Wednesday, 29 January 2014

Passion

Beberapa tahun lalu, saya mengetahui ada sebuah buku yang cukup terkenal karya seorang penulis sekaligus pelatih karir di negara ini, Rene Suhardono. Judulnya Your Job is Not Your Career. Sampai sekarang, saya memang belum pernah membaca secara lengkap isi buku tersebut, namun saya pernah membaca sejumlah ulasan serta ringkasan isi buku tersebut. Secara garis besar buku tersebut membahas mengenai pekerjaan (job) dan karir (career). Dimana pekerjaan itu lebih berhubungan dengan sarana untuk mencapai tujuan kita sebagai pribadi maupun organisasi, sarana bagi kita untuk memenuhi kebutuhan hidup dan berkarya, serta sarana untuk mengembangkan diri. Sedangkan karir itu lebih berkaitan dengan diri kita sendiri pada aspek yang lebih dalam yaitu berhubungan dengan passion kita. Tulisan pertama saya di tahun ini akan membahas mengenai passion sebagaimana yang saya ketahui serta dapat jabarkan. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Passion sebuah kata bahasa Inggris yang memiliki banyak makna, seperti gairah, hasrat, atau kegemaran. Setiap orang hampir dapat dipastikan memiliki passion di dalam dirinya masing-masing. Saya memiliki passion pribadi saya, begitu pula Anda memiliki passion pribadi Anda. Setiap kita sudah memilikinya sejak dari kita lahir, sesuatu yang bahkan telah ditanamkan sejak dari awal kita ‘diciptakan’.
Walaupun kita telah memiliki passion kita sejak dari semula, namun menemukan serta mengenali passion bukanlah perkara yang mudah bagi sebagian dari kita. Dibutuhkan upaya bahkan sampai bertahun-tahun untuk dapat mengenali dengan tepat apa yang menjadi passion kita yang sesungguhnya. Saya mengalaminya, dan saya yakin begitu pula sebagian dari Anda. Bahkan bukan hanya kita, penyanyi terkenal dunia seperti David Cook pun pernah mengalaminya. Seingat saya, dalam sebuah wawancara dia pernah berkata: “saya mengatakan kepada kedua orang tua saya agar mereka memberi saya kesempatan selama tiga tahun agar saya dapat mencoba sebanyak mungkin hal untuk mengetahui apa yang sesungguhnya saya cintai dan akan menjadi pilihan saya.”
Ucapan David Cook di atas dapat memberikan gambaran bagi kita semua bahwa bagi orang tertentu menemukan passion itu tidak selalu mudah. Diperlukan sejumlah upaya untuk mencoba beragam hal selama sejumlah waktu tertentu untuk dapat mengenali dengan tepat apa yang benar-benar menjadi passion utama kita. Saya pun sampai sekarang masih terus berupaya untuk mengenali seluruh passion serta talenta yang ada di dalam diri saya, meskipun saya telah menemukan salah satu passion saya yaitu di bidang teknologi informasi, khususnya pemrograman peranti lunak. Salah satu petunjuk yang dapat saya berikan bagi kalian yang mungkin masih berupaya untuk mengetahui passionnya adalah passion kita itu biasanya terdapat pada hal-hal yang dapat kita lakukan dengan nyaman, senang hati, meskipun harus disertai dengan kerja keras yang benar-benar keras. Pada hal-hal tersebutlah passion kita terletak dan hanya hati kita yang dapat benar-benar merasakannya. Pada contoh kasus diri saya, salah satunya adalah berbagi ilmu di bidang komputer.
Akhir dari tulisan ini, bagi setiap kita yang masih berupaya untuk terus menggali serta menemukan passion-passion utamanya, jangan pernah berhenti untuk mencoba sebanyak mungkin hal (pekerjaan, profesi, atau aktivitas apapun) sehingga pada akhirnya kita dapat sampai pada suatu titik dimana kita benar-benar dapat merasakan, mengetahui, dan meyakini hal-hal yang menjadi passion kita. Semoga tulisan dari sesama pejuang dan pencari passion ini dapat bermanfaat.

Tickerbar