Thursday, 16 April 2015

Komunitas Tangan Di Atas

Logo TDA
Komunitas Tangan Diatas atau biasa disingkat TDA merupakan komunitas atau kumpulan para pengusaha muda serta pengusaha dari berbagai level dan juga orang-orang lain yang berminat pada dunia wirausaha atau entrepreneurship. Komunitas yang baru saja menyelenggarakan acara Pesta Wirausaha 2015 ini telah memiliki anggota hingga puluhan ribu orang di seluruh Indonesia. Komunitas ini didirikan pada tahun 2006 oleh Roni Yuzirman dan Nuzli Arismal yang keduanya merupakan pengusaha di negeri ini. Kisah pendirian komunitas ini pun awalnya tak disengaja, sebab komunitas ini bermula dari sebuah blog sederhana yang berisi kisah perjuangan jatuh bangun dalam dunia wirausaha oleh Roni Yuzirman. Namun seiring dengan ramainya kunjungan terhadap blog tersebut, kemudian ada inisiatif untuk mengadakan pertemuan langsung (kopi darat) yang awalnya dihadiri oleh 40 orang. Pertemuan pertama tersebut berlanjut dan akhirnya menjadi suatu komunitas yang anggota terus bertambah dari waktu ke waktu.
Roni Yuzirman (Founder TDA)
Komunitas ini begitu ternama dan menjadi panutan maupun tempat atau sarana saling berbagi dan saling belajar tentang banyak hal, khususnya mengenai dunia kewirausahaan (entrepreneurship) yang harapannya akan semakin banyak pengusaha baru dilahirkan di negara ini sehingga negara ini dapat semakin maju dari hari ke hari serta menjadi negara maju (besar) di masa depan. Komunitas juga sering mengadakan acara-acara untuk saling temu, saling belajar, saling berbagi (ilmu atau pengalaman). Sejak beberapa tahun lalu, komunitas ini juga memprakarsai adanya event tahunan Pesta Wirausaha yang ditujukan sebagai sarana untuk membangun jejaring (networking), mengasah jiwa wirausaha melalui seminar motivasi, juga termasuk yang paling utama mendengarkan sharing pengalaman dari para pengusaha senior yang sudah berhasil di dunia wirausaha.

Thursday, 5 February 2015

Tahu Campur Pacar Keling

Tampak Samping (Foto 1)
Satu lagi kuliner khas nusantara yang saya cicipi dalam perjalanan wisata kuliner saya. Sebenarnya, kuliner ini saya cicipi sudah sejak tahun lalu (beberapa bulan lalu tepatnya), namun baru sekarang terpikir untuk saya share dan post di blog ini.
Tahu Campur adalah salah satu kuliner khas Surabaya, Jawa Timur. Kuliner ini merupakan perpaduan antara tahu, mie, lontong, selada hijau, tauge, daging sapi, dan diberi topping berupa krupuk. Kuliner ini sudah terkenal di beberapa wilayah nusantara, khususnya di Jawa Timur dan sekitarnya.
Salah satu tempat menikmati kuliner ini yang terkenal di kota Surabaya terletak di jalan Pacar Keling. Saya mengetahui lokasi ini dari cerita beberapa kawan dan juga dari browsing di internet. Oleh karena itu, saat kebetulan sedang lewat daerah situ, saya teringat cerita serta info yang saya peroleh tersebut dan akhirnya memutuskan untuk mencoba mencari penjualnya. Memasuki sekitar pertengahan jalan tersebut, akhirnya saya menemukan seorang penjual Tahu Campur di pinggir jalan. Tempatnya berupa sebuah warung kecil yang terletak di pinggir jalan dan sebagian dari bagian depan sebuah rumah.
Tampak Atas (Foto 2)
Karena kebetulan lewat dan menemukan, tanpa berlama-lama lagi langsung saja saya mampir ke warung tersebut dan segera memesan seporsi Tahu Campur. Saat saya datang kesana, si penjual baru saja membuka warungnya dan belum selesai menata seluruh dagangan dan perabot lain yang dipakai berjualan, jadinya saya perlu sedikit bersabar menunggu. Namun tak sampai terlalu lama, bapak penjualnya segera menghidangkan sepiring Tahu Campur yang segera pula saya santap dengan lahap.
Berhubung saya membeli kuliner ini sudah lumayan lama, jadinya saya tak bisa cerita terlalu detail tentang rasa dan macam-macamnya. Yang saya ingat hanya rasanya cukup enak dan sesuai dengan harganya. Seporsi Tahu Campur ini dihargai Rp. 10.000,00 dan ditambah segelas air mineral total yang harus saya bayarkan hanya Rp. 11.000,00 saja. Murah bukan ? Jadi jika kebetulan lewat di jalan tersebut, bisa mampir untuk mencoba. Lokasi berada di seberang dari dealer motor Yamaha. Tampilan luar dari tempatnya standar warung yang memiliki petunjuk nama di depannya. Silakan mencoba.

