Tuesday, 1 March 2016

Pelajaran dan Pengalaman Dari Batam - Singapore Trip 2015 (Bagian I)

Lama sekali saya tak pernah berkunjung atau berwisata ke Negeri Singa ini. Pertama kali saya datang dan berwisata kesana sekitar tahun 2007 yang lampau (kalau tidak salah ingat). Kala itu saya masih kuliah antara semester 4 atau 5. Sebuah rentang waktu yang cukup panjang sebelum akhirnya bisa berkesempatan berwisata kesini lagi. Pada wisata tahun 2007 itu, saya dan keluarga mendapatkan bonus wisata 3 negara (Singapore – Malaysia – Thailand) dari tempat kerja ayah saya. Namun kali ini, kami sekeluarga berwisata ke Singapore atas prakarsa dan biaya sendiri. Pada kesempatan kali ini, saya akan bercerita serta berbagi pelajaran dan pengalaman yang saya dapatkan selama berada di Negeri Singa.
Berhubung cerita pengalaman serta pelajaran yang akan saya bagi kali ini bakal sangat panjang, maka saya putuskan untuk membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian agar tidak membosankan yang membacanya maupun saya yang menulisnya. Pada bagian pertama saya akan berbagi terlebih dahulu mengenai awal mula perjalanan wisata ini hingga pengalaman hari pertama di kota Batam (Mengapa Batam ? Karena kami sekeluarga mengunjungi terlebih dahulu kedua adik saya yang tinggal di kota tersebut dan kami bermalam di rumah mereka sebelum melanjutkan perjalanan wisata ke Singapore).
Ikon Kota Surabaya
Ikon Kota Surabaya (lokasi keberangkatan kami ke Batam)
Pada perjalanan wisata yang berlangsung di sekitar libur Natal pada bulan Desember 2015 yang lalu, kami sekeluarga melakukan perjalanan atas prakarsa pribadi dan sekaligus sebagai sarana berkumpul keluarga setelah lumayan lama tak pernah berjalan atau berwisata bersama. Perjalanan wisata kali ini bisa dibilang sedikit menganut konsep ala backpacker. Perjalanan wisata bermula dari kota Tuban menuju ke Surabaya. Kami (saya dan kedua orang tua saya) memutuskan berangkat lebih pagi dari Tuban agar tidak terlalu siang saat tiba di Surabaya. Setelah semalam sebelumnya kami sekeluarga bersiap serta menata semua barang bawaan yang sekiranya bakal dibutuhkan untuk perjalanan wisata selama sekitar hampir satu minggu ke depan dan juga oleh-oleh yang akan dikasih ke adik saya di kota Batam, pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB kami mulai meninggalkan rumah dan berangkat menuju Surabaya. Perjalanan berlangsung lancar karena jalanan tidak terlalu ramai. Sekitar pukul 08.10 kami sudah sampai di kota Lamongan dan berhenti sejenak di sebuah tempat makan untuk sarapan pagi. Seperti biasa, saya yang menjalankan diet OCD tidak ikut sarapan, saya hanya mengkonsumsi kopi hitam tawar. Sekitar 10 menit waktu kami habiskan untuk sarapan pagi. Selesai sarapan, kami segera melanjutkan perjalanan menuju Surabaya agar tidak terlalu membuang waktu dan supaya dapat tetap berburu waktu dengan jadwal terbang kami pukul 14.05 WIB.
Berhubung jalanan tidak terlalu ramai, maka perjalanan menuju Surabaya dapat kami tempuh dengan lancar dan cepat. Sekitar pukul 09.40 WIB, kami sudah sampai di seberang tempat kerja adik saya yang terkecil. Kami berhenti di sebuah minimarket untuk membeli obat anti mabuk untuk adik saya serta beberapa minuman dan beristirahat menunggu waktu pulangnya adik saya. Sebelum bersama-sama menuju ke bandara, kami memang harus terlebih dahulu menjemput adik terkecil saya di tempat kerjanya, sebab pada hari itu dia memang masih aktif bekerja dan baru libur keesokan harinya, namun hari itu dia izin untuk hanya masuk setengah hari kerja. Izin keluar kantor (pulang kerja) diberikan untuk adik saya pada pukul 11.00 WIB. Namun ternyata sebelum waktu yang ditentukan, adik saya sudah diberikan kesempatan untuk meninggalkan kantor.
Menjelang pukul 11.00 WIB, kami mulai meluncur menuju bandara yang kira-kira membutuhkan waktu perjalanan sekitar 40 sampai 60 menit (jalan arah ke bandara biasanya macet). Perjalanan bisa dibilang lancar dan kami berhasil tiba di bandara sekitar pukul 12.00 WIB. Segera setelah tiba di terminal internasional Bandara Internasional Juanda, kami segera menurunkan seluruh barang bawaan yang hendak kami bawa berwisata. Kami masih memiliki waktu sekitar dua jam sebelum pesawat Lion Air yang hendak kami tumpangi menuju Batam akan take off. Waktu yang ada kami gunakan untuk duduk-duduk menunggu sambil makan siang di kursi yang disediakan di bandara, sambil sesekali berkeliling di sekitar wilayah bandara. Mendekati pukul 13.00 WIB, kami sekeluarga memutuskan untuk check in dan menunggu di dalam ruang tunggu keberangkatan pesawat.
