Saturday, 5 March 2011

Markas Besar Saya di Kampus

Perpustakaan
Tulisan ini adalah sebagian kecil dari cerita masa-masa kuliah saya. Sejak dari semula, tepatnya sejak dari masa sekolah dasar, saya sudah sangat menggilai aktivitas membaca. Saya gemar sekali membaca buku dari beragam topik, mulai dari sejarah, agama, cerita fiksi, dan sebagainya. Saya gemar melahap banyak sekali, sehingga pada akhirnya sebagian teman saya meminta saran mengenai buku-buku bagus yang layak untuk dibaca dan saya pun memberikan beberapa judul buku yang pernah saya baca.
Kebiasaan membaca tersebut masih terus berlanjut saat saya memasuki masa sekolah menengah pertama (SMP). Tanpa dipengaruhi oleh kenakalan yang muncul dalam diri saya, membaca tetaplah salah satu aktivitas yang tidak pernah benar-benar bisa saya lepaskan sekalipun. Saat istirahat pelajaran, salah satu tempat yang sering saya tuju adalah perpustakaan sekolah. Saat ada jam pelajaran kosong, maka hampir dapat dipastikan tujuan utama saya adalah perpustakaan. Bahkan saat saya diusir dari kelas karena terlambat masuk pelajaran maupun karena berbuat, sekali lagi dapat dipastikan tempat tujuan utama saya adalah perpustakaan.
Hobi membaca tersebut masih terus berlanjut saat memasuki masa sekolah menengah atas (SMA). Saat ada waktu senggang di sela-sela jam pelajaran, maka hampir dapat dipastikan saya dapat dijumpai di perpustakaan. Saat saya membolos dari jam pelajaran tertentu, maka saya juga dapat  dicari di perpustakaan. Saat saya diusir dari kelas karena berbuat ulah, maka kemungkinan besar saya juga dapat dijumpai di perpustakaan. Sungguh, membaca sudah menjadi salah kebiasaan saya.
Kebiasaan tersebut juga masih terus berlanjut saat saya menginjak bangku kuliah dan bahkan sampai sekarang dan kemungkinan besar selamanya. Di kampus, saya memiliki salah satu tempat favorit yang paling saya kunjungi saat saya sedang berada di kampus, sekali lagi tempat itu adalah perpustakaan. Saya sering sekali berkunjung kesana untuk membaca beragam bacaan mulai dari buku, koran, dan juga majalah. Karena terlalu seringnya berkunjung ke perpustakaan, sampai-sampai para penjaga perpustakaan kampus pun hafal dengan saya dan mereka telah menjadi semakin dekat dengan saya.
Selain untuk membaca, saya juga sering menggunakan perpustakaan sebagai tempat untuk bertemu dengan kawan-kawan saya untuk membahas beberapa hal. Saya dan kawan-kawan berkumpul di perpustakaan untuk mengerjakan tugas kelompok atau berdiskusi ringan. Saya juga menggunakan perpustakaan sebagai tempat yang paling saya dan anggota tim inti saya gunakan untuk rapat membahas agenda-agenda penting mengenai rencana kegiatan suatu organisasi yang saya pimpin.
Maka tidaklah salah jika saya secara pribadi menyebut perpustakaan (baik di sekolah maupun di kampus) adalah markas besar saya. Saya sering dijumpai disana dan bahkan dapat dikatakan saya paling mudah ditemukan disana dibandingkan di tempat-tempat lain di area kampus. Saya merupakan pengunjung tetap yang hampir setiap hari bahkan setiap saat pasti berkunjung ke perpustakaan. Saya dapat menghabiskan berjam-jam waktu saya disana untuk membaca sebanyak mungkin bahan bacaan. Kebiasaan membaca saya juga telah menjadikan saya berbeda dengan sebagian besar rekan saya yang lain yang biasanya berkunjung ke perpustakaan hanya untuk mengobrol, mengerjakan tugas, atau bahkan yang paling parah adalah untuk tidur di sela-sela menunggu jadwal kuliah berikutnya. Saya tidak dapat menyalahkan mereka, sebab memang perpustakaan di kampus saya juga mendukung para pengunjungnya untuk tidur disana, khususnya di ruangan pojok yang biasanya jarang ada orang yang memasukinya. Saya pikir, alasan rekan-rekan saya menggunakan perpustakaan sebagai tempat menunggu pergantian pelajaran dan bahkan tertidur disana adalah karena perpustakaan merupakan tempat ber-AC yang bisa dikunjungi dengan bebas di kampus. Perpustakaan merupakan tempat yang nyaman yang berada di area kampus yang dapat digunakan untuk menunggu jadwal kuliah berikutnya, khususnya di musim panas yang biasanya menyengat.
Itulah sekilas gambaran dan cerita saya mengenai markas besar saya di kampus. Satu hal yang agak saya sayangkan adalah bahwa perpustakaan kampus saya tutup pada sore, tidak sampai malam hari sehingga saya dapat lebih memuaskan diri melahap sebanyak mungkin bacaan. Saat ini, ketika saya sudah jarang ke kampus lagi, markas besar tersebut saya pindahkan di kamar saya sendiri yang memiliki ‘perpustakaan’ kecil yang berisi ratusan buku dan majalah. Selain di kamar saya, salah satu markas besar baru saya yang lain adalah di perpustakaan umum terdekat yang dapat saya jumpai di sekitar lokasi saya tinggal. Saya yakin menghabiskan waktu di perpustakaan jauh lebih bermanfaat dibandingkan menghabiskan waktu di tempat-tempat lain, seperti diskotik, tempat karaoke, mall, bioskop, dan lain-lain. Sekian dan semoga menginspirasi.

Tickerbar