Wednesday, 24 February 2010

TUHAN TIDAK MELARANG KITA UNTUK MENJADI HEBAT

Sebuah kenyataan yang baru aku dapatkan. Kenyataan yang sangat membuka pikiranku serta mempengaruhi caraku berpikir. Sempat pula dan bahkan mungkin cukup sering aku mendengar ada orang-orang yang berkata, “kenapa harus hebat, biasa-biasa saja yang penting bisa hidup atau kerja”, “banyak belajar banyak lupa, tidak belajar tidak lupa”, “jangan belajar terus nanti botak”, dan sebagainya. Mungkin apa yang mereka omongkan sebagian ada benarnya, namun belakangan aku juga sadar bahwa tidak seluruhnya itu tepat.

Aku kini sadar bahwa aku harus jadi hebat kalau aku ingin menonjol dan menjadi teladan atau panutan bagi orang-orang disekitarku dan ternyata hal itu pula yang Tuhan inginkan dari kita. Aku menyadari semenjak berakhirnya Pekan Kampus 2007 dan sejak aku memperoleh IPS (IP Semester) 3,47 prestasiku menurun, baik prestasi di organisasi maupun prestasi di studi. Hal itulah yang membuat aku tidak maksimal di organisasi dan itu pula yang membuat IPK (IP Kumulatif) ku tidak segera melampaui angka 3. Aku merasakan ada yang salah dengan diriku, namun aku masih belum mampu memperbaikinya waktu itu. Namun mulai hari ini (16 Februari 2010), aku sudah mengetahui atau menemukan kembali arah hidupku yang benar. Akhirnya aku sadar bahwa kalau aku ingin menjadi teladan bagi banyak orang melalui kehidupanku, aku harus menjadi orang yang hebat, sebab orang tidak pernah memilih (sangat jarang memilih) orang yang biasa-biasa saja untuk dijadikan role model atau panutan. Kebanyakan orang selalu memilih orang-orang yang secara prestasi, kemampuan, cara hidup, karakter, dan sebagainya yang hebat serta luar biasa. Orang-orang cenderung mencari orang yang hidupnya tidak sama dengan kebanyakan orang.

Kini aku sedang memaksa diriku kembali untuk segera menjadi hebat seperti ketika diriku begitu superior di Pekan Kampus 2006 dan 2007 serta ketika aku meraih IPS diatas 3. Aku akhirnya juga menyadari bahwa dalam diriku dan diri setiap orang telah ditanamkan suatu bakat atau talenta yang hebat yang menunggu untuk dimunculkan ke permukaan. Akhirnya sadar juga bahwa Tuhan tidak melarang kita untuk menjadi individu yang hebat, seorang individu yang luar biasa serta memaksimalkan seluruh potensi kita. Justru itulah yang Tuhan kehendaki atau inginkan dari kita, yaitu Dia ingin kita menjadi individu yang memanfaatkan dengan sepenuhnya seluruh bakat yang telah Dia berikan kepada kita. Dia memerintahkan kita untuk menggunakan bakat-bakat yang ada dalam diri kita untuk kebaikan diri kita dan juga orang disekitar kita, untuk kemudian kita dapat memuliakan nama-Nya melalui setiap hal yang kita lakukan.

Sungguh, kesadaran baru ini adalah kesadaran yang layak kita semua renungkan dalam-dalam dan kemudian coba kita praktekkan dalam hidup kita sehari-hari. Memang aku akui bahwa untuk mempraktekkan hal ini cukup susah. Kita harus melawan dan mengalahkan seluruh kecenderungan rasa bermalas-malasan atau rasa untuk menjadi orang yang biasa-biasa saja dalam hidup kita. Namun, hendaknya kita juga berusaha dan terus berusaha untuk mengingatkan diri kita sendiri untuk terus belajar dan berkembang sampai mencapai potensi terpenuh diri kita sesuai dengan yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Jadi yang perlu kita ingat adalah: Tuhan tidak melarang kita untuk menjadi orang hebat, justru Dia yang menyuruh kita untuk terus berkembang menjadi individu yang mencapai potensi terpenuh dalam hidupnya. Dia ingin kita menjadi individu yang dapat membantu sesama kita serta memuliakan nama-Nya melalui seluruh kemampuan atau bakat yang sudah Dia berikan kepada kita. Sekian dan selamat belajar kembali untuk menjadi individu yang hebat.

Tickerbar

KumpulBlogger