Monday, 22 March 2010

IMPIAN MASA KULIAHKU YANG BELUM TERCAPAI

Tanpa terasa, sudah 4,5 tahun aku berada di bangku kuliah. Selama masa kuliah ini, sudah cukup banyak hal aku alami serta sudah cukup banyak kegiatan aku kerjakan. Ada beberapa impian yang sudah tercapai, namun masih ada pula beberapa impian yang belum tercapai dan bisa dibilang ada pula impian yang tidak mungkin tercapai. Aku sudah berhasil menjadi panitia Pekan Kampus yang menjadi salah satu impianku pada awal tahun 2006 dan bahkan pada akhirnya aku berhasil menjadi ketua Pekan Kampus di tahun 2009 lalu suatu impian yang muncul sejak tahun 2007. Aku sudah merasakan berbagai macam organisasi di kampus mulai dari pengurus Himafor 2005/2006, pengurus PD 2006/2007, panitia IT Fiesta 2006, panitia Pekan Kampus 2006, panitia Pekan Kampus 2007, pengurus SEMA 2007/2008, panitia Cyber Game Competition 2008, panitia tambahan Pekan Kampus 2008, dan terakhir panitia Pekan Kampus 2009. Aku juga sudah pernah tergabung dalam beberapa tim proyek yang berbeda dan sudah pernah pula membuat karya-karya yang bisa dibilang bagus menurutku. Salah satu karya proyek yang paling aku kenang dan paling bagus menurut adalah game SOS (Soul of STTS). Game ini dibuat oleh tim yang dipimpin oleh seseorang yang punya impian dan semangat yang tinggi, Stevanus Djojokusumo. Aku benar-benar salut melihat usahanya untuk menyempurnakan game yang dibuat.

Game SOS yang dibuat menggunakan Dev-C (versi bahasa C yang memiliki beberapa tambahan fitur khusus yang memudahkan untuk membuat game). Game ini dianggap sebagai yang terbaik oleh dosen kami di kelas yang kami ikuti dan bahkan karena banyaknya macam permainan yang ada dalam game tersebut, sampai-sampai kelompok lain tidak ada yang berani menandingi kehebohan game yang kami buat. Game tersebut menceritakan kehidupan perkuliahan di STTS, dimana karakter dalam game tersebut bisa hadir kuliah, mengikuti ujian, kerja part time, memancing, memiliki hewan peliharaan, mengikutkan hewan peliharaannya ke lomba balap hewan, memasak, sampai bertempur dengan musuh yang menculik hewan peliharaannya. Sungguh cerita game yang komplek ! Bahkan yang lebih buat aku bangga, dalam adegan bertempur yang menggunakan pesawat, oleh Stevanus pesawat tersebut dibuat bisa memiliki shield (pelindung) agar tidak mengurangi kerusakan pesawat saat terkena tembakan musuh. Shield (pelindung) itu yang buat aku bangga, sebab di bagian ini game yang Stevanus buat ternyata lebih baik dibandingkan punya kelompok lain yang di proposal proyeknya menyebutkan akan membuat game yang sama. Satu yang bisa kuucapkan tentang game kami, INCREDIBLE !

Selain proyek game tersebut, masih ada beberapa proyek lain lagi yang juga hebat. Proyek SEP (Software Engineering Project) yang aku buat bersama Niko Permana, Otniel Sutandi, Raymond Aquino, memiliki fitur CAPTCHA (fitur yang memungkinkan suatu halaman web memastikan bahwa orang yang akan login atau mendaftar di suatu website adalah manusia bukan bot), anti SQL injection, dan juga tampilan halaman yang bisa berganti template. Dari proyek SEP ini, aku sadar satu hal yaitu terkadang kita harus berani menjawab tantangan yang kelihatannya tidak bisa kita jawab sekalipun atau bahkan mungkin kita belum mengetahui bagaimana cara untuk menjawab tantangan tersebut. Dalam proyek ini, sebenarnya kami belum tahu bagaimana cara membuat CAPTCHA, bagaimana memberi fitur perlindungan anti SQL-Injection, dan juga bagaimana cara mengganti template, namun dengan usaha untuk mencari tahu dan belajar akhirnya semua fitur yang diminta oleh dosen.

