Saturday, 21 August 2010

KITA TIDAK PERNAH TAHU

Pagi ini, Sabtu 21 Agustus 2010, aku mendapatkan inspirasi untuk menuliskan apa yang ada dalam pikiranku. Beberapa waktu yang lalu aku mendapatkan suatu pelajaran tentang rahasia Tuhan, ya sebut saja begitu, meskipun mungkin sebenarnya juga tidak bisa begitu saja disebut seperti itu. Tapi inilah ceritanya.
Kita tidak pernah tahu cara apa yang akan Tuhan pakai untuk menaikkan level kita semakin tinggi setiap saat. Bisa saja dia memakai cara yang sepertinya tidak pernah membawa kita keatas sebab cara tersebut sungguh tidak mencerminkan cara yang layak untuk kita. Cara tersebut bisa saja dimulai dari hal-hal seperti mengangkat-angkat barang seperti ‘kuli’ atau mengepel lantai seperti ‘buruh’. Tapi, akhirnya aku sadar bahwa kita tidak akan pernah benar-benar tahu cara seperti apa yang akan Dia pakai untuk menjadikan kita orang yang lebih besar atau memiliki posisi atau jabatan yang lebih tinggi dalam suatu organisasi.

Tuesday, 17 August 2010

ONE STEP CLOSER

One Step Closer, sebenarnya judul tulisan ini juga merupakan salah satu judul lagu dari grup musik rock, Linkin Park atau yang biasa dikenal dengan singkatan LP. Tapi tulisan ini tidak bermaksud membahas sedikit pun mengenai lagu tersebut. Tulisan ini mengenai menyelesaikan satu kegiatan atau satu bagian dari kegiatan yang besar. Dimana satu kegiatan atau satu bagian kegiatan besar yang kita selesaikan tersebut akan membuat kita satu langkah lebih dekat kepada penyelesaian suatu kegiatan atau pencapaian impian kita.
Satu langkah lebih dekat, sebenarnya istilah ini juga bisa dihubungkan atau mungkin memiliki kemiripan makna dengan istilah, berdikit-dikit lama-lama menjadi bukit. Di bulan Agustus ini, bulan dimana waktu atau kesempatan yang aku miliki untuk menyelesaikan seluruh bagian dari proyek tugas akhirku semakin sedikit, sementara masih cukup banyak bagian dari proyek tugas akhir tersebut yang belum terselesaikan, maka aku rasa aku perlu belajar tentang konsep ini lebih dalam lagi. Tidak sekedar belajar, tapi juga menerapkannya.

HARUS KERJA KERAS, TAPI TIDAK BOLEH LUPA YANG INI JUGA

Beberapa bulan yang lalu, aku mendengar nasihat ini dari salah seorang mentorku, sebuah nasihat yang secara tiba-tiba muncul kembali di malam hari ini. Nasihat tersebut akan aku tuliskan agar aku tidak lupa atau seandainya ketika aku lupa sekalipun, aku masih memiliki catatan dan ketika aku membacanya aku akan diingatkan kembali. Nasihat tersebut adalah nasihat yang sangat berharga dan akan terus aku bawa sampai ke masa depan dan bahkan sampai kapanpun. Berikut nasihat tersebut.
Sebenarnya nasihat yang mentorku ucapkan sangat singkat yaitu, “kita harus bekerja keras dalam hidup kita untuk meraih sesuatu yang kita impikan, tapi kita juga tidak boleh lupa bahwa kita juga harus atau berhak menikmati setiap hasil kerja keras yang kita lakukan”. Sore tadi, aku baru saja melakukan atau menerapkan apa yang nasihat tersebut cantumkan dan kemungkinan besar pada tanggal 27 Agustus nanti aku juga akan menerapkannya sekali lagi bersama dengan kawan-kawanku. Sore ini, di hari yang bertepatan dengan libur nasional memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke-65, aku dan juga kedua adikku memutuskan untuk berjalan-jalan bersama. Acara jalan-jalan ini selain berfungsi untuk meredakan ketegangan, untuk bersantai sejenak disela-sela aktivitas lain yang ada, juga berfungsi sebagai family time atau waktu untuk berkumpul bersama keluarga.

