Sunday, 27 June 2010

MEMANFAATKAN SOCIAL NETWORKING DENGAN TEPAT

Tulisan ini aku buat bukan sekedar meniru apa yang sebagian besar orang sedang bahas saat ini, aku menulisnya dari apa yang aku rasakan selama menggunakan social networking atau jejaring sosial. Awalnya aku mengenal social networking sekitar tahun 2005 awal. Waktu itu aku yang masih siswa kelas 3 SMU dan calon mahasiswa jurusan teknik informatika menemukan suatu pengetahuan baru yang bagus yaitu mengenai email dan social networking. Pada masa itu, aku belajar dari salah seorang teman yang kebetulan sudah mengetahui serta memanfaatkan kedua hal tersebut.
Setelah beberapa tahun menggunakan email dan social networking (waktu itu belajar menggunakan Friendster), aku mulai terbiasa dengan kedua hal tersebut, terlebih dengan statusku sebagai mahasiswa teknik informatika. Namun akhir-akhir ini setelah beberapa tahun menggunakan jejaring sosial mulai dari Friendster, Facebook, Multiply, dan Twitter, aku menemukan suatu kesadaran yang sangat berharga. Dengan adanya jejaring sosial tingkat narsis seseorang semakin bertambah, setiap orang seolah-olah ingin menjadi pusat perhatian bak artis di dunia baru tersebut. Didasari keinginan untuk menarik perhatian tersebut, terkadang atau seringkali setiap orang sering mengubah-ubah statusnya di semua situs jejaring sosial yang diikutinya dengan alasan untuk menunjukkan bahwa dirinya ada. Aku sendiri menganggap bahwa tujuan tersebut tidak salah, sebab setiap kita butuh untuk dikenal oleh orang lain karena dengan jalan itu kemungkinan kita untuk meraih kesuksesan akan lebih besar, sebab untuk sukses kita butuh bantuan orang lain. Hal yang salah adalah bahwa seringkali cara yang digunakan untuk dapat dikenal oleh orang lain itu yang tidak tepat. Ada yang memposting foto-foto dengan gaya yang aneh-aneh, seperti foto sedang merokok, foto bermesraan dengan pacar, bahkan mungkin yang paling parah ada memposting foto atau video yang hampir menyerempet masuk kategori pornografi.
Selain itu, akhir-akhir ini dari antara teman-temanku sendiri di situs-situs social networking aku menemukan cukup banyak posting status yang mengandung kata-kata yang tidak penting dan tidak membangun baik diri sendiri maupun orang lain. Aku cukup sering menemukan kata-kata yang bernada marah atau emosi, kekecewaan, kebencian, serta beragam kata-kata tidak penting lainnya. Hal tersebut membuatku sendiri merasa tidak enak dan terpikir untuk meng-‘kick’ orang-orang seperti itu dari daftar temanku (hal ini aku lakukan terhadap salah seorang yang aku follow di akun Twitterku). Disamping hal-hal diatas, aku juga merasakan bahwa jejaring sosial dapat menghabiskan waktu kita hanya untuk membaca hal-hal yang kurang penting atau bahkan tidak penting sama sekali. Aku menyadari bahwa terlalu sering membuka jejaring sosial akan menghabiskan waktu kita hanya untuk menanggapi, melihat, membaca hal-hal yang tidak penting. Hal ini menjadikan hidupku tidak efektif, oleh karena itu akhir-akhir ini aku berusaha untuk mengurangi aktivitasku di situs-situs jejaring sosial kecuali aku memiliki sesuatu yang berharga yang ingin aku bagi dengan para teman-temanku.
Selain itu, aku juga akan mulai pilih-pilih terhadap orang yang akan aku approve sebagai temanku di situs-situs jejaring sosial yang aku ikuti. Aku ingin berteman dengan mereka-mereka yang merupakan orang-orang yang positif, sehingga kami semua dapat saling membangun dan saling menguatkan. Aku merasa sudah saatnya para pengguna jejaring sosial menyadari bahwa apapun yang mereka posting di situs tersebut dibaca oleh banyak orang, baik yang menjadi temannya maupun tidak, oleh karena itu ada baiknya kita semua para pengguna jejaring sosial memanfaatkan akun jejaring sosial kita untuk tujuan yang positif demi kebaikan bersama. Ya, itulah harapanku dan aku yakin juga menjadi harapan bagi cukup banyak orang yang menjadi bahwa penggunaan jejaring sosial semakin lama semakin menyimpang dan tidak baik. Sekian !

Tickerbar