Friday, 14 January 2011

Kecerdasan Financial vs Kecerdasan Intelektual

Masih ingatkah anda akan nasehat popular yang dulu sering dinasehatkan oleh orang tua atau guru di sekolah? “Belajarlah yang pintar nak biar nanti kamu gampang cari pekerjaan supaya bisa hidup enak dan sukses” Sebagian besar kita masih beranggapan bahwa nasihat itu benar dan penting. Bagaimana dengan anda?
Sayapun pada awalnya berpendapat sama, tapi perjalanan dan pengalaman saya membuktikan bahwa sebagian besar orang yang pintar (cerdas secara intelektual) malah bekerja pada orang yang bodoh (tidak cerdas secara intelektual, tetapi cerdas secara financial). Saya sendiri pernah menyelesaikan pendidikan S2 di UGM, tapi pada awal kerja saya, malah bekerja pada perusahaan yang direkturnya malah hanya lulusan SMU, dan semua karyawannya adalah sarjana kecuali OB. nah lho… benar kan kata saya.
Sejak kecil kita seringkali ditanamkan untuk belajar dan berprestasi di sekolah, sehingga dalam mindset kita secara tidak sadar akan tertanam pemikiran, bahwa kalo mau sukses maka harus memiliki pendidikan yang tinggi, sehingga selepas sekolah atau kuliah akan mencari pekerjaan sesuai dengan ijasah kita, seperti yang saya alami dulu. Ternyata akhirnya bekerja pada perusahaan yang pemiliknya Cuma lulusan SMA tapi kok bisa lebih kaya dari saya ya….

Pekerjaan Anda Bukanlah Karir Anda

Hidup adalah sebuah proses untuk menjadi
Hidup adalah sebuah proses untuk menjadi-yaitu menjadi lebih baik, lebih besar, lebih kuat, dan lebih berpengaruh ; agar manfaat dari pelayanan diri kita menjadi luas dan berdampak.
Sehingga, karir andapun adalah sebuah proses untuk menjadi lebih, bukan proses untuk menikmati dan mempertahankan tingkat yang telah anda capai sekarang
Itu sebabnya, sebagai pebisnis dan profesional, kita akan sangat diuntungkan bila tetap menjaga keremajaan kemampuan kita untuk belajar, karena tujuan dan hadiah terbaik bagi proses belajar yang berkelanjutan adalah kapasitas untuk tumbuh ke tahap yang lebih tinggi.
Sehingga bila anda amati dengan teliti, kita sebetulnya diharuskan untuk menemukan keseimbangan yang cantik antara kecintaan pada apa yang kita kerjakan sekarang, dan kegelisahan untuk segera meninggalkannya untuk mencapai tahap-tahap yang lebih tinggi. Maka, wajarlah bila tidak boleh melihat pekerjaan kita sebagai sesuatu yang permanen. Anda tidak boleh melihat pekerjaan anda sebagai karir anda.
Pekerjaan Anda Adalah Sebuah Mata Rantai
Cobalah anda jawab pertanyaan ini. Apakah anda akan mencapai puncak dari karir anda dalam pekerjaan yang sedang anda kerjakan sekarang?
Pekerjaan anda adalah sebuah mata rantai dari sebuah untaian rantai pengalaman yang membentuk keseluruhan karir anda. Maka pastikanlah bahwa setiap pekerjaan yang anda tangani menjadi sebuah mata rantai yang design-nya akan membentuk sebuah keutuhan yang meninggikan anda di kemudian hari.

Menulis Mengurangi Stres

MEMBACA dan mendengarkan, lalu diimbangi dengan menulis dan berbicara, itu sehat, melegakan, dan menghibur. Ibarat hubungan antara makan-minum yang harus diimbangi dengan olahraga agar berkeringat serta membuang kotoran ke toilet.
Kalau ada pemasukan gizi dan kalori namun tak ada pembakaran dan pengeluaran sisa kotoran, bisa memicu kolesterol. Saluran darah tersumbat, kinerja jantung terganggu,lalu stroke.Ibarat tubuh, secara sosial bangsa ini sudah mengalami stroke.Suplai kebutuhan pangan, pendidikan, dan layanan sosial tidak merata. Beberapa bagian wilayah republik mengalami kolesterol, sebagian lain defisit, jadi lumpuh.Ada bagian- bagian dari tubuh bangsa ini mengalami stroke,lumpuh. Saya sendiri kadang ragu dan bertanya, seberapa besar tulisantulisan saya memberi manfaat dan masukan gizi moral-intelektual pada pembaca.Namun,sebelum jawaban itu didapat, yang pasti, dengan menulis, sebagian beban emosi jadi berkurang.Menulis berfungsi bagaikan ventilasi untuk menyalurkan kepengapan emosi dan pikiran.

