik, yang pada akhirnya saya wujudkan dalam bentuk tulisan ini sebagai sarana untuk mempertajam kembali ingatan akan konsep tersebut. Secara keseluruhan proyek yang kami kerjakan tidak sepenuhnya berantakan, namun seandainya seluruh tahapan tersebut dilalui dengan benar software yang kami buat akan lebih cepat selesai. Ya, itulah pelajaran berharga yang saya dapatkan sebagai hasil dari pengerjaan proyek pengembangan software pertama ini. Kedepannya saya akan gunakan pelajaran yang saya peroleh dari pengalaman ini untuk memperbaiki cara-cara yang akan saya pakai dalam proyek pembuatan software berikutnya. Semoga tulisan ini juga dapat menambah sedikit wawasan kalian semua yang membacanya, khususnya orang-orang yang berminat pada bidang pengembangan perangkat lunak atau software serta dapat diambil pelajaran darinya. Sekian.

MASIH BUTUH BANYAK PENGALAMAN

Beberapa hari lalu secara tiba-tiba terlintas dalam pikiranku mengenai kebutuhan akan lebih banyak pengalaman. Pengalaman yang kumaksud adalah pengalaman dalam membuat program di dunia nyata (di luar dunia perkuliahan). Kesadaran ini mengingatkanku bahwa aku mungkin boleh jago dalam hal pembuatan program selama di bangku kuliah, tetapi untuk program-program yang berhubungan dengan dunia bisnis atau usaha aku masih butuh beberapa pengalaman. Pengalaman pertama tersebut datang saat pembuatan program bengkel untuk bengkel milik saudara salah seorang teman. Proyek pertama ini sudah berjalan selama beberapa bulan namun hingga sekarang masih belum sepenuhnya tuntas. Masih ada beberapa tahapan pengujian program yang perlu dilakukan untuk memastikan program yang dibuat benar-benar bebas dari kesalahan.

Meskipun pembuatan program untuk bengkel ini adalah pertamaku di dunia nyata, namun bukan berarti aku tidak punya pengetahuan sama sekali mengenai seluk-beluk dunia bisnis. Hobiku membaca bermacam-macam bahan bacaan ternyata cukup banyak berperan disini, selain tentu saja ditambah dengan insting bisnis yang ada dalam diriku. Dari hobi tersebut aku mengetahui beberapa hal atau aspek bisnis secara umum, seperti tingkatan-tingkatan dalam manajerial suatu bisnis, sistem dalam jual beli barang, sistem penjualan jasa ke pelanggan, beberapa hal mengenai diskon kepada pelanggan, metode pengambilan keuntungan, serta beberapa hal lain. Sungguh dari sini aku menyadari bahwa ternyata memiliki hobi belajar atau membaca itu tidak ada ruginya. Aku sungguh-sungguh merasakan manfaat dari hobiku yang satu ini.

Walaupun aku sudah cukup punya banyak pengetahuan baik dari segi teknis pemrograman maupun dari segi bisnis, aku tetap merasakan bahwa aku masih butuh lebih banyak belajar lagi. Aku masih membutuhkan lebih banyak pengalaman dalam hal pembuatan program-program yang lain. Aku masih butuh belajar lagi mengenai bagaimana cara untuk mengelola suatu proyek pengembangan lunak atau software dengan lebih baik dan profesional. Hal ini meliputi beberapa hal seperti berapa lama waktu pengerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek, pembuatan kontrak kerja serta aturan-aturan lain yang mengikat dalam kontrak kerja tersebut, bagaimana mengelola anggota tim proyek, bagaimana mengelola proyek itu sendiri yang meliputi penentuan batas waktu untuk tiap tahap yang ada dalam proyek, menentukan lisensi yang akan diberlakukan untuk program yang dibuat termasuk tentang hak kekayaan intelektual dari program tersebut, menentukan pula mengenai layanan purna jual seperti apa yang akan diberikan serta sampai kapan layanan tersebut akan diberikan ke pelanggan, dan masih banyak hal lain yang perlu dipelajari yang sekarang mungkin belum terpikirkan.

