Friday, 29 January 2010

BERJALAN DALAM RENCANA TUHAN

Tulisan ini dibuat menjelang akhir tahun 2009 lalu, namun baru sempat saya upload sekarang. Semoga tulisan ini tetap dapat memberikan manfaat bagi yang membacanya. Terima kasih dan selamat membaca.

Sungguh beberapa waktu belakangan ini saya sering memikirkan dan terpikir mengenai rencana Tuhan. Cukup sering saya mendengar dari beberapa teman saya mengenai rencana Tuhan dan hal ini sungguh-sungguh menjadi bahan perenungan dan pemikiran saya. Kini saya mulai meyakini hal tersebut dan mulai mencoba untuk berjalan dalam rencana-Nya yang dahsyat dalam hidup saya.

Setelah saya renungkan dengan sungguh-sungguh, saya menyadari bahwa semua yang terjadi dalam hidup saya pada tahun 2009 yang akan segera berakhir ini adalah sebagian kecil saja dari rencana-Nya yang besar dalam hidup saya. Semua berawal dari tahun 2008, tahun dimana saya mulai mengalami pembentukan yang lebih dahsyat dan lebih hebat dibandingkan sebelumnya. Melalui kegagalan menjadi Ketua PK 2008, Tuhan bentuk saya menjadi pribadi yang lebih matang secara mental dan secara kemampuan. Melalui kegagalan itu, saya menyadari cukup banyak hal yang tidak pernah saya sadari sebelumnya. Kini, saya sungguh bersyukur telah boleh mengalami semuanya itu. Saya percaya semua hal yang saya alami tidaklah sia-sia, hal-hal tersebut akan membentuk saya menjadi pribadi yang lebih dahsyat di masa depan. Seorang pribadi yang lebih tangguh yang sesuai dengan rencana-Nya dalam hidup saya.

Memasuki tahun 2009, saya datang dengan semangat yang baru lagi. Saya datang dengan semangat yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Saya sungguh bersyukur saya masih boleh menikmati dan mengalami segala sesuatu yang dahsyat dalam hidup saya. Saya bersyukur bahwa akhirnya saya bisa mewujudkan impian yang sudah saya bentuk sejak tahun 2007. Sungguh, jika saya harus memilih tahun-tahun terbaik dalam hidup saya di STTS-iSTTS, maka saya akan dengan jelas berkata bahwa 2009 is the great year in my life when I’m at this campus.

Di tahun 2009 ini, saya ditempa lebih keras dan lebih dahsyat. Saya diajari cukup banyak hal tentang kerendahan hati, daya tahan menghadapi masalah, kemauan untuk dengar-dengaran dan taat kepada perintah, kedisiplinan, semangat, kebulatan tekad, pentingnya menjadikan impian sebagai pegangan untuk dapat terus melaju, serta masih cukup banyak pelajaran-pelajaran berharga lain yang saya dapatkan. Saya juga belajar banyak hal-hal bijaksana dari orang-orang disekitar saya, dari cara-cara mereka memandang, menjalani, dan mensyukuri kehidupannya.

Tahun ini pula, saya benar-benar merasakan betapa dahsyatnya penyertaan Tuhan dalam setiap langkah hidup saya. Saya percaya bahwa DIA selalu ada disisi saya setiap saat tanpa peduli apapun kondisi saya saat itu. Saya juga mulai lebih mengenal DIA sedikit lebih dekat dibanding sebelumnya. Saya juga mulai mempraktekkan apa saja yang sudah saya baca dari firman-Nya. Saya masih ingat bahwa ada tertulis: Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Saya benar-benar mencoba mempraktekkan firman tersebut. Beberapa kali ketika saya sedang keluar dan tiba-tiba hujan turun yang mengakibatkan saya tidak bisa pulang kecuali saya harus basah kuyup kehujanan, namun saya teringat kembali ayat tersebut. Saya berkata dalam hati, Tuhan saya mau hujannya terang dalam waktu 10 menit supaya saya bisa pulang tanpa basah kuyup. Saya terus-menerus mengatakannya dalam hati dan meyakininya bahwa DIA akan mendengarkan permintaan saya. Sungguh ajaib, sekitar 10 menit kemudian hujan mulai mereda dan akhirnya berhenti dan saya pun bisa pulang tanpa perlu basah kuyup. Sesuatu yang ajaib terjadi kembali, begitu saya sampai di depan pagar kost, dengan segera hujan mulai kembali deras. Saya hanya bisa mengucap syukur atas semuanya itu.

Hal yang sama terjadi pada saat saya harus mengumpulkan proposal tugas akhir yang sudah terlalu lama saya abaikan. Saya berbuat sebuah kesalahan karena saya hanya menyelesaikan proposal tersebut tanpa pernah mengonsultasikan proposal tersebut ke calon dosen pembimbing saya dan saya juga lupa untuk menberitahu dia bahwa saya mau maju proposal bulan Desember ini. Akhirnya saya tidak kebagian jatah menjadi bimbingannya. Namun saya tidak menyerah. Saya bertanya kepada dosen tersebut dosen lain siapa yang kira-kira bisa menjadi pembimbing saya. Selain itu saya juga berkata dalam hati, Tuhan jika memang KAU yang suruh saya untuk maju bulan ini, saya pasti menemukan dosen pembimbing dan pasti proposal saya akan diterima. Ternyata usaha dan doa yang saya ucapkan dalam hati tersebut tidaklah sia-sia. Saya menemukan dosen pembimbing dan sekaligus proposal saya diterima meskipun masih harus ada beberapa hal yang diperbaiki dan ditambahkan. Sekali lagi saya mengucap syukur atas semuanya itu.

Kini, saya benar-benar meyakini bahwa pertolongan-Nya akan selalu ada untuk kita kapan pun tanpa mengenal waktu. Saya juga percaya bahwa jika DIA yang menyuruh kita untuk melakukan segala sesuatu, maka DIA pula yang akan melengkapi kita dengan segala kemampuan, hikmat, dan kebijaksanaan yang kita butuhkan untuk melakukan segala sesuatu yang DIA perintahkan dengan sangat baik. Thank you Lord Jesus for YOUR guidance so far in my life. Love YOU !

Tickerbar

KumpulBlogger