Sunday, 24 October 2010

Saya atau Aku ?

Beberapa tahun yang lalu, sekitar awal tahun 2007, saat saya masih awal sekali dalam kehidupan organisasi di kampus, saya belajar yang sangat berharga ini dari salah seorang senior saya. Sejauh yang saya tahu sampai sekarang ini, dia termasuk orang yang perhatian terhadap hal-hal terkait penampilan, tata cara berbicara, serta semua hal-hal lain yang mencerminkan kepribadian seseorang yang berbeda dibandingkan yang lain. Dari upaya yang dia lakukan untuk melatih diri bagaimana tampil dengan lebih rapi, bagaimana berbicara dengan orang yang lebih tua, lebih muda, maupun berbicara dengan yang posisinya lebih tinggi dari pada dia di dalam struktur organisasi, dia memiliki kesempatan untuk naik tingkat serta menduduki posisi tertinggi di dalam dua organisasi yang berbeda di kampus. Satu hal berharga yang akan saya jelaskan dibawah ini merupakan salah satu yang saya pelajari atau tepatnya dia ajarkan kepada saya. Semoga apa yang telah membantu saya, juga dapat membantu Anda.
Kala itu, saya yang masih tergolong awam dalam hal tata krama atau etika berorganisasi yang sangat baik, mendapat satu pelajaran yang sangat berharga yang akhir-akhir ini sedang saya coba latihkan kembali kepada diri saya agar saya menjadi individu yang tidak biasa, agar saya menjadi individu yang menonjol diantara sekian banyak individu yang ada. Pelajaran tersebut sebenarnya sederhana saja, yaitu mengenai pemakaian kata ‘saya’ atau ‘aku’. Dua kata tersebut sebenarnya menunjuk kepada pribadi atau individu yang sama, yaitu diri kita sendiri, tetapi dua kata tersebut memiliki pemakaian yang berbeda. Kata ‘saya’ lebih tepat dan seharusnya dipakai untuk menyebut diri kita di hadapan orang lain pada suatu acara atau peristiwa yang sifatnya formal atau resmi, seperti menghadiri undangan pernikahan, menghadiri rapat, bertemu dengan klien, berbicara di dalam seminar atau di dalam ruang kelas, serta banyak acara atau peristiwa lain yang sifatnya resmi. Sebaliknya, kata ‘aku’ dipakai untuk menunjuk atau menyatakan diri kita kepada orang lain dalam suatu acara atau event yang kurang formal atau bahkan tidak formal, seperti berkumpul bersama teman-teman, acara santai di dalam keluarga, beragam acara atau peristiwa tidak resmi lainnya.
Pelajaran mengenai pemilihan penggunaan kata ini penting sekali untuk dikuasai oleh setiap orang, khususnya mereka yang berstatus sebagai pekerja atau profesional. Selain itu, hal seperti ini juga perlu dikuasai oleh para pelajar agar mereka mengetahui bagaimana cara berkomunikasi dalam segala macam keadaan dengan segala macam orang, serta agar mereka menjadi seorang pelajar yang berbeda dibandingkan rekan-rekannya yang bukan orang terpelajar maupun rekan-rekan pelajar yang seolah-olah (maaf) kurang terpelajar. Secara pribadi saya beruntung saya dapat memperoleh pelajaran yang sederhana namun sangat bermanfaat ini. Berkat menerapkan pelajaran yang saya terima dari senior tersebut, saya dapat mengikuti jejaknya menjadi pemimpin salah satu organisasi kemahasiswaan di kampus, yang secara kebetulan juga pernah dia pimpin dua tahun sebelumnya.
Akhir-akhir ini saya kembali tersadarkan bahwa setiap orang merupakan orang pertama yang bertanggung jawab untuk menjadikan dirinya sendiri sebagai orang atau pribadi yang sebaik mungkin dalam segala hal. Sebaik mungkin dalam masa studi, dalam pekerjaan, dalam kehidupan bersosialisasi, dan dalam banyak kehidupan lainnya. Salah satu cara untuk menjadikan yang terbaik juga dapat dilakukan melalui melatih diri kita dalam bertutur kata. Sejauh yang saya amati pula, saya menemukan bahwa para profesional maupun orang-orang yang pencapaiannya termasuk hebat dalam pekerjaannya, saya menemukan bahwa mereka adalah orang-orang yang telah melatih dirinya sendiri sedemikian rupa sehingga mereka memang layak meraih apa yang mereka saat ini. Saya menemukan bahwa mereka melatih dirinya termasuk dalam aspek berbicara serta kemampuan-kemampuan lain yang dapat menopangnya menjadi individu yang berbeda dan menonjol diantara yang lain.
Berdasarkan uraian singkat saya diatas, setiap harus bertanggung jawab untuk menjadi diri sendiri. Namun bukan sekedar menjadi diri sendiri yang biasa-biasa, melainkan menjadi diri sendiri yang sebaik diri kita mampu lakukan. Saya juga sedang melatih diri agar dapat menjadi individu yang jauh lebih baik dibanding yang sekarang, dan saya rasa setiap kita layak atau harus melatih diri kita menjadi lebih baik dan terus lebih baik. Namun semua itu juga kembali kepada pilihan masing-masing individu, apakah mereka mau menjadi lebih atau tidak. Sekian dan semoga bermanfaat.

Tickerbar

KumpulBlogger