Di semester 2, aku dan beberapa teman mendapat proyek membuat notepad sederhana menggunakan bahasa Pascal. Tujuan proyek tersebut untuk menerapkan teknik-teknik penyimpanan data di komputer. Proyek tersebut memang tidak selesai dengan sempurna, namun tetap mendapat nilai bagus. Dengan sedikit perjuangan, kami bisa membuat proyek kami mendekati seluruh kriteria yang diberikan. Program kami bisa melakukan scroll up (page up), scroll down (page down), serta menerjemahkan penekanan tombol home dan end pada keyboard. Cukup bagus untuk proyek anak semester 2. Dari sini aku juga mau bersyukur bahwa kami semua diberi kemampuan dan ide-ide yang lebih dibandingkan beberapa teman kami yang lain oleh Tuhan.

Nah, jika cerita-cerita diatas berbicara mengenai beberapa impian yang sudah tercapai bersama rekan-rekanku yang luar biasa. Rekan-rekan yang diberi anugerah kepintaran dan kemampuan yang melebihi beberapa rekan kami yang lain oleh Tuhan. Aku juga masih memiliki beberapa impian yang belum tercapai. Impian-impian tersebut antara lain menjadi ketua Pekan Kampus sebanyak 2 kali, meraih IP 4.00 (hanya pernah mencapai 3,43), menjadi asisten di laboratorium, dan melakukan eksperimen bersama dengan teman-temanku (mencoba membuat sistem operasi atau kompiler mungkin). Selain itu aku juga belum sempat melatih para calon pemimpin atau ketua Pekan Kampus berikutnya (ini impian terbaru). Namun kerinduan terbesarku adalah aku dapat membuat karya-karya programming yang lebih luar biasa seperti sistem operasi sederhana atau kompiler sederhana. Impian ini diinspirasi oleh mahasiswa-mahasiswa dari kampus teknologi di Amerika Serikat. Mereka semua berhasil membuat karya-karya yang bermanfaat, heboh, sekaligus unik.

Ya, memang masih ada beberapa impian yang belum tercapai selama masa kuliahku yang sudah akan berakhir ini. Tahun 2010 ini adalah tahun terakhirku di bangku kuliah S1. Meskipun ada beberapa impian yang belum tercapai, aku tetap bersyukur bahwa sudah boleh memiliki kesempatan untuk kuliah dan mengembangkan diri. Namun aku juga sadar bahwa aku belum mengembangkan kemampuan diriku sampai mencapai potensi terbesar yang sudah Tuhan taruh dalam diriku. Terkadang aku menyesal jika mengingat hal ini dan sungguh-sungguh menyesal. Aku terkadang begitu giat atau rajin belajar sehingga memperoleh nilai bagus, namun juga terkadang aku malas-malasan sehingga memperoleh nilai kurang bagus. Aku tetap akan menyimpan beberapa impian yang belum tercapai tersebut yang masih mungkin aku capai di masa depan serta terus menggali impian-impian baru dalam rentang waktu hidupku yang masih muda ini. Sekian.

HARUS DAPAT !

Tulisan ini lebih berbicara soal impianku untuk segera menuntaskan training CCNA level 4 yang aku ambil sejak sekitar 2 minggu lalu. Tulisan ini juga aku tujukan untuk memotivasi diriku sendiri untuk berkonsentrasi dan berdedikasi mencurahkan segala usaha dan waktuku yang terbaik untuk belajar agar dapat segera menyelesaikan training tersebut. Selain itu aku juga bermaksud untuk melecut semangatku sendiri agar aku segera mendapatkan gelar non-akademisku yang pertama yaitu CCNA, sebuah gelar profesional yang dapat menjadi bukti kemampuanku dalam bidang jaringan komputer sekaligus menjadi bukti profesionalitasku dalam bekerja.

