Monday, 14 November 2016

Prediksi Premier League 2016/2017

Prediksi Premier League 2016/2017
Prediksi Premier League 2016/2017
(sumber: www.google.com)
Saya merupakan penggemar olahraga. Salah satu olahraga yang saya gemari baik untuk dimainkan maupun ditonton adalah sepak bola. Sepak bola telah menjadi olahraga yang juga digemari oleh miliaran penduduk bumi. Sepak bola juga telah dianggap sebagai salah satu olahraga yang mampu mempersatukan orang-orang yang memiliki beragam perbedaan menjadi satu. Namun kali ini saya tidak akan menulis mengenai sepak bola secara filosofi maupun manfaatnya dalam beragam bidang. Saya justru akan menulis mengenai salah satu liga sepak bola paling populer di kolong langit. Liga Inggris atau yang lebih dikenal English Premier League.

Sebenarnya tulisan ini sudah saya buat sekitar dua bulan lalu saat Premier League masih baru mulai bergulir, namun baru kali ini saya memutuskan untuk melanjutkan serta menuntaskan tulisan kali ini. Semoga tulisan pada posting kali ini bermanfaat dan menarik untuk disimak.

Liga Primer Inggris atau lebih dikenal dengan English Premier League merupakan salah satu liga paling bergengsi di Eropa dan di kolong langit. Selain itu, Premier League juga dikenal sebagai liga paling kompetitif di seantero jagat. Liga yang paling sulit diprediksi siapakah yang akan menjadi pemenang dari setiap laga yang dihelat. Premier League sangat berbeda dengan Liga Primer Spanyol atau La Liga yang cenderung lebih mudah diprediksi hasil pertandingannya, apabila Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, maupun klub besar lainnya bertanding hampir dapat dipastikan mereka akan tampil atau keluar sebagai pemenang laga. Hanya pada musim ini saja terdapat sedikit pengecualian dimana Barcelona pernah kalah melawan klub yang lebih kecil. Hasil-hasil pertandingan berikut dapat menjadi bukti bahwa Premier League merupakan yang sangat kompetitif dan sangat sulit diprediksi dari setiap laganya: Hull City mampu mengalahkan juara bertahan Leicester City 2-1 pada pekan pertama, Liverpool takluk atas Burnley di kandang lawan dengan skor 2-0 pada pekan kedua, Liverpool membantai Leicester 4-1 di kandang pada pekan keempat, Swansea menahan imbang Chelsea 2-2 pada pekan yang sama, pada pekan kelima Leicester City membantai Burnley 3-0 di kandang padahal sebelumnya Leicester kalah dari Liverpool dan Burnley mampu mengalahkan Liverpool, pekan kesembilan Manchester City hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Everton di kandang sendiri. Itulah hasil-hasil pertandingan yang setidaknya dapat menjadi bukti bahwa Premier League merupakan liga yang amat kompetitif dan sulit diprediksi hasil dari setiap pertandingannya karena bahkan klub yang kecil sekalipun dan pernah dibantai oleh klub lain pada suatu laga, di laga lainnya mampu secara mengejutkan mengalahkan klub yang lebih besar.


Jika hasil pertandingannya saja cukup sulit untuk diprediksi dan sering muncul hasil-hasil mengejutkan, terlebih lagi jika harus memprediksi klub manakah yang mampu menjadi juara liga di akhir musim nanti. Namun untungnya di Premier League Inggris ada suatu aturan tak tertulis atau bisa dibilang juga tradisi yang berbunyi, ‘suatu klub yang sudah mengalami kekalahan lima kali atau bahkan lebih dalam semusim akan sangat sulit atau kecil sekali kemungkinan mampu menjadi juara di akhir musim’. Mengacu pada aturan tersebut, maka mari kita coba untuk mengeliminasi terlebih dahulu klub-klub yang memenuhi aturan tersebut. Sunderland dan Swansea City telah mengalami kekalahan 8 kali. Hull City telah kalah 7 kali. West Ham United dan Crystal Palace kalah 6 kali. Leicester City, AFC Bournemouth, dan Burnley FC telah kalah 5 kali. Melihat jumlah kekalahan Leicester City yang telah berjumlah lima sementara liga baru berjalan 11 laga, maka sangat mungkin sekali di akhir musim nanti mereka tidak akan mampu mempertahankan gelar juara dan akan muncul klub baru sebagai juara liga.

