Monday, 25 April 2011

Impian yang Mengalahkan Bakat


Albert Einstein
Beberapa hari yang lalu, saya membaca sebuah kalimat yang luar biasa ini, “impian-impian dan ambisi-ambisinya mengalahkan semua bakatnya”. Jika saya tidak salah ingat, kalimat tersebut diucapkan oleh seseorang untuk mendeskripsikan ilmuwan terbesar abad ke-20, Albert Einstein. Kalimat tersebut begitu menginspirasi saya sekaligus mengingatkan diri saya akan diri saya sendiri yang dahulu maupun diri saya yang sekarang.
Membaca kalimat tersebut, saya teringat akan kehidupan saya sendiri, bahwa ternyata dalam banyak hal atau keadaan impian-impian saya yang begitu besar telah berhasil mengalahkan semua ketidakmampuan saya. Impian-impian saya yang begitu luar biasa tersebut telah berhasil untuk memaksa saya untuk belajar dengan cara yang begitu luar biasa yang tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Impian-impian saya telah mampu mendorong saya untuk mempelajari segala sesuatu yang saya butuhkan untuk mencapai seluruh impian saya secepat mungkin.

Seluruh impian saya telah berhasil memacu gairah dan adrenalin yang ada di dalam diri saya untuk mempelajari segala ilmu pengetahuan dan keahlian yang saya perlukan untuk mencapainya. Semua ilmu pengetahuan dan keahlian yang saya tahu dengan pasti tidak akan pernah diajarkan oleh dosen-dosen yang paling pintar juga yang saya ketahui tidak pernah diajarkan oleh kedua orang tua saya. Saya mempelajari dengan segala cara terbaik yang saya ketahui dengan satu keyakinan dan tekad bahwa saya harus mampu mewujudkan seluruh impian saya.
Dalam tahap ini, saya belajar untuk tidak menjadikan segala macam halangan, mulai dari halangan yang terkecil sampai terbesar untuk menghalangi atau menghentikan saya. Saya ajari diri saya sendiri mengenai komitmen dan tekad untuk mengalahkan seluruh penghalang yang ada dan menjebol semua gerbang atau tembok yang menghentikan langkah saya untuk meraih semua impian terhebat. Saya tidak akan biarkan apapun menghalangi atau menghentikan langkah saya untuk mewujudkan seluruh impian terhebat yang saya miliki.
Seluruh impian saya menjadi suatu pendorong keyakinan di dalam diri sekaligus penyemangat atau motivator untuk meraihnya. Saya juga tersadar bahwa segala impian yang kita miliki harus kita lindungi dan jauhkan dari para perusak impian. Kita harus lindungi sebaik mungkin dan menjauhkannya sejauh mungkin dari orang-orang yang mencoba membuat kita percaya bahwa kita tidak akan mampu meraih seluruh impian kita. Saya mencoba berkata kepada diri saya, biarkan saja mereka tidak percaya bahwa saya mampu mewujudkan seluruh impian saya, hal itu menjadi hak mereka. Namun saya juga memiliki hak untuk tidak percaya sedikitpun akan semua ucapan orang-orang yang kemungkinan tidak pernah percaya bahwa diri mereka mampu mewujudkan impian-impian mereka.
Kita harus paksa dan latih diri kita untuk tetap mempercayai seluruh impian yang kita miliki serta melatih diri kita untuk bekerja keras sebaik mungkin untuk dapat mewujudkan seluruh impian tersebut. Kita juga harus paksa dan latih diri kita untuk tidak pernah sedikitpun mempercayai ucapan orang-orang yang mencoba merusak impian kita atau menjauhkan impian kita dari kita. Semua orang berhak untuk tidak mempercayai impian-impian kita dan bahwa kita mampu meraihnya, tetapi kita tetap harus jadi satu-satunya orang yang tetap percaya bahwa kita mampu meraihnya tanpa peduli apapun kondisi kita sekarang ini. Tetap bermimpi dan tetap percayai seluruh impian kita ! Biarkanlah kekuatan impian kita mengalahkan semua ketidakmampuan kita atau kurangnya bakat yang kita miliki. Keep our face toward our dreams !

Tickerbar