Menurut jadwal resmi training akan berlangsung selama sekitar 3 bulan. Training ini terdiri dari 8 kali pertemuan untuk membahas materi serta 4 kali pertemuan untuk praktikum di laboratorium. Sejauh ini pertemuan sudah berlangsung empat kali dan aku masih belum menyelesaikan ujian untuk chapter 2 dan chapter 3, padahal seharusnya sekarang sudah mencapai chapter 4. Ya, memang aku sedikit terlambat untuk ini, oleh karena itu dalam beberapa hari ini aku menargetkan diriku sendiri untuk segera menuntaskan 3 chapter yang belum terselesaikan. Aku harus mencurahkan konsentrasi terbaik untuk belajar guna meraih hasil-hasil nilai ujian yang terbaik.

Aku juga sudah merindukan gelar yang dapat segera ditambahkan di belakang namaku. Gelar yang akan menjadi tanda keahlian atau kepakaranku dalam suatu bidang. Gelar yang juga akan membantuku untuk mewujudkan salah satu impianku yaitu menjadi pembicara atau guest lecturer di beberapa universitas terkemuka di dunia. Ya, aku memang rindu untuk terbang ke beberapa negara guna mengajarkan atau membagikan ilmu-ilmu yang telah aku pelajari. Suatu kerinduan untuk berbagi pengetahuan dengan orang-orang yang ada di dunia. Namun sebelum sampai kesana, jalanku masih panjang. Masih banyak waktu-waktu yang harus aku curahkan untuk belajar. Masih banyak waktu-waktu yang harus aku curahkan untuk praktek mengajar orang lain. Tapi, aku yakin suatu saat nanti (tepatnya sebelum umurku mencapai 28 tahun, beriman saja) aku akan menjadi pembicara tingkat dunia. Aku akan menjadi orang yang diundang ke negara-negara lain untuk berbicara di kampus-kampus terbaik maupun perusahaan-perusahaan besar dunia. Sebuah impian yang indah serta luar biasa bukan ?

Sunday, 21 March 2010

PROGRAMMING IS ALSO AN ART

Beberapa waktu terakhir ini aku memperoleh suatu kesadaran yang indah dan berharga dalam hidup. Aku menyadari bahwa ternyata programming atau membuat program adalah sebuah seni. Sebuah seni yang sama seperti seni-seni yang lain.

Jika dalam seni tulis atau bahasa, kita berurusan dengan bagaimana memilih kata-kata yang tepat yang akan menjadi bagian dari isi tulisan kita dan kemudian merangkainya menjadi sebuah kalimat yang memiliki sebuah makna, demikian juga dengan programming, ketika kita melakukan programming sebenarnya kita memilih logika-logika yang tepat yang dapat membantu untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu dan kemudian menyusunnya menjadi suatu baris program. Ketika dalam menulis kalimat demi kalimat yang sudah kita susun serta kemudian merangkainya menjadi suatu paragraf, pada programming hal yang serupa kita lakukan, baris demi baris kode program yang sudah ditulis akan dirangkai menjadi suatu sub program yang dapat menyelesaikan masalah yang lebih besar. Itulah kurang lebih perbandingan antara seni membuat program dengan seni tulis. Sekarang bagaimana perbandingannya dengan seni yang lain ?

Ketika seseorang membuat lukisan atau desain gambar lainnya, dia berusaha untuk menentukan pilihan warna yang akan dipakai untuk membuat suatu citra atau gambar pada lukisannya, demikian juga dengan programming, para programmer berusaha untuk memilih warna-warna font, form, serta tampilan-tampilan yang sesuai yang enak dipandang oleh mata para pengguna program. Ketika seorang pelukis berusaha untuk menentukan letak-letak atau layout gambar-gambar yang menjadi bagian dari lukisannya secara menyeluruh, demikian juga dengan para programmer, mereka berusaha untuk menentukan letak-letak bagian tampilan program seperti kotak isian, tombol, dan sebagainya sehingga membuat tampilan program yang dibuatnya lebih mudah dimengerti oleh para pengguna. Itulah sedikit perbandingan antara seni lukis dan seni membuat program.