Foto Beberapa Pelatih Klub Premier League 2016/2017
Foto Beberapa Pelatih Klub Premier League 2016/2017
(sumber: www.google.com)
Namun sebelum benar-benar memprediksi siapa juara di akhir musim nanti, perlu kita ketahui bahwa di Premier League musim cukup banyak hal yang baru, terutama dari pergantian manajer maupun pemain dari setiap klub. Beberapa klub yang tampil di Premier League 2016/2017 telah berganti manajer (pelatih) di musim baru ini atau baru saja berganti di pertengahan musim lalu. 3 dari 6 tim peringkat teratas memiliki manajer baru yaitu Chelsea FC mengangkat Antonio Conte sebagai manajer, Manchester City dengan Pep Guardiola, dan Manchester United dengan Jose Mourinho. Sementara itu, Liverpool juga baru pertengahan musim lalu berganti manajer ke Jurgen Klopp. Liverpool, Chelsea, dan Manchester City saat ini menduduki tiga posisi teratas di klasemen yang setidaknya mampu menjadi bukti bahwa pergantian manajer atau pelatih yang dilakukan terbukti benar dan efektif. Namun apakah pergantian manajer atau pelatih itu dapat membawa masing-masing klub ke tangga juara, itu masih perlu dibuktikan di akhir musim nanti. Akan tetapi setidaknya sampai saat ini hasilnya telah terasa efektif.

Baik sekarang kita akan mulai memprediksi klub yang akan menjadi Juara Premier League 2016/2017. Seperti aturan tak tertulis yang sudah saya sebutkan di atas, maka semua klub yang masih memiliki jumlah kekalahan 5 atau di bawah itu masih memiliki peluang untuk menjadi juara di akhir musim nanti. Namun jika melihat sejarah, tradisi, posisi di klasemen hingga saat ini, hingga penampilan sejauh ini dari masing-masing klub, maka dapat dikatakan peluang juara hanya akan dimiliki oleh enam klub teratas di klasemen sementara yaitu Manchester United (posisi 6 klasemen sementara), Tottenham Hotspur (posisi 5 klasemen sementara), Arsenal (posisi 4 klasemen sementara), Manchester City (posisi 3), Chelsea (posisi 2), dan Liverpool (posisi 1). Dari enam tim teratas tersebut, Tottenham adalah satu-satunya klub yang belum tersentuh kekalahan hingga pekan kesebelas. Sekarang mari kita bahas peluang masing-masing klub dalam menjuarai kompetisi di akhir musim nanti.

Kita akan mulai dengan Manchester United yang saat ini berada di posisi enam klasemen sementara dengan 5 kemenangan, 3 seri, dan 3 kalah dari 11 laga. Musim 2016/2017 ini Manchester United (MU) memiliki manajer baru pada sosok Jose Mourinho. Mourinho merupakan sosok pelatih dan manajer yang sudah sangat familiar dengan Liga Primer Inggris karena pernah dua kali melatih Chelsea. Namun sayangnya, Mourinho musim lalu memiliki rekor yang mencoreng reputasinya karena dia dipecat oleh Chelsea untuk kedua kalinya setelah menjalani sejumlah laga buruk sejak awal musim. Walaupun demikian, Mourinho tetaplah seorang Mourinho yang telah menjuarai berbagai macam ajang sepak bola dan merupakan salah satu pelatih terbaik dunia. Selain memiliki Mourinho sebagai pelatih baru, MU juga memiliki sejumlah pemain baru dalam diri Eric Bailly (bek), Zlatan Ibrahimovic (penyerang),  Henrikh Mkhitaryan serta Paul Pogba (pemain tengah). Mourinho juga mewarisi skuad yang masih penuh dengan pemain bintang dan berbakat dari tim musim lalu, beberapa diantaranya: David de Gea (kiper), Chris Smalling, Marcos Rojo, Daley Blind, Matteo Darmian, Luke Shaw (bek), Mata, Michael Carrick, Ander Herrera, Morgan Schneiderlin, Antonio Valencia, dan Ashley Young (pemain tengah), Wayne Rooney, Memphis Depay, Marcus Rashford (penyerang). Jadi bisa dikatakan MU masih merupakan tim dengan taburan pemain bintang dan berbakat. Namun perlu diingat juga bahwa meskipun mampu finish di posisi lima klasemen akhir musim 2015/2016, MU sempat menjalani hasil-hasil buruk di awal musim lalu dan tampaknya hal tersebut juga masih terjadi lagi di awal musim ini, meskipun tak seburuk musim lalu.

