Thursday, 5 February 2009

Efisiensi : Untuk Sesuatu yang Dapat Dikerjakan Dalam 5 Menit Kenapa Harus Dikerjakan Dengan Waktu Lebih ?

Halo-halo semuanya pembaca setia tulisanku. Selamat pagi dan selamat menikmati hari yang indah yang telah Tuhan anugerahkan dalam hidup ini. Mungkin kalian berpikir panjang sekali judul tulisan ini. Ya memang ini merupakan judul tulisan terpanjang yang pernah kubuat. Hahaha……. Namun aku bukan bermaksud sengaja memperpanjang judul tulisan ini untuk membuat orang lain malas melihatnya atau untuk tujuan apapun lainnya. Karena memang judul begitulah adanya judul tulisan ini. Selamat membaca.

Judul tulisan ini sudah lama dan bahkan lama sekali aku pikirkan, sejak aku menjadi panitia Pekan Kampus pertama kali pada tahun 2006 lalu. Waktu itu, aku terpikir bahwa jika segala sesuatu dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat, mengapa kita harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan hal tersebut. Tidakkah lebih baik jika waktu yang lain kita gunakan untuk membereskan pekerjaan yang lain ? Sehingga dengan begitu hal-hal yang menjadi tanggung jawab pekerjaan kita bisa berkurang. Dan bahkan istimewanya lagi kita bisa memiliki waktu lebih banyak untuk beristirahat.

Namun semangat efisiensi waktu ini bisa dikatakan mulai hilang padaku sejak semester 7 kemarin. Aku lebih banyak menunda-nunda sesuatu, padahal hal tersebut dapat aku kerjakan saat itu tetapi aku memilih menundanya untuk mengerjakan nanti atau bahkan keesokan harinya. Aku tersadar kembali bahwa aku telah banyak melakukan hal-hal yang bisa dibilang kurang penting untuk dilakukan, semisal lebih memilih menonton film padahal ada hal lain yang harus dikerjakan, memilih untuk main game padahal sudah tahu besok ada tugas yang harus dikumpul atau besok ada tujuan, dan banyak ketidakefisienan lain. Waktu itu aku terpikir “ah istirahat dulu saja kan hari ini aku sudah lakukan kegiatan ini dan itu”, padahal hari itu semua kegiatan yang kulakukan hanya sedikit saja yang sebenarnya merupakan kegiatan inti dan terpenting yang harus kulakukan. Aku terlalu cepat puas, tanpa sadar bahwa sebenarnya belum semua tanggung jawabku untuk hari itu belum selesai kukerjakan.

Atas semua hal-hal yang tidak efisien tersebut dapat ditebak bahwa hasil ujian setiap mata kuliahku pun sebagian besar tidak memuaskan. Untuk mata kuliah dimana seharusnya aku bisa memperoleh nilai A, aku hanya memperoleh B atau C. Bahkan yang terparah lagi sampai ada 2 mata kuliah yang memperoleh nilai D, yang berarti aku harus mengulangnya. Namun sekali lagi aku tidak akan pernah menyesali semua hal yang telah terjadi tersebut, karena penyesalan tanpa usaha untuk berubah jadi lebih baik tidak akan ada artinya. Percuma saja terus menyesal dan merasa bersalah, jika kita tidak pernah membuat komitmen untuk melakukan perubahan dan memperbaiki setiap kesalahan yang pernah kita perbuat.

Atas dasar kesadaran itulah dan setelah mendapat inspirasi ketika membaca buku “Berpikir dan Berjiwa Besar”, aku mulai hari ini akan memperbaiki kembali setiap ketidakefisienan yang ada. Mulai hari ini aku tidak akan menunda-nunda setiap hal yang dapat kulakukan hari ini hingga hari esok, seperti kata pepatah “Jangan pernah menunda apa yang dapat kamu lakukan hari ini hingga hari esok”. Dari buku “Berpikir dan Berjiwa Besar” pula, aku mendapatkan inspirasi serta pelajaran bahwa sebenarnya seberapa banyak hal yang dapat kita lakukan itu tergantung pada seberapa besar kita yakin bahwa kita dapat melakukan hal tersebut. Jika kita yakin kita dapat, maka pikiran kita akan berusaha mencari jalan agar kita dapat benar-benar melakukannya. Teringat pula aku akan suatu pepatah, “If there’s a want there’s a way (dimana ada kemauan atau kehendak disana akan ada jalan)”.

Ya mulai hari ini saatnya kembali melakukan segala sesuatunya dengan efisien. Saatnya berbuat lebih banyak daripada yang pernah kita perbuat sebelumnya. Berbuat lebih banyak bagi kebaikan diri kita dan juga orang lain. Satu yang akan kuingatkan lagi bagi diriku sendiri (semoga hal ini juga dapat menjadi pengingat bagi kalian semua), setiap orang mendapat jatah waktu yang sama dalam sehari yaitu 24 jam, namun tidak setiap orang memanfaatkan jatah waktu tersebut untuk melakukan hal-hal yang berguna bagi kehidupannya dan kehidupan orang disekitarnya. Pada masa sekarang waktu 24 jam memang terasa sedikit sekali, tetapi waktu yang sedikit ini dapat kita gunakan untuk menghasilkan banyak hal asalkan kita mau menggunakannya dengan baik. Sebagai penutup aku berikan kutipan dari Steve Jobs bos besar sekaligus pendiri Apple, Inc. “Time is our most valuable commodity (waktu adalah komoditas atau sumber daya kita yang paling berharga)”.

Tickerbar

KumpulBlogger