Dari melihat dua perbandingan contoh antara seni membuat program serta dua seni lain, kita semakin jelas mengetahui bahwa ternyata membuat program atau programming juga merupakan sebuah seni. Dalam membuat program, seorang programmer juga mengurusi layout tampilan program, bagaimana membuat sub-sub bagian kode program yang lebih terstruktur dan mudah dibaca serta dipahami, serta masih banyak lagi. Semoga tulis singkat ini membuka mata kita semua bahwa ternyata seni tidak hanya berupa seni-seni seperti yang sudah kita kenal pada umumnya, sebab ternyata seni itu memiliki banyak macam lainnya, seperti seni membuat program, seni mengajar, seni berbicara, dan juga banyak seni lainnya. Sekian tulisan singkat ini dan semoga berguna.

TIDAK ADA YANG SALAH DENGAN BERMIMPI !

Beberapa hari lalu, di internet sedang ramai berita tentang seorang gadis remaja bernama Ririn Dumin atau yang disingkat Rindu. Gadis ini menimbulkan kehebohan di internet karena beberapa tulisan yang dia muat di blognya dan juga beberapa video yang dia muat ke you tube. Gadis yang diceritakan bermimpi untuk menjadi artis atau bintang iklan ini telah menarik perhatian cukup banyak orang di internet. Dari seluruh orang yang menyimak tingkah polah gadis ini, sebagian ada yang mendukung dan sebagian lagi ada yang mencela atau mencibir.

Bagi saya, masalah perbedaan pandangan terhadap suatu hal atau masalah sih boleh atau sah saja. Namun, menurut saya pula, mencibir atau mencela orang yang memiliki impian yang besar adalah sebuah kesalahan. Setiap orang boleh bermimpi untuk bisa menjadi apapun, selama impian tersebut baik, berguna, dan tidak merugikan orang lain. Bermimpi atau memiliki impian adalah hak setiap orang. Tanpa impian, tidak akan ada orang yang dapat meraih sesuatu yang luar biasa dalam hidupnya. Sungguh, impian adalah salah satu kekuatan pendorong yang besar bagi setiap orang dalam berupaya atau berusaha untuk meraih segala sesuatu yang terbaik dalam hidupnya.

Maka, ketika menyimak sekilas kasus dari Rindu dan ketika mendengar bahwa ada beberapa orang yang mencibir atau mencelanya, saya merasa sedikit aneh dengan hal tersebut. Kenapa ada orang-orang yang mencela atau seolah-olah menciutkan nyali orang lain untuk memiliki impian yang besar ? Kenapa ada orang yang seolah-olah menghalangi orang lain untuk meraih sesuatu yang dia idam-idamkan, tanpa peduli orang tersebut terlalu percaya diri, sok, atau apapun. Menurut saya tidak ada orang yang berhak menghalangi orang lain untuk memiliki impian bahkan meskipun impian itu tampak tidak mungkin sekalipun. Sebab bagi saya tidak ada yang tidak mungkin selama orang tersebut mau benar-benar memegang teguh impiannya serta berjuang sekuat tenaga untuk meraih impian tersebut. Tuhan bahkan pernah bilang, bahwa Dia memberikan kuasa yang besar kepada manusia untuk menaklukkan segala sesuatu yang ada di bumi, yang seharusnya juga termasuk untuk mewujudkan hal-hal yang tidak mungkin.

Dari kasus Rindu pula, saya jadi diingatkan kembali akan isi buku yang pernah saya baca beberapa waktu lalu. Buku yang berjudul, Berpikir dan Berjiwa Besar, karangan David A. Schwartz tersebut menuliskan bahwa di lingkungan sekitar kita cukup banyak orang-orang yang kurang percaya atau bahkan tidak percaya diri serta tidak punya atau tidak berani memiliki impian besar berusaha untuk mengerdilkan atau menciutkan nyali seseorang yang percaya diri serta berani memimpikan suatu hal besar yang orang-orang tidak berani memiliki impian besar tersebut. Rata-rata orang yang tidak berani bermimpi tersebut mencibir atau menciutkan orang lain untuk berani bermimpi besar atau mencoba hal-hal baru bukan lebih ditujukan untuk memberikan saran atau nasihat, tetapi lebih ditujukan untuk menutupi ketidakberanian atau ketidakmampuan orang tersebut untuk mencoba mewujudkan apa yang tidak mungkin dalam hidupnya.

