Monday, 5 March 2012

Bukan Hanya Euforia Semata !

Pernah tidak, pada suatu kita begitu bersemangat, ‘membara’, bergelora, antusias terhadap sesuatu atau untuk melakukan sesuatu dan beberapa saat kemudian ketika halangan, rintangan, atau tantangan datang, semangat, ‘bara api’ yang menyala di dalam tubuh kita, dan antusiasme kita secara perlahan tetapi pasti mulai meredup ? Saya tidak tahu dengan pasti kondisi setiap orang, tetapi kemungkinannya kita semua pernah mengalaminya. Saya yang ketika kuliah dikenal sebagai seorang yang sangat ‘panas’, antusias, dan semangat sempat pula kehilangan semangat, antusiasme, dan ‘panas’ saya. Saya sempat menurun, sebelum akhirnya tersadar bahwa saya harus melatih diri, memotivasi diri saya, dan kembali bersemangat untuk mengejar segala impian. Tulisan kali ini tidak akan semata-mata membahas mengenai upaya saya untuk kembali bersemangat, namun akan lebih membahas mengenai komitmen.
Pagi ini, ketika saya bangun tidur, secara mendadak dan tiba-tiba saya ‘mendapat’ suatu kalimat yang berbunyi: jangan hanya jadi euforia sementara saja. Kalimat yang tiba-tiba muncul sempat membuat saya ‘tertampar’ dan tersadar untuk merenung sejenak guna memahami makna kalimat tersebut. Setelah merenung sejenak, akhirnya saya dapat menjabarkan secara lebih luas makna kalimat tersebut, sebagai berikut: jangan hanya antusias di awal saja dan kemudian ketika tantangan, kesulitan, rintangan mulai datang semangat kita menyusut, menciut, dan akhirnya hilang. Jangan hanya bersemangat atau antusias ketika segala sesuatunya mudah, tetapi tetaplah bersemangat termasuk ketika segala sesuatunya berjalan tidak sempurna sesuai dengan yang kita rencanakan. Tetaplah berjalan dengan semangat awal yang kita miliki saat kita menginginkan sesuatu atau memutuskan melakukan sesuatu, jangan pernah berhenti di tengah jalan.

Tickerbar

KumpulBlogger