Sunday, 27 March 2016

Pelajaran dan Pengalaman Dari Batam – Singapore Trip 2015 (Bagian V)

Foto yang saya ambil dari jembatan jalan masuk Gardens by the Bay.
Foto yang saya ambil dari jembatan jalan masuk
Gardens by the Bay (dok. pribadi).
Tujuan kami berikutnya adalah Gardens by the Bay. Agar dapat sampai ke tujuan kami ini, kami perlu menggunakan MRT lagi dan kami pun menuju ke stasiun MRT yang aksesnya tersedia di bagian bawah gedung Esplanade. Oya, sebagai tambahan info, di dalam komplek Esplanade ini juga terdapat mall yang disebut sebagai Esplanade Mall. Baiklah, sekarang kembali lagi ke cerita soal perjalanan menuju ke Gardens by the Bay. Dari bagian bawah gedung Esplanade kami mengarah ke CityLink Mall untuk menuju ke stasiun MRT City Hall. Dari City Hall kami menumpang MRT dengan tujuan stasiun Bayfront yang dapat langsung mengantarkan kami menuju ke Gardens by the Bay. Perjalanan kami tempuh dalam waktu yang tidak terlalu lama. Segera setelah sampai di stasiun Bayfront, kami segera mencari petunjuk arah menuju ke Gardens by the Bay. Gardens by the Bay terletak di komplek Marina Bay di bagian tengah Singapore dan berbatasan dengan Marina Reservoir (Waduk Marina). Untuk dapat mencapai lokasi Gardens by the Bay yang berada di atas tanah, terlebih dahulu kami perlu melewati suatu jalan berupa terowongan atau tunnel yang terdapat dalam komplek bangunan yang menghubungkan bangunan stasiun dengan bangunan-bangunan lain disekitarnya termasuk juga Marina Bay Sands.
Ketika kami telah semakin dekat dengan lokasi terowongan tersebut, ternyata situasi disana sudah sangat ramai sekali dengan kerumunan orang yang hendak menuju ke Marina Bay Sands maupun ke Gardens by the Bay (lihat videonya disini). Orang-orang berjubel sekali dan merangsek perlahan ingin segera sampai ke lokasi yang hendak dituju masing-masing. Banyaknya orang yang berada di terowongan tersebut juga membuat pendingin udara yang dipasang jadi tidak sedingin biasanya, meskipun masih tetap terasa sejuk. Melihat banyaknya orang atau pengunjung yang berjubel, pihak keamanan gedung dan sepertinya juga pihak kepolisian turut dilibatkan untuk mengatur dan mengarahkan orang-orang ke jalur yang benar menuju ke lokasi yang hendak dituju. Kami pun memperhatikan arahan dari petugas yang mengarahkan setiap orang yang hendak menuju ke Gardens by the Bay ke sisi kanan terowongan. Untuk memperjelas juga yang saya maksud sebagai terowongan disini bukan berarti ada pemisah seperti umumnya gambaran terowongan yang biasa kita miliki, tetapi hanya berupa jalan lorong biasa yang memang sedikit lebih menyempit dibandingkan jalan sebelumnya sehingga jika dilihat dari agak jauh akan terliha seperti terowongan atau tunnel. Sebagai tambahan pula, walaupun suasana sangat padat dan berdesakan, tetapi tetap tertib dan rapi serta tidak ada satupun orang-orang yang saling mendorong orang-orang disekitarnya.
Suasana di dalam Gardens by the Bay (dok. pribadi).
Setelah berjuang dan merangsek perlahan selama sekitar 20 menit, akhirnya kami bisa sampai di ujung terowongan berupa eskalator yang akan mengantarkan kami ke permukaan tanah. Dari sana kami masih harus berjalan kaki untuk dapat sampai ke area taman yang berluas total 101 hektar ini. Ketika kami sampai disana hari sudah sore, mungkin sekitar pukul 17.30, namun hari masih cukup terang untuk kami masih dapat menikmati sejenak hijaunya pemandangan rumput dan pepohonan lain yang ada disana. Begitu sampai disana kami juga menyaksikan banyak sekali pengunjung yang hadir di taman tersebut, baik warga lokal Singapura maupun wisatawan asing dari berbagai negara. Saya juga menjumpai cukup banyak warga negara Indonesia yang berwisata kesana. Melihat hijaunya rumput dan pemandangan asri yang terdapat di dalam taman tersebut, saya seolah lupa bahwa ini adalah negara Singapura yang selama ini saya tahu terkenal sebagai negara dengan banyak gedung-gedung bertingkat yang menjulang tinggi dan kotanya yang modern.
Gardens by the Bay yang berluas total 101 hektar memiliki tiga area taman, yaitu Bay South Garden, Bay East Garden, dan Bay Central Garden. Adapun taman yang terluas adalah Bay South Garden dengan luas 54 hektar. Gardens by the Bay digagas oleh Pemerintah Singapura sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan kesan bahwa negara Singapura merupakan suatu kota yang terletak di dalam taman, bukan taman di dalam kota. Adapun tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup dengan cara menambah ruang-ruang hijau dan tanaman di dalam kota. Guna membangun taman ini, pada tahun 2006 diadakan kompetisi internasional oleh pemerintah Singapura dengan tujuan mencari dua perusahaan dengan karya rancangan desain taman terbaik. Akhirnya terpilih dua perusahaan asal Inggris sebagai pemenang. Masing-masing perusahaan akan menangani pembangunan satu bagian taman. Secara keseluruhan taman ini selesai dibangun dan dibuka untuk umum pertama kali pada pertengahan tahun 2012.
