Wednesday, 17 August 2016

Buku Kode C Buku Sandi Pertama di Indonesia

Buku Kode C Buku Sandi Pertama di Indonesia
Buku Kode C Buku Sandi Pertama di Indonesia
Setiap orang atau pihak tertentu kemungkinan besar selalu memiliki informasi yang harus dirahasiakan atau hanya boleh diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan saja sehingga informasi yang penting tersebut tidak sampai bocor. Informasi tersebut dapat berupa rahasia pribadi, strategi bisnis, maupun beragam informasi penting nan rahasia lainnya. Hal yang sama juga berlaku untuk suatu negara, terlebih ketika sedang masa darurat atau perang. Nah bicara masa darurat atau perang dan berhubung sekarang sedang memperingati Kemerdekaan Indonesia yang ke-71 tahun, maka tak ada salahnya kita mengetahui salah satu bagian dari sejarah negara kita Indonesia. Yuk disimak bersama karena saya juga baru tahu mengenai hal ini.

Pada 17 Agustus 1945 negara Indonesia memang telah secara resmi menyatakan kemerdekaannya. Namun seperti yang telah kita ketahui situasi saat itu belum sepenuhnya kondusif. Situasi negara masih kacau, selain disebabkan karena negara yang baru terbentuk dan pemerintahan yang belum secara sempurna ada, juga disebabkan oleh upaya Belanda untuk tetap dapat menguasai negara kita. Pada masa-masa genting seperti itu, tentu saja dibutuhkan agar informasi negara tetap terjaga dengan baik kerahasiaannya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu bentuk penyandian khusus yang diciptakan agar informasi rahasia yang ada dapat tetap terjaga rahasianya. Pada kondisi genting itulah, akhirnya tercipta Buku Kode C Buku Sandi Pertama di Indonesia.

Buku Kode C Buku Sandi Pertama di Indonesia tercipta atas dorongan atau prakarsa dari Menteri Pertahanan pada waktu itu yaitu Amir Syarifoeddin yang meminta Dr. Roebiono Kertopati untuk membuat sistem persandian khusus yang nantinya akan digunakan secara meluas pada semua lembaga pemerintahan yang membutuhkan. Dr. Roebiono dipilih karena beliau dianggap telah memiliki pengalaman di bidang intelijen. Kecanggihan otaknya sudah tidak diragukan lagi. Beliau menguasai empat bahasa dan mampu menulis menggunakan dua tangan sekaligus. Atas kerja keras beliau terciptalah Buku Kode C Buku Sandi Pertama di Indonesia.

Buku Kode C berisi 10.000 kata termasuk tanda baca, awalan, serta akhiran dan penamaan serta bentuk lain yang dijumpai dalam teks berita. Buku Kode C Buku Sandi Pertama di Indonesia ditulis sebagai acuan dalam membaca sandi-sandi yang terdapat dalam informasi yang dikirimkan pada waktu itu. Buku Kode C sendiri akhirnya dibuat sebanyak 6 eksemplar yang digunakan sebagai standar acuan dalam pembuatan dan pembacaan sandi yang dibuat pada waktu itu. Itulah sekilas cerita sejarah mengenai Buku Kode C Buku Sandi Pertama di Indonesia. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan akhir kata, Dirgahayu Indonesiaku yang ke-71. Merdeka !!!

Tickerbar