Walaupun masih mampu berada di posisi enam klasemen sementara, tetapi performa MU sejauh ini belumlah meyakinkan sebagai kandidat juara di akhir musim nanti. Keberadaan Jose Mourinho dan banyak pemain bintangnya belum mampu mendongkrak performa MU hingga mampu berada pada level yang lebih stabil dan meyakinkan. Hal ini dapat dilihat dari hasil sejumlah pertandingan yang telah dijalani diantaranya di pekan ketiga MU hanya mampu menang 1-0 atas lawannya tuan rumah Hull City, di pekan berikutnya MU justru harus menanggung malu sebagai tuan rumah karena kalah 1-2 dari tamunya Manchester City. Pada pekan kelima, sekali lagi MU harus menanggung malu karena kalah 3-1 dari tuan rumah yang seharusnya mampu dikalahkannya. Pekan keenam, MU mengalami perbaikan performa luar biasa karena mampu membekuk juara bertahan Leicester City dengan skor 4-1 di kandang. Sayangnya, pada pekan berikutnya lagi MU mengalami penurunan kinerja tim dengan hanya mampu meraih skor 1-1 melawan Stoke City di kandang sendiri. Hasil buruk lain terjadi pada pekan kesembilan saat MU harus mengakui keunggulan Chelsea dengan skor 4-0 di kandang Chelsea. Berdasarkan sejumlah hasil kurang meyakinkan, khususnya ketika melawan tim-tim dengan kualitas dibawahnya membuat saya memprediksi bahwa MU masih belum akan tampil sebagai Juara Premier League 2016/2017. Masih banyak yang perlu diperbaiki oleh MU agar benar-benar layak untuk kembali menjadi juara liga. Mourinho masih perlu bekerja ekstra keras dan membiasakan para pemainnya dengan karakteristik serta cara bermain yang diinginkannya.

Sekarang mari kita beralih ke Tottenham Hotspur. Sampai pekan kesebelas Tottenham merupakan satu-satunya klub yang belum pernah tersentuh kekalahan dengan hasil 5 menang dan 6 seri. Namun performa Tottenham sendiri sampai sejauh ini juga masih kurang meyakinkan karena pada laga-laga tertentu Tottenham hanya mampu meraih kemenangan tipis atau bahkan meraih hasil seri atas tim yang seharusnya mampu dengan mudah dikalahkannya dengan skor mencolok. Satu-satunya hasil yang mengagumkan diraih Tottenham kala mengalahkan Manchester City dengan skor 2-0 di pekan ketujuh. Namun berdasarkan sejarah, statistik, dan performa klub secara keseluruhan sampai sejauh ini, saya memprediksi bahwa Tottenham belum akan mampu tampil sebagai juara di akhir musim. Musim ini kejutan seperti yang terjadi musim lalu tampaknya tidak akan terjadi lagi. Ditambah pula, pelatih Tottenham saat ini bukanlah pelatih yang pernah menjuarai ajang bergengsi atau memiliki track record yang sangat mengagumkan karena pernah menjuarai kompetisi bergengsi tertentu. Dengan itu pula, Tottenham dapat dikeluarkan dari peluang untuk menjuarai liga di akhir musim 2016/2017 nanti.

