Tuesday, 3 February 2015

Bagaimana Orang-Orang Kaya Berpikir (How Rich People Think)

Cover Buku How Rich People Think
Tulisan ini saya sadur dari sharing salah seorang rekan yang saya terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, sebab kebetulan rekan tersebut membaginya dalam Bahasa Inggris. Sharing rekan tersebut diambil dari ringkasan dari isi buku How Rich People Think karya Steve Siebold. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat.
Gina Rinehart, seorang wanita terkaya di dunia, pernah menghadapi serangan bertubi-tubi dari media karena ucapannya yang tertulis dalam sebuah artikel yang berupaya mengkritik golongan menengah yang selalu iri atas kekayaan yang dimilikinya. Bunyi kritik yang disampaikan oleh Gina Rinehart sebagai berikut, “Jika Anda semua iri terhadap mereka yang memiliki banyak uang, jangan hanya duduk-duduk saja dan mengeluh, tetapi lakukanlah sesuatu untuk menghasilkan lebih banyak uang untuk diri Anda sendiri. Habiskanlah lebih sedikit waktu untuk minum-minum, merokok, dan bersosialisasi. Habiskanlah lebih banyak waktu untuk bekerja.”
Melalui bukunya yang ditulis sebagai saripati selama sekitar tiga dekade melakukan wawancara terhadap sejumlah jutawan dari seluruh dunia, Steve Siebold, akhirnya menyimpulkan sejumlah hal yang menjadi pembeda antara orang-orang kaya (para jutawan) dengan orang-orang lain yang biasa-biasa saja. Berikut adalah sejumlah poin yang disarikan dari buku How Rich People Think tersebut.
1. Orang rata-rata (orang biasa-biasa) berpikir bahwa UANG adalah sumber segala kejahatan. Sebaliknya, orang-orang kaya percaya bahwa KEMISKINAN adalah sumber segala kejahatan. Para orang-orang terkaya dunia juga tahu bahwa memiliki banyak uang memang tidak menjamin kebahagiaan, tetapi hal itu dapat membuat hidup kita lebih mudah dan lebih menyenangkan.
2. Orang rata-rata berpikir bahwa egoisme (kepedulian terhadap diri sendiri) adalah sebuah sifat buruk. Sebaliknya, orang-orang kaya percaya bahwa egoisme adalah sebuah sifat baik. Para orang-orang kaya melakukan segala yang dilakukannya dengan tujuan untuk membuat dirinya sendiri bahagia. Mereka tak berpura-pura untuk menjadi penyelamat dunia. Mereka berpandangan bahwa, “jika Anda tak mampu mengurus diri Anda sendiri, maka Anda tidak berada pada posisi dimana Anda dapat menolong orang-orang lain. Anda tak memberikan apa yang tak Anda miliki.”
3. Orang rata-rata memiliki mentalitas lotere, orang-orang kaya memiliki mentalitas ACTION. “Sementara orang-orang pada umumnya menunggu giliran untuk bisa memperoleh nomor yang tepat atau berdoa untuk kemakmuran, orang-orang besar mencoba memecahkan masalah-masalah yang ada disekitarnya.”, demikian ungkap Steve Siebold.
4. Orang rata-rata berpikir bahwa jalan menuju kekayaan terbentuk melalui pendidikan formal. Sebaliknya orang-orang kaya percaya pada pentingnya memperoleh pengetahuan yang spesifik. “Banyak orang-orang yang merupakan praktisi (pelaku) kelas dunia yang hanya memiliki sedikit pendidikan formal telah berhasil mengumpulkan kekayaannya melalui perolehan dan penjualan yang berkelanjutan dari suatu pengetahuan yang spesifik.”, demikian ungkap Steve.
5. Orang rata-rata selalu terpaku pada kesuksesan masa lampau, sedangkan orang-orang kaya bermimpi akan masa depan yang diinginkannya. “Para jutawan atas hasil upaya sendiri (self-made millionaires) menjadi kaya karena mereka memiliki niatan untuk mempertaruhkan hidupnya dan memproyeksikan impian-impian, tujuan-tujuan, dan gagasan-gagasannya ke masa depan yang masih belum diketahui.”, demikian ungkapnya.
6. Orang rata-rata selalu berpikir mengenai uang dari sisi emosional, sementara orang-orang kaya memandang uang secara logis. Para individu kelas dunia memandang uang sebagaimana adanya melalui sudut pandang logika. Mereka percaya bahwa uang merupakan sarana yang luar biasa yang dapat menyediakan beragam pilihan dan peluang.
7. Orang rata-rata memperoleh penghasilan (uang) dengan melakukan hal-hal yang tak mereka sukai. Orang-orang kaya mengikuti apa yang menjadi kecintaan (passion) mereka.
8. Orang rata-rata memiliki ekspektasi (harapan) yang terlampau rendah karena mereka takut akan kecewa. Sementara orang-orang kaya didorong oleh gairah akan tantangan. Siebold berujar, “tak ada satu orang pun akan dapat menjadi kaya dan menghidupi impiannya tanpa adanya ekspektasi yang besar.”
9. Orang rata-rata percaya bahwa setiap orang harus melakukan sesuatu agar bisa kaya. Sementara orang-orang kaya percaya bahwa setiap orang perlu menjadi sesuatu agar bisa kaya.
10. Orang rata-rata percaya bahwa dibutuhkan uang untuk dapat menghasilkan uang. Sementara orang-orang kaya menggunakan uang orang lain untuk menjadi kaya.
Itulah sebagian ringkas atau poin-poin penting yang dapat disarikan dari buku How Rich People Think karya Steve Siebold. Untuk dapat mengetahui secara lebih detail dan lengkap mengenai pola pikir (mindset) lainnya dari orang-orang kaya, silakan saja cari dan beli bukunya dan kemudian baca. Demikian sedikit ulasan yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat.

Tickerbar