Sunday, 24 January 2010

KENAPA AKU TERUS MENULIS ARTIKEL ?

Sejak pertengahan tahun 2009 lalu, aku semakin getol dan bersemangat untuk menulis atau menghasilkan tulisan. Sejak saat itu pula, kemampuan untuk merangkai kata-kata terus dan terus berkembang. Bahkan tahun 2009 lalu aku berhasil memenuhi target pribadiku untuk memposting cukup banyak tulisan di blog friendster yang aku kelola sehingga total tulisan yang ada disana menjadi 250 pada akhir. Jumlah ini bertambah sangat banyak dibanding jumlah tulisan sebelumnya sejak pertama kali blog ini aku buat. Sebelumnya jumlah tulisan yang ada disana hanya berjumlah puluhan saja, namun berkat komitmenku untuk terus menulis, akhirnya jumlahnya bisa mencapai 250 tulisan. Sebenarnya jika aku masih mau memposting semua tulisan yang aku hasilkan di tahun 2009 lalu, total bisa ada sekitar 260 tulisan disana. Namun dengan berbagai pertimbangan aku memutuskan untuk menyimpan sisanya untuk tahun 2010 ini.

Sekarang saatnya menjawab pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini. Aku terus dan terus menulis artikel dengan sebuah tujuan utama yaitu aku menulis buku suatu saat kelak. Dan aku percaya bahwa untuk menghasilkan sesuatu yang besar (dalam hal ini adalah buku) kita semua harus memulainya dari sesuatu yang kecil (dalam hal ini adalah menulis artikel). Sebenarnya aku sudah tahu akan hal ini beberapa tahun lalu, namun hanya karena ingin lebih diterima oleh teman-temanku, aku sempat mengubah banyak hal baik itu dan akhirnya terlupakan sesaat. Kini setelah membaca novel Laskar Pelangi (The Rainbow Troops) aku disadarkan kembali bahwa sesuatu yang besar selalu berawal dari sesuatu yang kecil. Dalam salah satu bab novel tersebut diceritakan ada salah satu tokoh bernama Mahar yang ingin mendapatkan panggilan dari pemerintah untuk menjadi tenaga honorer. Setiap hari dia hanya menunggu sampai takdir yang dipercayainya yaitu bahwa jika dia memang ditakdirkan menjadi guru kesenian, maka dia tidak perlu melamar untuk pekerjaan tersebut sebab takdir itu akan menghampirinya sendiri. Namun ternyata hal itu salah besar. Setiap hari dia hanya menunggu dan menunggu tanpa pernah ada panggilan. Sampai suatu saat akhirnya dia sadar bahwa dia harus berbuat sesuatu agar pemerintah mengetahui bahwa ada seorang individu bernama Mahar dan bahwa dia punya kemampuan.

Akhirnya Mahar berupaya untuk mulai menulis artikel-artikel mengenai kebudayaan Melayu sesuai dengan kebudayaan yang ada di daerah tempat tinggalnya. Berawal dari hal itu, dia akhirnya mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk menulis dokumentasi permainan tradisional anak-anak. Kepercayaan tersebut semakin lama semakin berkembang, berikutnya dia beroleh kesempatan lebih banyak untuk membuat dokumentasi mengenai kesenian dan bahasa. Sampai akhirnya hal-hal tersebut memberinya kesempatan untuk melakukan riset kebudayaan dan pada akhirnya pula dia berhasil menulis beberapa buku. Melalui hasil dari menulis buku-buku tersebut dia beroleh kesempatan untuk menjadi narasumber budaya dan pada akhirnya dia berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan dan dia percayai sebagai takdirnya yaitu menjadi guru kesenian. Sebagai bonus dari upayanya pula, dia juga mendapatkan kepercayaan untuk mengorganisasi berbagai kegiatan budaya.