Wednesday, 4 February 2015

Tahu Gejrot

Tahu Gejrot
Tahu gejrot, makanan khas daerah Jawa Barat ini sudah cukup banyak dikenal di berbagai wilayah lain di Indonesia. Namun buat saya pribadi, saya masih merasa asing dan penasaran akan makanan ini, sebab saya hanya pernah mendengar namanya saja dan belum pernah melihat secara tidak langsung maupun langsung rupa makanan ringan ini.
Akhirnya pada suatu waktu di tahun 2014 yang lalu, kesempatan untuk melihat dan mencicipi secara langsung kudapan ini tiba juga. Pada suatu event pesta kuliner tradisional yang diadakan oleh Pakuwon Group yang merupakan salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia, terdapat salah satu pedagang yang menjajakan makanan tradisional ini. Tanpa pikir panjang dan karena didorong oleh rasa penasaran untuk dapat segera mencicipi makanan yang berbahan dasar tahu ini, maka segera saja saya memesan satu porsi.
Setelah menunggu sekitar kurang lebih 10 menit (lumayan lama karena memang banyak orang yang turut memesan), akhirnya pesanan saya selesai juga dibuat. Seporsi Tahu Gejrot seharga 10 ribu Rupiah siap untuk disantap. Walaupun secara tampilan makanan ini sederhana saja, hanya berisi potongan-potongan tahu dan kuah bening yang terdiri dari campuran bahan-bahan seperti bawang putih, bawang merah, cabai, gula, serta berbagai bahan lainnya, namun makanan ringan ini cukup memberikan sensasi dan kesan pertama yang begitu menggoda. Kesan pertama yang mendorong saya untuk mencicipi lagi makanan apabila menjumpai kembali penjaja makanan ini di kesempatan lain.
Pada intinya, yang membuat makanan terasa nikmat untuk disantap adalah kuahnya yang bening, khususnya perpaduan aroma bawang putih dan bumbu lainnya. Demikian review ringkas saya tentang salah satu kuliner khas nusantara yang begitu nikmat disantap.

Tuesday, 3 February 2015

Bagaimana Orang-Orang Kaya Berpikir (How Rich People Think)

Cover Buku How Rich People Think
Tulisan ini saya sadur dari sharing salah seorang rekan yang saya terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, sebab kebetulan rekan tersebut membaginya dalam Bahasa Inggris. Sharing rekan tersebut diambil dari ringkasan dari isi buku How Rich People Think karya Steve Siebold. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat.
Gina Rinehart, seorang wanita terkaya di dunia, pernah menghadapi serangan bertubi-tubi dari media karena ucapannya yang tertulis dalam sebuah artikel yang berupaya mengkritik golongan menengah yang selalu iri atas kekayaan yang dimilikinya. Bunyi kritik yang disampaikan oleh Gina Rinehart sebagai berikut, “Jika Anda semua iri terhadap mereka yang memiliki banyak uang, jangan hanya duduk-duduk saja dan mengeluh, tetapi lakukanlah sesuatu untuk menghasilkan lebih banyak uang untuk diri Anda sendiri. Habiskanlah lebih sedikit waktu untuk minum-minum, merokok, dan bersosialisasi. Habiskanlah lebih banyak waktu untuk bekerja.”
Melalui bukunya yang ditulis sebagai saripati selama sekitar tiga dekade melakukan wawancara terhadap sejumlah jutawan dari seluruh dunia, Steve Siebold, akhirnya menyimpulkan sejumlah hal yang menjadi pembeda antara orang-orang kaya (para jutawan) dengan orang-orang lain yang biasa-biasa saja. Berikut adalah sejumlah poin yang disarikan dari buku How Rich People Think tersebut.
1. Orang rata-rata (orang biasa-biasa) berpikir bahwa UANG adalah sumber segala kejahatan. Sebaliknya, orang-orang kaya percaya bahwa KEMISKINAN adalah sumber segala kejahatan. Para orang-orang terkaya dunia juga tahu bahwa memiliki banyak uang memang tidak menjamin kebahagiaan, tetapi hal itu dapat membuat hidup kita lebih mudah dan lebih menyenangkan.
2. Orang rata-rata berpikir bahwa egoisme (kepedulian terhadap diri sendiri) adalah sebuah sifat buruk. Sebaliknya, orang-orang kaya percaya bahwa egoisme adalah sebuah sifat baik. Para orang-orang kaya melakukan segala yang dilakukannya dengan tujuan untuk membuat dirinya sendiri bahagia. Mereka tak berpura-pura untuk menjadi penyelamat dunia. Mereka berpandangan bahwa, “jika Anda tak mampu mengurus diri Anda sendiri, maka Anda tidak berada pada posisi dimana Anda dapat menolong orang-orang lain. Anda tak memberikan apa yang tak Anda miliki.”

