Sunday, 22 May 2016

Pelajaran dan Pengalaman Dari Batam – Singapore Trip 2015 (Bagian X)

Setelah serangkaian cerita dan perjalanan panjang dari sejak seri pertama kisah Pelajaran dan Pengalaman Dari Batam – Singapore Trip 2015, maka akhirnya kali ini saya benar-benar telah sampai pada penghujung perjalanan wisata kami sekeluarga di akhir tahun 2015 yang lalu. Saya hanya menyisakan dua seri tulisan lagi untuk mengakhiri rangkaian panjang cerita yang telah saya sampaikan yaitu seri kesepuluh serta seri kesebelas. Awalnya saya hendak menjadikan seri kesepuluh ini sebagai seri yang terakhir dari seluruh rangkaian cerita tersebut, namun sekali lagi seperti halnya yang terjadi pada cerita seri kesembilan, saya masih gagal akibat masih panjangnya cerita yang harus dituliskan. Tetap semangat membaca ya.
Tujuan kami selanjutnya setelah dari Singapore Botanic Garden adalah ikon lain dari Negeri Singa yaitu Sentosa Island. Sentosa Island merupakan suatu pulau yang terpisah dari pulau utama Negeri Singa dan tampaknya merupakan pulau yang dikhususkan sebagai suatu obyek wisata oleh pemerintah Singapura. Pulau ini terletak sangat dekat dengan Pulau Batam di Indonesia. Itulah pula mengapa kami menjadikan Sentosa Island sebagai tujuan wisata terakhir kami, sebab jalur penyeberangan ferry yang akan kami gunakan untuk kembali ke Indonesia berada di dekat pulau tersebut, tepatnya di Harbour Front. Untuk dapat sampai ke Sentosa Island, kita perlu naik MRT dengan tujuan stasiun Harbour Front. Kemudian setelah sampai di stasiun Harbour Front, kita menuju ke Vivo City Mall untuk kemudian naik Sentosa Express menuju ke Sentosa Island. Sentosa Express sendiri pada dasarnya adalah MRT, namun MRT yang ini memiliki sopir (masinis) dan berukuran lebih kecil serta berjalan pada satu rel tunggal (monorel). Tarif (tiket) Sentosa Express adalah S$4 (pulang pergi) untuk semua orang yang berumur diatas tiga tahun. Tiket dapat dibeli dengan menggunakan cara pembayaran biasa atau dapat juga dengan menggunakan kartu yang juga digunakan untuk naik MRT biasa.
Sentosa Station Vivo City Mall
Sentosa Station (Vivo City Mall) Gerbang Keberangkatan
Menuju Sentosa Island
(sumber: www.google.com)

