Saturday, 4 September 2010

TIDAK BISA SENDIRIAN

Melalui beberapa pengajaran yang aku terima secara tidak langsung maupun secara langsung dari beberapa orang, aku menyadari bahwa untuk menghasilkan karya besar yang luar biasa aku tidak bias sendirian. Pelajaran demi pelajaran yang aku peroleh serta perenungan atas semua kerja organisasi yang pernah aku jalani membuatku sadar bahwa aku tidak bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa jika aku terus-menerus melakukan segala sesuatunya sendirian. Seperti yang John C. Maxwell yang merupakan salah satu mentorku katakan, “satu terlalu sedikit untuk sesuatu yang luar biasa”.
Hal ini aku sadari setelah menginjak masa kerja keempatku di organisasi yang sama, dimana aku menjadi pemimpinnya. Dari pengalaman memimpin tersebut, aku menyadari bahwa aku tidak akan pernah bisa sendirian. Aku sebagai seorang pemimpin tidak akan pernah bisa melakukan seluruh kerja dalam organisasi tersebut sendirian, aku memerlukan bantuan yang sangat banyak dari orang-orangku. Tanpa orang-orangku aku tidak akan bisa menangani semua pekerjaan tersebut. Aku menyadari betapa signifikan sumbangsih yang mereka berikan untuk mensukseskan event yang aku pimpin. Aku menyadari bahwa aku bisa kehabisan tenaga dan waktu jika aku menangani seluruh pekerjaan dalam tim tersebut sendirian. Aku bisa terpontang-panting kesana-kemari jika aku bekerja sendirian. Sungguh betapa besar dampak yang dapat ditimbulkan dari memiliki tim yang luar biasa dalam melakukan pekerjaan.

MENJUAL KUALITAS

Setelah beberapa kali pengalaman kerja, baik kerja professional maupun kerja organisasi di kampus yang tidak dibayar, aku akhirnya menyadari hal yang sangat berharga ini. Jika kita semua ingin hasil kerja yang terbaik, kita harus menjual kualitas kerja kita untuk memperolehnya. Jika kita ingin mendapat penghasilan yang besar untuk setiap hasil kerja kita, kita juga harus memberikan kualitas pekerjaan yang terbaik agar apa yang kita peroleh setimpal dengan apa yang kita berikan. Kita harus menjual kualitas kita untuk memperoleh yang terbaik atas seluruh hal terbaik yang kita inginkan.
Jika kita ingin naik pangkat atau memperoleh gaji yang besar, kita harus siap untuk menjual kualitas terbaik yang kita miliki untuk tempat kerja kita maupun untuk orang yang kita layani. Jika kita ingin menjadi orang yang terkenal, kita harus siap berjuang habis-habisan dengan semua yang kita miliki untuk dapat dikenal oleh banyak orang lain. Jika ingin banyak hal yang tidak dapat dimiliki oleh cukup banyak orang lain, kita harus memberikan kualitas kerja dan layanan terbaik dari dalam diri kita. Intinya adalah apa yang ingin kita peroleh harus setara dengan apa yang dapat kita berikan. Untuk segala sesuatu harus ada yang dibayarkan agar sesuatu tersebut dapat kita peroleh.

BERSENANG-SENANG DENGAN APA YANG AKU KERJAKAN

Konsep ini sebenarnya sudah banyak dibahas oleh orang-orang lain, khususnya para pakar sumber daya manusia dan pengamat bidang pekerjaan. Meskipun sudah sering dibahas oleh mereka, namun baru pada hari ini (Minggu, 29 Agustus 2010) aku menyadarinya secara pribadi. Aku akhirnya menyadari bahwa ketika melakukan segala hal yang kita sukai, kita selalu akan melakukannya seolah tanpa tekanan. Kita akan benar-benar enjoy atau menikmati semua kerja keras yang kita lakukan setiap saat.
Aku benar-benar merasakan secara pribadi konsep tersebut. Aku merasakannya ketika aku kembali melakukan atau mengerjakan hal-hal yang benar-benar aku sukai, yaitu belajar dan membaca buku. Aktivitas tersebut akhir-akhir ini mulai aku lakukan kembali secara lebih intens dibandingkan sekitar satu tahun terakhir. Setelah selama rentang waktu tersebut aku disibukkan oleh tanggung jawabku sebagai ketua pelaksana kegiatan pengenalan kampus untuk para mahasiswa baru serta sempat dialihkan oleh beberapa hal yang bukan menjadi tujuan awalku.
Kini setelah aku menjalani kembali aktivitas-aktivitas yang dulu biasa aku lakukan, aku dapat merasakan bahwa hari-hariku berjalan dengan lebih maksimal. Aku dapat merasakan bahwa aku dapat memanfaatkan setiap waktuku untuk melakukan setiap hal yang benar-benar menarik perhatianku serta hal-hal yang benar-benar aku sukai. Aku pun merasakan bahwa tanpa terasa aku mulai kembali naik ke level yang lebih tinggi secara perlahan namun pasti. Aku mulai menemukan kembali ‘klik’ ku sehingga aku dapat mulai secara perlahan menghasilkan kinerja yang lebih baik dan lebih baik setiap saat. Aku juga mulai dapat memfokuskan kembali keahlian terbaikku untuk menyelesaikan seluruh tanggung jawab pribadi yang belum terselesaikan. Dengan menemukan kembali ‘klik’ ku, aku dapat menggunakan seluruh kemampuan yang ada untuk menghasilkan yang terbaik dalam apa yang aku lakukan.

Tickerbar