Saturday, 10 January 2015

Merry Riana: Mimpi Sejuta Dollar

Poster Mimpi Sejuta Dollar
Merry Riana, tokoh pengusaha muda sukses yang dikenal karena perjuangannya yang berhasil membawanya meraih kesuksesan dan penghasilan sebesar 1 Juta Dollar di usia 26 tahun. Hebatnya lagi hal itu dilakukan atau terjadi di negeri orang, Singapura, dan dengan kondisi awal yang bisa dikatakan pas-pasan.

Kisah perjuangannya pernah ditayangkan dalam acara Kick Andy di Metro TV beberapa tahun lalu. Selain itu kisah perjuangannya juga diceritakan dalam sebuah buku yang berjudul Mimpi Sejuta Dollar yang ditulis oleh Alberthiene Endah. Kisah yang dituturkan dalam buku tersebut yang akhirnya diangkat ke dalam bentuk film dengan judul yang sama.

Film yang mulai tayang pada 19 Desember 2014 lalu sudah ditonton lebih dari 500 ribu penonton di seluruh Indonesia. Setelah tayang sekian minggu, akhirnya saya sendiri berkesempatan menontonnya pada hari Rabu yang lalu. Namun pada kesempatan tersebut saya sedikit terlambat datang menontonnya dan karenanya kehilangan beberapa cerita awal film tersebut. Karena hal itu dan juga karena ceritanya yang memang bagus, saya putuskan untuk nonton lagi keesokannya. Jadi film ini menjadi film pertama yang saya tonton dua kali di bioskop. Karena cerita yang bagus pula akhirnya saya putuskan juga untuk segera membeli bukunya, setelah sebelumnya sempat saya tunda.

Cover Buku Mimpi Sejuta Dollar Edisi Poster Film
Untuk singkatnya, berikut saya berikan beberapa kalimat yang saya sarikan dari film tersebut. Semoga menginspirasi dan kalau tertarik bisa nonton langsung sebelum ketinggalan.
  1. Jika ada orang yang memiliki impian meraih sejuta dollar dan bekerja keras untuknya dan akhirnya berhasil, maka dapat dikatakan sebesar apapun impian asal diperjuangkan dengan sepenuh hati dan upaya pasti bisa terwujud.
  2. Jodoh bisa datang dari manapun dan kadang lewat cara yang tak terduga.
  3. Hidup itu berhitung. Dalam setiap berhitung kadang ada setiap kegagalan. Jadikan itu pelajaran.
  4. Hanya dengan jujur pada diri kita sendiri kita bisa sukses.
  5. Hidup ini tidak cuma soal berhemat dan berhitung tapi harus diselesaikan.
  6. Kalau saya bisa melakukannya, begitu juga kamu.
  7. Jadi sepertinya kecerdasan tidak memandang usia.
  8. Aku bisa menjadi orang paling kaya di dunia ini, tapi itu tidak akan ada artinya kalau tidak ada orang yang menyayangi aku.
Tiket Film Merry Riana: Mimpi Sejuta Dollar
Film Merry Riana: Mimpi Sejuta Dollar ini menceritakan kisah perjuangan Merry sejak dari awal peristiwa yang melatarbelakangi kepergian Merry ke Singapura, keputusannya untuk kuliah disana, upaya untuk mendapatkan pinjaman untuk biaya kuliah, hingga perjuangan serta petualangan demi petualangannya di berbagai bisnis yang akhirnya membawa dirinya meraih sukses dan meraih Sejuta Dollar. Dalam film juga terdapat beberapa adegan lucu yang membuat film ini tidak membosankan untuk ditonton.

Monday, 5 January 2015

Untuk Apa Jadi Entrepreneur ?