Melihat adanya beberapa cibiran tersebut serta kesungguhan tekad yang Rindu tunjukkan, saya semakin merasa salut terhadap dia. Dia termasuk orang yang meyakini apa yang menjadi impiannya dan merasa yakin dirinya mampu mewujudkan impiannya tersebut. Saya salut terhadap orang-orang yang meskipun telah dicoba dilemahkan keyakinannya oleh orang lain disekitarnya dalam upayanya mengejar impian, namun tetap memiliki semangat serta kepercayaan diri yang tinggi bahwa dia pasti akan berhasil mewujudkan impiannya yang besar suatu hari nanti. Akhir kata, salut untuk Rindu !

HANYA CINTA YANG BISA !

Ya, benar hanya cinta yang bisa melakukannya. Hanya cinta yang ada atau muncul dari dalam hati yang tetap dapat membuat kita bertahan menghadapi setiap kesulitan yang kita jumpai. Hal ini berlaku baik untuk hubungan antar individu atau dalam menjalani pekerjaan kita.

Tanpa cinta, tidak akan ada dua orang yang dapat terus berkomitmen untuk tetap bertahan menjalani hubungan bersama, baik hubungan sebagai pacar, sahabat, maupun suami-istri. Tanpa cinta, dua orang akan selalu berusaha ingin menang sendiri atau mengedepankan egonya. Tanpa cinta, setiap orang yang sudah menjalin hubungan baik sebagai pacar maupun suami/istri dapat saja berpaling dari orang dengan siapa dia sedang menjalin hubungan tersebut. Ya, hanya ketika benar-benar mencintai seseorang baik itu sahabat kita, pacar kita, maupun suami/istri kita, maka kita baru akan benar-benar bisa setia atau menghargai orang dengan siapa kita menjalin hubungan.

Dalam kehidupan dunia kerja, cinta juga dibutuhkan dan hal ini yang selama beberapa waktu belakangan sering dijadikan bahasan utama oleh beberapa pakar bidang manajemen sumber daya manusia. Mereka cenderung menyarankan untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengan hobi atau sesuatu yang benar-benar kita cintai. Hal ini didasari fakta bahwa sebagian besar orang ketika mereka sudah mencintai sesuatu, maka mereka akan selalu bersedia untuk memberikan yang terbaik yang ada padanya untuk sesuatu yang dia cintai itu. Ya, benar, hanya dengan mencintai apa yang kita kerjakan maka kita tidak akan pernah merasa bosan atau jenuh dalam mengerjakannya. Selain itu kita juga tidak akan segan untuk memberikan semua kemampuan terbaik yang kita punyai untuk memberikan hasil kerja yang terbaik atau yang paling maksimal dari diri kita. Dengan cinta pula, kita akan tetap bertahan dan justru merasa semakin tertantang untuk menghadapi setiap kesulitan yang ada dalam pekerjaan yang sedang kita jalani.

Ya, itulah kekuatan dari satu kata yang singkat dan mungkin bisa dibilang sederhana, CINTA. Hanya ketika mencintai sesuatu, maka kita bersedia untuk selalu memberikan yang terbaik dari diri kita baik berupa waktu, tenaga, kemampuan, semangat, ketekunan, maupun hati kita. Kita akan bersedia mati-matian untuk membuktikan kepada orang yang kita cintai bahwa kita benar-benar mencintainya melalui segala cara yang kita bisa. Kita akan selalu bersedia untuk totalitas dalam bekerja guna menghasilkan hasil pekerjaan yang paling maksimal untuk pekerjaan yang kita cintai. Yes, only love can do that ! Bagaimana menurut kalian ?

