Sunday, 20 February 2011

Jangan Terlalu Banyak !

Setiap kita mungkin sering mendengar kalimat, ‘jangan makan terlalu banyak’, ‘jangan terlalu banyak bicara, kerjakan saja’, ‘jangan terlalu banyak main, lebih baik digunakan untuk belajar atau bekerja’, dan beragam kalimat lain yang memiliki unsur kata-kata ‘jangan terlalu banyak’. Beberapa hari ini saya sadar satu hal lagi tentang sesuatu yang mengandung unsur kata-kata ‘jangan terlalu banyak’. Saya akan bercerita dalam tulisan ini tentang ‘jangan terlalu banyak’ yang saya sadari tersebut.
Setiap kita mungkin sering mendengar orang-orang disekitar kita berkata kepada kita, ‘bukalah mata dan pikiran lebar-lebar terhadap setiap kesempatan yang ada’ atau ‘berpikiranlah terbuka terhadap setiap kesempatan atau peluang yang ada’. Ya, saya secara pribadi setuju akan ucapan-ucapan tersebut dan saya juga selalu berupaya untuk mengingatkan diri saya sendiri untuk berpikiran atau berpandangan yang terbuka seluas mungkin terhadap setiap kesempatan atau peluang yang ada yang saya jumpai maupun yang ditawarkan kepada saya. Namun beberapa hari yang lalu saya menemukan sebuah kesadaran yang juga sangat berharga dari hasil renungan saya dalam hidup saya pribadi.
Kita sebagai individu harus memiliki pikiran yang terbuka dan wawasan yang luas agar kita mampu menangkap setiap kesempatan maupun peluang yang ada, namun satu hal pula yang harus kita sadari bahwa terlalu banyak kesempatan atau peluang yang ada, baik yang menghampiri kita maupun yang kita temukan dapat menjadikan diri kita bingung dalam menentukan pilihan kita untuk mengambil peluang yang mana. Berawal dari kesadaran bahwa mempertimbangkan terlalu banyak kesempatan atau peluang dapat menjadikan diri kita bingung untuk menentukan kesempatan atau peluang mana yang akan kita ambil, apalagi jika setiap kesempatan atau peluang yang menghampiri kita semuanya tampak bagus dan menjanjikan. Dari kesadaran bahwa mempertimbangkan terlalu banyak kesempatan atau peluang yang baik serta menjanjikan dapat menjadikan diri kita bingung untuk menentukan pilihan, maka saya mulai berupaya untuk mengajari diri saya sendiri bahwa saya harus tetap berpikiran terbuka terhadap setiap kesempatan atau peluang yang ada, namun saya juga harus belajar lebih bijak untuk mengeliminasi kesempatan atau peluang-peluang tertentu sehingga saya dapat menentukan atau mengambil kesempatan atau peluang yang terbaik yang paling sesuai dengan diri saya.
Sejak kesadaran tersebut muncul, saya masih mencoba untuk mengingatkan diri saya sendiri bahwa saya harus mampu untuk dengan bijak mengeliminasi setiap kesempatan atau pilihan atau peluang yang ada agar saya dapat benar-benar menentukan pilihan dengan tepat dan pilihan yang saya pilih adalah pilihan yang terbaik bagi saya pribadi. Saya ajari diri saya sendiri untuk mempersempit atau membuang kesempatan-kesempatan atau peluang-peluang tertentu yang tidak merupakan bagian dari rencana hidup saya atau yang tidak merupakan sesuatu yang sesuai dengan hasrat terbesar saya. Saya perlu membuangnya agar setiap kesempatan atau peluang yang ada tidak lagi memenuhi pikiran saya, sehingga saya dapat memanfaatkan kemampuan otak saya untuk memikirkan hal-hal yang lebih penting dan yang telah menjadi pilihan saya. Dalam hal ini saya berusaha untuk membatasi setiap kesempatan atau peluang yang ada sehingga saya dapat lebih fokus pada hal-hal yang penting bagi saya atau pada hal-hal yang menjadi tujuan hidup saya serta yang menjadi hasrat terbesar saya.
Jadi kesimpulannya, kita tetap harus berpikiran terbuka setiap kesempatan atau peluang yang ada yang kita jumpai dalam hidup maupun yang ditawarkan oleh kehidupan kepada kita. Kita tetap harus berpikiran terbuka agar kita tetap melihat segala sesuatu yang sebelumnya tidak pernah kita lihat atau sadari, namun kita juga harus dapat dengan bijak untuk menentukan pilihan-pilihan kita atas setiap kesempatan atau peluang yang ada. Agar kita dapat menentukan pilihan-pilihan dengan bijak dan agar dapat memilih benar-benar yang terbaik, kita terlebih dahulu harus mengetahui tujuan kita dalam hidup, kita harus mengetahui segala yang benar-benar menjadi impian kita dalam hidup, dan yang terakhir kita juga harus mengetahui hasrat atau kerinduan terbesar yang telah ditanamkan secara unik dalam setiap diri kita. Sekian cerita dari saya dan semoga berguna baik diri saya secara pribadi maupun bagi kalian yang secara sengaja maupun tidak sengaja membaca tulisan ini. Terbukalah yang lebar, tapi jangan terlalu lebar !

Tickerbar

KumpulBlogger