Thursday, 9 June 2016

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. (Ahok)

Foto Basuki Tjahaja Purnama sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta
Foto Basuki Tjahaja Purnama sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta
(sumber gambar: wikimedia)
Saya yakin tak banyak orang akan kenal jika disebutkan nama Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. Sebaliknya saya percaya apabila nama Ahok yang disebutkan, saya yakin akan jauh lebih banyak mengenal beliau. Ya, memang benar, beliau lebih dikenal oleh khalayak umum dengan panggilan Ahok dibandingkan dengan lengkap beliau. Ahok adalah panggilan populer beliau yang diberikan oleh sang ayah kepadanya. Panggilan tersebut diberikan karena sang ayah berharap kelak Ahok dapat menjadi seseorang yang sukses. Kata “Ahok” berasal dari kata “Banhok”, Ban artinya puluhan ribu dan Hok artinya belajar. Jadi bila digabungkan dapat bermakna belajar di berbagai bidang. Seiring waktu panggilan tersebut berubah menjadi “Ahok”.
Pak Ahok atau Ahok saat ini merupakan Gubernur DKI Jakarta yang menjabat sejak tanggal 19 November 2014. Awalnya beliau bukanlah gubernur terpilih melainkan sebagai wakil gubernur mendampingi bapak Joko Widodo (Jokowi). Namun seiring Jokowi ditugaskan oleh partai pendukungnya untuk maju pencalonan Presiden RI, maka sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku Jokowi harus absen untuk sementara waktu selama proses kampanye calon presiden agar pekerjaannya sebagai gubernur dapat tetap terlaksana dengan baik. Dikarenakan gubernur aktif sedang absen untuk sementara waktu dalam menjalankan pekerjaannya, maka wakil gubernur ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas Gubernur sampai gubernur terpilih kembali dari masa absennya dan mulai dapat bekerja secara aktif. Setiap kepala daerah yang sedang mencalonkan diri unuk suatu jabatan atau posisi lain yang lebih tinggi memang diharuskan untuk absen sementara waktu dari pekerjaannya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya konflik kepentingan. Ahok menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur sejak tanggal 16 Oktober 2014. Jokowi mulai absen sebagai gubernur sejak 1 Juni 2014 dan akhirnya resmi mengundurkan diri pada 16 Oktober 2014 setelah memenangkan pilpres 2014. Ahok kemudian secara otomatis menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta dan saat itu Ahok tidak memiliki partai pendukung atau independen.
Selama gubernur terpilih absen, Pelaksana Tugas Gubernur menjalankan pemerintahan sesuai dengan wewenang yang dimiliki oleh seorang gubernur, namun tetap berkoordinasi dengan gubernur terpilih agar seluruh program kerja dapat tetap terlaksana sesuai dengan visi atau rencana kerja yang telah disusun oleh gubernur. Adapun akhirnya dikarenakan Jokowi terpilih dan menang dalam Pemilu Presiden, maka sejak saat itu pula Ahok secara resmi naik pangkat sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi yang terpilih sebagai Presiden RI. Ahok dilantik sebagai gubernur oleh Presiden Jokowi di Istana Negara pada tanggal 19 November 2014. Maka sejak saat itu pula Ahok resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta sampai sekarang. Selama menjabat Ahok didampingi oleh wakil gubernur yang dipilihnya yaitu Djarot Saiful Hidayat.
Ahok merupakan WNI keturunan Tionghoa dan pemeluk agama Kristen Protestan pertama yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sebenarnya di masa lalu, tepatnya sekitar pertengahan tahun 1960an, DKI Jakarta sudah pernah dipimpin oleh seorang gubernur pemeluk agama Kristen Katolik yaitu Henk Ngantung yang menjabat tahun 1964 – 1965.
Ahok Dilantik Sebagai Gubernur DKI Jakarta
Ahok Dilantik Sebagai Gubernur DKI Jakarta(sumber gambar: wikimedia).
Sebelum Ahok menjabat sebagai gubernur, track record Ahok sendiri sudah cukup mentereng. Ahok terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012 – 2014 mendampingi Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sebelum terpilih sebagai wakil gubernur mendampingi Jokowi, Ahok pernah menjabat sebagai anggota Komisi II DPR RI periode 2009 – 2014 dari partai Golkar, namun beliau mengundurkan diri pada tahun 2012 karena mencalonkan diri sebagai wakil gubernur.
Pada periode 2005-2006 Ahok juga pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur. Beliau merupakan etnis Tionghoa pertama yang pernah menjabat sebagai Bupati Kabupaten Belitung Timur. Adik beliau, Basuri Tjahaja Purnama, mengikuti jejaknya sebagai politikus dan terpilih sebagai Bupati Kabupate Belitung Timur periode 2010-2015.
Dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012, pasangan Jokowi-Ahok didukung oleh dua partai yaitu PDI Perjuangan dan Gerindra. Berkat dukungan kedua partai tersebut, pasangan Jokowi-Ahok akhirnya berhasil memenangkan pemilu dengan presentasi 53,82% suara. Namun setelah menjabat sebagai wakil gubernur, Ahok akhirnya memutuskan keluar dari partai Gerindra pada 10 September 2014, yang disebabkan oleh perbedaan pendapat mengenai RUU Pilkada. Partai Gerindra mendukung RUU Pilkada, sedangkan Ahok dan beberapa kepala daerah lain menolak dengan alasan dapat membunuh iklim demokrasi yang sudah terbentuk di Indonesia.
Ahok terlahir sebagai putra pertama dari pasangan Alm. Indra Tjahaja Purnama (Tjoeng Kiem Nam) dan Buniarti Ningsih (Boen Nen Tjauw). Beliau lahir pada tanggal 29 Juni 1966 dan terlahir di Belitung Timur, Bangka Belitung. Ahok memiliki tiga orang adik yaitu Basuri Tjahaja Purnama, Fify Lety, dan Harry Basuki. Keluarga besar Ahok adalah keturunan Tionghoa Indonesia dari suku Hakka (Kejia). Ahok menghabiskan masa kecilnya di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, hingga selesai menamatkan pendidikan sekolah menengah pertama. Setelah menamatkan pendidikan menengah pertama, Ahok melanjutkan pendidikan di Jakarta hingga tamat kuliah. Ia menimba ilmu di jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Mineral di Universitas Trisakti. Selama menimba ilmu di Jakarta, Ahok diurus oleh seorang wanita Bugis beragama Islam bernama Misribu Andi Basro Amier binti Acca. Mungkin dari sini lah ia belajar mengenai toleransi antar umat beragama. Selesai menamatkan pendidikan, Ahok kembali ke Belitung dan mendirikan CV. Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT. Timah pada tahun 1989.
Ahok menikah dengan Veronica Tan, kelahiran Medan, Sumatera Utara. Bersama Veronica, Ahok dikaruniai tiga orang anak yakni Nicholas Sean Purnama, Nathania, dan Daud Albeenner.
Ahok mengawali karir politiknya dengan bergabung ke Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) pada tahun 2004. Partai PIB didirikan oleh Alm. Dr. Sjahrir pada tahun 2002. Di Partai PIB, Ahok menduduki jabatan Ketua DPC Partai PIB Kabupaten Belitung Timur. Pada pemilu 2004, ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009.
Pada Pilkada Kabupaten Belitung Timur tahun 2005, Ahok berpasangan dengan Khairul Effendi, B.Sc. dari Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) maju sebagai pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Belitung Timur periode 2005-2010. Dengan suara 37,13 persen pasangan ini terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Belitung Timur definitif pertama. Pada 11 Desember 2006, Ahok mengajukan pengunduran diri sebagai Bupati untuk maju dalam Pilgub Bangka Belitung tahun 2007. Pada 22 Desember 2006, secara resmi jabatan Bupati ditanggalkannya dan diserahkan kepada wakilnya.
Di pilkada Gubernur Bangka Belitung tahun 2007, Ahok mengambil bagian menjadi kandidat calon Gubernur. Kala itu, Presiden RI Ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendukung Ahok untuk menjadi gubernur dan ikut berkampanye untuknya. Gus Dur menyatakan bahwa “Ahok sudah melaksanakan program terbaik ketika memimpin Kabupaten Belitung Timur dengan membebaskan biaya kesehatan kepada seluruh warganya.” Namun dalam pemilihan tersebut ia dikalahkan oleh rivalnya, Eko Maulana Ali. Pada tahun 2008, Ahok menulis buku biografi berjudul “Merubah Indonesia”.
Sejak pertama kali terjun di bidang politik pada tahun 2004 hingga saat ini, karir Ahok terus bertumbuh dan berkembang, hingga akhirnya membawa dia menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo yang naik pangkat sebagai Presiden RI. Saat ini, Ahok sedang melakukan persiapan untuk kembali maju dalam pemilihan kepada daerah tahun 2017 sebagai Gubernur DKI Jakarta melalui jalur independen. Dengan dukungan relawan yang bernama “Teman Ahok”, ia telah berhasil mengumpulkan fotocopy KTP warga Jakarta sebanyak 950.929 dari target satu juta KTP.
Itulah biografi ringkas dari Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama. Tokoh politik yang dikenal berani, tegas, serta ceplas-ceplos dalam berbicara. Walaupun sempat mengalami penolakan dari beberapa pihak saat hendak dilantik sebagai gubernur, pada akhirnya harus diakui bahwa Ahok dianggap berhasil untuk membenahi ibukota menjadi lebih baik dalam berbagai hal. Mari kita nantikan saja kiprah dan kelanjutan karir politik Ahok dan semoga dia tetap dapat menjadi pemimpin yang baik dimanapun nantinya dia memimpin.

Tickerbar