Friday, 3 December 2010

Anti Trust

Sudah sangat lama saya tidak pernah menulis atau membahas tentang film di tulisan yang saya posting di blog ini. Hari ini, saya memutuskan untuk membuat suatu tulisan mengenai suatu film yang baru saja saya tonton kemarin. Satu diantara banyak film yang berada di daftar antrian film-film yang ingin saya tonton.
Anti Trust begitu judul film tersebut. Film ini sebenarnya bukanlah film baru, sebab film ini sudah beredar sejak tahun 2001 lalu, namun saya baru menemukan judul film tersebut tiga hari yang lalu melalui sebuah website tentang dunia komputer, khususnya keamanan komputer dan hacking. Film tersebut secara garis besar bercerita tentang dunia pemrograman komputer serta bisnis terkait dengan perangkat lunak komputer. Dalam film tersebut diceritakan persaingan antara para programmer komputer independen dengan perusahaan-perusahaan teknologi papan atas yang juga mengembangkan software-software komputer untuk dipasarkan secara komersial. Para programmer komputer independen memiliki gagasan bahwa kode program itu harus terbuka dan dapat diketahui serta dipergunakan dengan bebas oleh semua orang. Mereka berpendapat bahwa ilmu pengetahuan itu dikembangkan oleh orang banyak, maka juga harus dikembalikan untuk pemakaian bagi banyak orang. Gagasan atau pendapat yang sebaliknya diusung oleh para perusahaan teknologi papan atas. Mereka berpendapat bahwa setiap program atau perangkat lunak yang dibuat itu merupakan suatu karya intelektual seseorang, jadi setiap pembuat program berhak untuk memperoleh uang atau hasil dari setiap karya yang mereka buat.
Di film tersebut diceritakan ada suatu perusahaan perangkat lunak besar dengan NURV. Perusahaan merupakan salah satu perusahaan besar yang dimiliki oleh salah seorang miliarder dunia. Pemilik perusahaan tersebut berpendapat bahwa setiap orang berhak untuk menjual karyanya berupa perangkat lunak komputer untuk memperoleh sesuatu atas hasil jerih payahnya. Para pengembang perangkat lunak juga berhak untuk menjadi kaya serta menikmati kehidupan yang layak seperti orang-orang pada umumnya. Perusahaan milik miliarder bernama Gary Winston tersebut setiap tahun selalu melakukan pengamatan terhadap bakat-bakat terbaik di bidang pemrograman komputer untuk ditawari bekerja di perusahaannya. Perusahaan melakukan pengamatan yang jeli terhadap setiap programmer independen yang berbakat atau mahasiswa-mahasiswa terbaik yang telah menciptakan sesuatu yang luar biasa selama masa kuliahnya.
Diantara sekian banyak talenta-talenta terbaik yang mereka amati, terdapat dua orang sekawan bernama Milo dan Teddy. Mereka berdua merupakan dua orang dari sejumlah mahasiswa terbaik lulusan Stanford University di bidang Ilmu Komputer. Mereka berdua beserta dua orang kawan lainnya sedang dalam upaya mereka untuk melahirkan bisnis perangkat lunak mereka sendiri. Mereka berempat sedang berupaya untuk memperoleh dana investasi dari perusahaan yang lebih besar. Di tengah-tengah upaya mereka tersebut, secara tiba-tiba, Milo mendapat telepon dari Gary Winston yang menawarinya pekerjaan dengan gaji US$ 42.000 setahun dan fasilitas berupa tempat tinggal serta mobil. Milo sempat ragu, sebab dia dan kawan dekatnya Teddy sudah berjanji bahwa mereka bersama-sama akan bekerja sama untuk mengembangkan suatu program yang dapat melakukan kompresi data secara efisien. Di tengah keraguan tersebut, Milo mendapatkan saran dari salah seorang teman wanitanya untuk memilih apa yang terbaik bagi dirinya serta masa depannya. Akhirnya, Milo memutuskan untuk bergabung dengan NURV.
