Sunday, 19 June 2016

Microsoft Akuisisi LinkedIn

Microsoft Akuisisi LinkedIn
Microsoft Akuisisi LinkedIn (sumber: www.google.com)
Satu berita heboh lagi di dunia bisnis teknologi setelah berita akan segera berakhirnya layanan Yahoo! Messsenger, yaitu berita mengenai tindakan akuisisi yang dilakukan raksasa teknologi dan software Microsoft terhadap LinkedIn situs jejaring sosial khusus para profesional. Raksasa teknologi dan software yang bermarkas besar di Redmont, Washington, Amerika Serikat tersebut beberapa hari lalu mengumumkan langkah bisnis yang besar yaitu akuisisi LinkedIn. Perusahaan raksasa yang didirikan oleh Bill Gates dan Paul Allen pada tahun 1975 tersebut mengakuisisi LinkedIn senilai USD 26,2 Miliar atau sekitar Rp. 348 Triliun. Sebuah nilai akuisisi terbesar dalam sejarah Microsoft.
Diyakini bahwa kesepakatan tersebut merupakan bagian dari strategi Microsoft untuk memperluas jangkauan serta pasar pelanggannya dan sekaligus sebagai jalan untuk menjadi kekuatan dominan dalam industri teknologi. Beberapa analis bisnis menilai bahwa Microsoft akan menggunakan LinkedIn sebagai bank data informasi dan saluran distribusi produk-produk software andalannya. Salah seorang profesor terkemuka di salah satu universitas di AS mengungkapkan, “LinkedIn menciptakan uang dari iklan yang ditargetkan dengan lebih akurat dan terperinci.” Anggota perusahaan riset pasar dan teknologi AS Forester Research, Ted Schadler, menilai bahwa langkah yang dilakukan Microsoft sangat tepat. Dia menilai bahwa langkah Microsoft bisa menjadi pendorong meningkatnya tren akuisisi serta penggabungan perusahaan di industri teknologi. Maklum saja, saat ini kinerja banyak perusahaan di industri tersebut sedang lesu sekalipun beberapa dari perusahaan di industri tersebut sudah masuk dalam kategori perusahaan yang lebih mapan.
Pimpinan puncak atau CEO Microsoft, Satya Nadella, mengungkapkan bahwa terhubungnya pengguna Microsoft dengan LinkedIn yang memiliki jumlah pengguna 433 juta orang akan memberi mereka kesempatan untuk meraup keuntungan berlipat. Selain untuk meningkatkan potensi pemasaran dan penjualan produk, Microsoft juga dapat menggunakan LinkedIn sebagai kekuatan untuk bersaing dengan Salesforce.com Inc, perusahaan di bidang komputasi awan (cloud computing) yang menyediakan layanan customer relationship management.
Nadella menambahkan melalui telekonferensi yang dikutip Reuters, “Microsoft dan LinkedIn memiliki misi yang sama, yakni ingin membantu mengefisienkan waktu dan tempat. Tidak ada cara yang lebih baik untuk mewujudkan misi itu selain menghubungkan para profesional di seluruh dunia.” Adapun sebagian besar saham LinkedIn diambil alih oleh Microsoft dengan harga USD 196 per lembar. Harga tersebut 50% lebih tinggi dari harga penutupan pada perdagangan bursa saham, walaupun harganya masih di bawah harga saham perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang yang sama yang dapat mencapai USD 270 per lembar. Dalam kesepakatan jual beli juga disebutkan bahwa Microsoft sepakat untuk tetap mempertahankan merek serta karyawan LinkedIn. CEO LinkedIn yang sekarang, Jeff Weiner, juga akan tetap berada pada posisi tersebut di bawah Satya Nadella langsung.
Adapun sejarahnya, LinkedIn didirikan oleh Reid Hoffman serta beberapa rekannya pada tahun 2002 dan baru diluncurkan untuk publik pada tahun 2003. Selama masa awal berdirinya LinkedIn didanai oleh investor. Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, LinkedIn akhirnya saham mereka diperdagangkan secara umum dan nilainya terus meroket. LinkedIn memperoleh pendapatan dari para pemburu kerja dan perekrut karyawan (head hunter) yang membayar iuran bulanan. Melalui mekanisme bisnis seperti itu, LinkedIn pernah mampu meraup keuntungan hingga USD 3 Miliar per tahun. Namun beberapa waktu terakhir kinerja bisnis mereka merosot sehingga tersebar isu bahwa LinkedIn akan dijual dan akhirnya isu tersebut terbukti ketika Microsoft mengakuisisi LinkedIn.
CEO LinkedIn mengungkapkan, “selama 13 tahun terakhir, kami telah diposisikan secara unik untuk menghubungkan para profesional dan membuat mereka lebih produktif serta sukses. Saya melihat ke depan untuk memimpin tim kami melalui bab berikutnya bersama Microsoft.” Bagi Microsoft sendiri, pembelian LinkedIn diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki rekor akuisisi yang pernah dilakukan sebelumnya. Akuisisi LinkedIn diyakini merupakan upaya Satya Nadella untuk membuat Microsoft kembali di pasar digital dibandingkan smartphone.
Nah, menarik untuk disimak apakah benar bahwa langkah Microsoft mengakuisis LinkedIn dapat benar-benar menjadi langkah untuk memperbaiki rekor akusisi yang pernah mereka lakukan sebelumnya atau justru malah memperburuknya. Patut pula disimak apakah dengan diakuisisi oleh Microsoft, LinkedIn dapat kembali memperbaiki kinerja perusahaannya. Kita tunggu saja berita dan perkembangannya.

[Dikutip dari berbagai sumber di internet.]

Tickerbar

KumpulBlogger