Keindahan taman ini mempesona begitu banyak orang untuk mengunjunginya dan menjadikannya sebagai tujuan wisata yang amat populer di Singapore. Buktinya, hingga November 2015 yang lalu, taman ini telah dikunjungi oleh total 20 Juta orang atau pengunjung. Mengenai pengalaman pribadi saya soal taman ini, salah seorang kawan saya juga pernah mengunjunginya selang beberapa waktu lamanya sebelum saya dan saya pun sempat bertanya kepadanya dimana lokasi yang dia kunjungi itu (saya melihat fotonya di sebuah tempat) dan dia menyebutkan kalau itu ada di Singapura. Pertanyaan saya tersebut sepertinya menjadi magnet penarik, sebab beberapa waktu kemudian akhirnya saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke tempat yang saya persis dengan yang saya tanyakan ke seorang kawan tersebut.
Antrean pengunjung mengular hingga keluar food court di dalam Gardens by the Bay (dok. pribadi)
Antrean pengunjung mengular hingga keluar food court di dalam
Gardens by the Bay 
(dok. pribadi).
Di dalam area Gardens by the Bay terdapat aneka macam flora dari berbagai negara, khususnya negara disekitar Singapura. Selain itu saya menjumpai ada kolam ikan dengan beberapa jenis ikan yang terdapat disana. Ikan-ikan yang terdapat di kolam tersebut termasuk berukuran besar, sepertinya mereka terawat dengan baik di taman tersebut. Saya sempat lumayan lama di area ikan ini dan mengabadikan ikan-ikan yang terdapat di dalam kolam dalam bentuk video (awalnya saya hendak memfoto mereka namun karena pergerakan yang cepat, akhirnya saya lebih memilih membuat video). Disana juga terdapat food court yang memuat berbagai pedagang makanan, terutama restoran atau rumah makan yang sudah umum dan dikenal, salah satunya jika tidak salah ingat adalah KFC. Di beberapa dinding bangunan yang terdapat disana juga dipasang foto atau gambar beberapa tanaman beserta keterangannya. Sebenarnya banyak hal yang menarik di dalam taman tersebut (jika mengacu informasi yang saya dapatkan dari internet), namun karena banyaknya pengunjung dan karena telah semakin menjelang malam, saya tidak dapat menikmati atau memperhatikan terlalu banyak keindahan dan bagian-bagian lain di dalam taman tersebut. Tidak lama kemudian, saya justru terpisah dengan anggota keluarga yang lain, karena kami menuju ke lokasi atau arah yang berbeda.
Pertunjukan yang ditampilkan di Gardens by the Bay (dok. pribadi)
Pertunjukan yang ditampilkan di Gardens by the Bay (dok. pribadi).
Kami berkunjung kesana tepat pada saat musim atau suasana Natal, oleh karenanya disana juga diadakan acara semacam bazaar yang memamerkan beragam karya dan juga ada beberapa penjual makanan. Selain itu di bagian agak tengah dari Gardens by the Bay juga diadakan semacam festival atau pertunjukan seni kecil yang menampilkan paduan suara dengan kostum identik Natal serta menyanyikan beberapa lagu rohani dan menampilkan beberapa pertunjukan kecil. Saya cukup lama berada di area pertunjukan tersebut dan menyaksikan beberapa pertunjukan yang disajikan serta membuat rekaman video dari pertunjukan tersebut. Selain acara pertunjukan dan bazaar yang diadakan kala itu, ada satu hal lagi yang saya ingat, yaitu ‘ikon’ dari Gardens by the Bay yang disebut sebagai Supertree Grove yakni suatu struktur yang menyerupai pohon asli dengan tinggi antara 25-50 meter. Pada malam itu juga diadakan pertunjukan cahaya yang diiringi dengan alunan musik yang memanfaatkan keberadaan Supertree Grove. Saya juga sempat menonton satu pertunjukan cahaya tersebut hingga selesai.
Setelah puas menyaksikan beberapa pertunjukan, akhirnya saya kembali teringat bahwa saya terpisah dari anggota keluarga yang lain. Akhirnya saya putuskan untuk mulai mencari kembali keberadaan mereka dan setelah mencari beberapa saat lamanya, akhirnya saya berhasil menemukan mereka kembali di area depan dekat pintu masuk ke Gardens by the Bay. Segera setelah kami berkumpul kembali, kami memutuskan untuk bergegas keluar dari area Gardens by the Bay dan menuju ke tujuan kami berikutnya yakni salah satu ikon terkenal lain dari Singapura yang belum terlalu lama selesai dibangun Marina Bay Sands. Nantikan kelanjutan ceritanya di bagian berikutnya...

Tickerbar