Friday, 12 March 2010

THEY’RE ALL IN THE MAKING !

Kalimat tersebut aku tulis pada bagian paling atas dari lembaran kertas yang berisi catatan hasil evaluasi dari beberapa calon panitia Pekan Kampus 2010 yang aku buat. Hari itu, Sabtu 6-3-2010, entah kenapa aku tiba-tiba terpikir kalimat tersebut dan entah kenapa pula hari itu aku merasakan sebuah kerinduan yang dalam untuk mendidik dan mengembangkan orang-orang. Sebuah kerinduan yang sudah tampak gejalanya sejak beberapa waktu sebelumnya. Sekitar 2 bulan yang lalu aku mulai tertarik untuk membaca buku-buku dengan topik mengenai bagaimana mengasuh anak-anak dan bagaimana mendidik remaja atau anak muda lainnya. Sepertinya pemikiranku berkembang sedikit diatas umurku yang sebenarnya, mungkin aku sudah mendekati tingkat pemikiran yang lebih dewasa dibandingkan sebelumnya.

Dari wawancara calon panitia Pekan Kampus 2010 itu pula, aku menemukan bahwa sebagian besar dari para calon panitia merupakan orang-orang baru. Rata-rata mereka adalah angkatan 2007 kebawah dan bahkan angkatan 2009 yang baru saja masuk cukup banyak jumlahnya. Jumlah angkatan 2009 yang mendaftar sebagai panitia jumlahnya mungkin melebihi jumlah angkatan 2008 yang mendaftar sebagai panitia Pekan Kampus 2009. Aku tidak tahu apa yang membuat begitu banyaknya jumlah tersebut, semoga saja apa yang ada di Pekan Kampus 2009 menjadi salah satu alasan yang menginspirasi mereka untuk mendaftar.

Pekan Kampus 2010, jika sebagian besar angkatan 2009 yang mendaftar diterima, maka akan mengulangi apa yang ada di Pekan Kampus 2006 dimana sebagian besar panitianya adalah angkatan baru. Dari situlah kesadaran mengenai perlunya mendidik generasi-generasi baru itu muncul. Upaya itu sudah aku mulai sejak tahun 2009 lalu, sebab aku menyadari bahwa regenerasi panitia Pekan Kampus kurang berjalan lancar sejak berakhirnya Pekan Kampus 2007, khususnya regenerasi untuk calon pemimpin tahun-tahun berikutnya. Panitia Pekan Kampus 2007 menikmati berkah dari pendidikan yang ada di Pekan Kampus 2006, namun setelah itu kebanyakan dari panitia yang ada di Pekan Kampus 2007 tidak melanjutkan jejak sebagai panitia untuk tahun-tahun berikutnya. Aku adalah salah satu yang beruntung karena ikut merasakan didikan dari Pekan Kampus 2006 yang cukup berat dan keras menurutku, namun dari situ aku merasakan manfaat yang besar sebab tanpa itu tidak mungkin aku bisa menjadi panitia Pekan Kampus yang baik dan juga individu yang luar biasa.

Sejak berakhirnya Pekan Kampus 2008, aku mulai merasakan adanya kerinduan dalam hatiku untuk mendidik generasi-generasi berikutnya dari panitia Pekan Kampus. Itulah salah satu alasan aku mendaftar sebagai ketua, meskipun waktu itu aku belum menemukan sepenuhnya pentingnya mendidik generasi-generasi baru calon panitia. Waktu itu aku belum dapat menjelaskan dengan lebih baik tujuan aku mendaftar sebagai ketua kepada semua orang yang mewawancarai aku. Namun saat aku mulai menjabat sebagai ketua aku menjalankan hal tersebut. Aku amati beberapa orang yang bisa menjadi calon koordinator maupun ketua untuk tahun-tahun berikutnya dan aku coba berikan saran-saran serta latihan-latihan yang aku bisa untuk mereka. Aku coba tempatkan mereka pada posisi yang memungkinkan mereka untuk belajar memimpin (baik sebagai koordinator sie maupun sebagai koordinator tim kecil yang ada dalam panitia). Aku ingin melalui hal itu mereka semua dapat menumbuhkan seluruh kemampuan yang dibutuhkan agar mereka dapat menjadi pemimpin-pemimpin masa depan untuk Pekan Kampus. Namun tidak semua dari mereka memanfaatkan kesempatan itu dengan baik, ada beberapa dari mereka yang justru kesannya ‘berontak’ terhadap pendidikan yang coba aku berikan. Tapi aku tetap berhasil menemukan beberapa orang yang dengan sedikit polesan lagi, mereka akan siap untuk menjadi the next coordinator atau the next leader. Sekarang pilihannya ada di tangan mereka, apakah mereka masih mau sungguh-sungguh untuk dipoles agar semakin mengkilap atau tidak. Mereka berhak memilih apakah mereka tetap akan mendaftar sebagai panitia di tahun berikutnya untuk mendapatkan beberapa didikan lagi agar mereka benar-benar siap atau justru berhenti. Secara pribadi aku dorong mereka untuk lanjut dan belajar beberapa hal lagi, tapi keputusan akhir tetap di tangan mereka.

Sejak berakhirnya Pekan Kampus 2009, aku semakin menyadari sepenuhnya bahwa sebagai seorang pemimpin tugasku tidak hanya mensukseskan jalannya Pekan Kampus 2009, tetapi juga untuk mendidik atau menyiapkan calon-calon pemimpin untuk Pekan Kampus berikutnya. Hal itulah yang akhirnya mendorongku untuk mau menyisihkan beberapa waktu yang aku punyai untuk menyisipkan pesan-pesan ke beberapa orang yang ingin menjadi pemimpin serta juga untuk mau membantu memilih the next generation of Panitia Pekan Kampus. Kerinduan tersebut mulai ada, sebab akhirnya aku juga mengetahui bahwa seorang pemimpin yang baik itu tidak dinilai dari seberapa banyak pengikutnya saja, tetapi juga dari seberapa banyak pemimpin lain yang dia hasilkan.

Selain itu aku yang sebagai juga masih boleh memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan diri dan dibentuk, kenapa aku tidak memperbolehkan orang lain untuk memiliki kesempatan untuk merasakan hal yang sama. Setiap orang berhak untuk merasakan pembentukkan diri dan juga berhak memiliki kesempatan untuk mengembangkan dirinya sendiri sampai mencapai potensi paling maksimal yang ada dalam dirinya. Aku berharap sangat besar bahwa ketua dan wakil ketua Pekan Kampus 2010 dapat mendidik panitia-panitia dengan sangat hebat serta melahirkan calon-calon generasi berikutnya bagi Panitia Pekan Kampus baik dari panitia yang sekarang maupun dari para peserta Pekan Kampus. Bagi para panitia yang sudah terpilih selamat menjalani pembentukkan. Jadikanlah diri kalian cukup rendah hati untuk dibentuk dan yang perlu diketahui juga bahwa masa-masa pembentukkan itu tidak selalu enak bahkan cenderung berat namun selama kalian bertahan, aku percaya kalian akan menjadi generasi-generasi hebat berikutnya untuk diri kalian sendiri, Pekan Kampus, dan juga iSTTS.

Tickerbar

KumpulBlogger