Sunday, 24 January 2010

BERLOMBA DENGAN WAKTU

Disadari atau tidak, diakui atau tidak, sebenarnya inilah salah satu perlombaan utama dalam hidup kita, berlomba dengan waktu. Akhir-akhir ini cukup banyak buku yang membahas mengenai pemanfaatan waktu sebaik mungkin. Aku mengakui bahwa hal tersebut tidak ada salahnya, sebab waktu yang kita miliki memang terbatas. Dalam sehari kita hanya diberi jatah waktu 24 jam. Kita tidak bisa meminta jatah waktu tambahan.

Berawal dari kesadaran itulah, banyak orang berupaya untuk memanfaatkan sebaik mungkin waktu yang dimiliki semasa hidupnya. Mereka mencoba cukup banyak cara untuk dapat memanfaatkan semaksimal mungkin waktu hidupnya. Mereka yang berhasil menemukan cara-cara yang baik dalam memanfaatkan waktu mencoba membagikannya melalui penulisan buku-buku.

Kini, hari ini, ditengah perjalanan menuju ke kost setelah mengecek saldo tabunganku, tiba-tiba saja dalam pikiranku terlintas mengenai perlombaan dengan waktu ini. Memang perlombaan dengan waktu yang kualami saat itu adalah perlombaan agar tidak kehujanan di jalan sebab hujan sudah mulai turun meskipun masih rintik-rintik. Namun bagaimanapun aku harus bergegas agar tidak basah kuyup ketika sampai di kost. Aku memutuskan untuk mempercepat 25% jalanku dibandingkan jalan kaki yang biasanya. Aku berhasil menang melawan waktu agar tidak kehujanan.

Namun kemenangan itu hanya di satu bidang saja, masih banyak perlombaan dengan waktu lain yang harus aku hadapi. Aku masih cukup sering menyia-nyiakan talenta yang sudah ditanamkan dalam diriku, aku masih cukup sering menyia-nyiakan kesempatan untuk memperoleh pengalaman berharga yang telah aku terima dengan tidak bersungguh-sungguh dalam menjalani kesempatan. Kini aku sadar bahwa hal tersebut yang membuat kualitas kerja maupun diriku secara pribadi menurun.

Aku tentu saja tidak akan membiarkan penurunan ini terjadi terus-menerus. Aku sekarang sedang dalam tahap menaikkan kembali kualitas kerja, kualitas kerja seorang bintang. Beberapa hari ini aku terus dan terus berusaha memotivasi diriku sendiri untuk segera bangkit. Bangkit kembali dari “tidur panjangku”. Masa “tidur panjang” yang telah membuatku terlena dan bermalas-malasan. Kini semangat itu telah kembali hingga mencapai sekitar 70% dari sebelumnya. Sebuah peningkatan yang bagus.

Namun sekali lagi aku tidak boleh terlena. Masih harus mengejar yang 30% lagi agar kembali menjadi diriku yang sepenuhnya. Menjadi diriku yang 100%. Aku sedang berusaha membangunkan kembali raksasa yang tertidur cukup lama dalam diriku. Seorang raksasa yang ketika sudah bangkit dan berada dalam kondisi terpenuhnya bisa melakukan cukup banyak hal dengan hasil yang memuaskan serta maksimal.

Ya, raksasa itu harus segera dibangunkan kembali sedikit demi sedikit. Raksasa yang akan membawa diriku meraih kembali hasil-hasil atau kualitas-kualitas kerja yang luar biasa prima. Kualitas kerja yang dulu melambungkan namaku setinggi langit. Kualitas yang pada akhirnya mengangkatku ke puncak tertinggi dalam hidupku.

Harus diingat pula bahwa waktu adalah salah satu “musuh” kita yang harus dikelola dengan baik untuk menciptakan hari-hari yang penuh dengan semangat, vitalitas, dan hasil kerja yang membanggakan. Untuk menciptakan yang seimbang antara kerja, senang-senang, keluarga, ibadah, dan lain-lain. Ya akhirnya siapa yang mampu mengelola waktu yang dimiliki dalam hidupnya akan menjadi pemenang suatu saat nanti. Sang pemenang sejati !

Tickerbar

KumpulBlogger