Friday, 15 October 2010

Re-building My Image !


Image atau citra diri adalah sesuatu yang orang lain lihat dari diri kita. Salah satu definisi yang lebih lengkap dan yang saya rasa baik, saya temukan di situs gramedia-majalah, definisi tersebut tertulis dalam bahasa Inggris, berikut definisinya: Self image is how you see yourself and how you believe others see you! This may be how you view yourself physically or your opinion of who and what you are. Bila saya artikan ke dalam bahasa Indonesia: citra diri adalah bagaimana kamu melihat dirimu sendiri dan bagaimana kamu percaya mengenai bagaimana orang lain melihatmu ! Hal ini bisa berbicara mengenai bagaimana kamu memandang dirimu sendiri secara fisik atau bagaimana pendapatmu mengenai siapa dan apa dirimu itu.
Ketika menengok sedikit ke kehidupan masa lalu saya, saya memiliki citra diri yang sangat baik (meskipun sekarang juga masih baik, meskipun tidak sebaik dahulu). Saya sangat menghargai diri saya sendiri dengan cara menghargai setiap tanggung jawab atau pekerjaan yang dipercayakan kepada saya. Saya berusaha menyelesaikan setiap pekerjaan yang telah dipercayakan dengan sebaik mungkin dan secepat mungkin. Saya dikenal sebagai pribadi yang disiplin, tidak suka membuat alasan, selalu beres dalam menangani segala sesuatu, tegas, dan lebih banyak bekerja dibanding berbicara. Itu citra atau gambaran mengenai diri saya yang berhasil saya bentuk maupun yang orang lain pandang dari diri saya. Citra diri seperti yang saya sebutkan diatas pertama kali muncul (atau saya munculkan) mulai tahun 2005 akhir sampai awal tengah tahun kedua 2008.
Menjelang akhir tahun 2008, saya merubah sedikit citra diri saya. Waktu itu saya ingin dikenal sebagai pribadi yang lebih bersahabat. Saya ingin dikenal sebagai pribadi yang tidak sekedar peduli atau mementingkan pekerjaan saja, tetapi juga dapat bergaul dengan segala macam orang. Sebenarnya citra diri yang baru itu saya bentuk serta saya latihkan setiap saat karena ingin memperoleh suatu jabatan yang mengharuskan saya untuk dapat bergaul serta berkomunikasi dengan sangat baik dengan orang lain. Waktu itu saya sedang jabatan tertinggi di suatu organisasi kemahasiswaan di kampus. Jauh sebelum waktu saya mendaftar sebagai calon pimpinan organisasi tersebut, tepatnya sekitar pertengahan tahun 2007, saya mulai melatih diri saya sendiri untuk pertama kalinya mengenai pentingnya sikap dan bagaimana memiliki rasa percaya diri yang baik. Saya melatih diri saya sendiri bagaimana harus bersikap ketika harus bertemu dengan segala macam orang yang memiliki beraneka ragam pekerjaan maupun jabatan. Saya melatih diri saya sendiri mengenai bagaimana cara tampil dengan baik di depan publik.
Intinya banyak hal yang telah saya pelajari serta praktekkan sedikit demi sedikit sebelum saya secara resmi mendaftar sebagai calon pimpinan puncak organisasi tersebut. Selain itu saya juga berlatih bagaimana mengelola orang lain, bagaimana menangkap maksud orang lain berdasarkan gerakan tubuhnya atau mimik wajahnya, bagaimana bersikap tetap tenang dan penuh optimisme dalam menghadapi segala macam kondisi serta situasi, serta banyak hal lain lagi yang saya pelajari serta praktekkan dalam kehidupan saya sehari-hari. Hal-hal tersebut merupakan hal-hal yang tidak diajarkan di kampus saya. Hal-hal tersebut saya pelajari secara otodidak melalui mengamati orang-orang disekeliling saya, khususnya mereka-mereka yang menduduki posisi-posisi penting dalam keorganisasian di kampus. Selain itu saya juga mempelajari semua hal tersebut melalui buku-buku pengembangan diri yang saya pinjam dari teman maupun saya beli sendiri.
