Tuesday, 24 August 2010

TIDAK ADA YANG BISA MENGGANTIKAN INI

Di dunia ini tak ada yang bisa menggantikan ketekunan. Talenta tidak; kegagalan orang bertalenta adalah hal biasa. Jenius pun tidak akan bisa. Kaum jenius yang tidak mendapatkan apa-apa (unrewarded) sudah bisa menjadi peribahasa. Pendidikan juga tidak bisa; dunia ini sudah dipenuhi oleh orang berpendidikan yang terlantar. Ketekunan dan determinasi saja yang maha kuasa” ~ Ray Kroc.
Pernyataan yang sungguh luar biasa dari Ray Kroc, sang pemilik McDonald's yang  telah tiada. Akhirnya seiring dengan perjalanan hidupku yang meskipun masih bisa dibilang muda ini (24 tahun pada Desember tahun ini), aku menemukan bahwa pernyataan tersebut benar adanya. Merenungkan seluruh perjalanan hidupku sampai hampir menjelang usia 24 tahun ini, aku menemukan sebuah kesadaran yang sangat berharga. Setelah cukup lama bermalas-malasan, akhirnya aku disadarkan kembali oleh pernyataan yang dahsyat diatas. Aku disadarkan bahwa saat aku benar-benar bekerja keras dan bahkan bisa dibilang sangat keras, saat aku demikian tekun dan bahkan sangat tekun, saat aku selalu berusaha yang terbaik dan bahkan yang paling terbaik dari hidupku, saat itulah aku selalu memperoleh hasil-hasil paling maksimal dalam setiap apapun yang aku kerjakan (baik di bidang akademis maupun non-akademis) selama masa kuliahku.
Kini, setelah cukup lama menyia-nyiakan kehidupanku hanya untuk menjadi orang-orang yang biasa-biasa saja, aku sedang berusaha membangun kembali semua ketekunan, kerja keras, disiplin, semangat, serta seluruh upaya terbaikku. Akhirnya aku sadar bahwa aku telah terlalu menyia-nyiakan kesempatan yang telah kuperoleh dalam hidup. Aku sungguh-sungguh menyesal karena tidak menggunakan semua yang terbaik yang telah diberikan kepadaku. Ya, aku menyesal. Namun, aku tidak ma uterus-terusan dirundung penyesalan. Aku akan menggunakan penyesalan sebagai suatu kesempatan untuk membangun kualitas kerja keras yang terbaik dari diriku, membangun semangat terdahsyatku yang dahulu selalu meletup-letup dan turut membakar semangat orang-orang disekitarku, membangun kembali disiplin seorang juara, membangun kembali ketekunan seperti ketekunan para penenun atau pengrajin kain songket yang sangat ulet. Ya membangun kembali semua hal terbaik dalam diriku. Kini saatnya aku menantang diriku sendiri, apakah aku bisa kembali menjadi yang terbaik ? Apakah aku bisa kembali menjadi orang yang dikenal karena ketekunannya, dikenal karena kehebatannya, dikenal karena semangatnya yang tidak pernah habis serta selalu menyala-nyala ?
Ya aku harus berintrospeksi lebih dalam lagi untuk dapat dengan segera mengembalikan seluruh kualitas terbaik dari diriku. Aku harus berintrospeksi dan kemudian dengan segera kembali bekerja keras untuk menjadi yang terbaik. Aku harus bekerja keras dan sangat keras untuk membuat seluruh kemampuanku kembali ke kondisinya yang paling maksimal. Ya sebagai bentuk rasa syukurku karena telah dianugerahi kemampuan yang begitu luar biasa, maka aku harus memanfaatkan seluruh kemampuan tersebut semaksimal mungkin yang aku bisa. Melatih diri untuk menjadi yang terbaik !

Tickerbar

KumpulBlogger