Perjalanan dengan menggunakan Sentosa Express dari Vivo City Mall ke Sentosa Island tidaklah terlalu lama. Kalau tidak salah hanya sekitar 20 menit saja. Mengingat sedang musim liburan, maka sudah dapat dipastikan antrean untuk naik Sentosa Express begitu padat, sehingga akhirnya berdampak pada ‘pemaksaan’ jumlah penumpang Sentosa Express. Setiap gerbong yang ada dipaksakan agar dapat memuat sebanyak mungkin penumpang sehingga di dalam angkutan massal tersebut tampak penuh sesak dan berhimpitan, namun secara keseluruhan tetap cukup nyaman untuk menaiki transportasi massal ini. Sentosa Express memiliki empat tempat perhentian, satu tempat di Vivo City Mall yang berada di daratan utama Singapura, tiga tempat perhentian lainnya terletak di Sentosa Island. Setiap lokasi perhentian terdapat di suatu bagian tertentu dari Sentosa Island. Dalam sudut pandang saya, setiap lokasi perhentian dengan sengaja di desain sedemikian rupa sehingga mayoritas wisatawan dapat menikmati seluruh bagian atau spot wisata yang ada di Sentosa Island dengan lebih mudah.
Water Front Station Sentosa Island
Water Front Station lokasi pemberhentian pertama di Sentosa Island
(sumber: www.google.com)
Lokasi perhentian pertama adalah Water Front Station. Water Front ini terletak tepat diatas lokasi Resort World Sentosa yang terkenal itu. Dengan turun pada stasiun ini, kita dapat berjalan-jalan serta menikmati berbagai area yang terdapat dalam komplek Resort World Sentosa. Salah satu yang paling terkenal tentu saja adalah Universal Studios Singapore. Namun kami semua memutuskan untuk tidak masuk ke dalam Universal Studios karena dua pertimbangan, pertama waktu tersisa yang kami miliki untuk berada di Singapore tidak terlalu lama sebab kami harus mengejar jadwal keberangkatan ferry siang atau sore dari Singapore, kedua harga tiket masuk yang cukup lumayan S$75 untuk satu orang dewasa (3 tahun keatas) jadi cukup sayang membuang harga tiket segitu hanya untuk mungkin sekitar maksimal dua jam saja menikmati seluruh hiburan yang ada. Next time mungkin jika kami kesana lagi dan waktu kami cukup luang, kami akan masuk dan menikmati obyek wisata yang telah terkenal di seantero jagat raya tersebut.
Resort World Sentosa
Resort World Sentosa (sumber: www.google.com)
Selain Universal Studios, lokasi lain yang cukup terkenal di komplek Resort World Sentosa (RWS) adalah kasino. Saya dan ayah saya memutuskan untuk masuk kesana dengan tujuan hanya melihat-lihat serta tentu saja tidak lupa menikmati minuman gratis yang disediakan. Saya sendiri tidak terlalu mengerti atau paham mengenai berbagai macam permainan judi yang terdapat disana, hanya sekedar melihat-lihat dan pura-pura mengerti. Sebenarnya di komplek RWS masih terdapat banyak sarana hiburan seperti wisata air (oceanorium raksasa), museum, dan lain-lain. Namun sekali lagi karena waktu cukup singkat yang tersisa, akhirnya kami hanya menyempatkan diri untuk berfoto di depan lambang Universal Studios dan melihat-lihat sejenak di dalam kasino. Dari seluruh total waktu yang kami habiskan di Sentosa Island, waktu terlama kami adalah di komplek Resort World Sentosa, khususnya di kasino. Saya dan ayah saya berada di dalam kasino selama lebih dari 30 menit. Kami baru beranjak keluar setelah kedua adik saya menyusul serta mencari kami di dalam kasino. Setelah kami keluar dari kasino, kami duduk-duduk sebentar selama sekitar 10 menit, baru kemudian kami memutuskan untuk lanjut ke tujuan berikutnya. Kami segera beranjak kembali menuju ke stasiun monorel untuk menuju ke perhentian berikutnya di Sentosa Island.
Imbiah Station Sentosa Island
Imbiah Station Sentosa Island (sumber: www.google.com)
Lokasi perhentian kedua adalah Imbiah Station. Kami tiba disana sekitar tengah hari atau kurang lebih pukul 12.00. Imbiah Station merupakan perhentian yang terletak di bagian tengah dari Sentosa Island serta berada di dekat komplek Imbiah Lookout. Imbiah Lookout merupakan suatu komplek atau kawasan wisata yang berada di Gunung Imbiah (Mount Imbiah), oleh karena itu beberapa tawaran utama wisata yang ada berupa pemandangan, salah satu yang terkenal adalah Tiger Sky Tower yang merupakan menara setinggi sekitar 110 meter dari permukaan tanah yang menawarkan pengunjung pemandangan secara menyeluruh ke berbagai sisi Sentosa Island, bahkan jika cuaca cerah kita juga dapat melihat Indonesia dan Malaysia dari menara ini. Dua obyek lain yang terkenal di komplek ini adalah Patung Raksasa Merlion dan Images of Singapore.
Patung Merlion di Sentosa Island
Patung Merlion di Sentosa Island (sumber: www.google.com)
Di komplek ini, kami hanya berfoto-foto sebentar di dekat Patung Raksasa Merlion dan setelah itu duduk-duduk sejenak di sekitar obyek tersebut. Seingat saya, komplek Imbiah Lookout ini terkesan lebih sejuk dibandingkan di RWS, mungkin saja karena letaknya yang lebih tinggi dibandingkan RWS. Kami tidak terlalu lama berada disini, mungkin hanya sekitar 30 menit saja dan setelah itu kami segera kembali menuju ke Imbiah Station. Kami juga memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke perhentian terakhir yaitu Beach Station sebab memang kami tidak ada rencana untuk berenang maupun menikmati berbagai fasilitas atau wahana yang ada di pantai, selain tentu saja waktu yang sudah semakin siang. Waktu telah menunjukkan sekitar pukul 12.30 siang waktu Singapore ketika kembali menuju ke Imbiah Station. Sebelum kami naik ke station, kami menyempatkan diri untuk ke toilet dan mencoba air minum yang dapat diminum langsung dari keran tanpa harus dimasak terlebih dahulu. Air minum dari keran ini bersih serta disediakan di beberapa lokasi tertentu oleh pemerintah Singapura yang mungkin saja untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan asing, mengingat harga air mineral disana memang cukup mahal sekitar S$ 1.2 per botol 600ml dan sekitar S$ 2 untuk botol 1500ml.
Sekian dulu kisah untuk seri kesepuluh ini. Nantikan bagian paling akhir pada seri kesebelas dan semoga kali ini saya akan benar-benar dapat mengakhiri rangkaian panjang cerita perjalanan wisata saya dan keluarga. Tetap nantikan kelanjutannya.

Tickerbar