The Symbol of Excellence

Excellence merupakan sebuah kata bahasa Inggris yang memiliki arti keunggulan atau mutu yang baik sekali. Kata excellence merupakan jenis kata benda, bentuk lain dari kata ini yang merupakan kata sifat adalah excellent. Kata excellence maupun excellent sering dimanfaatkan untuk menunjukkan sesuatu yang sangat berkualitas atau memiliki kinerja atau nilai yang sangat tinggi jika dibandingkan sesuatu yang lain yang sejenis.
Kita mungkin sering mendengar kata-kata ini, ‘individu yang excellent’, ‘si A tersebut memang berbeda dibandingkan yang lain’, ‘pilihlah produk berkualitas tinggi’, ‘kinerjanya selama beberapa tahun ini bagus sekali’, ‘perusahaan B merupakan perusahaan yang selalu menghasilkan layanan yang terbaik bagi para pelanggannya’, ‘murid C merupakan murid terpandai di kelas ini’, dan sebagainya. Semua contoh kata-kata di atas merupakan jenis kata-kata yang sering digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang excellent. Kata excellence maupun excellent dapat dipakai bersamaan dengan suatu entitas yang dapat berupa individu, layanan, organisasi, produk, maupun beragam entitas lain. Tulisan ini akan berfokus pada pemakaian kata excellent dalam kaitannya dengan individu atau manusia.

Thursday, 13 January 2011

10 Perilaku Anda yang Dinilai Atasan

Perilaku Anda, sebagai karyawan, di tempat kerja ataupun di luar pekerjaan, memberikan kesan khusus di mata atasan. Wajar saja jika Anda canggung saat tak sengaja bertegur sapa di lift. Kemudian, muncul pertanyaan, apa ya yang dipikirkan atasan tentang Anda, mengenai cara berpakaian, kinerja, dan lain sebagainya. Kenali perilaku apa saja yang bisa menjadi sumber penilaian atasan. Yang dinilai tak harus sikap Anda yang kasat mata di kantor. Anda juga perlu berhati-hati berbicara di area publik yang terkesan personal seperti status Facebook di akun Anda.
1. Perilaku di luar kantor menentukan siapa Anda
Atasan Anda memang tak selalu memerhatikan setiap gelagat. Namun dia juga menilai apa yang Anda lakukan, yang tersirat dalam berbagai hal. Salah satunya ucapan, kata-kata yang Anda utarakan melalui media sosial. Meski aktivitas luar kantor bukan lagi terkait pekerjaan, namun imej dan reputasi Anda sebagai individu juga dipertaruhkan.
"Setiap kali akan mem-posting sesuatu di Facebook atau media jejaring sosial lainnya, sebaiknya tanyakan kembali kepada diri sendiri, apakah Anda ingin hal seperti itu dibaca atasan atau rekan kerja Anda," saran Edith Onderick-Harvey, presiden firma konsultan korporasi, Factor In Talent, Massachusetts.
Onderick-Harvey juga mengingatkan, sebaiknya Anda berhati-hati menuangkan isi pikiran, apalagi yang terkait pekerjaan, dalam situs jejaring sosial. Jika tidak, bersiaplah atasan Anda melihat dan menilai Anda sebagai karyawan yang tidak profesional, melihat komentar Anda di Facebook yang menjelekkan rekan kerja misalnya.

Sudah Tahu Cara Mendaftar SNMPTN?

Ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 akan dilaksanakan serentak pada 31 Mei dan 1 Juni 2011. Selain ujian tertulis, ujian seleksi masuk juga dilakukan melalui jalur undangan.
Direktur Jenderal Dikti Djoko Santoso mengatakan, tahun ini diperkirakan ada 800.00 pendaftar yang akan memperebutkan sekitar 200.000 kursi di 60 PTN peserta SNMPTN. Calon mahasiswa diperbolehkan memilih dua PTN dan tiga program studi di setiap PTN. Dari 200.000 total daya tampung itu, sekitar 120.000 di antaranya akan diterima melalui jalur tertulis dan keterampilan, serta jalur undangan. Sisanya, PTN diperbolehkan melakukan seleksi melalui jalur mandiri.
Bagi yang ingin mendaftar, biaya untuk jalur undangan sebesar Rp 175.000 per pelamar. Sementara biaya pendaftaran jalur ujian tertulis/keterampilan sebesar Rp 150.000 (kelompok IPA atau IPS) dan Rp 175.000 (kelompok IPC), serta Rp 150.000 untuk ujian keterampilan per peserta untuk setiap ujian.
Informasi lebih lanjut bisa diperoleh di situs www.snmptn.ac.id atau melalui akun twitter:@snmptn2011 atau Panitia Pelaksana SNMPTN 2011 di Gedung Rektorat IPB lantai 2 Kampus IPB Dermaga, Bogor, Jawa Barat. Bisa juga melalui call center 08041-450-450 dan e-mail: panitia@snmptn.ac.id.(sumber: kompas online).