Sekarang kita beralih ke Arsenal FC. Wenger masih tetap dipertahankan sebagai manajer dan pelatih klub walaupun sempat muncul sejumlah isu terkait dengan jabatan yang diemban Wenger selama lebih dari dua puluh tahun terakhir di Arsenal. Wenger sempat diisukan akan hengkang atau dipecat karena tak mampu membawa Arsenal sejak terakhir kali menjuarai Liga Premier Inggris musim 2003/2004 dan sejak saat itu hingga saat ini belum mampu untuk kembali tampil sebagai Juara Premier League. Wenger masih seorang manajer dan pelatih yang handal dan terpercaya serta sulit digantikan posisinya di Arsenal. Arsenal juga masih memiliki banyak pemain bintang di skuad yang dimilikinya seperti Mesut Ozil, Alexis Sanchez, Olivier Giroud, Aaron Ramsey, Santi Cazorla, Petr Cech, Hector Bellerin, dan masih banyak lagi nama-nama beken lainnya. Namun peluang Arsenal tampil sebagai juara di akhir musim nanti masih lebih kecil dibandingkan dengan tiga tim peringkat teratas klasemen saat ini. Hal ini didukung pula oleh fakta bahwa sejak terakhir menjuarai liga pada musim 2003/2004, Arsenal selalu terpeleset dalam perburuan gelar juara ketika kompetisi semakin mendekati akhir musim. Musim lalu sekali lagi menjadi contoh nyata bahwa Arsenal yang sempat digadang-gadang akan mampu tampil sebagai juara kala tim-tim lain seperti MU, Manchester City, Chelsea, dan Liverpool sedang terpuruk. Tapi apa daya, inkonsistensi, cedera sejumlah pemain, dan berbagai faktor lain membuat Arsenal harus puas berada di posisi dua klasemen akhir. Musim hal serupa juga tampaknya masih terjadi. Pada pekan perdana Premier League 2016/2017, Arsenal sudah dipaksa takluk 3-4 dari tim tamu Liverpool. Pekan berikutnya, Arsenal juga hanya mampu meraih hasil imbang 0-0 dengan tuan rumah Leicester City sebelum akhirnya mampu meraih kemenangan 1-3 atas tuan rumah Watford City. Ringkasnya, Arsenal tampaknya masih belum mampu untuk tampil sebagai juara di akhir musim nanti, kecuali Wenger dapat membuat atau menemukan suatu formula yang benar-benar pakem sehingga Arsenal mampu tampil stabil dan lebih trengginas dibandingkan musim-musim sebelumnya.

Sekarang kita lanjut ke Manchester City yang saat ini berada di peringkat ketiga klasemen sementara. Datangnya pelatih baru, Pep Guardiola yang menggantikan Manuel Pellegrini digadang-gadang akan mampu membuat Manchester City tampil jauh lebih baik dan mampu mendominasi setiap laga serta memenangkannya seperti halnya yang pernah Pep Guardiola lakukan bersama Barcelona. Memang benar City mampu tampil mendominasi penguasaan bola pada hampir semua laga yang dijalaninya, tapi ternyata penguasaan bola tersebut tidak selalu menjamin bahwa City akan selalu menang pada setiap laga. Terbukti bahwa pada laga-laga tertentu City justru kalah oleh klub yang diatas kertas masih di bawah mereka dalam hal kualitas pemain di skuadnya. City akan mampu tampil sebagai Juara Premier League 2016/2017 di akhir musim nanti jika Guardiola mampu membuat City tampil lebih baik di sepanjang musim dan mampu membuat seluruh pemain memahami serta menerapkan strategi tiki-taka yang biasa diterapkannya di Barcelona. Dengan pemain-pemain bintang seperti Yaya Toure, Sergio Aguero, Kevin de Bruyne, David Silva, dan banyak bintang lainnya, peluang City cukup terbuka lebar untuk menjadi juara selama para pemainnya mampu menerapkan strategi yang diberikan oleh Guardiola dengan sangat baik dan tidak banyak pemain yang mengalami cedera parah di sepanjang musim. Selain itu, Guardiola juga harus berupaya untuk menyesuaikan strategi tiki-taka nya dengan sistem permainan di Inggris.

