Thursday, 18 August 2016

Mustika Rasa, Buku Kuliner Legendaris Warisan Presiden Pertama RI Soekarno

Mustika Rasa, Buku Kuliner Legendaris Warisan Presiden Pertama RI Soekarno
Mustika Rasa, Buku Kuliner Legendaris Warisan Presiden Pertama RI Soekarno
Masih dalam edisi memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-71, posting kali ini membahas secara ringkas salah satu buku legendaris yang ada di negara kita selain Buku Kode C Buku Sandi Pertama di Indonesia yang telah sedikit saya tulis pada posting sebelum ini. Jika pada posting sebelum ini membahas mengenai buku legendaris yang bersifat terlalu serius, maka kali ini buku legendaris yang ditulis terkesan lebih santai, namun tetap serius. Buku kali ini adalah tentang kuliner. Selamat membaca bersama-sama.

Jujur saja, saya juga baru mengetahui hari ini bahwa ada suatu buku yang pernah "diwariskan" oleh pemimpin pertama negara kita Soekarno mengenai kuliner nusantara. Selama ini yang saya tahu beliau selalu menulis mengenai pandangan-pandangan politiknya. Buku "warisan" tersebut diberi judul Mustika Rasa Resep Masakan Indonesia. Buku tersebut ternyata merupakan salah satu warisan lain dari Presiden Soekarno selain warisan-warisan yang selama ini umum kita ketahui bersama seperti monumen, patung, dan lukisan.

Mustika Rasa, buku kuliner legendaris warisan Presiden Pertama RI Soekarno tersebut disusun oleh Hartini istri keempat Bung Karno pada tahun 1964 dan diterbitkan pertama kali pada tahun 1967 sesaat sebelum Bung Karno lengser. Diyakini bahwa buku ini disusun atas kesadaran Soekarno sebagai Presiden untuk mengampanyekan kesatuan dalam kebhinnekaan setelah Indonesia merdeka dan salah satu cara yang ditempuh adalah melalui kuliner atau makanan.

Sebelum adanya buku Mustika Rasa, buku kuliner legendaris warisan Presiden Pertama RI Soekarno, dokumentasi kuliner nusantara justru dilakukan pada masa penjajahan Belanda. Pada masa itu pemerintah Hindia-Belanda buku yang berjudul Groot Nieuw Volledig Oost-Indisch Kookboek karya JMJ Catenius van der Meyden yang terbit pada tahun 1902. Buku terbitan Pemerintah Hindia-Belanda tersebut memuat 1300 kuliner di Hindia-Belanda.

Dalam menyusun buku Mustika Rasa, buku kuliner legendaris warisan Presiden Pertama RI Soekarno, beliau mengumpulkan pamong praja tiap desa, ahli kuliner, hingga ahli gizi untuk membantu mengumpulkan serta menyusun resep kuliner tradisional nusantara. Penyusunan buku tersebut sempat terhambat akibat adanya Gerakan 30 September 1965. Namun akhirnya buku tersebut tuntas dan diterbitkan juga, walaupun secara terburu-buru sebelum Bung Karno lengser dari jabatannya sebagai Presiden.

Nah, karena diterbitkan secara terburu-buru itu pula, buku dengan jumlah halaman 1.123 tersebut dianggap belum sempurna. Namun disitu pula terletak keunikan buku tersebut. buku Mustika Rasa, buku kuliner legendaris warisan Presiden Pertama RI Soekarno tidak hanya membahas mengenai makanan, melainkan juga tata dapur yang baik, gizi, makanan hiburan atau jajanan, cara melipat ketupat yang baik, dan lain sebagainya.

Itulah ulasan ringkas mengenai salah satu buku legendaris dan "kitab suci" kuliner pertama di Indonesia. Semoga sejarah mengenai buku tersebut menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi kita bersama. Jayalah Terus Indonesia ! Merdeka !!!

Tickerbar