Friday, 25 November 2016

Beberapa Hal Tentang Tidur Yang Mungkin Belum Kita Tahu

Beberapa Hal Tentang Tidur Yang Mungkin Belum Kita Tahu
Beberapa Hal Tentang Tidur Yang Mungkin Belum Kita Tahu
Setiap orang butuh tidur dan bahkan beberapa orang suka tidur. Tidur memang sangat penting bagi kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Namun terlalu banyak tidur juga ternyata berakibat kurang baik bagi tubuh.

Kebugaran dan vitalitas tubuh sangat penting bagi setiap orang pada zaman modern yang semuanya dituntut untuk serba cepat. Kadang karena kebutuhan akan kecepatan dan seakan waktu 24 jam sehari yang kita miliki terasa kurang, beberapa dari kita memutuskan untuk mengurangi waktu tidur kita. Namun di sisi lain, ada pula orang yang masih sempat tidur dalam waktu yang lebih dari cukup. Tetapi terkadang pula kita sudah tidur cukup lama tapi ketika bangun masih mengantuk dan badan kurang segar. Kadang pula di siang hari kita juga masih mengantuk.

Ada beberapa hal tentang tidur yang mungkin belum kita tahu. Dengan mengutip sumber dari kompas.com, mari kita simak bersama beberapa hal tentang tidur yang mungkin belum kita tahu.

1. Tidur memiliki porsinya sendiri. Jika kita sudah cukup tidur, maka seharusnya dan selayaknya kita sudah tidak mengantuk lagi ketika pagi dan siang hari. Jika ternyata kita masih mengantuk, itu artinya waktu atau kualitas tidur kita masih kurang.

2. Idealnya waktu tidur manusia dewasa antara 7-9 jam setiap hari.

3. Jika sudah cukup tidur tetapi masih mengantuk, maka kondisi itu disebut dengan "hipersomnia". Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai penyakit tidur.

Tuesday, 22 November 2016

Definisi Profesional Menurut Versi Saya

Definisi Profesional Menurut Versi Saya
Definisi Profesional Menurut Versi Saya
(sumber gambar: www.google.com)
Banyak dari kita pasti sudah tahu dan sering mendengar atau membaca mengenai definisi kata 'profesional'. Hal itu bisa dibilang wajar karena memang kata 'profesional' sudah sering diucapkan maupun digunakan dalam berbagai acara atau kesempatan. Namun dari semua definisi yang ada, yang saya tahu berlaku dan umum digunakan berasal dari definisi berdasarkan kamus. Umumnya definisi-definisi tersebut panjang atau cenderung rumit atau memiliki atau menggunakan kata-kata yang 'tinggi'.

Nah, kali ini, saya akan berbagi mengenai definisi profesional menurut versi saya sendiri secara pribadi. Definisi dari saya ini bisa jadi tidak sepenuhnya benar atau tepat jika ditilik menurut definisi berdasarkan kamus atau definisi dari para pakar. Tetapi saya yakin bahwa definisi profesional menurut versi saya ini bisa jadi merupakan definisi yang paling (lebih) sederhana, ringkas, mudah dipahami, dan tentu saja bersifat pribadi berdasarkan apa yang saya tahu atau alami. Menurut saya, profesional adalah seseorang atau orang yang dibayar atau memiliki penghasilan dari apa yang dikerjakannya. Sesederhana itu definisi profesional menurut versi saya.

Jadi, berdasarkan definisi itu, bisa ada rangkaian kata-kata atau profesi-profesi seperti atlet profesional, penari profesional, pelukis profesional, penyanyi profesional, tukang tidur profesional, tukang makan profesional, pengangguran profesional, dan sebagainya. Intinya, apapun jenis aktivitas atau pekerjaan, selama aktivitas atau pekerjaan tersebut bisa membuat seseorang memiliki penghasilan atau dibayar karena mengerjakannya, maka itu bisa disebut profesi, dan orang yang melakukan aktivitas tersebut layak disebut profesional. Demikianlah definisi profesional menurut versi saya. Semoga bermanfaat.

Monday, 21 November 2016

Sekelumit Kisah dan Sejarah Gudeg Yoyga

Sekelumit Kisah dan Sejarah Gudeg Yogya
Sekelumit Kisah dan Sejarah Gudeg Yogya
(sumber gambar: www.google.com)
Gudeg merupakan salah satu makanan atau kuliner tradisional Indonesia yang berasal dari Yogyakarta. Santapan tradisional ini sudah terkenal ke berbagai wilayah di Nusantara. Kuliner ini juga amat terkenal dan disukai di Jawa karena rasanya yang manis, sedap, dan gurih dengan aroma yang khas pula. Popularitas Gudeg di berbagai wilayah Nusantara pula yang akhirnya membuat Yogyakarta dijuluki sebagai Kota Gudeg.
Akan tetapi, walaupun makanan ini sudah amat sangat terkenal, namun saya yakin tidak banyak diantara kita yang tahu kisah dan sejarah atau asal muasal Gudeg Yogya. Sayapun awalnya juga tidak tahu, namun setelah membaca berita di media online (kompas.com) dan mencari berbagai informasi tambahan melalui Google, maka saya akhirnya tahu kisah dan sejarah Gudeg Yogya.
Mari kita baca dan belajar bersama sekelumit kisah dan sejarah Gudeg Yogya. Semoga apa yang saya sharingkan disini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam mengetahui dan mempelajari sejarah kuliner Nusantara. Selamat membaca.
“Gudeg sebetulnya sudah ada sejak Yogyakarta pertama dibangun”, itulah penuturan Murdijati Gardjito, seorang profesor sekaligus peneliti di Pusat Kajian Makanan Tradisional (PKMT), Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM (sumber: kompas.com). Kisah Gudeg bermula pada abad ke-16 atau sekitar tahun 1500-an. Waktu itu, para prajurit Kerajaan Mataram sedang berupaya untuk membuka hutan belantara untuk membangun peradaban modern seperti yang sekarang ini terletak di kawasan Kota Gede. Di hutan tersebut ternyata terdapat banyak pohon kelapa dan nangka. “Para prajurit yang jumlahnya ratusan itu kemudian berusaha memasak kelapa dan nangka. Karena jumlah mereka sangat banyak, kelapa dan nangka dimasak di dalam ember besar yang terbuat dari logam. Pengaduknya pun besar, seperti dayung perahu.”, ucap penulis buku “Gudeg, Sejarah, dan Riwayatnya”.
Proses memasak kelapa dan nangka tersebut mereka sebut hangudek atau mengaduk, dari sana lah asal-usul terciptanya nama makanan Gudeg yang sekarang kita kenal. Dari ‘makanan tidak sengaja’ yang diciptakan para prajurit Mataram itulah, Gudeg kini menjadi ikon sekaligus identitas Yogyakarta. Sejak saat itu pula dan hingga sekarang, Gudeg dikenal sebagai makanan yang berbahan dasar nangka muda yang direbus selama berjam-jam dengan gula kelapa dan santan serta dilengkapi pula dengan berbagai bumbu tambahan yang membuat Gudeg menjadi terasa manis di lidah dan memiliki rasa yang khas dan enak sesuai selera masyarakat Jawa pada umumnya. Gudeg yang awalnya mulai dikenal di kalangan keluarga para prajurit Mataram kini telah meluas dan dikenal oleh masyarakat umum.

Tickerbar