Saturday, 11 June 2011

S.EX

Peringatan: harap dibaca terlebih dahulu dengan seksama, untuk kemudian dicermati, setelah itu dapat memberi komentar !
Kali ini saya menulis dengan topik sedikit berbeda, bahkan mungkin sangat berbeda dibandingkan topik-topik yang biasa saya tulis. Selamat menikmati dan harap perhatikan juga peringatan diatas.
Saya secara mendadak terpikirkan mengenai gagasan untuk menulis sebuah topik yang sedikit berbeda ini saat sedang membaca artikel mengenai salah satu teori dalam ilmu komputer. Inspirasi tersebut melintas secepat kilat ke dalam benar saya dan setelah merenung sebentar, secepat kilat pula saya segera menuliskannya sebelum gagasan yang meloncat masuk ke dalam pikiran saya meloncat keluar.

Kadang, Bekerja Keras Adalah Satu-Satunya Solusi

Selama beberapa waktu terakhir (sekitar dua tahun terakhir), saya mendengar cukup banyak orang mendengungkan istilah ‘bekerja cerdas, bukan bekerja keras’. Saya sampai sekarang belum sepenuhnya mengerti bekerja cerdas itu seperti apa dan masih terus berupaya memahaminya, baik dari mendengarkan ucapan orang lain, membaca artikel atau buku, dan menalar menggunakan pemikiran saya sendiri. Jika pemahaman yang saya peroleh sejauh ini mengenai bekerja cerdas tepat adanya, saya setuju dengan konsep tersebut. Konsep tersebut mengajarkan kepada kita bahwa kita tidak selamanya harus bekerja keras, tetapi kita dapat bekerja dengan cerdas dengan cara mengetahui hal-hal apa sajakah yang perlu dikerjakan dan apa saja yang tidak perlu.
Berdasarkan pemahaman mengenai bekerja cerdas yang saya sebutkan diatas, saya sangat sepakat dengan gagasan tersebut. Namun setelah dalam waktu yang cukup lama pula bergelut dengan istilah ‘bekerja cerdas’, akhirnya saya menyadari bagaimanapun kita tetap perlu bekerja keras untuk meraih impian atau apapun yang ingin kita raih. Dari kesadaran saya tersebut, akhirnya saya mengubah sedikit istilah ‘bekerja cerdas’ menjadi ‘bekerja keras dengan cerdas’. Istilah saya tersebut berupaya menjelaskan bahwa kita tetaplah perlu bekerja keras untuk meraih atau mewujudkan apapun yang ingin kita wujudkan, tetapi kita tidak harus bekerja keras pada semua bidang atau semua hal. Kita dapat bekerja sama dengan orang-orang terbaik lain untuk menghasilkan kualitas pekerjaan yang luar biasa. Dengan kata lain, kita bekerja keras pada bidang-bidang yang kita bisa dan orang lain bekerja keras pada bidang-bidang yang mereka bisa.

Friday, 10 June 2011

Pensiun Kaya Raya pada Usia 30-an

Setiap kita, manusia yang tinggal di dunia ini, pastilah bekerja bahkan sejak dari kita kecil. Waktu kecil, kita bekerja untuk dapat membaca, dapat berjalan, dapat berlari, dapat mengendarai sepeda, dapat mengendarai sepeda motor, dapat mengendarai mobil, dapat menulis, memiliki pengetahuan, dan sebagainya. Intinya kita selalu bekerja dalam berbagai bentuk.
Namun, pernahkah kita berpikir pada usia berapakah kita akan pensiun atau ingin pensiun ? Akhir-akhir ini pemikiran mengenai pensiun sedini mungkin mengisi sebagian ruang dalam otak saya. Saya sempat membaca beberapa buku terkait pensiun, rencana keuangan, serta hal-hal terkait lain untuk menopang impian saya untuk pensiun sedini mungkin. Setelah membaca sejumlah buku, akhirnya saya tetapkan untuk dapat pensiun pada usia 30-an.
Pensiun yang saya maksud disini bukanlah tidak bekerja sama sekali, tetapi suatu situasi atau keadaan dimana saya memiliki hak untuk bekerja atau tidak, namun saya tetap hidup berkecukupan dalam jangka waktu yang lama. Pensiun yang maksudkan disini adalah saya tetap dapat hidup tanpa kewajiban untuk bekerja. Guna menopang rencana saya tersebut, saya mulai dan akan terus mencari cara-cara yang dapat membantu saya untuk mewujudkan impian tersebut. Saya akan terus mencari dan kemudian mempraktekkan sebanyak mungkin cara yang dapat mewujudkan impian saya untuk pensiun pada usia 30-an.

24 dari 100: Daftar Buku yang sudah Saya Baca Tahun Ini

Saya sangat suka sekali membaca, bahkan sejak saya masih sangat belia. Guna semakin meningkatkan kemampuan saya serta untuk menantang diri saya sendiri untuk menjadi lebih hebat serta sebagai bagian dari target besar saya untuk membaca 20.000 judul buku sebelum saya meninggal, maka tahun ini saya menargetkan untuk dapat merampungkan membaca 100 judul buku. Sampai saat tulisan ini dibuat, saya telah menuntaskan membaca 24 judul buku dan masih ada 11 judul buku yang sudah saya baca namun belum terselesaikan. Sebagai bukti bahwa saya benar-benar telah menuntaskan membaca 24 judul buku, berikut ini saya sebutkan judul buku yang sudah selesai saya baca serta nama penulisnya:
1.        Sikap 101 – John C. Maxwell.
2.        The Science of Success – James Arthur Ray.
3.        Pixar – Ni Ketut Susrini.
4.        Your Internet Cash Machine – Joe Vitale dan Jillian Coleman Wheeler.
5.        The 7 Habits of Highly Effective People – Stephen R. Covey.
6.        Communication @ Work – Indayati Oetomo.
7.        Youtube A Success Story – Yudhi Herwibowo.

Tickerbar

KumpulBlogger