Dari sini aku juga semakin sadar dan meyakini bahwa belajar itu tidak akan pernah cukup di bangku sekolah atau kuliah saja. Belajar masih harus terus berlangsung seumur hidup kita, karena itu tidak salah jika ada sebuah buku yang berjudul Belajar Tiada Henti yang diterbitkan pertama kali sekitar lima tahun yang lalu. Selain itu sebagian besar motivator dan trainer pengembangan diri juga mengatakan hal yang serupa. Salah satunya yang aku ingat adalah John C. Maxwell yang merupakan salah satu pelatih kepemimpinan terbaik dunia, dia berkata, “Kepemimpinan itu merupakan proses belajar seumur hidup”. Disinilah aku merasakan suatu keberuntungan karena aku tidak perlu susah-susah memaksa diriku untuk terus belajar, sebab belajar dan khususnya membaca sudah menjadi hobiku semenjak aku kecil. Sekali lagi aku cukup beruntung disini.

Satu hal lagi yang berusaha aku ingatkan terhadap diriku sendiri (dan mungkin juga kalian) yaitu setiap langkah yang ada dalam kehidupan kita akan terus memberikan pengalaman-pengalaman baru yang sangat berharga yang akan semakin memperbesar kapasitas diri kita sendiri serta memperbarui atau membukakan pikiran kita terhadap hal-hal baru yang belum pernah kita temukan atau sadari sebelumnya. Pengalaman-pengalaman yang akan terus kita pegang sampai akhir hayat kita. Jadi kini yang harus aku lakukan adalah menjalani kehidupan sebaik mungkin sambil terus menuai pengalaman-pengalaman baru serta menjalani hidup ini dengan disertai keinginan untuk terus belajar. Sekian.

KERAJINAN: SUATU HAL YANG HARUS DIPUNYAI

Beberapa waktu terakhir ini aku cukup banyak membaca kisah perjuangan orang-orang yang sekarang bisa dibilang sudah sukses atau cukup sukses. Dari semua kisah perjuangan orang-orang tersebut, aku temukan suatu hal yang menarik yaitu kerajinan. Semua orang-orang sukses tersebut sangat rajin bekerja keras tanpa mengenal lelah dan tidak mudah mengeluh untuk meraih apa yang mereka miliki saat ini. Kini akhirnya suatu pernyataan yang dulu pernah aku ucapkan pada diriku sendiri serta beberapa temanku memperoleh penguatan berdasarkan temuan ini.

Akhir-akhir ini pula hal ini yang ingin aku ingatkan kepada diriku sendiri, sebab aku mulai merasakan bahwa kerajinanku mulai kendor. Aku merasakan bahwa selama beberapa waktu belakangan ini aku kurang rajin dalam belajar dan berusaha. Aku merasakan bahwa aku kurang mati-matian dalam berusaha untuk meraih seluruh impian yang aku inginkan terwujud di masa depan. Kini, aku sudah melupakan semua yang telah berlalu dan berusaha terus memotivasi diriku setiap hari bahkan setiap saat untuk selalu menjadi individu yang rajin dalam belajar maupun berusaha. Ya aku semakin sadar bahwa motivasi itu dibutuhkan oleh setiap individu yang selalu ingin bersemangat dalam meraih cita-cita atau impian. Itu pula yang menyebabkan profesi motivator makin banyak dan laris akhir-akhir ini.

Jadi kesimpulan dari tulisan singkat ini adalah kerajinan itu dibutuhkan untuk meraih setiap kesuksesan atau cita-cita yang kita inginkan. Tanpa kerajinan dan usaha yang pantang menyerah tidak akan pernah ada hasil gemilang yang bisa kita raih dalam hidup ini. Bisa dibilang tidak ada yang gratis dalam hidup ini, semuanya harus diusahakan sekuat tenaga agar tercapai. Tetap rajin dan bersemangat !