Di NURV, Milo bertugas untuk mengembangkan suatu perangkat lunak yang akan mengatur transmisi pengiriman data dengan efisien dari satelit-satelit luar angkasa yang dimiliki perusahaan tersebut. Milo harus mengembangkan suatu perangkat lunak bagi calon produk terbaru perusahaan tersebut yang bernama Synapse. Produk atau layanan tersebut memungkinkan setiap orang berkomunikasi dengan orang lain dari seluruh dunia serta berbagi apapun yang mereka inginkan seperti data, gambar, video, serta melakukan komunikasi suara dan video. Milo diberi tugas tersebut karena si pemilik perusahaan memandang Milo mampu untuk mengerjakannya dalam waktu yang singkat sebab deadline peluncuran produk tersebut semakin dekat.
Setelah beberapa lama bekerja di perusahaan tersebut, Milo menemukan suatu kejanggalan. Dia merasa heran dengan si bos besar yang memberinya suatu program untuk kompresi data yang sangat luar biasa menurutnya. Dia bertanya-tanya darimana si bos menemukan atau membeli program tersebut, sebab program tersebut dapat melakukan kompresi data dengan sangat efisien. Setelah beberapa kali memperoleh program kompresi yang terus dikembangkan tersebut, Milo semakin penasaran. Dia mencoba mencari tahu asal-usul program tersebut. Ditengah pencariannya tersebut, dia memperoleh suatu kabar yang menyedihkan, kawan terdekatnya, Teddy, tewas dibunuh di garasi tempatnya mengembangkan perangkat lunak. Didorong oleh rasa penasaran, Milo mencoba mencari tahu tentang siapa pembunuh kawannya tersebut. Setelah beberapa waktu melakukan penelusuran independen, dia mencurigai bahwa perusahaan tempatnya bekerja yang melakukan hal tersebut.
Untuk membuktikan kecurigaannya, dia melakukan sejumlah investigasi lebih dalam lagi terhadap perusahaannya. Dia penasaran dengan suatu ruangan atau gedung yang terdapat di komplek perusahaannya yang merupakan gedung untuk siaran broadcasting yang belum sepenuhnya selesai dibangun. Dia curiga bahwa di gedung tersebut tersimpan suatu teknologi yang merekam atau mengintai setiap aktivitas para programmer independen yang menjadi pesaing dari perusahaan tempatnya bekerja. Setelah sekian waktu melakukan penyelidikan, dia akhirnya benar-benar menemukan bahwa perusahaannya terlibat dalam sekian banyak aksi dibalik meninggalnya sejumlah programmer independen yang menjadi pesaing perusahaan tersebut, dimana salah satunya adalah Teddy kawannya. Mengetahui hal tersebut, akhirnya dengan bantuan kawan-kawannya serta orang lain yang dapat dipercaya, dia berusaha memberitahukan keburukan perusahaan tempatnya bekerja. Melalui upaya yang keras, akhirnya dia berhasil melakukan hal tersebut dan seluruh rakyat Amerika Serikat mengetahui keburukan dari NURV.
Itulah kurang lebih cerita dalam film Anti Trust tersebut. Film ini cukup menarik bagi saya dan kemungkinan juga bagi para penggemar komputer secara umum, para programmer komputer, maupun mungkin bagi para pebisnis atau pengamat dunia bisnis. Film ini memberikan gambaran bagi saya mengenai bisnis perangkat lunak komputer serta persaingan di bisnis tersebut. Film ini memberi gambaran bagi saya tentang upaya para programmer independen untuk merintis perusahaan mereka sendiri serta gagasan mereka tentang keterbukaan peranti lunak (open source). Film ini juga memberikan dorongan bagi saya untuk tidak kalah gigih dengan para programmer dalam film tersebut dalam mengembangkan peranti lunak saya sendiri. Sekian review saya.

Trailer AntiTrust


Link torrent: monova.org
Link indowebster: http://www.indowebster.com/download=Anti_trustavi&do=83r5k4h44406j4z5y5p4j5z5d4

Tickerbar