Punya ‘Musuh’ Itu Penting !

Apakah kita pernah mendengar atau membaca kalimat, ‘menemukan satu orang kawan lebih sulit dibandingkan menemukan seribu orang musuh’ ? Atau mungkin kita pernah menjumpai kalimat, ‘kita tidak mungkin memiliki jutaan kawan tanpa memiliki satu orang musuh’ ? Ya, memang dalam kehidupan yang kita jalani ini, kita akan sangat mungkin memiliki musuh maupun orang-orang yang tidak suka terhadap kita. Hal tersebut sangat mungkin terjadi, sebab memang tidak setiap orang itu cocok atau memiliki cara berpikir yang sama. Tulisan kali ini juga tentang musuh, tetapi musuh yang akan saya bahas disini adalah musuh dalam arti yang positif.
Musuh, saya yakin setiap orang tidak ingin memilikinya. Setiap orang ingin mencari sahabat dan kawan sebanyak mungkin, bukannya mencari musuh atau lawan. Namun, kali ini saya memiliki pendapat yang sedikit berbeda yaitu memiliki ‘musuh’ itu penting. ‘Musuh’ yang saya maksud disini bukanlah musuh dalam arti yang negatif, melainkan musuh dalam arti yang positif. ‘Musuh’ yang saya dimaksud disini adalah pesaing kita atau orang-orang disekitar kita yang merupakan ‘musuh’ kita, tetapi sekaligus berfungsi sebagai orang terbaik bagi kita, sebab dia dapat menjadi motivator kita untuk terus menjadi lebih baik dan lebih baik setiap harinya.

Wednesday, 12 January 2011

To Make Music with All We Have Left

I unintentionally found this inspiring story when I was read a book. That book gave an URL of a site by writers's friend. I open that site and I am feel lucky cause I can know such a great site. Please feel free to read this story and wish this story will also inspire you.

First imagine your body as your very own, finely-tuned, musical instrument,  then read on…

When Itzhak Perlman, the world-class master violinist, came on stage to give this long-awaited concert at Lincoln Center in New York City, just getting on stage was no small achievement for him…

Itzhak was stricken with polio as a child. He wears massive braces on both legs and walks with the aid of two crutches. And geez, to see him walk across the stage, one step at a time, painfully and slowly, is an unforgettable sight. He walks painfully, yet majestically, until he reaches his chair. Then he sits down, slowly, puts his crutches on the floor, undoes the clasps on his legs, tucks one foot back and extends the other foot forward. Then he bends down and picks up the violin, puts it under his chin, nods to the conductor and proceeds to play.

By now, the audience is used to this ritual. They sit quietly while he makes his way across the stage to his chair. They remain reverently silent while he undoes the clasps on his legs. They wait until he is ready to play…

But this time, something went wrong. Just as he finished the first few bars, one of the strings on his violin broke. You could hear it snap - it went off like gunfire across the room. There was no mistaking what that sound meant. There was no mistaking what he had to do. People who were there that night thought to themselves: “We figured that he would have to get up, put on the clasps again, pick up the crutches and limp his way off stage - to either find another violin or else find another string for this one.”

Tuesday, 11 January 2011

Tebak Juara Liga-Liga Eropa 2010/2011

Dapatkan buku ini
Para penggemar sepak bola kemungkinan sering mendengar mengenai hal ini, yaitu kegiatan menebak tim atau klub apa yang akan menjadi juara suatu event sepak bola baik dalam negeri maupun internasional. Kegiatan ini biasanya ditujukan untuk menambah animo atau semangat para penggemar bola tulen serta untuk meramaikan suasana terkait dengan event yang sedang berlangsung. Sebagai salah satu penggemar bola dan sebagai salah satu cara agar saya dapat berbagi satu buku secara gratis dengan adil (baca disini), maka saya memutuskan untuk meniru kegiatan serupa namun untuk tujuan tersebut dalam bentuk online.
Kegiatan ini saya tujukan untuk menebak klub apakah yang akan menjadi juara dari liga-liga besar Eropa yaitu liga Italia, liga Inggris, liga Spanyol, dan liga Jerman. Setiap orang dapat turut berpartisipasi pada kegiatan ini dengan cara menyebutkan nama klub yang akan menjuarai masing-masing liga tersebut serta poin akhir yang akan diperoleh oleh masing-masing klub juara setiap liga tersebut. Sebagai contoh:
Pada akhir musim diketahui bahwa juara liga Italia adalah Juventus dengan poin 85, juara liga Inggris adalah West Ham dengan poin 83, juara liga Jerman adalah Bremen dengan poin 84, juara liga Spanyol adalah Villareal dengan poin 81.

Tickerbar