BELUM HIDUP SEPENUH POTENSIKU

Hari ini ketika tulisan ini dibuat, aku kembali mendengarkan lagu yang sudah cukup lama tidak pernah aku dengarkan, sebuah lagu yang sempat menjadi theme song atau lagu yang mengiringi perjalananku selama di Pekan Kampus 2009. Time of My Life begitu judul lagu tersebut. Lagu yang dinyanyikan oleh pemenang American Idol 2008 ini sungguh lagu yang enak didengar karena suara penyanyinya yang luar biasa menurutku, selain itu yang memiliki makna perjuangan didalamnya ini sungguh-sungguh menyentuh hatiku dan sangat sesuai sekali dengan keberhasilanku meraih posisi sebagai Ketua Pekan Kampus 2009. Sebuah posisi yang sudah aku impikan sejak 2 tahun sebelumnya.

Namun setelah jabatan sebagai Ketua Pekan Kampus 2009 berakhir, aku mulai merasakan kembali bahwa aku belum hidup sepenuh potensiku. Aku baru menggunakan sedikit saja potensi yang aku miliki dalam diriku. Aku masih perlu diingatkan oleh diriku sendiri maupun oleh orang lain agar aku dapat segera hidup sepenuh potensi yang aku miliki. Aku masih harus terus mengasah dan mencoba memakai seluruh keahlian yang ada padaku agar aku benar-benar dapat sepenuh diriku dalam setiap waktu kehidupan yang aku miliki.

Kini setelah Pekan Kampus 2009 usai, aku masih menunggu kesempatan berikutnya bagi diriku untuk unjuk kemampuan atau menampilkan seluruh keahlian serta bakat yang aku miliki. Suatu saat nanti ketika aku kembali meraih prestasi puncak dalam hidup, aku akan berkata bahwa telah menunggu sekian lama untuk hal itu menjadi kenyataan. Seperti yang dikatakan dalam lagu Time of My Life, I’ve been waiting for my dream turn into something I could believe it, dan seterusnya. Sungguh aku harus dan akan berjuang sangat keras untuk meraih seluruh impianku berikutnya, sampai suatu saat nanti aku akan benar-benar melihat bahwa impianku menjadi nyata. Suatu saat aku akan berkata inilah waktuku untuk menjadi individu yang sukses. Untuk itu sekarang aku masih harus melatih diriku sendiri agar aku dapat hidup sepenuh potensiku. Keep struggle !

YANG PENTING ADALAH BERANI BERMIMPI

Judul tulisan ini pernah saya jadikan bagian dari status yang saya tulis di facebook saya dan mendapatkan beberapa respon dari teman-teman saya. Entah kenapa secara tiba-tiba kalimat tersebut muncul di pikiran saya. Tapi satu yang saya sadari bahwa saya sebenarnya bermaksud membangun kembali semangat perjuangan diri saya sendiri. Saya bermaksud meyakinkan diri saya kembali setelah sempat mendapat hantaman dari beberapa orang yang kurang berani bermimpi atau kurang percaya diri dan hampir saja terjatuh. Saya ingin membangun kembali hasrat untuk berjuang sampai dengan titik perjuangan yang tertinggi atau terbaik yang bisa saya berikan.

Kini saya benar-benar percaya bahwa impian kitalah yang akan menjadi pemandu kita dalam melangkah dalam menjalani hidup ini. Impianlah yang akan membantu kita menuju tempat atau keadaan yang kita inginkan meskipun seringkali halangannya begitu banyak dan tidak jarang juga berat. Hal ini pula yang pernah diucapkan oleh pendiri Honda Motor Co., Ltd, Soichiro Honda, “The Power of Dream”. Kalimat tersebut pula yang akhirnya menjadi slogan atau motto dari Honda sampai sekarang. Sungguh efek dari kalimat tersebut sangat luar biasa sekali bagi Honda, bisa dilihat sekarang Honda yang dulunya hanyalah perusahaan kecil sekarang menjadi perusahaan yang begitu besar dan terkenal diseluruh dunia. Benar-benar luar biasa efek dari impian kita !

