Friday, 12 August 2011

Tak Cukup Hanya Teori !

Kemarin, setelah saya merenung beberapa saat, saya memperoleh suatu pemahaman serta pelajaran yang berharga, yaitu jangan hanya berteori atau teori saja tidak cukup. Setelah proses merenung singkat yang saya jalani pada siang dan malam hari kemarin, saya menemukan (menyadari) bahwa ternyata pada beberapa waktu terakhir ini, saya termasuk orang yang terlalu banyak berteori maupun mengacu pada teori. Tanpa bermaksud menganggap remeh arti penting teori-teori yang ada, saya akhirnya menyadari bahwa jika kita menunggu hingga kita benar-benar memahami suatu teori, baru kemudian mempraktekkannya, terdapat kemungkinan bahwa kita hanya akan sampai pada tahapan mencoba memahami teori atau berteori saja, tanpa pernah benar-benar mempraktekkannya.
Saya menyadari hal ini dari pengalaman pribadi saya selama beberapa waktu terakhir. Saya ingat benar bahwa saat saya akan mengerjakan sesuatu, saya mencoba menemukan terlebih dahulu teori yang dapat mendukung dalam upaya mengerjakan tugas atau tanggung jawab saya. Hal tersebut memang bagus, namun juga memiliki sisi lemah. Saat saya menemukan satu teori yang dituangkan dalam bentuk buku, karya ilmiah, artikel, dan sebagainya, saya justru diantarkan ke teori lain yang mendukung dalam setiap teori yang disampaikan dalam bentuk karya tulis yang saya sebutkan diatas. Saya pada dasarnya memang gemar membaca dan selalu penasaran akan teori-teori baru atau ilmu-ilmu baru yang belum pernah saya ketahui sebelumnya serta yang saya anggap menarik. Hal ini mendorong saya untuk juga mencoba mencari teori-teori lain yang disebutkan oleh teori yang sedang saya baca, sehingga pada akhirnya, tanpa saya sadari sebagian besar waktu saya hampir habis hanya untuk menemukan teori demi teori serta mempelajarinya. Suatu kondisi yang bertolak belakang dengan kebiasaan saya beberapa tahun yang lalu.

Teori demi teori yang saya temukan serta pelajari, pada akhirnya hanya membuat saya ‘jago’ dalam level teori, tidak pada level eksekusi atau tindakan untuk membuktikan teori tersebut. Saya hanya sibuk berteori serta membanggakan setiap teori atau pengetahuan yang telah saya kuasai, tanpa pernah benar-benar mencoba menerapkan dalam bentuk aplikasi nyata. Namun, saya beruntung bahwa saya sempat menyadari hal ini, sehingga pada akhirnya saya mulai mengontrol diri saya untuk tidak hanya berada level teori (atau tidak hanya mencoba menemukan teori-teori yang dicetuskan oleh orang lain serta mempelajarinya), melainkan juga mulai mengarahkan atau memanfaatkan teori tersebut ke dalam suatu bentuk aplikasi nyata untuk mendukung terselesaikannya tugas atau tanggung jawab saya. Saya mulai ajari diri saya sendiri untuk beralih dari sekedar berada level teori ke perpaduan antara teori dan aplikasi. Saya masih berupaya agar benar-benar konsisten dalam menjalankan perpindahan level ini.
Jadi, pada intinya, pelajaran yang dapat dipetik dari pengalaman saya ini adalah, kita tidak boleh hanya berada pada level teori. Kita membutuhkan teori atau pengetahuan yang dapat kita peroleh dari orang lain, namun kita juga perlu berupaya untuk memahami teori tersebut serta menerapkannya untuk menopang pengerjaan tugas atau tanggung jawab kita. Kita perlu belajar agar setiap teori yang kita ketahui tidak hanya sekedar teori. Kita semua (khususnya saya) masih perlu belajar agar dapat benar-benar konsisten dalam menerapkan prinsip ini. Semoga bermanfaat.

Tickerbar

KumpulBlogger