BELAJAR ULANG MENGENAI SUKSES MELALUI TUJUH LANGKAH SUKSES

Beberapa tahun yang lalu sebenarnya prinsip ini sudah pernah aku pelajari dan terapkan dalam hidupku sehingga membawa ke puncak pada tahun 2009 lalu. Namun semenjak tahun 2007 akhir, prinsip-prinsip tersebut sudah mulai terlupakan sehingga kini di tahun 2010 tidak ada lagi prinsip-prinsip yang akan memanduku meraih sukses berikutnya. Hal tersebut terbukti dengan mulai kacaunya kehidupanku sejak sukses tahun 2009 yang lalu.
Kini, dengan sepenuh kesungguhan dan upaya, aku harus meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk mempelajari dan memahami kembali prinsip-prinsip tersebut dan kemudian menerapkannya dalam hidupku untuk membantuku meraih sukses demi sukses berikutnya. Prinsip-prinsip sukses tersebut, salah satunya aku pelajari dari salah seorang mentor jarak jauhku, John C. Maxwell. Maxwell merupakan salah satu ahli kepemimpinan dan efektivitas pribadi terbaik dunia. Jika aku telusuri sebenarnya aku sudah menjadi ‘muridnya’ sejak sekitar tiga tahun yang lalu. Sejak sekitar pertengahan tahun 2007 dan sejak saat itu pula, aku mulai menggandrungi serta selalu berusaha sebisa mungkin membaca semua buku yang dia tulis.

PROYEK TUGAS AKHIRKU BERJALAN TIDAK SESUAI JADWAL

Setelah mencapai bulan kelima dari pelaksanaan proyek tugas akhir sesuai dengan yang tercantum di jadwal yang aku buat, proyek tersebut masih jauh dari kata selesai. Bahkan proyek tersebut belum mencapai setengah jalan dari keseluruhannya. Sebuah kesalahan terhadap ketaatan jadwal yang sudah dibuat dalam jadwal proyek.
Akibat kesalahan tersebut, dalam dua bulan ini (Agustus dan September), aku harus bekerja lebih keras untuk menjadikan proyek tersebut sukses dan layak dihargai dengan nilai A. Jika aku tinjau ulang, kesalahan terbesar mengapa proyek ini bisa molor atau tidak sesuai dengan jadwal adalah karena aku terlena dan terlalu meremehkan proyek tugas akhir tersebut. Mengetahui bahwa proyek sudah mulai molor atau tidak sesuai dengan jadwal, maka di tengah bulan yang kelima ini, aku harus membuat penyesuaian jadwal. Penyesuaian jadwal ini berarti akan ada kerja yang lebih keras yang harus dilakukan, akan ada semangat yang lebih banyak yang harus dipompakan ke dalam diri, ada lebih banyak disiplin yang perlu untuk lebih ditegakkan, ada komitmen lebih besar yang perlu dijalankan.

Monday, 16 August 2010

MEMANASI DIRI

Jangan salah sangka dengan arti memanasi diri yang aku sebutkan sebagai judul tulisan ini. Maksudnya bukan untuk membuat diri sendiri menjadi emosi, namun lebih ke arah menjadikan diriku sendiri ‘panas’. Ya, aku perlu memanasi diri, sebab aku mulai merasakan bahwa diriku mulai mendingin secara semangat, mental, serta gairah untuk bekerja keras atau mengerjakan sesuatu.
Aku benar-benar merasakan bahwa selama beberapa waktu terakhir ini, aku menjadi seorang pribadi yang ‘mendingin’ dalam konteks kerja keras. Hal ini adalah sesuatu yang tidak wajar bagi seorang aku, sebab sebelumnya aku selalu memiliki gairah atau semangat yang berapi-api dalam menjalani segala sesuatu. Oleh karena itu, hari ini, saat tulisan ini dibuat, aku merasakan sebuah kebutuhan untuk ‘memanasi diri’. Aku butuh untuk memicu atau menyalakan kembali dapur picu yang ada di dalam diriku.

Tickerbar