Friday, 25 March 2011

Bukan Tidak Sempat

Salah satu yang kemungkinan besar sering menjadi alasan mengapa kita tidak mengerjakan sesuatu atau mengerjakan sesuatu dengan hasil yang kurang maksimal adalah tidak sempat. Mungkin saja bagi sebagian orang yang memang benar-benar sibuk, hal itu benar adanya. Namun setelah melakukan penelusuran terhadap kehidupan saya sendiri, saya akhirnya menyadari bahwa seringkali alasan yang lebih tepat bukanlah tidak sempat, melainkan tidak menyempatkan diri. Kita bukan tidak sempat, melainkan tidak menyediakan waktu untuk menyempatkan diri untuk mengerjakan segala pekerjaan atau tanggung jawab kita.
Menyadari hal tersebut, akhirnya saya mulai belajar dan mencoba mengatur kembali diri saya serta waktu yang saya miliki untuk menyempatkan diri mengerjakan pekerjaan serta tanggung jawab yang masih tertunda penyelesaiannya hingga saat ini. Saya mulai berusaha untuk menyingkirkan satu per satu aktivitas atau kegiatan yang kurang penting untuk pencapaian impian atau tujuan saya. Saya mulai belajar untuk mengurangi sebanyak mungkin waktu yang saya gunakan untuk kegiatan-kegiatan yang kurang penting tersebut dan mencoba mengalokasikannya untuk kegiatan yang lebih penting, kegiatan yang lebih memberikan hasil atau kegiatan yang lebih mendekatkan diri saya kepada pencapaian seluruh impian serta cita-cita saya.

Manfaat Kuliah

Ilustrasi: Kuliah
Sekitar enam tahun yang lalu, saat saya berada di tingkat akhir masa pendidikan SMU, saya mulai berpikir mengenai jurusan kuliah yang akan saya tempuh di jenjang pendidikan tinggi. Saat itu begitu banyak pilihan yang saya miliki, antara lain jurusan komputer, jurusan bahasa, jurusan ekonomi, jurusan hubungan internasional, dan jurusan teknik industri. Banyaknya pilihan sempat membuat saya bingung. Pilihan-pilihan tersebut muncul karena pada dasarnya saya memiliki ketertarikan pada bidang-bidang tersebut.
Namun setelah memilah-milah dengan berdasarkan beberapa pertimbangan seperti minat terbesar saya dan juga prospek jurusan tersebut untuk memberikan pekerjaan dengan gaji yang besar di masa depan, akhirnya saya memutuskan untuk memilih jurusan komputer atau tepatnya jurusan Teknik Informatika. Satu masalah terselesaikan, tetapi persoalan tidak beres sampai disitu, ada satu masalah berikutnya yang datang menghampiri. Persoalan tersebut adalah menentukan universitas atau kampus yang akan saya gunakan untuk menempuh pendidikan di jurusan yang sudah saya tentukan tersebut. Saya memiliki tiga pilihan universitas, yaitu Universitas Surabaya (UBAYA), Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS), dan Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM).

Tickerbar

KumpulBlogger