Saturday, 26 October 2013

Review Browser Opera 17.0

Saya sudah mendownload browser ini sejak hampir satu bulan lalu, namun belum pernah saya coba install. Namun karena beberapa hari ini setiap kali mencoba akses youtube.com selalu lambat dan seringkali error (gagal) dan karena menurut petunjuk yang ada di halaman bantuan yang disediakan, salah satu solusi yang dapat digunakan adalah dengan mengganti atau menggunakan versi browser yang lebih baru. Maka dari itu, akhirnya saya coba menuruti instruksi tersebut dan terinstall juga versi Opera yang lebih baru yaitu versi 17.0. Tulisan kali ini akan mereview sedikit dari pengalaman menggunakan aplikasi tersebut selama tiga hari ini.
Tampilan Halaman Speed Dial Opera 17.0
Secara keseluruhan, tidak terdapat perbedaan yang mencolok dari segi tampilan antara versi 17.0 dengan versi 12 yang saya gunakan sebelumnya. Perbedaan yang saya jumpai pada halaman Speed Dial seperti tampak di atas adalah pada background halaman, penambahan search box Google, serta penambahan tiga buah tab di atas yaitu Speed Dial, Stash, dan Discover. Tab Speed Dial tampak seperti pada gambar di atas. Tab Stash menurut saya hanyalah merupakan nama pengganti dari fitur Favorite yang menampilkan halaman-halaman web yang kita jadikan sebagai halaman favorit. Sedangkan tab Discover menampilkan kumpulan berita terpopuler dari sejumlah situs berita di dunia, khususnya situs luar negeri.

Perbedaan lain dari segi tampilan adalah pada saat kita membuka tab baru, jika biasanya pada versi sebelumnya setiap tab baru akan selalu ditempatkan di bagian paling akhir dari urutan daftar tab, maka pada versi 17.0 ini tab terbaru akan ditempatkan tepat di sebelah kanan dari tab aktif. Selain itu, setiap kali kita berpindah ke tab yang terbuka namun yang sudah cukup lama tidak kita akses, kita akan perlu menunggu sejenak setelah kita mengklik atau mengaktifkan tab tersebut agar konten dari tab tersebut dapat ditampilkan. Dua perbedaan terakhir yang saya sebutkan telah digunakan oleh browser Chrome dari Google, yang sejauh saya tahu (khususnya untuk perbedaan dalam cara menampilkan konten suatu tab) ditujukan agar dapat lebih menghemat resource hardware, baik dari segi daya maupun jumlah memory yang dibutuhkan oleh suatu aplikasi. Perbedaan tampilan juga dapat dijumpai pada halaman Download, seperti tampak pada gambar di bawah ini.
Tampilan Halaman Download Opera 17.0
Perbedaan terbanyak yang saya jumpai adalah pada fitur atau menu yang disediakan. Terdapat beberapa fitur atau menu yang dihilangkan, terdapat pula beberapa fitur atau menu baru yang ditambahkan. Fitur atau menu yang hilang yaitu Bookmark dan Private Tab. Fitur Bookmark dihilangkan, sebagai gantinya kita dapat melakukan ‘book mark’ pada halaman yang kita inginkan dengan cara menempatkan atau menambahkannya ke halaman Speed Dial. Sebagai konsekuensi dari dihilangkan fitur Bookmark, maka Opera versi 17.0 menambahkan suatu fungsi baru untuk mengimport seluruh bookmark yang pernah kita buat pada versi terdahulu. Seluruh bookmark yang diimport nantinya ditempatkan pada halaman Speed Dial. Opera versi 17.0 juga menghilangkan fitur Private Tab untuk private browsing dan sepertinya sebagai gantinya ditambahkan fitur Private Window. Satu fitur baru yang juga saya jumpai adalah fitur Off-Road mode, namun saya belum mengetahui pemanfaatan dari fitur tersebut, sebab saya belum mencobanya.

Demikianlah review ringkas yang dapat saya berikan seputar browser Opera versi 17.0. Semoga review ringkas ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Tickerbar