Sekitar pukul 13.40 WIB para penumpang telah diperbolehkan dan dipersilahkan untuk mulai memasuki pesawat. Berhubung letak parkir pesawat cukup jauh dari gerbang keberangkatan pesawat, maka kami harus menunggu bus tumpangan yang telah disediakan oleh maskapai untuk membawa kami ke lokasi parkir pesawat. Sekitar pukul 13.50 WIB kami telah berada di dalam pesawat dan mulai menaruh barang-barang bawaan di bagasi di kabin pesawat. Sekitar pukul 14.00 WIB kami telah duduk tenang di kursi masing-masing dan bersiap menunggu keberangkatan pesawat. Namun ternyata pesawat mengalami keterlambatan pemberangkatan. Pesawat baru mulai dipersiapkan untuk take off sekitar pukul 14.15 WIB (mundur sekitar 10 menit dari jadwal seharusnya) ketika seluruh penumpang pesawat telah berada dalam pesawat. Selidik punya selidik, ternyata pesawat terlambat berangkat sebab harus menunggu penumpang dari pesawat yang sedang transit di Bandara Juanda Surabaya yang hendak melanjutkan perjalanan ke Bandara Kualanamu Medan. Sekitar pukul 14.25 WIB pesawat mulai bergerak untuk take off setelah beberapa kali tertunda lagi sebab harus menunggu giliran pemakaian landasan. Oya, sebagai tambahan info, kami menumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 949 dengan jadwal resmi yang tertera pada tiket 14.00 WIB (berangkat) dan 16.10 WIB (tiba).
Lambang Kota Batam
Lambang Kota Batam (akhirnya kami mendarat)
Perjalanan dengan pesawat menuju Batam kami tempuh dalam waktu sekitar 1 jam 50 menit, sedikit lebih cepat dari waktu yang dibutuhkan dan tertera di tiket pesawat yaitu 2 jam. Kami mendarat di bandara Hang Nadim Batam sekitar pukul 16.15 waktu Batam (WIB). Begitu mendarat dengan segera kami menuju ke tempat pengambilan bagasi. Setelah menunggu sekitar 15 menit, akhirnya seluruh barang bawaan yang diletakkan di bagasi pesawat telah berhasil kami ambil. Kami sekeluarga sudah ditunggu adik saya yang tinggal di Batam di luar pintu kedatangan penumpang. Begitu kami telah keluar melalui pintu kedatangan penumpang, kami segera memasukkan seluruh barang bawaan kami ke mobil adik saya dan kemudian meluncur ke rumah adik saya. Sesampai di rumah adik saya, kami mengobrol sejenak sambil beristirahat, dan beberapa saat kemudian kami semua mandi serta bersiap untuk keluar makan malam dan berjalan-jalan menelusuri beberapa wilayah di kota Batam.
Sekitar pukul 18.00 kami semua telah bersiap untuk meninggalkan rumah menuju tempat makan yang berada di satu komplek dengan tempat tinggal adik saya. Tempat makannya berupa depot yang menyediakan kursi di ruang terbuka maupun di dalam ruangan. Walaupun tempat makan tersebut tidak terlalu besar, namun bisa dikatakan tempat tersebut sangat ramai dengan orang-orang yang menikmati berbagai macam sajian makanan, minuman, maupun camilan. Sekitar pukul 19.00 acara makan malam bersama telah selesai dan kami bergegas kembali ke rumah serta kemudian bersiap untuk berjalan-jalan ke beberapa tempat di kota Batam. Lokasi yang kami tuju malam itu adalah komplek Mall Nagoya Center yang bisa dianggap merupakan mall terbesar dan paling ramai yang ada di kota Batam. Komplek mall ini unik menurut saya, sebab ditengahnya terdapat mall, sementara disekeliling mall terdapat pertokoan (ruko) yang digunakan sebagai tempat untuk menjalankan berbagai macam usaha. Di mall tersebut kami mencoba mencari tempat penukaran mata uang yang barangkali bisa memberikan kami nilai tukar dari Rupiah ke Dollar Singapore yang “bagus”. Namun karena tidak menemukan akhirnya justru kami masuk ke toko pakaian yang menurut adik saya harganya bisa dianggap paling murah di komplek mall tersebut. Kami melihat-lihat pakaian yang dijual yang kala itu mayoritasnya diobral atau diskon (maklum mendekati akhir tahun yang memang umumnya digunakan sebagai sarana cuci gudang). Setelah melihat-lihat beberapa saat, kami telah memboyong beberapa potong pakaian yang terdiri dari baju dan celana.
Selesai berbelanja pakaian, kami lanjutkan berkeliling sejenak di dalam mall. Kami sempat pula masuk ke suatu toko tas sebab adik paling kecil saya hendak membeli tas untuk oleh-oleh salah seorang kawannya. Setelah itu kami lanjutkan untuk melihat-lihat di bagian elektronik, sebab ibu saya hendak mencari perangkat tablet pc yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitasnya. Namun akhirnya karena berbagai alasan, ibu saya belum jadi membeli perangkat tablet yang dibutuhkan malam itu. Mengingat hari telah beranjak malam dan waktu hampir menunjukkan pukul 10 malam, akhirnya kami sekeluarga memutuskan untuk pulang ke rumah, sebab esok hari kami masih hendak berkeliling lagi dan masih harus mencari tempat penukaran mata uang.
Sekitar pukul 10.00 kami telah sampai di rumah dan bergegas berganti pakaian yang lebih santai untuk tidur malam. Walaupun begitu, kami semua tidak langsung tidur, tapi masih sempat mengobrol sejenak dan menonton televisi, salah satu acara yang kami tonton adalah sebuah film yang dibintangi oleh Stephen Chow. Baru menjelang pukul 00.00 kami semua mulai beranjak tidur satu per satu. Sampai disini dulu cerita untuk hari pertama bagian dari perjalanan wisata kami ke Singapore di sekitar libur Natal Desember 2015 yang lalu. Simak kelanjutannya disini

Tickerbar