Dari cerita tersebut, aku mendapatkan kembali kesadaran akan pentingnya bersungguh-sungguh mengerjakan sesuatu bahkan meskipun sesuatu itu sangat kecil dan dianggap oleh banyak orang sebagai sesuatu yang tidak berharga. Aku semakin percaya pula bahwa ketika aku setia dan bersungguh-sungguh untuk mengerjakan sesuatu yang oleh sebagian besar orang dianggap remeh dan kecil, suatu saat aku akan beroleh kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang lebih besar. Aku percaya bahwa itu semua adalah proses yang harus aku lalui terlebih dahulu sebelum aku benar-benar diberi kepercayaan untuk mengerjakan sesuatu yang lebih besar. Aku percaya bahwa itu semua adalah masa-masa pembentukkan yang akan membuatku lebih siap suatu saat nanti untuk menduduki posisi-posisi yang lebih baik dan lebih tinggi. Aku percaya bahwa melalui sesuatu yang lebih kecil saat ini, aku sedang melatih diriku sendiri untuk tetap bertekun mengerjakannya sampai suatu saat tanggung jawab atau pekerjaan yang lebih besar akan diberikan kepadaku.

Maka aku yakin dengan ilustrasi diatas aku telah menjawab pertanyaan yang aku jadikan judul tulisan atau artikel ini. Aku terus menulis karena aku ingin terus mengembangkan kemampuan dalam merangkai kata-kata untuk membentuk tulisan yang mudah dicerna dan lebih bermakna. Kini suatu kesadaran baru yang luar biasa timbul dalam pikiranku, bahwa untuk bisa menghasilkan sebuah buku kita harus mengawalinya dengan menulis artikel demi artikel sehingga dari sana kita bisa belajar bagaimana merangkai setiap hal yang ada pikiran kita menjadi sesuatu yang bisa orang lain nikmati dan ambil pelajaran darinya, sebelum bisa menghasilkan sebuah artikel kita harus mengawalinya dengan terbiasa membuat potongan-potongan kalimat-kalimat singkat atau kecil yang bagus yang pada akhirnya jika dirangkai dengan baik akan menjadi sebuah artikel yang baik. Jadi bisa dibilang untuk menulis buku kita harus mengawalinya dari menulis artikel dan untuk dapat menulis artikel kita harus mengawalinya dari menghasilkan kalimat demi kalimat. Segala sesuatu yang besar disusun dari sekumpulan hal-hal kecil yang disusun sedemikian rupa.

Itulah alasan kenapa aku terus berusaha untuk menghasilkan artikel demi artikel, karena aku punya impian suatu saat nanti aku ingin menelurkan buku demi buku. Itulah impian yang sudah ada dalam diriku sejak beberapa waktu lalu namun belum berhasil aku wujudkan. Aku percaya bahwa selama aku terus bertekun dan berusaha untuk memperbaiki diri lebih baik dari hari ke hari, suatu saat kesempatan itu akan datang. Aku percaya bahwa tidak ada orang akan dikenal oleh orang-orang lain jika dia tidak berusaha untuk memperkenalkan dirinya ke orang lain. Aku percaya bahwa perjalanan yang jauhnya ratusan atau bahkan ribuan kilometer selalu diawali dari langkah-langkah kecil yang kita tempuh setiap hari. Aku percaya bahwa Tuhan inginkan setiap kita untuk sukses, sebab Dia sendiri sudah berjanji dalam firman-Nya bahwa Dia akan angkat menjadi kepala dan bukan ekor. Namun sekarang pertanyaannya adalah, Maukah kita bekerja sama dengan-Nya untuk membuat janji-Nya menjadi nyata dalam hidup kita ?

Sebagai penutup dari tulisan ini sekaligus untuk memberikan motivasi bagi setiap kalian yang membacanya, aku berikan kalimat yang aku kutip dari kitab suci. Kalimat ini sungguh luar biasa menurutku, semoga berguna. Matius 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Tickerbar

KumpulBlogger