Kini, menjelang akhir tahun 2010, saya berusaha membangun kembali citra atau gambar diri saya yang positif. Menjelang akhir tahun 2009 lalu, saya ternyata memiliki kebiasaan lain yang di kemudian hari saya sebagai kebiasaan yang salah dan tidak baik. Saya yang sebelumnya dikenal sangat rajin, merupakan salah satu orang yang dijadikan teladan dalam kedisiplinan serta kerajinan dalam kuliah, dan dikenal sebagai orang yang tidak suka menunda-nunda. Tetapi secara tiba-tiba saya mulai menjadi pribadi yang malas, sempat beberapa kali terlambat datang kuliah (beberapa kali datang terlambat adalah hal yang sudah tidak baik bagi orang yang sangat disiplin), suka menunda-nunda sesuatu, dan lebih suka mengerjakan hal-hal yang tidak menjadi prioritas serta lebih banyak bersenang-senang daripada berupaya dengan sungguh untuk menyelesaikan seluruh tanggung jawab atau mengejar seluruh impian saya.
Tapi itu semua sudah berlalu. Sekitar satu setengah bulan yang lalu, saya kembali tersentak dan sadar bahwa saya sudah menyimpang cukup jauh dari standar yang dahulu saya pegang. Saya mulai lupa terhadap tanggung jawab yang harus saya selesaikan pada masa pendidikan saya di tingkat sarjana. Pikiran saya banyak terisi berisi hal-hal yang sebenarnya bukan menjadi target pribadi saya. Bermula dari kesadaran yang sangat berharga tersebut, maka sejak sekitar satu setengah bulan yang lalu, saya mulai meninjau kembali impian-impian saya belum yang saya wujudkan serta yang masih dapat saya wujudkan di masa depan. Saya mulai meninjau kembali semua prinsip-prinsip hebat yang saya pegang di masa lalu yang saya rasa masih relevan dengan keadaan saya sekarang. Saya pelajari kembali semua prinsip tersebut dan mencoba mempraktekkannya dalam hidup saya. Selain itu, saya mulai kembali dengan getol membuka serta membaca buku-buku motivasi dan pengembangan diri yang saya miliki, dan kemudian mencoba mempraktekkan semua hal baik yang diajarkan satu per satu.
Semua upaya diatas saya lakukan dengan satu alasan yaitu saya ingin mengembalikan citra diri saya yang baik di mata orang lain. Saya ingin memunculkan kembali semua yang baik dari dalam diri saya yang harapkan orang lain juga melihatnya sama seperti yang saya lihat. Saya kembali sadar bahwa orang lain akan menghargai diri kita seperti kita menghargai diri kita sendiri. Saya sedang berlatih untuk kembali pribadi yang bekerja keras, disiplin, tegas tetapi tidak keras, pintar membawa diri di depan orang lain, tahu bagaimana berkomunikasi dengan segala macam orang, memiliki sikap dan kepribadian yang baik, komitmen terhadap pekerjaan dan tanggung jawab, dewasa dalam berpikir dan bertindak, mampu tetap tenang dan berpikir jernih dalam segala kondisi, serta semua citra positif lainnya. Memunculkan citra diri yang seperti diatas tidaklah mudah, butuh komitmen yang keras serta upaya untuk terus-menerus melatih diri setiap saat agar menjadi lebih baik.
Kegiatan melatih diri itulah yang memang sedang saya lakukan sekarang ini. Saya mulai membiasakan kembali diri saya untuk berdisiplin dalam segala hal. Saya mulai melatih kembali kepada diri saya semua hal yang saya ketahui serta penting untuk saya miliki. Ibaratnya, sekarang saya menjadi manajer bagi diri saya sendiri. Saya menjadi pemimpin serta mentor bagi diri saya sendiri. Dalam upaya perbaikan diri ini pula, saya menemukan bahwa proses untuk menjadi individu yang lebih baik itu tidaklah mudah, beberapa kali saya masih sempat gagal melakukan hal-hal yang coba saya ajarkan serta gagal berkomitmen terhadap langkah-langkah perbaikan yang harus saya tempuh. Tapi saya percaya ketika saya terus berusaha dengan lebih bersungguh-sungguh setiap hari, akan tiba saatnya saya akan dapat melakukan semuanya dengan baik serta kembali memperoleh citra diri yang saya inginkan. Semuanya berawal dari dalam yang tampak keluar. Bagaimana dengan kalian ?

Tickerbar