Sunday, 10 April 2011

Apa yang Terjadi pada Saya Selama lebih dari Satu Tahun Terakhir ?

Banyak, mungkin sangat banyak diantara kawan-kawan saya, keluarga saya, dan siapapun yang mengenal saya dengan sangat dekat, cukup dekat, atau sekedar mengenal saya bertanya-tanya dalam dirinya sendiri pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini. Mungkin banyak dari mereka yang bertanya mengapa saya yang dikenal sebagai pribadi yang selalu memberikan kinerja terbaik lebih daripada yang lain, sekarang menjadi pribadi yang jauh menurun kinerjanya. Ya, sendiri juga akhirnya sadar akan hal tersebut dan sedang berusaha serta berlatih sangat keras untuk kembali ke puncak. Berusaha dan berlatih keras untuk berada di tahapan top performers.
Setelah waktu terus berjalan selama satu tahun lebih akhirnya saya menyadari penyebab kemunduran saya. Sejak berhasil mewujudkan impian terbesar saya, memperoleh jabatan Ketua Panitia Pekan Kampus di tahun 2009 lalu, saya seolah merasa sudah meraih segalanya. Keberhasilan tersebut membuat saya lupa bahwa masih ada begitu banyak dan bahkan sangat banyak impian yang membutuhkan perjuangan terbaik saya untuk mewujudkannya. Ya, saya terlena atas keberhasilan kecil tersebut, sehingga saya terlupa untuk tetap belajar dan ‘bertarung’ untuk mewujudkan impian-impian saya lainnya. Euforia keberhasilan tersebut benar-benar membuat saya terlempar dari jalur saya menuju pencapaian impian.
Kini, setelah satu tahun lebih terombang-ambing dan keluar dari jalur pencapaian impian, saya berusaha untuk memaksa diri saya untuk dengan segera masuk ke jalur cepat pencapaian impian. Saya belajar, membaca, bergerak, dan berjuang untuk mengembalikan diri saya ke performa puncak saya. Saya lakukan sebanyak mungkin hal untuk dapat mengembalikan feel dan performa saya ke tingkat terbaik. Saya belajar mencari tahu kembali impian-impian lama saya yang masih belum sempat saya wujudkan serta masih ingin saya wujudkan. Saya juga belajar menemukan impian-impian untuk menantang saya untuk berjuang paling keras dan paling baik untuk mencapainya.
Pada intinya, guna mengembalikan performa puncak saya, saya perlu menantang diri saya sendiri secara terus-menerus untuk dapat terus melampaui semua pencapaian yang pernah saya buat sebelumnya. Saya belajar memberi diri saya sendiri tantangan demi tantangan yang tampaknya melampaui batasan kemampuan saya, agar saya adrenalin dalam diri saya terus bergejolak untuk memanaskan diri saya agar dapat mewujudkan seluruh impian saya. Tantangan mewujudkan seluruh impian dan ambisi yang tampaknya tidak mungkin diwujudkan, itulah yang membuat adrenalin dalam diri saya bergejolak.
Tulisan ini adalah jawaban untuk semua orang yang mengenal saya yang mungkin saja bertanya-tanya dalam hatinya mengenai apa yang terjadi pada diri saya sejak akhir tahun 2009 lalu. Semoga tulisan ini dapat menjawab semuanya dan juga dapat menjadi pelajaran bagi setiap orang, bahwa kesuksesan atau keberhasilan meraih impian besar maupun kecil jika tidak diwaspadai dapat menjadikan diri kita sebagai pribadi yang puas yang pada akhirnya menjadikan kita terlena serta lupa mewujudkan impian kita yang lain. Keberhasilan dapat menjadikan kita puas dan lupa untuk berkembang serta mencapai hal-hal yang lebih hebat.

Tickerbar