Akhir-akhir ini, saya berusaha memaksa diri saya sendiri untuk menyusun ulang seluruh impian, hasrat, dan ambisi saya yang dulu sudah ada namun sempat terpendam karena beberapa hal. Kini, saya juga telah membuat keputusan bahwa saya ingin menjadi salah satu dari orang-orang yang kelak ketika saya sudah tiada lagi akan dikenang sebagai orang yang sukses dan memiliki pengaruh yang cukup besar bagi lingkungan disekitar saya dan juga bagi warga dunia secara umum. Saya punya impian bahwa suatu saat nanti saya harus menjadi seorang pembicara yang akan dipanggil untuk berbicara di berbagai belahan dunia untuk membagikan semua prinsip-prinsip, pemikiran, dan juga cara-cara yang telah saya praktekkan untuk meraih berbagai hal yang bisa saya raih. Saya ingin suatu saat nanti saya dapat memotivasi orang-orang untuk terus bersemangat dan berani bermimpi besar apa pun keadaannya dirinya atau lingkungan disekitarnya. Saya ingin suatu saat nanti melahirkan generasi-generasi muda yang hebat dan penuh semangat untuk berjuang meraih yang terbaik dalam hidupnya. Sungguh saya ingin memberikan sumbangsih yang sangat berharga bagi dunia dan lingkungan saya.

Namun saya juga sadar bahwa perjalanan kearah sana masih sangat jauh. Masih sangat banyak perjuangan yang harus saya jalani sebelum saya menjadi seperti yang saya impikan. Masih banyak kerja keras yang perlu saya lakukan, masih banyak waktu yang perlu saya curahkan untuk belajar serta terus mengembangkan diri, masih banyak pengalaman yang perlu saya peroleh, masih banyak keahlian yang perlu saya asah, masih banyak motivasi yang perlu saya berikan kepada diri saya sendiri setiap saat, masih banyak hal yang perlu saya curahkan untuk membuat impian saya tersebut benar-benar menjadi sesuatu yang nyata. Saya juga masih perlu membangun semangat untuk menjadi excellent. Semua itu perlu saya lakukan agar kelak ketika saya sedang memberikan dorongan atau motivasi saya memiliki bukti nyata mengenai perjuangan saya dalam meraih semua yang sudah saya dapatkan kelak di masa depan. Semua itu diperlukan agar saya tidak berbicara mengenai sesuatu yang omong kosong atau hanya menceritakan kisah orang lain. Saya ingin suatu saat kelak kisah hidup saya memotivasi orang-orang untuk berani berbuat lebih dan meraih seluruh impian mereka.

Kini saya juga telah memutuskan serta akan terus mengingatkan diri saya sendiri untuk melupakan semua kegagalan yang telah terjadi di masa lalu. Saya harus melupakan semua ketidakberhasilan atau kekurangberhasilan tersebut dan menganggapnya sebagai bagian dari pelajaran yang akan menjadikan diri saya lebih baik lagi di masa depan. Saya akan lupakan semua pengalaman buruk yang pernah terjadi dan mengingat-ingat terus seluruh keberhasilan serta pengalaman baik yang pernah saya dapatkan yang dapat saya jadikan sebagai penyemangat diri saya sendiri ketika saya sedang down. Saya saat ini juga mulai mengatur atau mempersiapkan diri saya dengan membuat jadwal-jadwal yang harus saya lakukan setiap harinya, hal ini saya tujukan untuk menghindarkan saya dari melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak mendekatkan saya kepada impian. Hal tersebut saya lakukan agar saya memiliki arah dalam melangkah dalam menjalani kehidupan ini. Kini saya akan terus ingatkan diri saya sendiri bahwa yang paling penting adalah berani bermimpi terlebih dahulu, urusan berhasil atau gagal itu urusan nanti. Yang penting harus berani memiliki impian yang besar, suatu impian yang mungkin tampaknya tidak dapat kita raih namun dengan semangat serta perjuangan yang kita lakukan percayalah suatu saat kita akan benar-benar membuat impian tersebut jadi nyata. Semangat ! Sekian.