PATUT BERTERIMA KASIH KEPADA KEDUA ORANG TUAKU

Ya, setelah aku menjalani hidupku hingga mendekati usia 24 tahun, aku semakin menyadari bahwa aku harus berterima kasih kepada kedua orang tuaku. Tanpa mereka tidak akan pernah ada aku. Tanpa mereka, aku tidak akan pernah bisa menjadi seperti sekarang. Kedua orang tua yang terkadang atau bahkan mungkin bisa dibilang sering tampak galak terhadapku, justru ternyata adalah orang yang benar-benar mengasihiku. Mereka memang “galak”, tapi tanpa “kegalakan” mereka tersebut aku tidak akan bisa menjadi individu yang seperti sekarang.

Mereka “galak” terhadapku karena mereka ingin aku menjadi seorang individu yang baik dan yang memiliki prinsip. Ya, aku bersyukur bahwa aku boleh memiliki kedua orang tua yang begitu baik seperti mereka. Aku bersyukur bahwa aku tidak pernah sampai terjerumus ke hal-hal seperti merokok, minum-minuman keras, mengonsumsi obat-obatan terlarang, maupun jatuh ke dalam dunia seks bebas. Ya aku beruntung bahwa aku bisa bertahan menghadapi godaan itu semua meskipun lingkunganku tidak mendukung sekalipun. Aku yakin semuanya karena didikan yang sudah mereka berdua tanamkan padaku sejak aku kecil.

Melalui tulisan ini pula, aku ingin mengapresiasi setiap upaya terbaik yang telah mereka lakukan untuk membesarkanku maupun untuk mendidikku. Memang, aku akui, tidak jarang setiap kali aku nakal atau berbuat aku mendapat hukuman atau dimarahi oleh mereka. Namun dengan semakin bertambahnya usiaku, akhirnya aku sadar bahwa justru semuanya itu yang membentukku menjadi individu yang baik dan tangguh serta berprinsip seperti sekarang.

Sungguh, aku bersyukur karena aku telah boleh memiliki orang tua yang dengan setia membimbing dan mengajariku akan hal-hal baik. Aku sungguh punya orang tua yang menyayangiku namun tidak pernah memanjakanku. Mereka ijinkan aku untuk mencoba hal-hal baru selama hal-hal baru tersebut dipandang baik dan berguna. Mereka juga tidak pernah melarang aku untuk merasakan beberapa kesulitan atau tantangan yang justru akan membentukku menjadi individu yang tangguh.

Aku beruntung punya dua orang tua yang melengkapiku. Papaku, di satu sisi, dia lebih banyak mengajariku mengenai perjuangan dan kerja keras serta keberanian ketika harus menghadapi orang lain. Dia pula yang menginspirasiku dan secara tidak langsung memancing hasratku untuk memiliki usaha sendiri. Aku belajar banyak darinya. Sementara mamaku lebih banyak melengkapiku dalam perkara rohani atau spiritual. Dia selalu berusaha mengingatkanku akan pentingnya beribadah kepada Tuhan, sebab dia selalu berkata bahwa tanpa Tuhan kita tidak bisa melakukan apa-apa. Dia juga selalu mengingatkan bahwa setiap hari kita masih bisa hidup saja itu juga karena anugerah Tuhan yang tidak terkira bagi kita. Mamaku juga selalu mengingatkan untuk menyempatkan pergi beribadah sesibuk apapun aku dalam belajar maupun dalam bekerja. Dia tidak pernah bosan untuk mengingatkanku dalam suatu rentang waktu tertentu.

Ya aku sangat beruntung memiliki orang tua seperti mereka. Kelak, ketika aku menjadi orang tua, aku juga akan berusaha sebisa dan sebaik mungkin untuk mengajari anak-anakku hal terbaik yang pernah aku terima dari kedua orang tuaku. Aku ingin kelak anak-anakku juga menjadi anak-anak yang dahsyat dan bahkan lebih dahsyat dariku di masa depannya. Itulah salah satu dari sekian impian besarku. Untuk mewujudkannya, aku akan belajar dari orang tuaku sendiri maupun dari beberapa orang tua lain yang baik. Akhirnya aku berkata, thanks to my mom and my father. Thanks for your guidance so far ! One day I’ll make both of you proud and happy. God bless you my mom and my father.

Tickerbar