Friday, 17 September 2010

BAGAIMANAPUN AKU JUGA SALAH

Awal tahun 2010 ini, dengan begitu optimis aku mengatakan pada diriku sendiri bahwa tahun ini aku pasti di wisuda. Namun seiring berjalannya waktu dan dengan semakin dekatnya waktu wisuda, aku melihat kemungkinan untuk itu mengecil. Hal ini disebabkan karena aku terlalu santai dalam mengejar serta menyelesaikan skripsiku. Padahal aku sudah plot jadwal waktu wisuda dengan kedua orang tuaku, namun aku sendiri tidak bersungguh-sungguh dengan jadwal itu. Aku kurang bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas akhirku.
Pada bulan keenam dari jadwal penyelesaian tugas akhir yang aku buat dan serahkan ke dosen pembimbing, program yang aku buat bahkan masih jauh dari selesai. Programku masih jauh dari apa yang aku targetkan di proposal. Enam bulan yang terlalu aku sia-siakan dengan tidak jelasnya arah kehidupanku. Aku jadi sadar bahwa sejauh ini sejak terakhir kali aku berjuang dengan begitu sungguh-sungguh untuk meraih jabatan ketua panitia Pekan Kampus 2009, aku belum pernah berjuang dengan serius lagi. Setelah perjuangan yang itu, aku seolah-olah terlena dan akhirnya terlalu santai dalam menjalani semuanya sehingga semuanya berjalan diluar batas waktu yang aku tentukan sendiri.
Tapi diatas semuanya aku masih bersyukur, sebab setelah itu semua aku mulai menemukan kembali jalan hidupku. Setelah semua yang menurutku kurang baik itu, aku mulai menemukan arah kehidupanku kembali. Aku juga jadi menyadari bahwa aku telah diberi anugerah kemampuan yang begitu luar biasa dari Tuhan, yang memang sayangnya sampai sekarang belum aku manfaatkan dengan maksimal. Aku menjadi sadar kembali akan impian-impian awal, hasrat-hasrat awal yang aku miliki di masa-masa awal aku masuk kuliah. Aku benar-benar mulai menemukan kembali apa yang benar-benar aku impikan, meskipun beberapa diantaranya sudah tidak dapat kuperoleh dalam sisa masa kuliah strata satuku. Namun aku juga beruntung bahwa aku masih menyadari kembali satu prinsip yang dulu kupegang, aku sekolah bukan untuk nilai-nilai, aku sekolah untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang akan berguna bagi masa depanku. Ilmu pengetahuan yang jauh lebih berharga dibandingkan sekedar nilai-nilai yang tercantum di kartu hasil studi (KHS) dan jauh lebih berharga dibandingkan sekedar gelar ‘memuaskan’, ‘sangat memuaskan’, ‘cum laude’, ‘summa cum laude’, atau ‘magna cum laude’ yang disebutkan saat wisuda.
Aku beruntung aku boleh menyadari bahwa diatas semua hal yang kelihatannya buruk, akan selalu ada sesuatu yang baik jika kita mau membuka pikiran kita dengan baik. Selalu akan ada sesuatu yang baik dibalik yang buruk, jika kita mau selalu berusaha melihat sisi positif dari segala sesuatu. Melalui kejadian ini pun aku jadi disadarkan serta diingatkan kembali akan prinsip-prinsip hebat yang dulu aku pegang selama masa awal kuliahku sampai semester enam. Prinsip-prinsip yang aku pegang sebelum akhirnya aku sempat kehilangan arah dalam kehidupan kuliahku. Masa-masa kehilangan arah tersebut merupakan masa-masa yang paling aku sesali sekarang ini. Aku jadi dengan begitu mudahnya terbawa arus, sehingga aku tidak belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak mengejar hasrat dalam hatiku yang terbesar. Namun sekali lagi diatas semua hal yang kurang baik aku menemukan sesuatu yang positif. Andai saja aku tidak kehilangan arah aku tidak akan pernah dapat menyadari serta merasakan di dalam hatiku betapa indahnya memiliki kawan. Aku tidak akan pernah merasakan betapa indahnya memiliki sahabat dekat. Tanpa itu semua, aku tidak akan pernah menyadari betapa berharganya memiliki keluarga, sebab selama beberapa waktu sebelum itu aku selalu lebih fokus pada pengejaran impian atau ambisi pribadiku saja. Di masa-masa kehilangan arah tersebut, aku belajar hal-hal diluar apa yang selama ini aku pelajari. Sungguh semuanya itu tetap akan jadi masa-masa yang indah dalam hidupku dan tidak akan terlalu aku sesali lagi sekarang.
Aku akan selalu berusaha mengingatkan diriku sendiri juga bahwa kenangan-kenangan apapun yang pernah terjadi dalam hidup, pasti ditujukan untuk kebaikan kita sendiri di masa depan. Semua kenangan tersebut akan menjadi bagian dari perjalanan hidup kita yang tidak akan pernah terulang. Ingatlah selalu ada sesuatu yang positif dibalik sesuatu yang buruk atau negative, hanya saja kita perlu melihatnya dari sudut pandang yang positif. Tidak akan pernah ada sesuatu yang terjadi begitu saja tanpa kita bisa mengambil pelajaran-pelajaran yang baik darinya jika kita mau melihatnya dengan cara yang benar. Ingatlah tidak akan pernah ada yang sia-sia dalam hidup kita, semuanya selalu memberi kita sesuatu, baik pelajaran-pelajaran berharga atau hal-hal lainnya.

Tickerbar

KumpulBlogger