Sejak sekitar pertengahan bulan Desember 2014 lalu, saya tengah membaca sebuah buku karya Merry Riana yang berjudul A Gift From A Friend. Salah satu bab dalam buku tersebut berjudul Vision, Action, Passion. Tulisan kali ini akan sedikit mengulas mengenai salah satu dari tiga bahasan dalam buku tersebut, yaitu Vision, khususnya dalam kaitannya dengan dunia entrepreneurship (kewirausahaan).
Sejak mendekati masa akhir kuliah (sekitar tahun 2008/2009), saya mulai mengenai lebih banyak mengenai entrepreneurship (kewirausahaan), terutama melalui seminar-seminar yang banyak diadakan oleh berbagai pihak, salah satunya oleh Entrepreneur University (EU). Melalui seminar-seminar tersebut, pikiran dan pandangan saya terbuka tentang suatu dunia baru, sebuah dunia diluar dunia menjadi karyawan atau pegawai, sebuah dunia yang tak banyak yang benar-benar berani terjun ke dalamnya. Secara umum, seminar-seminar yang saya ikuti tersebut memberikan motivasi agar setiap orang berani menjadi pengusaha untuk turut mendorong pertumbuhan dan kemajuan negara kita tercinta Indonesia.
Pada seminar-seminar tersebut, banyak kalimat yang diberikan untuk tujuan memompa semangat serta keberanian setiap peserta seminar yang hadir untuk berani menjadi pengusaha. Salah satu kalimat yang saya ingat berbunyi: “jadi pengusaha itu jangan menunggu kaya, tetapi jadilah pengusaha supaya kaya.” Ya benar, salah satu “iming-iming” yang diberikan oleh para pembicara seminar agar setiap peserta mau, berani, dan segera bertindak menjadi pengusaha adalah tentang kemungkinan untuk menjadi kaya dan bebas secara keuangan, waktu, dan sebagainya.

Tuesday, 30 December 2014

‘Menipu’ Pikiran

Ilustrasi Pikiran
Konsep tentang pikiran merupakan ilmu yang selama beberapa bulan terakhir sedang menarik perhatian saya dan sedang saya tingkatkan pemahamannya. Banyak hal baru yang telah saya mengerti, terapkan (walaupun belum rutin dan sempurna), dan masih terus tingkatkan pemahamannya. Salah satu yang sudah saya tahu dan sedang tingkatkan pemahamannya adalah tentang ‘menipu’ pikiran kita.
Menurut buku-buku tentang pikiran yang telah dan sedang saya baca, pikiran merupakan salah satu kunci yang dapat mempengaruhi hal-hal atau hasil-hasil yang kita raih atau miliki dalam kehidupan kita. Kehidupan kita dipengaruhi oleh hal-hal apa saja yang kita isikan ke dalam pikiran kita setiap harinya semenjak kita masih kecil, baik secara sadar maupun tidak sadar. Pikiran kita adalah magnet yang sangat kuat di alam semesta ini dan dengan mampu menguasainya maka kita pun akan mampu menguasai kehidupan kita serta mempengaruhi hasil-hasil yang kita raih dalam kehidupan.

Friday, 26 September 2014

Menikmati Hidup Setiap Saat

Menikmati Hidup Setiap Saat
Sering kita mendengar bahwa hidup itu hanya sekali, oleh karenanya hidup itu harus dinikmati. Hal ini pula yang sudah cukup lama saya dengarkan dari beberapa orang yang saya kenal. Hal ini pula yang hampir satu bulan terakhir semakin intens saya dengarkan, saksikan, dan jalani sendiri. Benar sekali, hidup itu hanya sekali, oleh karena itu harus dinikmati. Dinikmati, senikmat-nikmatnya !
Banyak cara yang telah dianjurkan maupun kita ketahui tentang cara untuk menikmati hidup kita. Ada yang menganjurkan untuk mensyukuri dan menikmati setiap aktivitas maupun pekerjaan yang kita miliki dan jalani. Ada yang menganjurkan untuk mensyukuri setiap nafas hidup serta mentari pagi yang masih dapat kita hirup dan saksikan setiap kita bangun tidur di pagi hari. Ada yang menganjurkan untuk mensyukuri segala sesuatu yang telah kita miliki di sekeliling kita, terutama keluarga yang selalu ada memberikan dukungan dan kasih sayang. Ada banyak dan begitu banyak sekali anjuran mengenai menikmati hidup setiap hari, selain beberapa yang telah saya sebutkan di atas.

KumpulBlogger