HARUS SELALU MEMBAKAR SEMANGAT DIRI SENDIRI

Beberapa bulan lalu, salah seorang seniorku berkata bahwa aku merupakan salah satu orang yang sudah tidak perlu dimotivasi, sebab aku merupakan yang sudah bersemangat sejak dari mulanya. Ya, aku menyadari dan mengakui itu. Namun, akhir-akhir ini aku juga sadar bahwa ternyata semangat itu masih belum stabil. Aku masih membutuhkan sesuatu yang bisa membuatku semangat selalu setiap saat. Kini aku temukan sesuatu itu, sesuatu yang sudah aku cari-cari selama beberapa waktu terakhir. Sesuatu itu adalah tekanan.

Ya aku membutuhkan sebuah situasi yang membuat diriku merasa “ditekan”. Aku butuh suatu situasi dimana aku dibebani beberapa pekerjaan yang memiliki deadline waktu yang ketat apalagi jika pekerjaan itu juga mengharuskan untuk belajar beberapa hal baru yang belum aku mengerti. Ya ketika aku merasa dibebani oleh suatu tanggung jawab yang buat aku merasa dikejar-kejar itulah, justru aku merasakan bahwa aku berada pada performaku yang paling excellent. Menyadari hal itu, akhir-akhir ini aku berusaha untuk membuat sebuah kondisi dimana aku seolah-olah tertekan itu ada. Aku mensimulasikan bahwa aku merupakan orang yang sibuk yang memiliki beberapa hal yang harus dikerjakan pada waktu-waktu yang sudah ditentukan. Hal itu aku lakukan untuk dapat memicu adrenalinku sendiri untuk dapat terus bergerak menuju performa puncakku kembali. Selain itu hal tersebut juga aku lakukan untuk mempersiapkan diriku sendiri untuk kehidupan masa depan yang mungkin akan aku hadapi sebagai orang yang sibuk.

Ya menjadi orang yang dipanggil untuk berbicara mengenai bidang-bidang yang aku kuasai dimana-mana merupakan salah satu impianku. Kini selain untuk mempersiapkan diriku sendiri seandainya impian tersebut benar-benar terwujud, aku melakukan beberapa persiapan atau simulasi untuk kehidupan masa depanku. Aku juga selalu memotivasi diriku sendiri setiap saat aku merasa membutuhkan motivasi. Aku berusaha setiap saat untuk terus meledakkan semangat dalam diriku sendiri melalui gerakan-gerakan ataupun kalimat-kalimat yang dapat membantu diriku untuk selalu bersemangat. Ya itulah yang kini sedang dan akan terus aku lakukan untuk memicu diriku sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik, untuk menjadi pribadi yang lebih excellent. Ya aku melakukan hal itu karena aku juga menyadari akhir-akhir ini bahwa motivator terhebat bagi diri kita adalah diri kita sendiri, sebab hanya diri kita sendiri yang paling tahu gerakan, kalimat, ataupun hal-hal lain apakah yang dapat menjadi pemicu timbulnya semangat dalam diri kita. Tetap semangat dan terus berusaha untuk menjadi motivator yang terhebat bagi diri sendiri !

MENGUMPULKAN BAKAT-BAKAT TERBAIK

Apa maksud dari judul tulisan ini ? Mungkin bagi sebagian besar orang judul ini tampak aneh ! Namun sungguh hal ini yang saat ini sedang saya upayakan lebih lagi yaitu untuk mengumpulkan orang-orang yang punya bakat-bakat hebat menjadi satu tim. Kerinduan ini berawal beberapa waktu yang terinspirasi dari cerita yang ada dalam buku berjudul Google Success Story. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa Google telah menjadi tempat bekerja yang paling nyaman bagi para ahli-ahli matematika dan komputer terbaik yang ada di Amerika. Cerita tersebut yang menjadi sumber inspirasi bagi saya dan telah saya coba terapkan saat saya menjadi Ketua Pekan Kampus 2009. Saya berhasil mengumpulkan beberapa orang terbaik, sebagian dari orang-orang pintar yang ada di kampus saya ISTTS (Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya). Sungguh saya senang ketika berhasil mengumpulkan mereka semua menjadi partner kerja saya.