Lanjut lagi ke Chelsea. Musim 2015/2016 sekali lagi merupakan musim yang sangat buruk bagi tim sekaliber Chelsea. Mereka hanya mampu finish di posisi 10 klasemen di akhir musim. Sesuatu prestasi yang amat sangat memalukan untuk tim yang musim sebelumnya mampu tampil sebagai juara. Dengan harapan musim ini mereka mampu tampil jauh lebih baik dibandingkan musim lalu dan bahkan ikut dalam perburuan gelar juara, direkrut lah Antonio Conte sebagai pelatih baru. Conte yang sebelumnya mampu membawa Juventus tampil sebagai Juara Serie A selama beberapa musim dan mampu membawa timnas Italia tampil meyakinkan selama EURO diharapkan mampu menularkan sentuhan magisnya ke Chelsea. Walaupun masih sempat terseok-seok dan tampil tak meyakinkan selama laga pra-musim dan beberapa laga di awal musim, kini tampaknya Chelsea di bawah arahan Conte telah mulai menemukan kestabilan permainan yang ditunjukkan dengan lima kemenangan beruntun di liga dan tanpa kebobolan satu gol pun alias selalu cleansheet. Jika Chelsea mampu mempertahankan performanya dalam liga laga terakhir di sepanjang musim dan tak ada pemain inti yang mengalami cedera serius, sangat mungkin Chelsea akan menjadi juara di akhir musim nanti. Namun secara realistis saya memprediksi bahwa Chelsea belum akan menjadi juara di akhir musim. Mereka memang pasti mampu tampil jauh lebih baik dibandingkan musim lalu, namun belum cukup untuk membuat mereka keluar sebagai juara. Prediksi saya mereka hanya akan mampu finish di posisi empat besar klasemen dan melaju ke Liga Champions 2017/2018. Hasil paling baik yang mampu meraih adalah finish di posisi Runner-Up Premier League 2016/2017.

Prediksi terakhir adalah untuk sang pemimpin klasemen sementara Liverpool FC. Liverpool merupakan salah satu klub tradisional di Premier League. Mereka adalah pemegang gelar juara terbanyak kedua setelah Manchester United. Sejauh ini, mereka juga mampu tampil dengan sangat baik di sebelas laga yang telah dijalani. Secara kualitas skuad mereka juga cukup baik dengan pemain bintang seperti Philippe Coutinho, Simon Mignolet, Dejan Lovren, Joel Matip, Jordan Henderson, Adam Lallana, James Milner, Lucas Leiva, Roberto Firmino, Daniel Sturridge, Divock Origi. Dibandingkan dua pesaing terdekat di klasemen sementara, Chelsea dan Manchester City, mereka lebih dahulu menjalani pergantian pelatih sehingga seharusnya seluruh pemain yang ada juga telah lebih terbiasa dengan skema permainan yang diterapkan oleh sang pelatih Jurgen Klopp. Klopp juga memiliki keunggulan karena dia memiliki kesempatan lebih dahulu beradaptasi dengan sistem permainan dan sistem kompetisi Premier League. Dengan semua keunggulan tersebut dan ditambah pula dengan kemampuan untuk mempertahankan permainan menawan seperti saat menaklukkan Arsenal 3-4, Leicester City 4-1, Chelsea 1-2, dan terus mewaspadai lawan-lawan yang secara kualitas dibawahnya namun yang secara mengejutkan pula dapat merepotkan atau bahkan mengalahkannya, sangat terbuka sekali kemungkinan Liverpool akan mampu kembali menjadi Juara Premier League setelah sekian lama menunggu. Dengan menjadi Juara Premier League 2016/2017, Liverpool juga memiliki kesempatan untuk menyamai kesuksesan MU sebagai klub dengan raihan gelar juara terbanyak yaitu 18 gelar juara. Menarik untuk ditunggu apakah mereka akan mampu mewujudkannya.


Ringkasnya, berdasarkan posisi klasemen sementara saat dan berdasarkan fakta-fakta lain yang telah saya ulas di atas, maka tiga klub dengan peluang terbesar menjadi Juara Premier League 2016/2017 adalah Liverpool, Chelsea, dan Manchester City. Jika harus dikerucutkan lagi, maka yang tersisa adalah Liverpool dan Manchester City. Menarik untuk disimak di akhir musim nanti akankah Jurgen Klopp yang musim lalu hampir saja membawa Liverpool meraih gelar Europa League dan Piala Liga Inggris mampu memberikan trofi pertamanya untuk Liverpool atau justru Guardiola yang mampu langsung menggebrak Premier League dengan Manchester City kembali meraih gelar setelah sempat dilewati Chelsea dan Leicester dua musim sebelumnya. Menarik juga untuk disimak sejauh mana Conte dan Mourinho mampu membawa masing-masing klub yang dilatihnya melaju di musim 2016/2017. Mari kita simak dan lihat bersama hasilnya di akhir musim nanti. Sekian Prediksi Premier League 2016/2017 dari saya.

Tickerbar

KumpulBlogger