Di masa depan, ketika saya akan membentuk suatu organisasi kerja yang lain, saya akan kembali mencoba untuk mengumpulkan orang-orang terbaik yang dapat saya jumpai menjadi satu tim. Satu impian saya adalah melalui orang-orang terbaik yang memiliki bakat-bakat yang unik tersebut, saya bisa menciptakan suatu tim yang memiliki kemampuan atau kinerja yang luar biasa. Suatu tim yang terdiri gabungan orang-orang yang memiliki bakat yang berbeda-beda namun dapat memanfaatkan bakat tersebut untuk saling melengkapi satu dengan yang lain dan menciptakan prestasi bersama-sama.

Selain itu saya juga punya impian untuk memberikan suasana dan fasilitas terbaik yang memungkinkan tim tersebut untuk dapat bekerja dengan senang, nyaman, serta memungkinkan mereka semua untuk terus mengembangkan diri sampai mencapai potensi terpenuh mereka. Hal tersebut masih menjadi impian yang sebagian sudah terwujud melalui Pekan Kampus 2009, namun impian tersebut masih belum sepenuhnya terwujud dan masih harus diupayakan agar dapat benar-benar terwujud sepenuhnya. Saya ingin memiliki suatu organisasi atau tempat kerja atau perusahaan yang dikenal sebagai tempat untuk bekerja yang paling nyaman sekaligus sebagai tempat yang tepat bagi setiap individu untuk dapat memaksimalkan dirinya serta seluruh potensi yang telah Tuhan berikan kepadanya.

Saya sadar bahwa impian tersebut tampaknya seperti suatu impian yang terlalu muluk-muluk, begitu kata orang-orang Jawa yang beberapa kali saya dengar. Namun saya percaya selama impian tersebut terus diberi nafas kehidupan, maka suatu saat nanti impian tersebut pasti terwujud. Hal ini sudah saya buktikan melalui keberhasilan saya menjadi Ketua Pekan Kampus 2009. Awalnya menjadi Ketua Pekan Kampus adalah sebuah impian yang muncul pada tahun 2007, ketika memasuki masa pemilihan Ketua Pekan Kampus 2008 saya memutuskan mendaftarkan diri sebagai calon ketua. Segala hal saya pelajari agar dapat lolos dalam pemilihan ketua, namun ternyata saya masih belum berhasil. Saya sempat down dan memutuskan untuk tidak mencoba lagi, namun akhirnya saya berubah pikiran dan saya kembali meniupkan nafas kehidupan untuk impian saya tersebut sehingga pada akhirnya impian tersebut kembali tumbuh subur dalam pikiran saya. Pada periode pemilihan berikutnya, saya kembali mendaftar dan akhirnya saya benar-benar mampu mewujudkan impian tersebut. Dari situ saya semakin yakin bahwa impian perlu terus diberi nafas kehidupan agar dia dapat bertumbuh subur dan menjadi kenyataan suatu saat nanti.

Kini nafas kehidupan tersebut saya tiupkan terus dan terus untuk impian saya yang baru yaitu memiliki organisasi yang terdiri dari kumpulan orang-orang berbakat yang dapat saya temukan disekitar saya. Sungguh impian yang indah sekali bagi saya. Namun saya sadar bahwa untuk hal tersebut dapat terwujud nyata, saya masih membutuhkan perjuangan yang panjang dan mungkin saja tidak mudah. Namun saya akan tetap akan berjuang sampai impian tersebut terwujud. Saya tidak akan pernah berhenti menghidupi visi atau impian yang sudah ada dalam diri saya tersebut. Tetap berjuang ! Sekian.

Tickerbar